
...🍬Soundtrack #Sisa rasa-Mahalini🍬...
......💌Banyak hal yang sangat sulit untuk ku Terima, termasuk masuknya seseorang yang baru dalam hidupku💌......
Karena saat ini jam sedang menunjukkan waktu istirahat Lean langsung menarik Yara meninggalkan kantor nya menuju Aeri cafe yang menjadi tempat mereka biasa menghabiskan waktu istirahat saat berada di kantor. Gadis itu hanya pasrah saja karena ia sedang tidak mood untuk membantah laki-laki yang dua tahun lebih muda darinya itu.
"Nanti kita mesen apa? "
Yara hanya diam saja mengikuti dari belakang tak menghiraukan Lean yang sudah berbicara banyak hal itu.
"Woy,, kamu denger gak sih? "
"Enggak! "
"Dahlah, kamu nih suka bikin kesel tau gak? "
"Gak tau! "
Laki-laki itu langsung diam dan berjalan sembari membukakan pintu untuk Yara yang langsung keluar dari kantor.
Matanya tak sengaja menangkap sosok laki-laki muda sedang sibuk membersihkan kamera di dalam sebuah studio. Karena dindingnya transparan maka terlihat sangat jelas sekali apa saja aktivitas orang orang di dalam sana.
Laki-laki muda itu tentunya Lanang yang sedang sibuk mempersiapkan pemotretan setelah break siang itu. Lanang memang memiliki banyak sekali klien karena ia sangat bertanggungjawab dalam bertugas.
Mata Yara melihat kearah Lanang memperhatikan setiap gerak laki-laki muda itu, bukan karena apa ia sendiri bingung kenapa begitu tertarik untuk melihat nya.
Matanya mengernyit saat melihat seorang gadis muda tersenyum dibelakang Lanang sembari memperhatikan Lanang dengan tatapan yang siapapun melihat itu pasti tau bahwa gadis itu menyimpan rasa kepada Lanang.
"Drama apa ini? " Senyum smirk Yara.
Tiba-tiba saja Lanang melihat kearah Yara dan langsung tersenyum sambil melambaikan tangan kearahnya.
Yara langsung buang muka dan melihat kearah Lean"Kenapa lama sekali sih kamu, cepatlah sedikit katanya pengen makan produk baru Aeri cafe. "
Lean sedikit bingung kenapa tiba-tiba Yara berbicara seperti itu, sejak tadi dia yang hanya berdiri saja seperti seseorang yang linglung.
"Kenapa laki-laki itu melambaikan tangan kearah mu? " Tanya Lean dan itu membuat Yara sedikit gelagapan.
"Kearah ku? Kenal saja aku tidak! "
"Iya juga sih, untuk apa laki-laki muda seperti nya melambaikan tangan padamu. "
"Sudahlah cepat sedikit jalannya! "
"Lalu dia melambai pada siapa? Tidak ada orang disini selain kita, semuanya pada sibuk tuh. "
"Sudahlah, bukan urusanmu! "
__ADS_1
Lean pun langsung mengikuti Yara dan mengabaikan Lanang yang diam saja melihat kepergian Yara dengan laki-laki bertubuh gagah, dan terlihat sangat mapan itu.
Lanang langsung terdiam dan terus saja melihat kepergian Yara dengan laki-laki itu menuju sebuah cafe elite di seberang studio nya.
"Siapa yah kira-kira lelaki yang sedang bersama nyonya Yara itu? Mereka terlihat sangat serasi. "
Gumam Lanang kemudian kembali disibukkan dengan urusan kamera nya. Mencari beberapa view untuk sekedar menguji Kefokusan kamera nya.
Tiba-tiba saja ia melihat kearah titik fokus di kamera, disana Yara sedang duduk berdua di dalam cafe sembari berbicara dengan laki-laki itu. Mereka terlihat sangat dekat meskipun terlihat wajah Yara memang cuek tapi gadis itu terlihat nyaman bersama dengan laki-laki itu.
Mereka sesekali terlihat berdebat dan bercanda hingga beberapa senyuman kecil terbit dari wajah gadis itu. Saat yara tersenyum Lanang mengambil beberapa gambar tanpa sebab.
"Dia bisa tersenyum rupanya? " Senyum Lanang sekilas.
"Sedang apa mas? Kenapa berbicara sendiri sejak tadi? " Hana datang dengan sebuah nampan berisi makanan kearah Lanang.
"Sedang mempersiapkan pemotretan nanti, ini untuk saya? " Tanya Lanang menunjuk sebuah cake dan sebuah cup berisi minuman.
Hana mengangguk tersenyum "Silahkan dinikmati mas heheh. "
"Tidak usah repot repot memberikan saya hal-hal seperti ini. Saya bisa mengambil dan membuatkan minuman sendiri, lebih baik kamu beristirahat saja sebelum masuk waktu kerja. Kamu tidak usah repot memperdulikan saya. " Ucap lanang pelan karena tidak ingin membuat gadis muda itu kesusahan apalagi gadis itu sudah banyak sekali beraktivitas sejak pagi tadi.
