Berbagi Cinta: Suamiku Menikahi Adik Ku Sendiri

Berbagi Cinta: Suamiku Menikahi Adik Ku Sendiri
NABILA MINTA BANTUAN ALFARO


__ADS_3

Saat ini Sania sudah berada di apartemen yang ditempati Nabila, karena tadi dia kerumah Nabila tapi kata Satpam yang ada disitu Nabila pergi ke apartemen milik Citra.


Ting


Tong


Cukup lama Sania menunggu karena dai tadi tidak ada yang membuka pintunnya. Tak berselang lama ada yang membuka pintu dan ternyata itu Alfaro.


"Nabila nya ada?". Tanya Sania kepada Alfaro yang berdiri didepan pintu dengan tatapan dinginnya.


"Ada, masuk". Jawab Alfaro menyuruh Sania masuk. Sania pun masuk kedalam apartemen itu.


"Om nya ganteng, tapi sayang dia dingin kayak batu es yang ada di kutub utara". Ucap Bilqis saat sudah didalam apartemen. Sania langsung memukul Bilqis pelan karena Bilqis bicara sembarangan. Bilqis memanyunkan bibirnya karena tantenya memukulnya yah walaupun tidak sakit.


Sedangkan Alfaro berjalan menuju kamar yang ditempati Nabila. "Nabila buka pintunya, ada Sania dibawah". Teriak Alfaro. Nabila yang baru bangun pun langsung membuka pintu dan tidak lupa dirinya mencuci muka terlebih dahulu.


Saat Nabila membuka pintu, dirinya langsung berjalan kebawah tanpa memperdulikan Alfaro yang masih berdiri di ambang pintu kamar.


"Ada apa San cari gue?". Tanya Nabila yang duduk disamping Sania.


"Gue mau kasih tahu kalau nanti malam ada acara, anak klien kita ulang tahun dan kita di undang, loh harus bawa suami loh, nggak enak dong kalau loh datang sendiri". Jelas Sania.


"Aissh kenapa nggak sama loh aja gue datangnya?". Tanya Nabila karena dirinya masih belum mau berdekatan dengan Alfaro.


"Idih najis gue nggak mau, gue mau datang sama nih bocah, dia ngerengek minta ikut". Jawab Sania karena dirinya tidak mau berangkat dengan Nabila.


Nabila menarik nafasnya dalam dan menghembuskannya dengan kasar. "Gimana kalau gue nggak datang aja kepestanya". Ucap Nabila merasa malas kalau harus datang dengan Alfaro.


"Nggak bisa dong, dia klien setia kita". Ucap Sania memang orang yang mengundang Nabila dan Sania adalah klien setia butik Nabila.


"Ribet amat dah, ya udah deh gue berangkat sama suami gue". Ketus Nabila. Sania yang merasa aneh terhadap Nabila hanya dia karena dirinya tidak mau terlalu kepo.


"Nah gitu dong dari tadi, oh iya kenapa ponsel loh nggak aktif". Ucap Sania.


"Gimana mau aktif, batrai nya aja abis, dan kenapa loh tahu kalau gue ada disini?". Tanya Nabila balik kepada Sania.

__ADS_1


"Oh gitu, gue tahu loh ada disini dari satpam yang ada dirumah loh". Jawab Sania. Nabila hanya menganggukan kepalanya.


"Loh lagi haneymoonan nih ceritanya sama suami loh?". Bisik Sania karena tidak mau kedengaran oleh keponakannya. Nabila yang mendengar itu langsung kesal gimana mau haneymoon orang gue aja nolak disentuh sama suami sendiri batin Nabila.


"Nggak ada, gue disuruh nginep aja sama mertua gue di apartemen ini". Ucap Nabila sengaja tidak menceritakan kejadian sebenarnya kepada Sania.


"Masa?". Goda Sania sambil menaik turun kan alisnya.


"Iiih udah sana pulang aja". Kesa Nabila karena Sania mengodaya terus.


"Cie bilang aja kalau mau *** ***". Goda Sania lagi dan itu berhasil membuat Nabila kesal kembali.


"SANIA!!!". Teriak Nabila sambil melempar Sania dengan bantal yang ada disopa. Sedangkan Sania langsung berlari dengan Bilqis.


"Tante emang bisikan apa sama tante Nabila?". Tanya Bilqis yang sudah berada diluar apartemen Nabila.


"Bocil nggak usah tahu urusan orang dewasa". Jawab Sania sambil masuk kedalam mobil dan disudul Bilqis yang manyun karena jiwa keponya masih meronta ronta ingin tahu bisikan apa yang disampaikan tantenya kepada Nabila.


