
Tak terasa sudah tujuh bulan kandungan Nisa, sedangkan usia kandungan Nabila baru lima bulan dan sekarang acara tujuh bulanan Nisa dilaksanakan dengan mengundang para tetangga yang ada didekat rumah Alfaro. Alfaro sengaja membuat acara kecil kecilan karena dirinya tidak mau ribet dan acaranya pun dilaksanakan malam hari supaya bapak bapak yang bekerja dikantor bisa datang.
"Acaranya kapan dimulai sih?, laba banget gue udah mual nih liat ular keket". Gerutu Sania karena dirinya sedari tadi sudah menunggu.
"Sabar San, Nisa nya aja masih dandan". Ucap Nabila yang duduk disamping Sania.
"Buset dah ngapain dandan lama amat, inikan acara tujuh bulanan bukan acara kawinan". Heran Sania karena sudah hampir satu jam semua orang menunggu.
"Kalau lima menit lagi nggak muncul gue balik aja lah, masih banyak urusan nih gue". Lanjut Sania so sibuk padahal dia hanya tidur saja dirumah.
"Sabar orang sa-...". Ucap Nabila terpotong oleh Bilqis. Memang Bilqis selalu ikut kemana pun sekarang Sania pergi, karena dirinya merasa jenuh diam dirumah sendiri.
"Orang sabar pantat nya lebar". Ucap polos Bilqis. Nabila yang mendengar itu kaget, karena Bilqis tahu dari mana bahasa itu.
"Haha kamu tahu darimana kalau orang sabar pantat nya lebar?". Tanya Nabila sambil tertawa.
"Dari tante Sania". Ucap Bilqis menunjuk Sania yang menahan malu karena bukan hanya Nabila saja yang mendengar ucapan Bilqis tapi orang yang sedang duduk didekat Sania juga tertawa.
"Etss dah nih bocah make nunjuk gue segala lagi". Gumam Sania menatap Bilqis jengkel.
Saat mereka sedang bercanda datanglah orang yang ditunggu tunggu semua orang yaitu Nisa. Dia berdandan sangat menor seperti akan konser.
"Asiiiik ada ondel on-....". Teriak Bilqis terpotong karena mulutnya dibungkam oleh Sania.
"Sttt jangan kencang kencang teriaknya, emang benar dia kayak ondel ondel tapi mohon dikondisikan mulutnya adik kecil". Bisik Sania yang merasa malu dua kali oleh keponakannya sendiri.
"Maaf semuanya biasa ponakan saya suka ceplas ceplos". Ucap Sania minta maaf sambil menahan malu.
"Oke semuanya mohon jangan berisik acaranya akan segera dimulai". Ucap ustad yang diundang oleh Alfaro. Semua orang pun diam tidak ada yang berisik.
Acara pun dimulai dengan membaca Al-Qur'an dan acara acara yang ada dalam acara tujuh bulanan.
***
Acara pun selesai Nabila, Sania dan Citra membagikan bingkisan untuk para tetangga mereka yang datang.
__ADS_1
"Sayang mending kamu istirahat aja, kasihan cucu mamah nanti dia kenapa napa". Ucap Citra khawatir karena dari tadi Nabila selalu aktif tidak seperti Nisa yang hanya main ponsel saja.
"Nggak papa kok mah Nabila kuat". Ucap Nabila tersenyum kepada mertuanya. Citra pun hanya bisa mengikuti kemauan Nabila karena semenjak hamil Nabila menjadi kerasa kepala.
***
"Akhirnya selesai juga". Ucap Sania sambil merengangkan otot ototnya.
"Auhhh". Ringis Nabila perutnya mulai kram.
"Loh kenapa Bil?". Tanya Sania membantu Nabila untuk duduk sambil mengambilkan air minum.
"Perut gue kram". Jawab Nabila sambil menerima minuman dari Sania dan langsung meminumnya hingga kandas.
"Kan mamah udah bilang jangan terlalu capek ngeyel sih". Ucap Citra yang baru datang dari dapur dan melihat Nabila kesakitan.
"Udah sana istirahat, udah malam juga, oh ya sekalian Sania kamu nginep disini aja, udah malam nanti kamu kenapa napa lagi". Lanjut Citra menyuruh Sania menginap dirumah Alfaro.
"Ok tan, ya udah ayo masuk kekamar". Ucap Sania mengandeng Nabila menuju kamar Nabila.
"Ya iya lah masa loh tidur digudang, kalau loh mau sih nggak papa gudang siap menerima loh". Jawab Nabila berjalan kekamar mandi untuk cuci muka dan gosok gigi.
