
"NABILA!!!". Teriak orang itu. Nabila yang dipanggil dengan sangat lantang pun langsung menoleh ke arah sumber suara.
"Mas Alfaro ngapain ada disini?". Tanya Nabila yang ternyata Alfaro yang memanggil nya. Alfaro tidak menjawab pertanyaan Nabila, melaikan Alfaro langsung menarik Nabila keluar, tanpa menoleh ke arah pria yang tadi duduk bersama Nabila.
Alfaro memang tadi sedang melaksanakan meeting didekat restoran yang Nabila datangi, saat Alfaro selesai meeting dia melihar Nabila sedang bersama pria asing, tanpa pikir panjang Alfaro memanggil Nabila dengan sangat lantang.
"Mas lepasin, ngapain sih kamu tarik tarik aku?". Tanya Nabila berusaha melepaskan tangan nya dari genggaman.
"Diam, pulang sekarang". Bentak Alfaro langsung membawa Nabila masuk kedalam mobil. Sedangkan Nabila menurut saja karena ngapain dirinya ngelawan kalau hasil nya nanti dirinya juga yang kalah.
Alfaro pun membawa Nabila pulang, Alfaro membawa mobilnya dengan ngebut. Nabila pun ketakutan karena Alfaro membawa mobil nya dengan sangat kencang, bahkan lampu merah saja diterobos.
"Mas pelan pelan bawa mobilnya, dan kenapa kamu nerobos lampu merah". Ucap Nabila , sedangkan Alfaro seakan tuli, dia tidak mendengarkan Nabila yang terus berbicara.
Tak berselang lama Alfaro dan Nabila pun sampai dirumah, Alfaro langsung menyeret Nabila keluar dari mobil dan berjalan masuk kedalam.
"Lepas mas sakit". Ucap Nabila memberontak dari cekalan tangan Alfaro, tapi Alfaro tetap tidak melepaskan nya.
"Kenapa kamu makan sama pria lain hah, nggak ingat kalau kamu punya suami?". Tanya Alfaro yang mendorong Nabila dengan sangat keras kelantai. Nabila yang didorong pun langsung memegang perut nya karena merasa sangat sakit.
"Aah mas sakit tolong aku mas". Ringis Nabila karena kesakitan. Alfaro yang melihat Nabila diam saja karena menurut nya Nabila sedang bersandi wara.
"Nggak usah dramatis". Ketus Alfaro tidak menghiraukan Nabila.
"Aku nggak bohong mas, tolong aku aaah". Teriak Nabila kesakitan. Alfaro tetap menghiraukan ringisan Nabila, tapi dia langsung percaya pada saat melihat ada bercak darah dari balik baju Nabila.
"Kamu beneran kesakitan?". Tanya Alfaro mulai khawatir. Sedangkan Nabila tidak menjawab karena dirinya sudah pingsan, Alfaro yang melihat Nabila pingsan langsung membawa Nabila kerumah sakit.
***
Saat sudah sampai rumah sakit Alfaro langsung menyuruh dokter untuk memeriksa Nabila.
Alfaro pun menunggu dikursi dekat ruangan periksa Nabila. Tak tak berselang lama dokter pun keluar. Alfaro pun langsung menghampiri dokter itu.
__ADS_1
"Istri saya kenapa dok?". Tanya Alfaro kepada dokter.
"Istri bapak baik baik saja karena bapak langsung membawanya kesini kalau tidak mungkin janin nya tidak bisa diselamatkan". Jawab dokter itu. Alfaro yang mendengar kata 'janin' langsung kaget, karena mana mungkin Nabila hamil.
"Janin dok?". Tanya Alfaro memastikan.
"Iya, emang bapak tidak tahu kalau istri bapak hamil?, usia janinnya baru 2 minggu jadi bapak harus memperhatikan istri bapak dengan baik, jangan sampai kejadian seperti tadi". Jelas dokter itu.
"Oh kalau gitu terima kasih dok, saya boleh masuk?". Tanya Alfaro berterima kasih karena dirinya tidak mau banyak bicara dengan dokter nya.
"Silahkan". Ucap dokter itu mempersilahkan Alfaro masuk. Alfaro pun masuk kedalam ruangan Nabila.
"Kenapa kamu tidak beri tahu saya kalau kamu hamil?". Tanya Alfaro tanpa basa basi, bahkan tidak menanyakan keadaan Nabila terlebih dahulu.
