Berbagi Cinta: Suamiku Menikahi Adik Ku Sendiri

Berbagi Cinta: Suamiku Menikahi Adik Ku Sendiri
NISA PULANG DARI RUMAH SAKIT


__ADS_3

Satu minggu sudah Nisa dirumah sakit dan saat ini Nisa sudah diperbolehkan pulang oleh dokter, karena kondisi Nisa sudah jauh lebih baik.


Dan Nisa masih belum bisa menerima anaknya, dia bahkan tidak mau melihat anaknya sedikit pun, jadi Nabila lah yang mengasuh anak Nisa. Dan Nabila pun sudah tinggal lagi dirumah Alfaro karena paksaan Alfaro untuk mengurus anak Nisa.


Saat ini Nisa baru sampai dirumah Alfaro, Nisa menggunakan kursi roda karena masih agak sakit untuk berjalan. Sedangkan didepan pintu Nabila sudah menyambut kedatangan Nisa, memang tidak ikut saat Nisa sudah diperbolehkan pulang karena hari ini Adelio sangat rewel.


"Tuh mami kamu sudah pulang sayang". Ucap Nabila kepada Adelio yang sedang anteng dengan endotnya.


"Hai sayang oma". Ucap Citra yang berada dibelakang Alfaro dan Nisa.


"Hai oma". Ucap Nabila menirukan suara anak kecil.


Sedangkan Nisa masih bersikap cuek kepada anaknya. Semua orang masuk kedalam rumah. Sedangkan Alfaro mengantar Nisa kekamarnya untuk istirahat.


"Coba sini mamah mau gendong". Ucap Citra kangen kepada cucunya. Nabila memberikan Adelio kepada Citra.


"Dia rewel lagi nggak tadi?". Tanya Citra yang sedang mengendong Adelio sekaligus mengajak bicara dan Adelio pun tertawa tawa kecil.


"Nggak kok mah, cuman tadi pagi aja rewelnya". Jawab Nabila memang Adelio rewel hanya tadi pagi mungkin Adelio sedang rewel saja tadi pagi.


"Assalamualaikum". Salam seseorang yang muncul dari balik pintu.


"Wa'alaikumsalam San". Jawab Nabila kepada orang itu yang tak lain adalah Sania dan Bilqis.


"Mau ngapain kesini?". Tanya Nabila.


"Mau lihat baby lah". Jawab Sania karena Sania tidak pernah melihat Adelio lagi setelah satu minggu lebih karena dirinya sibuk dibutik. Nabila menyerahkan tugas butik kepada Sania karena dirinya sibuk mengurus Adelio dan rencanannya Nabila tidak akan bekerja lagi dibutik, tapi dia akan tetap mengontrol kegiatan dibutik.


"Wah baby nya lucu banget, boleh bawa pulang nggak oma?". Tanya Bilqis antusias melihat Adelio didalam gendongan Citra.


"Haha nggak boleh dong sayang, kalau mau main boleh kok". Jawab Citra sambil membarigkan Adelio di stroller. Bilqis langsung mencoel coel pipi gembul Adelio.


"Nisa udah nerima anaknya belum?". Tanya Sania yang sedang duduk disamping stroller Adelio.


"Belum". Jawab Nabila.

__ADS_1


"Kok lama banget sih, udah hampir satu minggu lebih loh". Ucap Sania tidak percaya karena sudah terlalu lama, padahal menurut dokter Nisa akan menerima anaknya setelah tiga harian.


"Gue juga nggak tahu". Ucap Nabila memang tidak tahu.


"Ya udah lah jangan dipikirin, gue mau masak dulu buat Nisa dia kan harus minum obat". Ucap Nabila berjalan menuju dapur untuk masak.


"Gue bantu yah biar cepat". Ucap Sania menyusul Nabila.


"Loh bukannya bantu malah bikin dapur gue berantakan". Ketus Nabila karena pernah suatu hari Sania membantu dirinya masak, bukannya membantu malah membuat kekacauan didapurnya sampai sampai gagang teflon saja patah.


"Nggak akan terjadi lagi". Ucap Sania seyakin yakinnya.


"Serah loh deh, kalau gitu loh potong potong sayuran yang ada didalam kulkas". Ucap Nabila membiarkan Sania membantu walaupun dirinya tidak yakin.


"Siap bos". Ucap Sania berjalan menuju kulkas untuk mengambil sayuran. Mereka pun masak bersama untuk Nisa dan yang lainnya karena ini waktunya makan siang.


**


Nabila dan Sania pun selesai memasak, mereka langsung mempersiapkan makanan dimeja, kecuali untuk Nisa karena Nisa pasti makan di kamar.


