Berbagi Cinta: Suamiku Menikahi Adik Ku Sendiri

Berbagi Cinta: Suamiku Menikahi Adik Ku Sendiri
NABILA MASIH DIRUMAH SAKIT


__ADS_3

Dirumah sakit saat ini Nabila sudah sadar, dirinya tidak banyak bicara karena masih lemas. "Sayang makan dulu yah, nanti kalau nggak makan tambah sakit loh". Bujuk Citra karena Nabila sedari tadi tidak mau makan.


"Nabila nggak selera makan mah, Nabila pengen ketemu sama mas Alfaro". Itu lah kata kata Nabila semenjak sadar dari pingsannya.


"Iya sayang nanti kamu ketemu Alfaro, tapi sekarang makan dulu biar ada tenaganya nanti". Ucap Citra tetap membujuk Nabila dengan janji manis.


Nabila yang mendengar itu langsung girang seperti anak kecil yang baru dapat permen. "Beneran mah?, awas yah kalau mamah bohong". Ucap Nabila. Citra hanya tersenyum dan mengangguk.


"Kalau gitu aaaa". Ucap Citra menyuapi Nabila. Sambil menyuapi Nabila sesekali Citra menitihkan air mata karena dirinya bingung harus membawa Alfaro bagaimana.


Saat sedang menyuapi Nabila datanglah Sania. "Assalamualaikum". Salam Sania berjalan menuju brangkar Nabila.


"Wa'alaikumsalam". Jawab Nabila dan Citra.


"Loh kenapa bisa masuk rumah sakit lagi?, perasaan loh masuk rumah sakit mulu, nggak bosen apa". Ucap Sania.


"Siapa juga yang mau masuk rumah sakit beg*". Ucap Nabila melempar Sania dengan buah jeruk yang dibeli oleh Citra. Citra tersenyum karena dengan kehadiran Sania, Nabila bisa jadi lebih baik.


"Lagian kenapa loh masuk rumah sakit?". Tanya Sania tapi Nabila diam tidak mau menjawab. Citra yang melihat Nabila hanya diam angkat bicara.


"Hmm...nanti tante ceritain yah, sekarang Nabilanya makan dulu, soalnya tadi pagi dia nggak sarapan karena keburu pingsan". Ucap Citra menyuapi Nabila lagi. Sania hanya mengangguk.


"Oh iya nih gue bawa buah". Ucap Sania lagi sambil memberikan parsel yang berisi buah.


"Tumben loh bawa buah biasanya cuman bawa badan". Ucap Nabila setelah selesai makan.


"Hehe ini juga bukan dari gue, tapi dari kakak gue soalnya tadi gue pulang dulu, dan dia tanya gue mau kemana yah gue jawab dong gue mau kerumah sakit nengokin loh, eh dia suruh gue beli parsel buah loh". Jelas Sania mengambil buah yang ada diparsel itu.


"Lah lah kenapa loh ambil buahnya?". Tanya Nabila saat melihat Sania mengambil buah dalam parsel.


"Bagi satu sebagai ongkos gue nganterin buah". Jawab Sania santai. Nabila dan Citra hanya geleng geleng kepala dengan tingkah Sania.


"Udah udah kalian ini ngomongin yang nggak penting, sekarang kamu istirahat yah sayang". Ucap Citra menengahi obrolan Nabila dan Sania.


"Siapa bilang ini penting dunia akhirat loh tan". Ucap Sania memakan buah apel yang dia ambil dari parsel.

__ADS_1


"Ustts udah sekarang kita keluar, biar nggak ganggu Nabila tidur". Ucap Citra setelah membantu Nabila untuk beristirahat.


Sania dan Citra pun keluar.


Tanpa basa basi Sania langsung bertanya. "Jadi kenapa Nabila masuk rumah sakit tan?". Tanya Sania yang mulai dalam mode serius. Citra pun menceritakan semuanya tanpa terlewat satu kata pun.


Beberapa menit kemudian


"Oh jadi gitu ceritanya, pasti Nabila dijebak tan". Ucap Sania setelah mendengar cerita dari Citra.


"Nanti juga merasa begitu, gimana kalau kita selidiki". Ucap Citra mengaja Sania untuk menyelidiki kasus Nabila.


Sania tampak berpikir. "Hm..kalau gitu aku aja yang nyelidiki, tante diam aja dirumah anteng anteng". Ucap Sania ingin menyelidiki sendiri karena biar lebih gampang.


"Serterah kamu aja deh". Ucap Citra tidak mau ambil pusing.


"Kamu tolong jangain Nabila yah, soalnya tante mau kekantor Alfaro dulu". Ucap Citra. Sania hanya mengangguk.


"Kalau Nabila nanyain tante bilang aja tante pulang kerumah dulu ambil pakaian". Lanjut Citra lagi sambil pergi dari tempat itu.


"Kok loh nggak tidur, perasaan tadi udah tidur". Ucap Sania saat melihat Nabila malah makan buah bukan tidur.


