Berbagi Cinta: Suamiku Menikahi Adik Ku Sendiri

Berbagi Cinta: Suamiku Menikahi Adik Ku Sendiri
SIAP SIAP MENUJU JAKARTA


__ADS_3

"Ekhem...jadi loh beneran udah cerai Bil?". Tanya Ridwan kembali bersuara yang tadinya hanya diam saja.


"Wait wait, jadi loh nggak tahu kalau Nabila udah cerai?, padahal udah agak lama Nabila cerai dan loh baru tahu sekarang". Ucap Sania kaget saat Ridwan baru tahu kalau Nabila sudah cerai.


"Lah dia mah nggak kepo, nggak kayak loh keponya nauzubillah". Ucap Nabila sambil menampar pipi Sania pelan.


"Lah kepo itu harus, kalau nggak kepo nggak asik dunia ini". Ucap Sania malah membuat Nabila jengkel sejengkel jengkelnya kepada Sania, mungkin kalau bukan anak orang udah digampar.


"Serah loh deh, oh iya kalian mau minum apa?". Tanya Nabila mengalihkan pembicaraan agar Sania tidak membahas soal penceraian lagi.


"Apa aja yang ada, oh iya sini gue mau gendong keponakaan gue". Ucap Sania sambil mengambil alih Adelia kegendongannya. Sedangkan Nabila berjalan masuk kedalam rumah untuk membuat minuman buat Sania dan Ridwan.


"Gue mau tanya tanya sama loh boleh?". Tanya Ridwan kepada Sania yang sedang mencubit cubit pipi cabi Adelia yang ketawa ketawa diperlakukan seperti itu.


"Nanya soal apa?, kalau gue bisa jawab yah gue jawab". Ucap Sania sambil melirik Ridwan yang juga meliriknya.


"Soal Nabila, apa benar dia udah cerai sama suaminya?". Tanya Ridwan kepada Sania yang langsung menatapnya serius saat mendengar pertanyaan dirinya. Ridwan pun langsung deg degan takut mendengar ucapan Sania.


"Dia belum cerai dan sekarang sama suaminya juga baik baik aja". Ucap Sania membuat Ridwan langsung lemas karena jawabannya tidak sesuai harapannya.


Sania yang melihat Ridwan langsung lemas pengan banget ketawa tapi ditahan karena ingin mengerjai Ridwan dan disini Sania tahu kalau Ridwan suka sama Nabila.


"Jadi loh jangan dekat dekat sama Nabila, nanti suaminya cemburu dan bisa aja bunuh loh tanpa segan segan". Ucap Sania sengaja menakut nakuti Ridwan.


"Gue nggak takut, lagian kan niat gue cuman main aja sama Nabila sahabat gue waktu kecil jadi nggak akan ada masalah, kecuali kalau gue melakukan sesuatu sama Nabila dan sesuatu itu membuat suami Nabila marah". Ucap Ridwan malah membuat Sania menganga karena tidak sesuai ekpetasinya.


"Yakin loh nggak takut?, gue aja teman cewek Nabila pernah ditampar sama suami Nabila". Ucap Sania berbohong agar Ridwan takut.


"Mungkin karena loh ngajarin nggak benar sama Nabila jadi suaminya nampar loh". Ucap Ridwan membuat Sania kesal, karena niatnya mengerjai Ridwan malah dia yang dikerjain.

__ADS_1


"Aisssh ni orang malah ngerjain gue". Batin Sania menatap sinis kepada Ridwan karena kesal.


Saat Sania akan berbicara kembali tiba tiba Nabila datang dengan membawa nampan berisi dua kelas jus jeruk dan satu piring kue kering. "Nih minum dulu". Ucap Nabila sambil menaruh dua kelas itu diatas meja.


"Makasih bi". Ucap Sania sambil mengambil gelas itu dan meminumnya.


"Serah loh deh, oh iya besok gue mau ke Jakarta ada urusan jadi kita berangkatnya bareng pakai mobil loh". Ucap Nabila sambil duduk disamping Sania.


"Kalau loh mau ke Jakarta ngapain gue harus kesini, ribet amat hidup loh". Ucap Sania tidak habis pikir dengan isi otak Nabila, dirinya sudah cape cape kesini malah besoknya Nabila akan ke Jakarta.


"Yah gue ke Jakarta juga ngedadak". Ucap Nabila sambil mengambil alih Adelia karena Sania keribetan ingin mengambil kue dipiring.


"Emang loh mau ngapain ke Jakarta?". Tanya Sania yang sedang memakan kue kering itu dengan lahap, entah karena enak atau karena lapar.


