
...🍬Soundtrack this part #anymore-somi ex ioi🍬...
...💌Benar kata mereka bahwa cinta itu dibentuk bukan ditunggu. Rasa yang selama ini terpendam tak akan berkembang jika kamu tidak memulai untuk mendekat💌...
Sera kaget saat Lanang menutup matanya saat sampai disebuah tempat. Belum juga sempat ia melihat sekeliling kini pandangan nya sudah dibatasi oleh laki-laki muda itu.
"Lo,,loh? Kenapa tiba-tiba sekali mataku ditutup mas?" Tanya Yara pelan.
"Kamu bersabar sebentar yah sayang. Tidak akan lama kok hehehe,"ucap Lanang kemudian menuntun Yara untuk turun dari mobil.
Yara benar-benar gugup dan juga tidak sabaran apa sebenarnya yang sudah disiapkan oleh Lanang untuk nya. Laki-laki itu tidak terlihat seperti tipe yang akan memberikan kejutan romantis namun malam ini Yara benar-benar kaget dan juga tidak menyangka Lanang akan memberikan kejutan untuk nya.
"Kita dimana mas? Aku sangat penasaran heheh."
"Sabar yah istri ku," ucap Lanang masih menuntun Yara.
"Kita sudah sampai yeyy."
Yara dengan pelan membuka matanya dari kain penutup itu setelah mendengar instruksi dari Lanang.
"Wahhhhhh,"gumam Yara menganga karena kagum dengan apa yang sedang ia lihat saat ini.
Pemandangan indah disana membuat Yara sangat kagum. Yara sangat jarang keluar dan selalu saja menghabisi harinya di kantor dan juga si rumah hingga hal-hal seperti jalan-jalan dan juga melihat pemandangan sangat jarang ia lakukan.
Pemandangan diatas puncak dengan desain cafe yang sangat indah memanjakan mata Yara. Gadis itu sejak tadi tidak hentinya memandangi kesana-kemari dan juga dengan mulut masih kagum.
"Bagaimana sayang? Apa kamu suka berkunjung kesini?" Tanya Lanang dengan pelan.
Yara dengan semangat mengangguk dan memeluk Lanang karena merasa sangat bersyukur. Ia benar-benar sangat ingin keluar namun selama ini ia sangat ragu untuk bepergian sendiri dan jika ia bersama Lean ia benar-benar tidak nyaman takut orang-orang akan salah faham dan ia tidak ingin Lean selamanya akan sendirian jika orang terus mengira mereka sepasang kekasih.
"Aku suka pake banget mas huu, aku udah lama pengen banget keluar jalan-jalan. Makasih banyak mas,"ucap Yara lagi dan memeluk Lanang dengan manja.
Lanang benar-benar lega karena ia takut hal-hal seperti ini tidak membuat Yara bahagia.
"Syukurlah sayang, mas sangat khawatir kamu tidak akan menyukai nya."
"Aku sangat sangat dan sangat menyukai nya mas. Ditambahkan lagi aku kesini dengan mas aaa aku semakin suka,"ucap Yara dengan girang.
Lanang tertawa karena sikap Yara sungguh sangat menggemaskan menurut nya.
Cup,
Lanang dengan cepat mengecup bibir Yara sekilas hingga gadis itu benar-benar kaget.
__ADS_1
"Ihh mas ngagetin aja deh. Ngapain cium-cium disini mas? Banyak orang ihhh." Yara memerah pipinya dengan berusaha menutupi nya.
Lanang tertawa karena ia tahu gadis itu tengah salah tingkah karena perlakuan Lanang.
"Kamu sih ngegemesin banget sayang. Aku jadi gak sabar pengen nerkam,"ucap Lanang menggoda Yara.
Bugh,
"Akhhh," pekik Lanang.
"Mesum sangat ihhh. Mas jangan gitu dong aku maluuu."
"Hahahah," tawa Lanang karena Yara benar-benar lucu.
"Pesanan sudah sampai tuan,"ucap para pelayan tiba-tiba sekali.
Yara kagum dan juga kaget saat melihat beberapa jenis makanan sudah ditata diatas meja yang mereka pesan.
"Wahhh Kenapa jenis makanan disini terlihat unik mas? Aku benar-benar tidak sabar ingin mencoba nya."
Lanang tersenyum lalu meraih sebuah garpu dan memberikan sebuah makanan kearah Yara hingga gadis itu dengan malu-malu menerima suapan Lanang.
"Bagaimana sayang? Apa kamu suka?"
Sambil sesekali tertawa karena beberapa hal, seperti sendok jatuh dan juga makanan yang menempel di wajah mereka.
Cup,
Lagi-lagi Yara dikagetkan oleh Lanang yang tiba-tiba menyosor bibir nya. Kalau tadi hanya kecupan saja namun kini terkesan sangat lama dan bahkan Lanang sempat-sempatnya mel*mat bibir Yara di tempat seperti ini.
