Berbagi Cinta: Suamiku Menikahi Adik Ku Sendiri

Berbagi Cinta: Suamiku Menikahi Adik Ku Sendiri
NABILA SADAR


__ADS_3

Satu minggu berlalu dan Nabila masih belum sadar dari kritisnya, sedangkan orang tersayangnya selalu setia menunggu Nabila yang belum sadar, termasuk Sania, dia pulang kerumah cuman untuk mandi dan ganti baju saja, selebihnya dia berada dirumah sakit seperti sekarang ini Sania sedang menunggu sendirian dikursi tunggu.


Untuk Alfaro dia selama seminggu ini cuman menengok Nabila satu kali dan itu pun tidak lama nggak sampai lima menit dia sudah pergi kembali, entah apa yang ada dipikiran Alfaro membiarkan orang lain menunggu istrinya dan dirinya pergi entah kemana.


Sedangkan Citra dia setiap hari kerumah sakit tapi tidak menginap karena tidak diperbolehkan oleh William takut sakit katanya. Citra saat ini baru akan berangkat menuju rumah sakit, tapi dirinya mampir dulu dirumah Alfaro karena ingin bertemu cucunya yaitu Adelio yang diasuh oleh baby sister karena keadaan Nisa masih belum sembuh total dan kadang kadang dia marah marah tidak jelas.


"Halo cucu oma apa kabar?". Tanya Citra saat melihat Adelio sedang menimum susu formula bersama baby sister ditaman rumah Alfaro.


"Gimana dia rewel nggak Ris?". Tanya Citra lagi kepada baby sister yang bernama Riska. Riska dibawa oleh Citra karena kasihan kepada Adelio yang tidak ada yang mengurus, walaupun ada Nisa tapi dirinya tidak percaya.


"Nggak rewel kok bu, cuman nangis aja kalau lagi laper atau pengen susu". Jawab Riska. Nisa memang belum memberi asi kepada Adelio tapi, Nisa mulai menerima Adelio.


"Emang anak baik cucu oma ini, oh iya Alfaro sama Nisa kemana?". Tanya Citra kepada Riska.


"Pak Alfaro sama mbak Nisa tadi pergi keluar bu, katanya nemenin mbak Nisa belanja, soalnya tadi mbak Nisa marah pengen ke mall". Jelas Riska.


Citra menghela nafas dan menghembuskannya dengan kasar mendengar penjelasan Riska, karena Alfaro lebih mementingkan Nisa dari pada Nabila dan yang paling parah adalah anaknya ditinggal bersama baby sister.


Citra kembali menatap Adelio yang sedang menyusu susu formula."Minum susu yang banyak yah sayang biar cepat besar, oma tinggal dulu yah, oma mau lihat tante Nabila sama kakak kamu yang ada dirumah sakit". Ucap Citra sambil mencoel pipi Adelio yang gembul.


"Kalau gitu saya pamit dulu yah Ris, jaga Adelio baik baik". Pamit Citra berjalan masuk kedalam mobilnya.


"Siap bu". Timbal Riska sambil mengacungkan jempolnya. Mobil Citra pun meninggalkan kediaman Alfaro dan menuju rumah sakit yang merawat Nabila.


***

__ADS_1


Dirumah sakit saat ini dokter tengah memeriksa Nabila karena kata Sania tadi Nabila membuka matanya jadi dia langsung memanggil dokter. "Semoga loh cepat sadar Bil". Gumam Sania. Saat sedang menunggu datanglah Citra.


"Kemana ada dokter sama suster didalam ruangan Nabila, San?". Tanya Citra saat melihat keruangan Nabila dan ada dokter bersama suster.


"Tadi Nabila sadar tan, dan sekarang lagi diperiksa sama dokter, semoga aja ini kabar baik". Jawab Sania sambil terus berdoa didalam hati.


"Kamu beneran kan San, nggak salah lihat kan?". Tanya Citra takut Sania salah lihat dan membuat harapannya pupus.


"Beneran tan Sania nggak salah lihat". Jawab Sania memang beneran dirinya melihat Nabila membuka matanya atau sadar.


Saat Citra akan bertanya lagi, tiba tiba pintu ruangan Nabila terbuka dan muncullah dokter. "Gimana keadaan pasien dok?". Tanya Citra yang langsung menghampiri dokter.