"Tante, Bilqis aya makan". Teriak Sania sambil berjalan keluar tamu.


"Kamu aja gih sama Bilqis, tante belum laper nanti aja makannya". Ucap Citra yang sedang mengendong Adelio dan sambil berjalan jalan kecil diruang tamu itu.


"Kalau gitu Sania juga nanti aja belum laper juga, kalau Bilqis mau makan siang sekarang?". Tanya Sania kepada Bilqis yang sedang menonton kartun kesukaanya. Bilqis mengangguk dan Sania pun pergi kedapur untuk mengambil makanan untuk Bilqis.


Dikamar Nisa


"Mas kamu mending makan dulu, kamu pasti tadi nggak sarapan kan?". Tanya Nabila saat sudah sampai dikamar Nisa dan melihat Alfaro sedang duduk disamping Nisa.


Alfaro tidak menjawab pertanyaan Nabila, Nabila hanya menghembuskan nafas kasar karena sikap Alfaro yang cuek. "Mas makan aja sana, Nisa biar aku jagain dan suapin dia". Ucap Nabila.


Tanpa menjawab Alfaro langsung pergi keluar kamar. "Kamu makan dulu yah, terus nanti minum obat". Ucap Nabila duduk disamping Nisa dan mulai menyuapinya, tapi Nisa tidak membuka mulutnya.


"Ayo dong makan Nisa". Ucap Nabila sambil terus menyodorkan makanannya ke mulut Nisa.

__ADS_1


"Gue nggak mau makan". Ketus Nisa sambil menyingkirkan tangan Nabila yang berada dekat mulutnya.


"Ayo cepatan makan". Ucap Nabila tetap memaksa dan itu membuat Nisa kesal dan akhirnya mendorong Nabila.


"Aakhh". Ringis Nabila karena dirinya didorong cukup kuat oleh Nisa, bahkan makanannya pun tumpah kemana mana.


"Darah". Teriak histeris Nisa saat melihat darah dari balik baju Nabila, sedangkan Nabila sudah kesakitan dan memegang perutnya karena sangat sakit.


"Tolong panggil seseorang Nisa, mbak udah nggak kuat sakit banget". Ucap Nabila kesakitan sedangkan Nisa hanya diam sambil memegang rambutnya seperti orang gila.


"Akhh sakit". Teriak Nabila sampai kedengaran ke meja makan.


Semua yang sedang makan dan diam diruang tamu langsung kaget mendengar teriakan Nabila, Citra yang sangat khawatir langsung berlari ke arah kamar Nisa dan meninggalkan Adelio di stoller.


"NABILA!!!". Teriak kaget Citra saat melihat Nabila yang pingsan dan banyak darah dibawah bajunya.


"Alfaro cepat bawa Nabila kerumah sakit, bukannya diam aja". Bentak Citra karena Alfaro malah diam mematung. Alfaro langsung mengangkat Nabila dan berlari menuju mobil dan membawanya kerumah sakit.


***


Dirumah sakit Nabila langsung ditangani oleh dokter. "Semoga Nabila baik baik aja". Gumam Citra yang sedang duduk didepan ruangan Nabila.


Dokter pun keluar. "Maaf siapa keluarga pasien?". Tanya dokter itu.


"Saya mertuanya dok, gimana keadaan Nabila dok?". Tanya Citra khawatir takut terjadi apa apa kepada Nabila karena dokter yang menangani Nabila bersikap agak aneh.


"Pasien harus melakukan caesar karena keadaan pasien cukup parah dan bayi nya akan lahir prematur dan kemunginan bayi akan mengalami cacat". Jelas dokter tidak punya pilihan lain.


Citra yang mendengar itu langsung mengeluarkan air mata karena merasa kasihan kepada Nabila yang mendapat cobaan berturut turut. "Langsung lakukan saja caesar dok". Ucap Citra yakin tanpa bertanya kepada Alfaro terlebih dahulu.


Sedangkan Alfaro hanya mampu diam tidak tahu harus berbuat apa. "Ya Allah selamat kan Nabila dan anaknya, walaupun saya tidak mengangap anak itu anak saya, tapi saya mau anak itu baik baik saja karena kalau terjadi sesuatu sama anaknya Nabila pasti akan kacau Ya Allah". Batin Alfaro.


"Tapi kemungkinan..."


MOHON KERITIK DAN SARANNYA YAH KAKAK-KAKAK, TAPI INGAT KERITIK DAN SARANNYA JANGAN MELUKAI HATI AUTHOR ATAU ORANG LAIN YAH MAKASIH😊❤

__ADS_1


__ADS_2