Beri Aku Anak Suamiku.

Beri Aku Anak Suamiku.
Episode 61: Ya sudahlah.


__ADS_3

...🍬 Soundtrack  #starlight-taeil🍬...


...💌 Selama ini aku tidak pernah percaya dengan sebuah keajaiban, namun setelah melihat mu aku bahkan lebih dari yakin bahwa kamu adalah keajaiban untuk ku💌...


...   Banyak hal tidak bisa kita bayangkan terjadi dalam kehidupan kita masing-masing, hidup memang penuh dengan misteri dan kita hanya perlu menyelesaikan semua misteri itu satu persatu. Sama halnya dengan Yara dan Lanang yang begitu tidak menyangka akan memiliki perasaan satu sama lain padahal niat awal mereka hanya untuk memenuhi kebutuhan masing-masing saja....


 


Kedua bibir itu masih saling menempel satu sama lain, meskipun tidak ada yang menggerakkan mereka berdua benar-benar sangat menghayati ciuman itu hingga berlangsung sedikit lama. Yara benar-benar merasakan debaran sangat kencang di dadanya seolah jantung nya benar-benar akan melompat keluar dari sarangnya dan kupu-kupu seolah beterbangan di area perutnya.


Lanang melepaskan ciumannya dan melihat ke arah Yara yang langsung menunduk malu itu. Matanya masih bengkak dan Lanang menatap lekat kearah gadis yang tersipu itu.


Suasana haru dan juga sedih tadi seketika berubah menjadi romantis dan juga membuat Yara sungguh merasa gugup bukan main.


Lanang menarik pinggang Yara sambil tersenyum sedangkan Yara kaget karena tiba-tiba saja Lanang melakukan hal itu sambil tersenyum menggodanya.


Mata mereka kembali bertemu dan saling memandang satu sama lain, Lanang mencium kening Yara sedikit lama dan Yara hanya tersenyum pelan merasa sangat malu dan juga tersipu. Setelah itu Lanang turun dari kening kini beralih mencium mata Yara bergantian kiri dan kanan.


Setelah itu Lanang melihat kearah Yara sambil tersenyum pelan, ia mendekat kearah Yara sembari berbisik hingga Yara sedikit bergerak gusar karena geli.


"Apakah kamu siap?" Bisik Lanang pelan sambil tersenyum kearah Yara yang tersipu malu .


Cup,


Lanang semakin mendekatkan tubuh mereka dan meraup bibir Yara hingga Yara benar-benar kaget karena baru kali ini ia melihat sisi Lanang yang ini. Wajah polosnya benar-benar menghilang dan berganti dengan wajah yang sangat berbeda dan terkesan sangat seksi.


Tidak hanya itu, kini bibir laki-laki itu sangat aktif bergerak disana. Yara hanya diam saja saat Lanang dengan lincahnya mengerakkan bibir nya mengh*sap bibir atas dan bawah bergantian hingga Yara benar-benar dibuat pangling dan bersikap kikuk karena seolah saat ini Lanang benar-benar seperti orang yang berbeda.


"Bukankah lebih nikmat saat kita berdua bermain bersama?" Tanya Lanang berbisik lagi hingga Yara menggel*njang kaget.


Lanang dengan pelan menggeser tubuh Yara dan kini ia membaringkan tubuh gadis itu agar telentang diatas tempat tidur. Yara masih terdiam dan pasrah sambil menatap kearah Lanang dengan raut wajah bertanya tanya.


Lanang menaiki tempat tidur sambil men*ndih tubuh Yara dengan berpangku tangan karena ia tidak ingin menimpa tubuh Yara. Mata mereka kembali bertemu satu sama lain, dan Yara sungguh hanya bisa menatap Lanang dengan kikuk.


"Kamu terlihat sangat berbeda,"ucap Yara tersipu dengan wajah memerah karena malu.


Lanang tersenyum sambil mengecup pelan bibir gadis yang sangat ia cintai itu.


"Bukankah kamu menyukai diriku yang seperti ini hmm?" Senyum Lanang.

__ADS_1


Belum juga sempat Yara membalas ucapannya Lanang sudah lebih dulu meng*Lum bibir dengan lahap dan melum*tnya hingga Yara benar-benar kaget karena perlakuan Lanang.


Dengan perlahan Yara mengikuti irama bibir Lanang. Lanang tersenyum karena melihat Yara benar-benar menikmati nya walaupun terkesan sangat kaku.


Ia menautkan jari-jari mereka disela ciuman itu kemudian mengangkat tangan Yara kearah atas kepala Yara agar ia lebih leluasa mencium bibir gadis itu.


Setelah mencium bibir gadis itu Lanang kini perlahan turun menuju leher Yara yang sangat putih dan sudah sering menjadi hal yang membuat ia gagal fokus itu.


"Akhh,,sst." Yara langsung menutup mata malu karena tidak sengaja mengeluarkan suara aneh itu dari bibirnya.


Lanang tersenyum dan kembali mengh*sap leher putih Yara hingga gadis itu bergerak gusar dalam Kungkungan Lanang.


"Aku akan meninggalkan banyak sekali tanda kepemilikan ku ditubuh mu sayang,"ucap Lanang pelan sambil tersenyum nakal.