"Alhamdulilah pasien sudah sadar dan melewati masa kritisnya, bagi yang mau masuk silahkan, tapi jangan terlalu banyak mengajak pasien mengobrol dan jangan membahas orang yang dia tidak suka atau apapun itu, takut nanti pasien mengalami setres dan drop lagi, saya pamit dulu". Jelas dokter dan pergi bersama suster.


"Kalau gitu tante aja duluan yang lihat Nabila, Sania nanti aja". Ucap Sania karena tahu Citra pasti sangat ingin bertemu Nabila, walaupun dirinya juga ingin bertemu Nabila.


"Mamah jangan nangis dong, aku kan udah nggak papa, jadi jangan nangis yah". Ucap Nabila berkata lemah kepada Citra yang terus menangis.


"Hiks...mamah nangis bahagia karena kamu sadar dari kritis". Ucap Citra sambil mengengam tangan Nabila.


"Kamu mau apa?, mamah akan kabulkan permintaan kamu". Ucap Citra lagi yang masih mengeluarkan air mata sesekali.


"Aku nggak mau apa apa mah, gimana kabar anak Nabila mah?". Tanya Nabila yang teringat akan anaknya.


"Anak kamu baik baik aja kok, dia pasti kangen sama mamahnya". Jawab Citra mulai berhenti nangis dan menampilkan senyumannya kepada Nabila.

__ADS_1


Saat Nabila akan bicara lagi Citra tahan karena Nabila tidak boleh banyak mengobrol. "Udah jangan banyak ngomong yah, anak kamu mamah jaga dengan baik kok, kalau gitu mamah keluar dulu yah, soalnya pasti Sania kangen sama kamu, dia yang jaga kamu tiap hari, dia pulang cuman mandi sama ganti baju, kalau makan yah dirumah sakit". Jelas Citra menjelaskan kebaikan Sania. Citra pun keluar dari ruangan Nabila.


Nabila yang mendengar itu merasa sangat terharu, karena dirinya mempunyai sahabat yang sangat sangat baik banget, belum tentu dirinya sebaik Sania.


"Gimana keadaan Nabila tan?". Tanya Sania saat melihat Citra keluar dari ruangan Nabila.


"Kamu lihat sendiri saja sana". Jawab Citra sambil menepuk pundak Sania. Sania pun masuk kedalam ruangan Nabila.


"Nabila". Panggil Sania yang mulai berkaca kaca.


"Hiks...gue takut kehilangan loh, jangan buat gue sedih lagi dan jangan buat gue nangis lagi, air mata gue mahal tahu gak". Ucap Sania sambil memeluk Nabila yang sedang terbaring lemah.


"Udah dong jangan nangis katanya air matanya mahal". Ucap Nabila menghapus air mata Sania yang terus mengalir.


"Ini semua salah loh hiks...". Ucap Sania tetap menangis.


"Cup cup adek Sania jangan nangis lagi, nanti tante kasih permen". Canda Nabila agar Sania berhenti menangis dan melihat bahwa dirinya baik baik saja.


"Udah ah jangan peluk gue terus engap nih, nanti kalau gue mati gimana?". Tanya Nabila malah membahas soal kematian dan itu membuat Sania semakin menangis.


"Hiks..hiks..kalau loh mati gue yang akan gentayangin kuburan loh". Ucap Sania melepaskan pelukannya. Nabila hanya tersenyum saja.


"Udah loh istirahat aja biar cepat sembuh dan pulang deh, jadi gue nggak cape nungguin loh tiap hari". Ucap Sania sambil menyelimuti Nabila dengan selimut rumah sakit.


"Jadi loh nggak ikhlas gitu nungguin gue?, dan lagi gue kan nggak nyuruh loh nungguin gue". Ucap Nabila membuat Sania kesal.

__ADS_1


"Udah istirahat jangan banyak omong deh". Ucap Sania sambil menunggu Nabila tidur. Setelah melihat Nabila tidur Sania keluar dari ruangan Nabila.


MOHON KERITIK DAN SARANNYA YAH KAKAK-KAKAK, TAPI INGAT KERITIK DAN SARANNYA JANGAN MELUKAI HATI AUTHOR ATAU ORANG LAIN YAH MAKASIH😊❤


__ADS_2