Beri Aku Anak Suamiku.

Beri Aku Anak Suamiku.
Episode 10: Mencari cara.


__ADS_3

...🍬Soundtrack #unconditionally-katty pery🍬...


...💌Banyak sekali tekanan yang datang dan hampir membuat gila, kuatkan hati agar selalu waras💌...


       Yara kembali ke kamar nya dengan hati yang semakin bimbingan bagaimana caranya memberikan cucu untuk sang ayah? Sedangkan ia dan Lanang menikah hanya untuk menyelamatkan nya dari ancaman ayahnya. Mengadopsi anak bukanlah hal yang tepat karena sang ayah hanya bisa menerima anak langsung dari rahim Yara.


"Bagaimana caraku agar bisa hamil yah? Ahhh gila aku lama-lama. " Yara benar-benar frustasi gara-gara tekanan sang ayah dan belum lagi ia ingat dengan jelas wajah ibu tirinya yang sangat senang melihat posisi nya terancam.


"Bagaimana pun aku harus bisa menyanggupi permintaan papah, kalau tidak gadis rubah itu akan sangat senang bisa mengambil alih semuanya. " Tekan Yara karena kembali mengingat ambisinya itu.


"Bagaimana yah caranya aku bisa membuat lanang mau melakukan itu dengan ku? "


Mendengar apa yang ia ucapkan Yara langsung menutup mulutnya karena kaget ia mengatakan itu dengan bibirnya sendiri.


"Yatuhan kenapa aku terdengar seperti gadis murahan saja? Apa yang aku katakan tadi? "


Ia menutup mulutnya tak percaya ia mengatakan hal seperti itu, apalagi dengan bocah yang masih belia itu.


"Ta,,  tapi kan hanya itu jalan keluar yang bisa dilakukan. Ta,, tapi aku gak mau. Ini sungguh memalukan! "


Yara memukul bantal ditangannya itu karena merasa sangat frustasi. Ia sungguh lemah dalam hal beginian, ia sungguh sangat bingung harus bagaimana lagi untuk menyanggupi permintaan ayahnya.


"Teguhkan hatimu Yara, jangan bersikap kekanakan! Memang sudah saatnya kamu memiliki anak diusiamu saat ini, jangan malu dan jangan ragu lagi. Mari kita benar-benar berusaha agar bisa memberikan cucu untuk papah. "


Setelah mengatakan itu tetap saja hati Yara merasa ada sesuatu yang janggal disana, apakah ia benar-benar harus berbuat sejauh ini hanya untuk harta warisan?.


Tapi lagi-lagi ia ingat wajah sang ibu apalagi mendengar cerita ayahnya bahwasanya mereka dulu sama-sama berjuang untuk menjadikan kehidupan mewah mereka saat ini dan jelas Yara tidak akan setuju untuk merelakan itu semua pada wanita yang bukan siapa-siapa untuk nya.


"Baiklah Yara, mari kita teguhkan hati kita dan jangan pernah ragu lagi. Kamu adalah gadis yang sangat ambisius jangan pernah ragu dan takut hanya karena hal-hal seperti ini. "


Yara menekankan sebuah nomor di ponselnya dan ia jelas sedang menghubungi Lean selaku sahabatnya itu.


"Halo cantik, " Sapa Lean dengan mulut Buayan itu.


"Aku tunggu di Pinguin cafe gak ada penolakan! " Yara langsung mematikan sambungan dan berkemas untuk berangkat kesana.


Gadis itu sudah membulatkan tekad dan ia sedang berusaha menyusun siasat saat ini dengan mempelajari bagaimana cara untuk mendekati pria.

__ADS_1


Tentunya dengan belajar langsung pada laki-laki dan itu adalah Lean. Lean adalah laki-laki yang bisa ia tanyakan semuanya dengan sesuka hatinya, karena sudah menganggap laki-laki itu dekat dan bisa disebut sahabat itu membuat Yara nyaman untuk belajar dari Lean.


Terlihat dari arah pintu masuk cafe seorang pria dengan setelan hitam tersenyum sembari melambaikan tangan kearah Yara yang menunggu sejak tadi.


"Sorry I'm late, there was a problem on the way." Lean datang dan duduk tepat di depan.


