Beri Aku Anak Suamiku.

Beri Aku Anak Suamiku.
Episode 49: Mari kita perjelas.


__ADS_3

...🍬 Soundtrack #Killing me-ikon🍬...


...💌 Terlalu sering bermonolog tanpa berusaha memperjelas itu akan membuat mu kesulitan💌...


      Lanang berkali-kali melihat kearah Yara yang hanya diam saja sejak tadi, semenjak Lanang kembali setelah memenangkan Hana,Yara hanya diam saja bahkan tidak melihat kearah Lanang sama sekali.


"Bagaimana kalau kita makan siang saja nyonya? Nyonya bahkan melewatkan makan siang karena saya. Maafkan saya nyonya,"ucap Lanang pelan namun tidak direspon oleh Yara.


"Kenapa jadi dia yang meminta maaf? Harusnya kan Hana yang melakukan itu karena sudah menyita waktu orang,"ucap Yara dalam hati.


"Bagaimana nyonya?" Tanya Lanang pelan .


"Aku sedang tidak ingin makan,"ucap Yara pelan dan memejamkan mata.


Lanang langsung faham kalau gadis itu sedang tidak ingin diajak bicara, moodnya sedang terganggu dan itu membuat Lanang kebingungan. Bukankah tadi Yara masih adem-adem aja kenapa tiba-tiba jadi badmood begitu?.


"Jadi kita kemana sekarang nyonya? Apa nyonya langsung ke kantor saja?" Tanya Lanang.


Mau tidak mau ia memang harus bertanya karena ia tidak tahu harus mengantar Yara kemana.


"Apa kamu masih ada pekerjaan di studio?" Tanya Yara pelan.


"Sudah selesai semua nyonya,"jawab Lanang dengan cepat.


"Yasudah kita kerumah saja sekarang! Tiba-tiba aku merasa lelah dan ingin istirahat saja."


"Baiklah nyonya!"


Lanang pun menyalakan mobil dan segera berangkat menuju rumah sesuai dengan permintaan Yara.


Suasana mobil yang hening seketika bising dengan nada dering dari ponsel Yara.


"Halo," Yara dengan malas menerima panggilan itu tanpa melihat siapa yang menelepon nya.


"Halo Yar, apa sebenarnya yang kalian lakukan disana tadi? Karena terlalu sibuk aku sampai lupa bertanya tadi,"ucap Lean dari seberang telepon hingga membuat Yara bingung.


"Memang nya kenapa kalau kamu tidak bertanya? Tidak ada urusan nya dengan mu juga!"


"Yahh kan gak ada salahnya ihh aku nanya, jadi ngapain kalian kesana?"


"Hmm tidak ada, hanya ingin bertemu Hana karena dia tidak masuk kerja hari ini." Yara dengan malas berbicara dengan Lean.


Lanang yang mendengar nama Hana disebut langsung melirik kearah Yara ia heran dengan siapa gerangan Yara berbicara sampai membicarakan Hana.


"Benarkah? Kenapa dia tidak hadir? Apa terjadi sesuatu dengan nya?" Tanya Lean kepo.

__ADS_1


Yara sampai heran kenapa Lean begitu penasaran dengan keadaan Hana, apa dia menyukai gadis itu?.


"Kenapa kamu sangat kepo? Tidak ada urusan nya juga dengan mu!"


"Yahh kan gak salah Yar, kamu kenapa sih kedengarannya lagi gak mood gitu?"


"Kalau udah tau yaudah, aku tutup yah!"


"Tu,, tunggu dulu. Jadi gimana keadaan Hana? Apa dia bercerita tentang sesuatu?" Tanya Lean sedikit was-was karena ia takut gadis itu akan memberitahu semuanya kepada Yara dan Lanang.


Yara benar-benar curiga dengan sikap Lean ini, kenapa tiba-tiba dia sangat penasaran dengan Hana? Benarkah ia menyukai Hana?.


"Sial, kenapa semua laki-laki menyukai gadis itu sih?" Yara semakin badmood saja .


"Ahhh tidak tahu, aku sedang tidak mood jadi aku tutup yah!"


Lean kaget saat Yara benar-benar mematikan sambungan tanpa menjelaskan bagaimana situasi dirumah Hana tadi.


"Apa Hana menceritakan semuanya? Sial Yara marah gara-gara mengetahui itu ? Akhh kenapa jadi begini sih?" Panik Lean.


Bip,


Yara benar-benar mematikan sambungan karena kesal melihat Lean begitu perhatian kepada Hana, bukan karena ia cemburu ia hanya kesal karena bukan hanya Lanang yang begitu perhatian terhadap Hana bahkan kini Lean juga ikut-ikutan.


Lanang yang ingin bertanya siapa gerangan yang menghubungi Yara menanyakan tentang Hana namun tidak jadi karena melihat Yara sungguh sedang tidak ingin diganggu.