Yara kaget karena Lanang benar-benar terlihat sangat nakal belum lagi ia berbicara sangat berbeda dengan nada dan logat bicara Lanang biasanya.


Setelah meninggalkan banyak sekali tanda kemerahan diarea leher Yara kini Lanang perlahan memasukkan tangannya kedalam piyama Yara yang hanya di ikat dengan tali itu.


Yara kaget karena merasakan bahwa tangan Lanang kini sudah masuk kedalam piyama itu sambil mengger*yangi tubuhnya serta mengelus pelan dan lembut area perutnya yang rata itu.


"Ssst,"


Lanang tersenyum dan kembali melanjutkan aksinya menelusuri tubuh Yara di balik piyama itu. Gadis itu menggigit bibir saat Lanang menyentuh dua gundukan di dalam piyamanya.


Lanang yang mendapatkan persetujuan langsung tersenyum puas "Malam ini biarkan aku menunjukkan bagaimana rasanya surga dunia yang sesungguhnya sayang,"bisik Lanang kembali ditelinga Yara.


Laki-laki itu seolah sengaja mengatakan banyak hal melalui bisikan karena ia menyadari bahwa Yara sangat sensitif dibagikan telinga.


Lanang perlahan membuka tali piyama yang Yara kenakan hingga Yara dengan tersipu hanya bisa diam saja walaupun ia sangat malu kini.


Kini tali piyama Yara benar-benar sudah terbuka dan dengan perlahan Lanang mencoba untuk membuka piyama itu namun langsung ditahan oleh Yara.


Lanang memandang kearah Yara dengan tatapan bingung karena tiba-tiba saja gadis itu menahannya.


"A,,aku malu,"ucap Yara tersipu dengan pipi yang semakin memerah padam.


Lanang tersenyum gemas melihat tingkah Yara, ia benar-benar berbeda dengan Yara yang selama ini ia kenal. Ternyata gadis itu sangat pemalu dan juga memiliki mental yang sangat ciut menyangkut hal-hal seperti itu.


"Kamu tidak perlu malu sayang, aku akan membuat mu tidak berhenti meng*rang malam ini."

__ADS_1


Lanang mengecup bibir Yara dengan buas dan Yara pun membalas ciuman itu sedikit lebih baik dari yang tadi karena gadis itu sangat cepat mempelajari nya.


Setelah itu kini piyama Yara benar-benar sudah terbuka dan Lanang dengan semangat melepaskan nya dan membuang asal piyama Yara kelantai.


Kini tersisa bra dan dalaman saja hingga Yara benar-benar tidak bisa menyembunyikan rasa malu lagi, karena melihat itu Lanang langsung membuka bajunya hingga kini tersisa boxer nya saja.


Yara semakin merasa malu dan hanya bisa menutup matanya menahan rasa malu yang sudah tidak bisa ia gambarkan lagi.


Lanang tersenyum melihat itu dan dengan pelan ia menindih tubuh Yara dan mendekatkan wajahnya kearah gundukan itu.


"Aku ingin berkenalan dengan mereka hmm,"ucap Lanang kini mencari pengait bra milik Yara dibelakang punggung gadis itu.


Yara benar-benar mencoba untuk terlihat tetap tenang walaupun ia benar-benar sangat malu karena kini Lanang benar-benar berhasil melepaskan pengait bra yang dan kini gundukan itu bebas dari sarangnya.


"Kenapa ditutup hmm?" Tanya Lanang saat Yara langsung menutup nya dengan kedua tangan nya.


"A,,aku malu,"ucap Yara dengan nada pelan.


"Biarkan aku berkenalan dengan mereka yah!" Pinta Lanang dan melepaskan tangan Yara secara perlahan.


Kini Lanang benar-benar berhasil berhadapan langsung dengan kedua gundukan kenyal milik Yara.


"Akhh,,"


Lanang melakukan banyak hal disana hingga Yara benar-benar dibuat gila karena aksi lincah Lanang saat memainkan kedua benda kenyal itu.


"Panggil aku dengan sebutan mas sayang!"


Yara mengg*linjang saat Lanang masih sibuk merem*s-rem*s gundukan itu hingga Yara benar-benar tidak bisa diam karena merasakan sensasi yang sangat sulit untuk ia gambarkan.


Tidak sampai disitu juga, Lanang bahkan  nekat menyelinap memasuki dalaman Yara hingga des*han keras lolos dari bibir Yara saat Lanang mengusap sesuatu dibawah sana.


"Sudah basah rupanya hmm,"goda Lanang hingga Yara langsung membenamkan wajahnya di dada bidang lanang.


Dan malam itu mereka habiskan dengan malam yang sangat panjang dan Yara tak hentinya mengerang hebat karena semua aksi Lanang yang sangat ahli dalam permainan nya.


...🍄 Bersambung🍄...


      Wahhh akhirnya belah duren jugaaa. Horeeeee. Maaf yah kalau nanggung dan gak hot karena aku mau nyari aman aja . Soalnya aku udah ditolak berkali-kali 😭

__ADS_1


Jangan lupa yah like komen dan votenya wan kawan.


See you guys 🧀.


__ADS_2