Nabila menoleh kearah Sania. "Gue nggak bisa tidur, ya udah gue makan buah aja". Jawab Nabila karena tadi dia hanya pura pura tidur saja dihadapan Citra.


"Ooooh". Ucap Sania ber-O saja. Tiba tiba ruangan itu menjadi hening tidak ada yang bicara lagi dan tiba tiba Sania melihat Nabila mengeluarkan air mata.


"Loh kenapa?, ada yang sakit, gue panggil dokter sekarang yah". Panik Sania ingin berlari keluar ruangan Nabila untuk memanggil dokter, tapi ditahan oleh Nabila.


"Gue nggak papa". Ucap Nabila.


Sania pun diam dan kembali duduk disamping Nabila. "Loh kalau mau cerita cerita aja sama gue biar lebih tenang". Ucap Sania mulai mengerti kenapa Nabila menangis. Sedangkan Nabila mengeleng.


Sania menghembuskan nafasnya kasar. "Gue ini sahabat loh, loh harus berbagi cerita sama gue jangan dipendam sendiri karena itu sakit Nabila, kalau loh nggak mau cerita gue berasa jadi sahabat yang nggak berguna". Ucap lembut Sania agar Nabila mau bercerita.


Nabila langsung menangis sejadi jadinya setelah mendengar ucapan Sania. "Loh boleh nangis sepuas puasnya tapi ingat kalau ada apa apa itu cerita sama gue, siapa tahu gue bisa bantu loh, kalau loh belum siap cerita nggak papa, gue ngerti kok". Ucap Sania memeluk Nabila yang sedang menangis. Nabila terus menangis sampai sampai membuat baju Sania basah karena air mata Nabila.

__ADS_1


Sania terus menenangkan Nabila yang menangis. Mungkin karena capek menangis, Nabila terlelap dalam pelukan Sania. "Kasihan banget sih loh, gue yakin loh kuat dan bisa lewatin ini semua". Ucap Sania sambil membaringkan Nabila yang terlelap.


***


Saat ini Alfaro sedang santai dibalkon kantornya karena lelah setelah mengacak acak ruangannya. Alfaro duduk melamun sambil menyesap satu batang rokok. Tiba tiba Alfaro mendengar suara pintu dibuka.


"Saya sudah bilang jangan ganggu saya". Ucap Alfaro yang masih diam dibalkon, dan tidak tahu siapa yang datang.


"Kamu ngusir mamah?". Tanya Citra. Alfaro yang mendengar suara ibunya langsung menoleh.


"Bukan gitu mah, Al kirain bukan mamah". Ucap Alfaro sambil salim kepada ibunya.


"Mamah mau ngapain kesini, jangan bilang mau ngomongin Nabila". Ucap Alfaro curiga, karena tidak biasanya ibunya ke kantor tanpa alasan.


"Mamah mohon kamu percaya sama Nabila Al, dia nggak mungkin ngelakuin itu". Ucap Citra langsung pada intinya tidak mau berbasa basi.


"Nggak mungkin gimana mah, Alfaro lihat sendiri Nabila sama laki laki lain dihotel". Ucap Alfaro tetap pada pendirian nya.


"Kamu harusnya dengar dulu cerita dari Nabila, jangan main asal nuduh aja, yang kamu lihat belum tentu itu benar Al, Nabila mungkin saja dijebak oleh orang lain". Jelas Citra meyakinkan Alfaro bahwa Nabila tidak salah.


"Alfaro nggak main nuduh aja mah, banyak bukti bahwa Nabila sering pergi sama laki laki lain". Tegas Alfaro yang yakin dengan ucapannya.


"Kamu tahu dari mana bukti itu?, itu mungkin gambar editan Al, semua bisa dilakukan di zaman sekarang". Ucap Citra menahan kesalnya.


"Udah deh mamah nggak usah ikut campur urusan rumah tangga Al, karena mamah bukan ibu kandung Al". Bentak Alfaro tidak sadar dengan ucapannya yang dapat melukai perasaan Citra.


Citra yang mendengar itu langsung diam membisu, karena ucapan Alfaro benar bahwa dirinya bukan ibu kandung Alfaro. Ibu kandung Alfaro meninggal saat umur Alfaro 13 tahun, Alfaro sedih sangat sedih saat itu, tapi papahnya tiba tiba membawa wanita cantik yang sangat baik kepada Alfaro dan adiknya, wanita cantik itu adalah Citra. Alfaro nyaman dengan Citra karena Citra memperlakukannya seperti anak kandung.


Brak


Suara pintu dibuka sangat kasar.


"ALFARO CHANDRA MAHESA".


MOHON KERITIK DAN SARANNYA YAH KAKAK-KAKAK, TAPI INGAT KERITIK DAN SARANNYA JANGAN MELUKAI HATI AUTHOR ATAU ORANG LAIN YAH MAKASIH😊❤

__ADS_1


__ADS_2