Bahkan saat para pelayan menyapa nya ia sama sekali tidak melirik dan langsung berjalan menaiki tangga menuju kamar.


Kemudian disusul oleh Lanang yang langsung tersenyum saat disapa oleh para pelayan namun ia terlihat sangat panik berjalan menuju kamar mengikuti Yara.


"Wahh sepertinya Nona sedang marah besar yah? Lihatlah wajahnya tadi sangat menakutkan!"


"Hus jangan ngomong gitu Tun, nanti Nona tiba-tiba mendengar nya kamu bisa kena masalah,"ucap Sinen pelan.


"Kalian berhenti lah bergosip tentang Nona Yara, cepat selesaikan tugas kalian sebelum kalian benar-benar kena masalah!"


Atun dan Sinen langsung gelagapan dan kembali bekerja sebelum itu semua terjadi. Mereka tidak ingin dipecat karena bekerja disana benar-benar menghasilkan banyak uang karena gaji yang keluarga Yara tawarkan sangat lah besar.


"Kamu duduklah, ada yang ingin aku sampaikan!"


Lanang yang baru saja masuk kaget karena tiba-tiba Yara sudah menunggu nya disofa. Dan dengan ragu ia duduk dihadapan Yara.


"A,,apa ada sesuatu yang nyonya butuhkan?" Tanya Lanang pelan.


Yara menarik nafas dalam-dalam dan mencoba untuk lebih relaks karena saat membicarakan ini ia harus berkepala dingin.

__ADS_1


"Aku ingin memperjelas kembali apa yang sudah kusampaikan padamu waktu itu,"ucap Yara pelan hingga Lanang kebingungan hal apa yang ingin Yara perjelas.


"Waktu itu nyonya? Mohon maaf saya tidak mengerti."


Yara tersenyum pelan namun sedikit sinis karena melihat respon Lanang yang bahkan tidak ingat dengan itu.


"Wajar sih kamu tidak ingat karena itu tidak penting bagimu, baiklah biar ku perjelas lagi aku ingin membicarakan perihal membuat anak yang aku sebutkan waktu itu,"ucap Yara dengan mudahnya.


Lanang bahkan sampai tersedak air liur nya sendiri karena kaget Yara membahas hal itu lagi. Gadis itu ternyata belum juga berhenti memikirkan hal itu.


"Me,,membuat anak? Saya pikir nyonya sudah melupakan hal itu."


"Bagaimana bisa? Saat aku sedang dalam masa-masa akan kesulitan memiliki anak."


Lanang melihat kearah Yara setelah gadis itu mengatakan itu, ia kembali teringat apa yang mereka dengar saat dirumah sakit waktu itu.


"Apa alasanmu menolak tawaran ku? Aku akan membayarmu lebih banyak lagi!"


Lanang kearah Yara dan gadis itu benar-benar terlihat sangat putus asa sekali "Tidak semuanya menyangkut dengan uang nyonya. Saya sungguh tidak bisa melakukan itu karena itu akan merugikan nyonya nantinya,"ucap Lanang dengan pelan.


Yara mengeryit karena Jawaban Lanang sungguh diluar dugaannya "Kenapa aku yang rugi ah baiklah kalau pun aku yang rugi bukankah itu bagus untuk mu? Aku yang rugi kenapa kamu yang harus pusing memikirkan itu?"


"Saya sungguh tidak bisa nyonya! Mohon untuk tidak membahas itu lagi karena sungguh tidak nyaman nyonya,"ucap Lanang hendak berlalu.


"Apa karena Hana?" Tanya Yara dengan pelan.


Lanang mengeryit kebingungan kenapa Yara membawa nama Hana dalam pembahasan ini? Tidak ada hubungannya sama sekali.


"Kenapa nyonya bahkan membawa nama Hana?" Bingung Lanang.


Yara tersenyum sinis "Ooh jadi begitu yah? Bahkan namanya juga tidak boleh disebutkan?"


"Bukan begitu Nyon,,,"


"Sudahlah aku mengerti kenapa kamu begitu mudahnya menolak nya, aku mengerti dan sangat mengerti sekarang!"


"Kamu tunggu lah karena aku yang akan mandi lebih dulu,"ucap Yara pelan berjalan menuju kamar mandi dengan handuk dan juga ia tidak lupa mengambil baju ganti untuk nya.


"Kenapa dia sangat terobsesi dengan anak sih? Aku tidak ingin dia terluka nantinya,"gumam Lanang semakin dibuat pusing karena masalah ini tak kunjung selesai.


...🍄Bersambung🍄...


Udahh lah Yar kamu nyerah aja , Lanang tuh gak bakal mau.


Jangan lupa yah like komen dan votenya wan kawan.

__ADS_1


See you guys 🧀


__ADS_2