Hana tau betul kemana arah bicara Lanang tersebut, ia tahu lanang berkata seperti itu karena tidak ingin menyusahkan nya dan ia sangat senang diperhatikan seperti itu.
"Tidak apa mas, saya hanya ingin menunjukkan rasa Terima kasih kepada mas karena sudah membantu saya dalam banyak hal. "
"Siap mas heheh, " Ucap Hana tersenyum sangat lebar dan merasa ada bunga bunga beterbangan karena diperhatikan seperti itu oleh lanang.
Yara jelas melihat itu dari cafe seberang. Ia benar-benar penasaran ada apa dengan kedua anak muda itu? Lanang terlihat sangat fokus dengan pekerjaan nya tapi gadis disamping nya benar-benar menunjukkan ketertarikan dan Yara bisa melihat itu.
Dan Yara bisa melihat Lanang sedang berbicara kepada gadis itu hingga gadis itu pergi, sepertinya Lanang menyuruh nya pergi untuk ia fokus dalam berbenah.
"Wahhh dia benar-benar tidak sadar yah? Gadis itu terlihat sangat jelas menyukai nya. " Senyum Yara seolah merasa lucu dan tertarik dengan kisah dua anak muda tersebut.
Tiba-tiba saja seseorang datang menghampiri Lanang dan mereka pun terlihat bergegas menuju sebuah ruangan hingga Yara tak bisa melihat Lanang lagi.
"Kenapa kamu sejak tadi melihat kearah studio itu? Kamu ingin melakukan foto studio? " Tebak Lean dan menyadarkan lamunan Yara.
"Untuk apa? "
"Yahh siapa tau kamu butuh foto untuk dipajang dirumah? "
"Untuk apa? "
"Ahhh sudahlah, kamu suka sekali membuat orang jengkel. "
"Aku tidak suka memajang foto dirumah, karena hanya ada sebuah foto dikamar ku. Foto seorang gadis cantik yang sudah lama tak bisa kupeluk. "
__ADS_1
Lean faham betul siapa yang Yara maksud itu, tentu saja itu adalah foto sang Almarhumah mamahnya yang sudah lama meninggal itu.
"Oh iya, dua hari lalu kemana kamu? Kenapa tiba-tiba meminta cuti? "
Yara bingung kenapa lean bisa tahu tentang itu, dua hari lalu kan bukan jadwal Lean untuk datang ke kantor.
"Kenapa kamu bisa tahu? "
"Aku datang dua hari yang lalu untuk mengajakmu bertemu dengan beberapa kolegaku tapi kamu tidak ada di kantor. Katanya kamu sedang cuti. "
"Ahhh itu, aku sedang ingin cuti saja memang tidak boleh? "
"Tumben nih kamu cuti, biasanya bahkan sedang sakit pun kamu pasti menolak disuruh cuti. "
Tentunya Lean sedikit curiga karena Yara tiba-tiba melakukan cuti saat gadis itu sedang baik-baik saja. Biasanya saat sedang sakit pun ia akan menolak untuk libur kerja. Baginya waktu adalah uang dan peluang bisnis tidak selalu datang ke hadapan nya.
"Jujur aja, kenapa kamu tiba-tiba cuti? "
"Nothing special Lean! Hanya cuti biasa saja. Aku juga butuh Qtime. "
"Yakin cuma cuti biasa? Tidak ada masalah apapun kan? "
"Rewel banget sih jadi orang! " Kesal Yara lalu menikmati makanan nya mengabaikan Lean yang masih mencoba untuk menyelidiki nya.
"Kalau ada masalah kamu harus ngasih tau aku, pokoknya aku gak mau tau kamu harus andelin aku. "
"Lah, kok jadi maksa gini? "
"Pokoknya kamu gak boleh nutupin apapun dari aku. "
"Aku kenyang, jam kerja sudah mulai beroperasi. " Yara pergi menuju kasir dan langsung diikuti oleh Lean.
"Minta tagihannya mbak, " Ucap Yara dan langsung dicekal oleh Lean saat Yara hendak membayar nya.
"Jangan merusak harga diriku dengan mencoba untuk membayar nya. "
Yara melihat dengan wajah jijik karena sikap sok ganteng dan sok gentle sahabat nya itu.
"Yasudah terserah kamu saja. " Yara memutar bola malas dan berjalan mendahului Lean yang tertawa pelan itu.
Baginya melihat gadis itu kesal saja adalah sebuah peningkatan. Ia tak ingin gadis itu berwajah datar seharian, harus berekspresi walaupun itu bukanlah senyuman.
...🍒Bersambung 🍒...
Wah wah saling pandang memandang nih guys hahah. Jangan jangan sudah mulai timbul benih-benih cinta.
Jangan lupa yah like, komen dan votenya wan kawan.
__ADS_1
See you guys🧀