"Ada deh pokoknya, nanti kalau masalahnya sudah selesai gue bakal kasih tahu loh". Jawab Nabila tidak mau memberi tahu Sania dulu.


"Ya udah kalau loh belum mau ngasih tahu gue nggak papa". Ucap Sania tidak memaksa Nabila untuk menjelaskan masalah Nabila.


"Ekhem...gue sepertinya salah deh datang kesini". Ucap Ridwan karena dirinya dari tadi dikacangin oleh Nabila, padahal dirinya juga tamu, yah walaupun tidak diundang.


"Eh iya gue lupa kalau ada loh, silahkan minum Rid". Ucap Nabila merasa tak enak dengan Ridwan.


"Udah dari tadi gue minum, kalau gitu mending gue pergi aja kali yah dari sini soalnya kalian lagi asik deh, kalian kayak nggak pernah ketemu selama bertahun tahun". Ucap Ridwan sengaja meledek Nabila dan Sania.


"Sirik aja loh, udah sana kalau mau pulang ngapain pamit segala". Ucap Sania menatap Ridwan tidak suka, mungkin karena tadi jawaban Ridwan yang malah membuat Sania kesal.


"Maaf yah Rid, lagian loh datang nggak bilang bilang". Ucap Nabila saat Ridwan akan beranjak dari duduknya.


"Iya nggak papa ini semua salah gue, kalau gitu gue pulang dulu yah, bye". Ucap Ridwan melambaikan tangannya dan pergi dari kediaman Nabila.

__ADS_1


Saat Ridwan sudah pergi Sania langsung menghibahkan Ridwan. "Kok loh mau sih sahabat sama tuh orang, gue aja baru ketemu udah dibuat kesal sama dia". Ucap Sania.


"Loh aja kali yang buat masalah". Ucap Nabila malah membuat Sania kesal.


"Kok loh malah ngebela dia sih". Kesal Sania sambil menghentak hentakkan kakinya kelantai seperti anak kecil yang merengek minta jajan.


"Udah ah sana loh istirahat aja, jangan banyak ngomong". Ucap Nabila tidak mau membahas masalah Ridwan lagi.


Maaf yah Authot kehabisan ide jadi langsung skip aja keesokan harinya😞☹


Saat ini Nabila siap siap untuk berangkat ke Jakarta bersama Sania. "Eh kita sarapan dulu baru berangkat, soalnya nanti gue nggak mau berhenti dijalan, gue mau cepat cepat sampai Jakarta". Jelas Nabila memang nanti dalam perjalanan dia tidak mau berhenti, kecuali beli bensin.


"Iya kita sarapan dulu, tapi kita sarapan apa orang loh aja nggak masak dan roti aja habis tadi gue lihat kedapur". Ucap Sania tadi saat kedapur Sania memang tidak melihat apa apa.


"Kita sarapan nasi kuning, nanti dibawa sama Nina, sekarang dia masih dijalan kayaknya soalnya udah dari tadi pergi ketukang nasi kuning". Ucap Nabila memang tadi mengechat Nina untuk membelikan nasi kuning.


Dan benar saja baru diomongin, Nina pun datang. "Nih mbak nasi uduknya semuanya jadi 20 ribu sama ongkos bensin 10 ribu". Ucap Nina tidak mau rugi, padahal tukang nasi kuning dekat tidak sampai menghabiskan satu liter bensin.


"Kecil kecil udah main itung itungan loh Nin". Ucap Sania tidak habis pikir dengan anak anak zaman sekarang yang perhitungan.


"Yah nggak papa mbak, biar cepat kaya". Ucap Nina santai sambil mengambil satu bungkus nasi kuning karena memang dirinya tadi juga membeli.


"Udah udah nih uangnya". Ucap Nabila sambil menyerahkan satu lembar uang lima puluh ribu.


"Makasih mbak, oh iya kenapa mbak mendadak pengen ke Jakarta?". Tanya Nina penasaran.


Belum sempat Nabila menjawab pertanyaan Nina tiba tiba ada yang memencet bel rumahnya. "Buka dulu gih pintunya". Ucap Nabila kepada Nina, Nina pun langsung berjalan menuju pintu dan membukannya.


"Bang...".

__ADS_1


MOHON KERITIK DAN SARANNYA YAH KAKAK-KAKAK, TAPI INGAT KERITIK DAN SARANNYA JANGAN MELUKAI HATI AUTHOR ATAU ORANG LAIN YAH MAKASIH😊❤


__ADS_2