Yara menganggukkan kepala dan langsung menyuruh pelayan menyiapkan pesanannya.


"Mesan yang biasa kan? " Tanya Yara pelan.


"Of course baby! "


Yara mencoba untuk tidak kesal karena mulut buaya Lean yang selalu saja bersikap sok lembut itu. Karena ia sedang butuh Lean saat ini maka ia harus bersabar.


"Ada apa nih tiba-tiba manggil siganteng pas hari libur gini? Mana ngebet banget lagi. Kangen yah? "


Yara memutar bola mata jengah, ia tahu akan seperti ini jadinya apalagi laki-laki itu ge-er nya kebangetan.


Karena melihat reaksi Yara yang hanya diam saja menunggu laki-laki itu berhenti membanggakan dirinya yang ganteng dan ngangenin itu Lean langsung diam dan kembali fokus.


"Jadi kenapa hmm? Ada masalah? "


Uhuk,


Lean yang baru saja meminum pesanan yang baru saja diantarkan oleh pelayan itu langsung kaget bukan main karena tiba-tiba saja gadis seperti Yara menanyakan hal seperti itu.


Yara masih mencoba untuk tetap tenang walaupun sebenarnya ia sangat malu apalagi melihat reaksi Lean yang sangat kaget itu. Tetap saja ia benar-benar malu sekali.


"Ma,, maksud kamu apa Yar? "


"Yahh masa gak tau sih? Kamu kan laki-laki masa gak tau sih hal-hal yang bisa buat kaum kalian terangsang? "


"Iya aku tau inti dari pertanyaan kamu tuh, tapi kenapa kamu tiba-tiba nanya hal kayak gitu? "


"Udah ihh jawab aja apa susahnya sih? " Kesel Yara dengan wajah yang mulai memerah menahan malu sejak tadi.


"Yah kan aku harus tau dulu alasannya kenapa tiba-tiba seorang gadis freezer seperti mu penasaran dengan hal-hal seperti itu? "

__ADS_1


"Jadi kamu gak mau ngasih tau nih? Atau jangan jangan kamu gak tau? " Yara kesal karena Lean sungguh tidak bisa diajak berkompromi.


Lean langsung menggeleng "Bukan gitu ihh, kamu jujur dulu nanyain hal kayak gitu buat apaan? "


Yara menghembuskan nafas kesal karena lupa bahwa Lean adalah laki-laki yang membutuhkan alasan disetiap hal. Ia tak akan mudah untuk dibujuk kalau belum tau alasan yang sebenarnya.


"Yahh namanya juga rasa penasaran, aku nanya karena aku penasaran Lean! Kalau gak mau ngasih tau juga gak maksa kok. Pelit banget ih gitu doang padahal. "


"Masuk akal kah kamu nyuruh aku tiba-tiba datang ke sini hanya untuk menanyakan hal itu? "


"Ahh udahlah ngeselin banget sih, kalau gak mau gak usah banyak spek banget jadi orang. "


"Yaudah yaudah! Kamu nih langsung ngambek, aku gak tau kamu nanyain ini buat apa intinya setiap laki-laki itu beda-beda dalam hal seperti itu."


"Hmm terus? "


Lean pun menjelaskan semuanya satu demi satu hingga Yara mengangguk mengerti dengan penjelasan Lean.


"Thank you Lean, harusnya tuh dari awal kamu gini gak perlu banyak nanya tadi. "


Lean hanya diam saja menatap curiga kearah Yara yang kini tersenyum sembari menyeruput minuman nya.


"Sekarang aku sudah tau poin-poin penting untuk meluncurkan aksiku. Sekarang hanya perlu menyusun siasat saja. " Batin Yara.


"Oh iya, kamu gak sibuk? "


Lean menggeleng dan melirik kearah Yara yang masih terlihat berpikir itu. Gadis itu terlihat sedang memikirkan beberapa hal.


"Ada masalah apa hmm? Kamu kayak beda banget hari ini. "


"Gak ada masalah kok, " Ucap Yara pelan lalu memikirkan banyak hal mengabaikan lean yang curiga terhadap Yara.


...🍒Bersambung🍒...


Wahhh Yara mau ngapain hmm?.


Jangan lupa yah like, komen and votenya wan kawan.

__ADS_1


See you guys🧀


__ADS_2