Berbagi Cinta: Suamiku Menikahi Adik Ku Sendiri

Berbagi Cinta: Suamiku Menikahi Adik Ku Sendiri
HARI PERNIKAHAN SUAMI DAN ADIK KU 2


__ADS_3

"Kalian lagi pada ngapain hah?". Tanya orang itu, sambil menghampiri kerumunan. Semua orang pun yang melihat ke arah sumber suara.


"Mamah". Kaget Nabila, saat melihat ibu mertuanya datang kebutik.


"Iya sayang". Ucap Mamah Alfaro yaitu Citra Nurhalizah Mahesa. Citra memang baik kepada Nabila, bahkan Citra lebih sayang kepada Nabila dari pada anak anak kandungnya.


"Mamah ngapain kesini?". Tanya Nabila sambil menyalami ibu mertuanya.


"Mamah cuman pengen main aja kesini, eh pas dateng langsung disuguhi pemandangan yang tidak biasa". Jawab Citra sambil melirik Nisa dengan tidak suka. Citra dari dulu memang tidak suka dengan Nisa, entah kenapa, tapi dia berpikir Nisa adalah wanita yang tidak baik.


"Kalau gitu mamah duduk dulu". Ucap Nabila mempersilahkan Citra untuk duduk.


"Mamah mau minum apa?". Tanya Nabila saat Citra sudah duduk.


"Mamah cuman mau ngobrol sama kamu, tapi boleh usir dia dulu nggak". Ucap Citra sambil menunjuk Nisa, sedangkan Nisa yang ditunjuk langsung kesal.


"Beres tan gampang ngusir ular keket mah". Ucap Sania memanggil security untuk mengusir Nisa.


"Lepasin gue, awas aja nanti gue bilangin sama mas Alfaro". Teriak Nisa saat tangannya ditarik oleh security. Sedangkan Nabila hanya bisa melihat tidak bisa melakukan apa pun.


"Tante nggak suka sama ular keket yah?". Tanya Sania.


"Iya tante nggak suka, masa kelakuannya beda jauh sama menantu kesayangan tante ini". Jawab Citra sambil memeluk Nabila yang sedang duduk disampingnya. Citra memang sudah tahu kalau anaknya yaitu Alfaro akan menikah lagi, sebenarnya Citra tidak setuju tapi karena Nisa sudah hamil, Citra tidak bisa berbuat apapun.


Mereka pun mengobrol melupakan kesedihan yang mungkin akan datang kembali.


Flashback off


"Gue nggak papa kok". Jawab Nabila sambil tersenyum ke arah Sania.


"Ya allah kuatkan hamba mu ini". Batin Nabila saat meyaksikan suami dan adiknya yang sedang siap siap untuk akad nikah.

__ADS_1


"Harusnya loh nggak datang kalau nangis mulu". Ucap Sania melihat Nabila terus meneteskan air matanya.


"Gue nangis bahagia kok". Ucap Nabila berbohong.


"Nggak usah bohong sama gue". Ucap Sania tahu kalau Nabila berbohong, karena dimana istri bahagia melihat suaminya nikah lagi. Sedangkan Nabila tidak mendengarkan ucapan Sania karena sedang melihat Alfaro sedang mengucapkan ijab kabul.


"Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau saudara Alfaro Chandra Mahesa bin William Chandra Mahesa dengan anak saya yang bernama Nisa Putri Natukusuma dengan maskawinnya berupa uang 1M dan Rumah Tunai". Ucap Paman Nabila dan Nisa. Ya, Nabila juga waktu menikahi di wakili oleh pamannya karena Ayahnya sudah meninggal dunia, dan sekarang pun sama.


"Saya terima nikahnya dan kawinnya Nisa Putri Natukusuma binti Muhammad Natukusuma dengan maskawinnya yang tersebut, tunai". Ucap Alfaro dengan lantang karena ini yang kedua kali untuknya jadi dirinya tidak terlalu gugup.


"Bagaimana para saksi sah?". Tanya Penghulu itu sambil melirik kiri kanan.


"SAH!!". Jawab semua orang.


Sedangkan Nabila langsung meneteskan air matanya kembali saat mendengar kata Sah, bagaikan ditusuk ribuan jarum dihatinya. Sania yang melihat Nabila seperti itu merasa iba.


"Udah jangan sedih". Ucap Sania sambil menenangkan Nabila. Tak berselang lama Citra datang kehadapan Nabila, karena dirinya tidak mau berdiri didepan pelaminan.