"Yah siapa tahu gue tidur dikamar lain, kan bisa aja laki loh datang kekamar loh". Ucap Sania yang juga sudah berada dikamar mandi, tidak lupa dengan si bocil Bilqis.
"Qis ambil gosok gigi tante sama punya kamu gih, yang ada didalam tas kamu". Ucap Sania menyuruh Bilqis mengambil gosok gigi. Bilqis pun berjalan untuk mengambilnya.
"Alfaro nggak mungkin datang kesini kalau ada Nisa". Ucap Nabila menjawab ucapan Sania tadi.
"Kok loh kayak istri kedua yang tertindas gitu kayak dinovel novel". Ucap Sania merasa Nabila menjadi istri kedua. Nabila yang mendengar ucapan Sania langsung diam.
Sania yang menyadari Nabila diam dia langsung tersadar dengan ucapannya tadi. "Iiishh nih mulut nggak bisa dikondisikan". Batin Sania sambil menampar nampar mulutnya.
"Maafin gue yah Bil". Ucap Sania menyesal telah berucap seperti itu.
Nabila tersenyum dan menjawab. "Gue nggak papa kok, ya udah gue tidur duluan yah". Ucap Nabila beranjak dari kamar mandi menuju ranjangnya.
__ADS_1
"Tante Bil Bil kenapa?". Tanya Bilqis yang melihat Nabila lesu tidak seperti biasanya. Bilqis memang memanggil Nabila dengan sebutan tante Bil Bil.
"Mungkin tante Bil Bil capek, udah sana gosok gigi terus cuci tangan sama kakinya". Ucap Sania sambil mengambil gosok gigi miliknya dari tangan Bilqis.
***
Disisi lain saat ini Alfaro tidak bisa tidur entah kenapa, dirinya pun beranjak dari kamar dan berjalan menuju kamar Nabila.
Clek
Saat membuka pintu Alfaro melihat Sania dan Bilqis yang baru keluar dari kamar mandi. "Eh bang Al mau ketemu Nabila yah?, Nabila udah tidur". Ucap Sania yang menyadari ada Alfaro.
"Hmm...kalian boleh pindah kekamar sebelah aja". Ucap datar Alfaro menyuruh Sania dan Bilqis pindah kamar. Sania yang mengerti pun langsung keluar bersama Bilqis.
"Kenapa kita pergi dari kamar tante Bil Bil, kan kata oma kita suruh tidur sama tante Bil Bil". Ucap Bilqis tidak terima dirinya pergi dari kamar Nabila. Yang dimaksud oma adalah Citra, Bilqis memang memanggil Citra dengan sebutan oma.
"Nggak papa om Alfaro kan suaminya jadi dia boleh tidur dikamar tante Bil Bil". Ucap Sania membuka pintu kamar. Bilqis hanya mengangguk padahal dia tidak mengerti dengan ucapan Sania.
***
Setelah kepergian Sania, Alfaro langsung naik keranjang Nabila dan memeluk Nabila dengan erat. Entah kenapa dirinya mulai nyaman lagi tidur bersama Nabila.
"San jangan peluk gue, engap nih". Ucap Nabila karena menurutnya yang memeluknya adalah Sania. Bukannya melepaskan pelukannya Alfaro malah semakin erat memeluk Nabila.
"San anak gue kegencet". Ucap Nabila lagi masih memejamkan matanya karena rasa kantuk yang teramat. Alfaro pun melongarkan pelukannya dari Nabila. Dan mulai memejamkan matanya. Mereka berdua pun tidur dengan nyenyak.
***
Dikamar sebelah Nisa langsung kesal karena Alfaro tidak ada dikamarnya. "Pasti kekamar Nabila lagi, kenapa akhir akhir ini Alfaro terus kekamar Nabila saat malam, apa jangan jangan mereka sudah baikan". Ucap Nisa takut kalau Alfaro akan jatuh kedalam pelukan Nabila lagi.
"Gue harus cari cara agar Alfaro membenci Nabila kembali". Gumam Nisa tersenyum licik dan menelepon seseorang untuk membantu rencanannya.
"Rencana gue pasti berhasil". Ucap Nisa setelah selesai menelepon orang tadi Nisa pun kembali tidur.
MOHON KERITIK DAN SARANNYA YAH KAKAK-KAKAK, TAPI INGAT KERITIK DAN SARANNYA JANGAN MELUKAI HATI AUTHOR ATAU ORANG LAIN YAH MAKASIH😊❤
__ADS_1