"Aku mau beri tahu kamu setelah kamu selesai kerja mas, tapi malah ada kejadian ini". Jawab Nabila yang sedang berbaring diranjang rumah sakit.
"Kenapa kamu bisa hamil?". Tanya Alfaro lagi.
"Ini mungkin keajaiban Allah mas". Jawab Nabila lembut.
Duar bagaikan disambar petir, Nabila kaget dengan pertanyaan suaminya, bagaimana mungkin suami nya bertanya seperti itu.
"Maksud kamu apa mas?, ini jelas anak kamu, dan kamu nggak percaya?". Tanya Nabila mulai meneteskan air matanya.
"Saya tidak mau merawat anak itu, kalau bisa kamu gugurkan saja anak itu.". Ucap Alfaro. Setelah berkata seperti itu Alfaro langsung pergi begitu saja. Sedangkan Nabila langsung menangis mendengar ucapan Alfaro.
"Hiks..hiks..kamu kenapa mas nggak percaya sama aku, bahkan anak kamu aja kamu nggak anggap". Ucap Nabila kecewa dengan suami nya.
"Maafin mamah yah nak, tapi kamu tenang aja mamah nggak akan mengugurkan kamu, karena kamu adalah bahagianya mamah nanti". Batin Nabila yang terus menangis.
***
Nabila saat ini sudah berada di rumah Alfaro. Ya, dia memang pulang kerumah Alfaro karena mau bagaimana pun sikap Alfaro Nabila harus tetap pulang kerumah Alfaro.
__ADS_1
Nabila sedang berada dikamarnya karena dirinya merasa lelah. Saat sedang berbaring tiba tiba pintu kamar Nabila ada yang mengetuk.
Tok
Tok
"Sayang ini mamah". Ucap orang itu yang ternyata Citra ibu mertua Nabila. Nabila yang mendengar suara ibu mertua nya pun langsung membuka pintu kamar.
"Mamah kok udah masuk, perasaan Nabila kunci deh pintunya". Ucap Nabila heran.
"Masa?, kamu nggak kunci pintu sayang, jadi ya udah mamah masuk aja, soalnya dipanggil panggil nggak ada yang nyaut". Jelas Citra karena memang pintu rumah nya tidak dikunci.
"Ya ampun, Nabila kirain udah dikunci, oh iya mamah mau ngapain kesini?". Tanya Nabila kepada mertua nya.
"Mau jenguk calon baby dong, babynya baik baik aja kan?". Tanya Citra sambil mengelus perut Nabila. Sedangkan Nabila yang mendengar ucapan mertuanya langsung terharu karena masih ada yang menginginkan bayi nya.
"Baik baik aja kok mah". Ucap Nabila sengaja tidak memberi tahu kejadian tadi siang.
"Bagus kalau gitu, Alfaro udah kamu kasih tahu?". Tanya Citra. Nabila yang mendengar nama Alfaro langsung tersenyum ketir karena mau dikasih tahu atau nggak Alfaro tetap tidak menginginkan anak nya.
"Sayang kok malah ngelamun, gimana Alfaro udah dikasih tahu belum kalau da ibakal jadi ayah?". Ucap Citra penasaran.
Nabila pun langsung tersadar dari lamunanya dan menjawab pertanyaan Citra." Udah kok mah, dan mas Alfaro sangat bahagia mendengarnya". Bohong Nabila karena tidak mau membuat mertua nya khawatir.
"Bagus, pasti dia akan selalu perhatian sama kamu daripada sama ular keket itu". Ucap Citra percaya anaknya akan perhatian kepada Nabila. Nabila yang mendengar itu hanya tersenyum terpaksa, mana mungkin suaminya akan perhatian kalau suaminya saja tidak mau kehadiran anak nya.
"Iya mah, mamah sama siapa kesini?". Tanya Nabila sambil menyuruh mertuanya untuk duduk disopa yang ada dikamarnya.
"Mamah kesini sendiri, oh iya nih buat kamu". Ucap Citra sambil memberikan satu buah paper bag.
"Ini apa mah?". Tanya Nabila sambil menerima paper bag itu.
"Buka aja". Jawab Citra, Nabila pun membuka isi paper bag itu dan langsung terkejut dengan isi nya.
__ADS_1
MOHON KERITIK DAN SARANNYA YAH KAKAK-KAKAK, TAPI INGAT KERITIK DAN SARANNYA JANGAN MELUKAI HATI AUTHOR ATAU ORANG LAIN YAH MAKASIH😊❤