"Maafin Nabila yah mah yang nggak bisa ngasih cucu sama mamah". Ucap Nabila yang masih menangis dipelukan Citra.


"Sttt, jangan bilang gitu". Ucap Citra tidak suka kalau Nabila membahas tentang anak, karena itu akan membuat Nabila semakin sedih.


"Kalau gitu kita pulang aja yah, kamu mending istirahat dari pada melihat ini semua". Ucap Citra sambil mengandeng tangan Nabila.


"Tapi nanti apa kata orang mah?". Tanya Nabila tidak mau orang orang membicarakan rumah tangganya.


"Udah tenang kamu tenang aja". Jawab Citra, mereka pun pulang.


"Loh tenang aja Bil, ini bakal jadi pernihakan yang sangat bagus". Gumam Sania sambil menyusul Nabila dan Citra. Sania memang sudah merencanakan sesuatu dengan Citra, karena mereka tidak rela pernikahan ini bahagia begitu saja, harus aja yang berkesan.


Dan benar saja saat Sania keluar, tiba tiba ada banyak tikus dan kecoak dimana mana. Semua orang pun langsung menjerit histeris saat melihat ada banyak tikus dan kecoak.

__ADS_1


"Kenapa ini jadi banyak tikus dan kecoak?". Tanya Nisa yang sedang berdiri di sopa pengantin bersama Alfaro.


"Wah itu ada kecoak di baju kamu mas". Ucap Nisa sambil jingkrak jingkrak di sopa itu, dan tiba tiba sopa itu patah dan membuat Nisa dan Alfaro terjatuh dengan setumpukan kecoak dan tikus.


"Waaaaaaaaaah". Teriak Nisa saat kecoak merayap ke wajahnya. Sedangkan Alfaro saat jatuh langsung pergi berlari menuju lantai atas gedung itu, tanpa memperdulikan Nisa yang minta tolong.


"Mas tolongin Nisa". Teriak Nisa sambil menyingkirkan kecoak kecoak yang merayap kewajahnya. Alfaro pun terus naik kelantai atas.


Tak berselang lama tukang pembasmi tikus dan kecoa datang, mereka mulai menangkap dan membunuh tikus dan kecoak itu.


Pernikahan itu kacau balau, semua orang langsung pergi karena merasa jijik dengan tikus dan kecoak itu. Pernikahan itu tinggal terisi oleh pengatin pria yang ada dilantai atas gedung dan pengantin wanita yang pingsan karena tikus dan kecoak tersebut.


Sedangkan ditempat lain


"Haha, kasihan banget yah mereka". Ucap Sania saat melihat rekaman video pernikahan Nisa dan Alfaro yang kacau karena tikus dan kecoak.


"Itu balasan buat mereka karena berani nyakiti menantu kesayangan tante". Ucap Citra, sebenarnya dirinya belum puas dengan kekacau itu, tapi itu cukup untuk saat ini. Sedangkan Nabila bingung melihat Sania dan Citra tertawa.


"Kalian ke tawain apa sih?". Tanya Nabila yang matanya bengkak karena terlalu banyak menangis.


"Nggak kok sayang, kita ketawain video yang lucu". Ucap Citra sengaja tidak bilang kalau dirinya dan Sania mengerjai pesta pernihakan Nisa dan Alfaro, karena kalau Nabila tahu pasti dia akan marah.


Nabila pun percaya begitu saja dan kembali melihat keluar jendela mobil dan kembali melamun, Nabila terus mengingat pernikahan suaminya dan adiknya tadi. Citra yang melihat itu kasihan kepada Nabila dan dia mempunyai ide untuk mengajak Nabila jalan jalan agar melupakan masalahnya sejenak.


"Sayang mending kita jalan jalan aja gimana?, dari pada kamu murung seperti ini mulu". Ucap Citra.


"Nggak usah mah Nabila cuman mau istirahat aja kok". Ucap Nabila menolak karena dirinya merasa lelah.


"Pokoknya nggak ada penolakan". Ucap Citra langsung menyuruh supirnya membawa mobil untuk ketempat yang biasa Citra kunjungi. Nabila hanya bisa pasrah mengikuti keinginan mertuanya.


MOHON KERITIK DAN SARANNYA YAH KAKAK-KAKAK, TAPI INGAT KERITIK DAN SARANNYA JANGAN MELUKAI HATI AUTHOR ATAU ORANG LAIN YAH MAKASIH😊❤

__ADS_1


__ADS_2