Mereka pun pergi dari apartemen yang ditempati Nabila.


Alfaro sudah mendengar pembicaraan Nabila dan Sania tadi, Alfaro tersenyum licik saat mendengarkan ucapan Sania tadi. Sebenarnya tanpa di ajak Nabila, Alfaro akan datang ke acara itu karena itu acara anak koleganya. Tapi dia ingin mengerjai Nabila terlebih dahulu.


"Mas". Panggil Nabila kepada Alfaro yang sedang diam didapur. Alfaro sengaja tidak menjawab ucapan Nabila. Akhirnya Nabila pun menghampiri Alfaro karena tidak menjawab ucapannya.


"Mas hmm...". Ucap Nabila malu karena dirinya merasa bodoh sendiri.


"Apa?". Ketus Alfaro yang sedang meminum kopi.


"Hmm...mas mau nggak ikut aku ke acara ulang tahun anak klien aku". Ucap Nabila menunduk malu. Alfaro pura pura cuek karena dirinya ingin tahu Nabila akan melakukan apa.


"Mas plisss mau yah". Mohon Nabila sambil mengatupkan tanganya dan jangan lupakan puppy eye nya.


"Nggak mau". Ucap Alfaro dingin. Nabila bingung harus bicara apa lagi sama Alfaro.


"Aku mohon mas, aku minta maaf deh soal yang tadi yah, atau mas mau apa aku akan kabulkan semua mau mas gimana?". Tanya Nabila merasa agak jijik memohon seperti ini tapi mau gimana lagi ini demi klien setianya.

__ADS_1


"Beneran kamu akan kabulkan semua permintaan saya?". Tanya Alfaro. Nabila yang diam karena firasatnya tidak baik tentang hal ini.


"I-iya". Gugup Nabila.


"Kalau gitu layani saya". Ucap Alfaro sambil mendekatkan wajahnya ke wajah Nabila. Nabila pun mundur karena tidak mau terlalu dekat dengan Alfaro.


"A-ku.. nggak mau mas". Ucap Nabila masih belum siap disentuh Alfaro lagi.


"Kamu mikir apa hmm...?". Tanya Alfaro semakin mendekatkan wajanya ke wajah Nabila.


"Cepat masakin saya, saya lapar". Bisik Alfaro menjauhkan wajahnya dan pergi begitu saja dari hadapan Nabila.


Nabila yang kesal karena dikerjai Alfaro merasa ingin mengkuliti Alfaro. "Lagian gue mikir apa coba, kenapa pikiran gue selalu traveling". Gumam Nabila sambil berjalan menuju kulkas karena dirinya harus masak agar Alfaro mau ikut dengannya.


Alfaro langsung tersenyum melihat muka Nabila memerah tadi. "Katanya nggak mau disentuh sama gue, tapi kenapa baru digituin aja pipinya udah merah". Ucap Alfaro yang saat ini sedang berada ditaman apatemen. Saat sedang senyum senyum sendiri terdengar notif dari ponsel Alfaro, Alfaro langsung memeriksanya dan ternyata itu dari Nisa.


Nisa🐽


^^^Mas aku nggak pulang hari ini yah soalnya masih ada urusan sama teman√√^^^


Alfaro tidak membalas pesan dari Nisa karena tidak penting, Alfaro tahu kelakuan Nisa yang suka mabuk, tapi Alfaro tidak mengetahui kalau Nisa berpacaran dan suka bercumbu dengan pria lain.


Alfaro kembali tersenyum saat mengingat wajah Nabila yang bersemu merah tadi saat digoda olehnya.


***


"Idih cuman diread doang". Kesal Nisa saat melihat ponselnya dan melihat isi chat dari Alfaro hanya mengread chatnya.


"Udahlah sayang biarin aja, dia pikun mungkin kan udah tua". Ucap pacar Nisa yang sedang mengecup gecup leher Nisa.


"Aahh, sayang aku lagi nggak mood buat ngelakuin itu". Ucap Nisa. Pacarnya pun menghentikan aksinya.


"Kalau gitu kita ke mall aja gimana?". Tanya pacar Nisa yang bernama Ariel.


"Ayo". Ucap Nisa langsung beranjak dari duduknya dan mereka pun berjalan menuju mall.

__ADS_1


MOHON KERITIK DAN SARANNYA YAH KAKAK-KAKAK, TAPI INGAT KERITIK DAN SARANNYA JANGAN MELUKAI HATI AUTHOR ATAU ORANG LAIN YAH MAKASIH😊❤


__ADS_2