Berbagi Cinta: Suamiku Menikahi Adik Ku Sendiri

Berbagi Cinta: Suamiku Menikahi Adik Ku Sendiri
RENCANA NISA BERHASIL


__ADS_3

Saat ini ada seorang wanita yang terbaring lemah diranjang. "Eumm". Lengus wanita itu mulai membuka matanya dan memijat kepalanya karena pusing. Saat menatap kesekeliling wanita itu kaget dengan orang yang ada disampingnya.


"Kamu siapa?". Tanya wanita itu sambil menutup dirinya dengan selimut karena ketakutan.


Orang yang disamping wanita itu pun membuka matanya. "Kamu nggak perlu tahu siapa saya, yang pasti saya sudah menikmati tubuh kamu". Jawab orang itu santai. Wanita yang mendengar itu kaget dengan ucapan pria disampingnya. Wanita itu pun memeriksa tubuhnya dan pakaiannya masih utuh, tapi kenapa pria disampingnya mengatakan telah menyentuhnya.


"Nggak mungkin". Lirih wanita itu sambil menangis. Saat sedang menangis tiba tiba ada yang mendobrak pintu dengan sangat keras.


"Nabila berani berani nya kamu tidur sama pria lain, saya sudah cari kamu kemana mana tapi kamu malah senang senang sama pria brengsssek ini". Marah pria itu yang tidak lain adalah Alfaro. Ya, wanita itu adalah Nabila. Alfaro langsung menampar Nabila.


Plak


Nabila meringis kesakitan tapi tidak melawan walaupun dirinya tidak salah. "Ini nggak seperti yang kamu bayangkan mas". Isak tangis Nabila karena Alfaro salah paham.


"Nggak seperti yang kamu bayangkan apa, saya lihat kamu tidur dihotel sama pria lain, apa yang saya lihat salah hah". Bentak Alfaro murka dengan Nabila.


"Hiks...ini semua salah paham mas, aku aja nggak kenal sama pria ini". Ucap Nabila menunjuk pria yang ada disampingnya.


"Dan sekarang saya percaya anak yang kamu kandung bukan anak saya". Ucap Alfaro keluar dari kamar hotel itu bersama Nisa yang tersenyum mengejek kepada Nabila. Ya, Alfaro mengetahui Nabila ada dihotel dari Nisa.


Flashback on


Malam hari nya Alfaro tidak melihat Nabila pulang, dia sudah menelepon beberapa kali tapi tidak di angkat. "Kemana sih Nabila". Kesal Alfaro membanting ponselnya.


"Mas kenapa?". Tanya Nisa yang baru keluar dari kamar mandi. Alfaro tidak menjawab pertanyaan Nisa, melainkan dirinya keluar dari kamar Nisa menuju ruang tamu.


Diruang tamu


"Kamu kemana Nabila kenapa belum pulang pulang padahal sudah malam". Batin Alfaro sambil terus memperhatikan pintu rumah.


Saat sedang melamun datang Nisa dengan terburu buru. "Mas...mas...". Panggil Nisa berlari menuju Alfaro.


"Apa?". Tanya Alfaro dingin.

__ADS_1


"Nih lihat mas". Ucap Nisa memberikan sebuah foto yang ada diponselnya. Alfaro langsung merampas ponsel Nisa dan melihat foto itu, Alfaro kaget melihat foto itu.


"Kamu dapat dari mana foto ini hah?". Tanya Alfaro memegang tangan Nisa dengan sangat kuat, sampai Nisa meringis kesakitan.


"Aakhh mas lepas dulu sakit". Ringis Nisa berusaha melepaskan tangan Alfaro dari tangannya. Alfaro pun melepaskan genggamannya.


"Aku dapat foto itu dari teman aku mas, kebetulan dia lagi nginep di hotel". Jelas Nisa memegang tangannya karena masih sakit.


"Di hotel mana?". Tanya Alfaro menatap tajam Nisa.


"Hotel Aston Kemayoran City Hotel". Jawab Nisa. Setelah mendengar nama hotelnya Alfaro langsung berjalan keluar disusul oleh Nisa. Mereka berangkat menuju hotel yang ditempati Nabila.


Flashback off


"Ya Allah cobaan apa lagi ini, kenapa engkau selalu membuat hamba seperti ini". Batin Nabila menangis sambil memegang lututnya. Sedangkan orang tadi sudah pergi entah kemana.


"Kenapa hidup gue selalu begitu, gue punya salah apa sama kalian yang mitnah gue". Ucap Nabila masih menangis.


"Hiks..hiks...apa gue hilang aja dari dunia ini". Pikir Nabila mulai kemana mana. Nabila mencari sesuatu didalam tasnya setelah ketemu Nabila langsung membukanya.