Yara berontak bukan karena tidak mau namun ia takut ada yang melihat mereka berdua.
"Embh," tolak Yara.
Namun Lanang malah semakin dekat dan menarik tengkuk gadis itu untuk semakin memperdalam ciuman itu.
Setelah ciuman itu terlepas Yara benar-benar malu bukan main dan seketika melihat sekeliling namun tidak ada yang perduli sama sekali. Mereka sibuk dengan kegiatan mereka sendiri dan juga berfokus pada indahnya pemandangan itu.
"Gak akan ada yang lihat sayang," ucap Lanang seolah tahu apa yang di khawatiran oleh Yara.
"Ihh mas ngagetin aja deh, jangan gitu dong gimana kalau ada yang liat aku malu Ihh."
Lanang tertawa dan mengangguk menurut "Mas hanya ingin membersihkan sisa saus yang menempel disudut bibirmu tadi sayang,"ucap Lanang dengan pelan.
__ADS_1
"Keliatan banget modus nya,"cibir Yara kemudian memilih untuk mencoba untuk beberapa makanan lainnya.
Lanang tertawa karena ia ketahuan hanya sedang modus saja. Ia perlahan melihat kearah Yara yang sedang mencoba beberapa makanan itu. Gadis itu benar-benar seolah Maya untuk ia miliki namun ternyata kini nyata menjadi miliknya.
Gadis hebat seperti Yara masih menjadi misteri kenapa mau dengan Lanang yang hanya seorang laki-laki biasa. Dan juga berasal dari keluarga miskin dan berpendidikan rendah. Namun walaupun demikian Lanang akan tetap memilih egois dan tidak tahu diri untuk terus bersama dengan Yara.
Lanang melihat sekeliling dan matanya sampai pada suatu meja yang dimana disana seorang ibu dengan dua anaknya sedang sibuk berbincang-bincang dan tertawa bersama. Lanang seolah sedang melihat ia sedang bersama ibu dan adiknya karena usia anaknya seolah sama dengan usianya serta adiknya.
"Aaah tiba-tiba saja aku ingin pulang dan bertemu dengan ibu dan adikku," batin Lanang pelan.
Ia benar-benar merindukan sosok ibu dan adiknya, ia sangat ingin memeluk mereka sembari memberitahu bahwa ia sudah sangat bahagia saat ini. Namun ia ragu apakah Yara akan bersedia untuk ikut dengan nya ke kampung untuk mengunjungi ibunya.
"Kenapa mas?" Tanya Yara yang melihat wajah lanang tiba-tiba terlihat sangat sendu.
Lanang dengan cepat tersenyum lalu menggeleng "Tidak apa sayang, bagaimana hmm? Apa kamu sudah dengan rasa makanannya ditempat ini?" Tanya Lanang mengalihkan suasana hatinya untuk menutupi rasa sedih yang tersirat itu.
Yara tersenyum dengan cepat dan mengangguk "Aku sangat suka mas, lain kali kita kesini lagi yah heheh."
"Iya sayang kita akan kesini lebih sering lagi yah, kalau begitu ayo dimakan lagi yah. Mas gak suka kalau liat kamu kurusan begitu, makan yang banyak biar sehat yah."
Lanang meraih beberapa makanan lagi dan memberikan nya kepada Yara dan dengan senang hati diterima oleh gadis itu.
Mereka benar-benar menikmati moment berdua disana. Rasanya semua beban Yara hilang karena mendapatkan kejutan seperti itu dari Lanang.
Hingga mereka selesai pun Yara tak hentinya tersenyum. Lanang membungkus beberapa makanan untuk ia bawa kerumah dan memberikan nya untuk orang-orang dirumah.
Yara hendak berniat untuk membayar nya namun Lanang menolak.
"Bagaimana pun dan apapun itu kamu adalah tanggungjawab ku sayang, jadi jangan pernah berniat untuk membayar apapun itu karena itu adalah tanggungjawab mas."
Walaupun Lanang bukanlah seorang yang kaya dan juga sudah jelas Yara lah yang lebih mapan dibandingkan nya. Namun ia sudah sanggup untuk memenuhi kebutuhan Yara dengan uang yang ia kumpulkan itu, ia tidak ingin menjadikan Yara sebagai gadis yang akan membiayai hidupnya karena sudah jelas itu adalah tanggungjawab nya.
Yara Benar-benar berdebar hanya karena mendengar itu dari Lanang. Benar-benar laki-laki sejati dan Yara semakin jatuh cinta kepada Lanang.
Ia tersenyum dan memeluk Lanang bahkan di depan kasir itu sekalipun. Ia benar-benar kagum dengan sosok Lanang.
"Aaa suamiku sangat keren, aaa aku makin jatuh cinta aja." Gumam Yara dalam batin.
...🍄 Bersambung🍄...
Aaaa Lanang kamu laki-laki sejati banget. Makin sayaaaanggg.
Jangan lupa yah like komen dan votenya wan kawan.
__ADS_1
See you guys 🧀