"Nabila jangan melakukan hal bodoh". Ucap orang itu langsung melempar pisau itu dan memeluk Nabila.


"Mamah hiks..hiks...". Lirih Nabila membalas pelukan Citra. Ya, itu adalah Citra, tadinya dia ingin kerumah Alfaro, tapi sebelum masuk kerumah Alfaro dia melihat Alfaro dan Nisa pergi malam malam jadi Citra pun mengikutinya, tak disangka ternyata mereka pergi ke hotel, Citra terus mengikutinya, saat melihat siapa yang didalam hotel Citra kaget karena itu ternyata Nabila, Citra tidak langsung masuk, setelah Alfaro, Nisa dan Orang asing tadi pergi, Citra hendak masuk tak menyangka ternyata Nabila ingin mengakhiri hidupnya.


"Udah tenang sayang, mamah percaya kok sama kamu, kamu nggak mungkin melakukan hal hal yang bejat". Ucap Citra menenangkan Nabila, Citra yakin bahwa Nabila tidak melakukan hal yang dipikirkannya.


"Mamah pasti bohong, mamah pasti benci sama Nabila". Tangis Nabila semakin pecah.


"Stts mamah percaya sama kamu sayang, mamah tahu kamu pasti dijebak sama seseorang". Ucap Citra meyakinkan Nabila. Nabila hanya diam tidak mau bicara lagi.


"Kita pulang kerumah mamah yah". Lanjut Citra sengaja tidak mau membawa pulang Nabila kerumah Alfaro karena takut Nabila nanti kenapa napa.


"Tap-...". Ucap Nabila terpotong oleh Citra.

__ADS_1


"Udah ikut mamah pulang, setelah semuanya tenang kamu baru boleh pulang kerumah Alfaro". Ucap Citra tidak mau dibantah. Nabila pun mengangguk.


Setelah Nabila menyetujui, Citra pun membawa pulang Nabila kerumahnya


***


Ditempat lain setelah Alfaro pergi dari hotel tadi, dirinya langsung pergi ke salah satu bar yang ada di Jakarta.


"Udah mas jangan banyak banyak minumnya". Ucap Nisa karena Alfaro sudah habis dua botol wine.


Alfaro menepis tangan Nisa dengan kasar. "Ngapain kamu masih ada disini, sana pergi saya benci sama kamu". Racau Alfaro karena menurutnya Nisa adalah Nabila.


"Sadar mas aku bukan Nabila tapi Nisa". Ucap Nisa. Tapi bukannya sadar Alfaro malah semakin murka.


"Saya bilang pergi dari sini". Bentak Alfaro mencekit leher Nisa. Nisa yang dicekik berusaha melepaskan cekikan Alfaro.


"Le..pas... ma...s". Ucap Nisa terbata bata karena dirinya hampir kehabisan nafas. Saat Alfaro sedang mencekik Nisa tiba tiba ada yang memukul kepalanya dengan botol.


"Aakhh". Teriak Alfaro kesakitan dan langsung pingsan.


"Kamu nggak papa Nis?". Tanya orang yang menyelamatkan Nisa.


"Hah hah gue nggak papa makasih yah". Ucap Nisa yang ngos ngosan karena dirinya hampir saja mati.


"Lagian kenapa suami loh nyekik loh?". Tanya orang itu yang tidak lain adalah teman Nisa yang bekerja dibar itu.


"Gue nggak tahu, boleh tolong bawa suami gue ke mobil?". Tanya Nisa sengaja tidak memberi tahu kenapa Alfaro menyekiknya.


"Oke". Ucap teman Nisa membawa Alfaro ke mobilnya.


"Makasih yah". Ucap Nisa saat sudah berada didalam mobil bersama Alfaro. Orang itu hanya mengangguk dan kembali masuk kedalam bar.


"Hampir aja gue mati gara gara rencana gue sendiri, yah tapi gue bersyukur Alfaro percaya bahwa yang tadi dilihat dihotel adalah beneran". Batin Nisa. Nisa menyalakan mobilnya dan melajukannya menuju rumah Alfaro.

__ADS_1


Ya, yang melakukan itu kepada Nabila adala Nisa, siapa lagi kalau bukan Nisa karena musuh Nabila hanya lah Nisa, yah walaupun Nabila tidak menganggap Nisa sebagai musuh.


MOHON KERITIK DAN SARANNYA YAH KAKAK-KAKAK, TAPI INGAT KERITIK DAN SARANNYA JANGAN MELUKAI HATI AUTHOR ATAU ORANG LAIN YAH MAKASIH😊❤


__ADS_2