
...š¬ Soundtrack #yestoday-nct uš¬...
...š Ada rasa yang sulit di ungkapkan dan ada rasa kecewa yang sulit dilupakanš...
Ā Ā Ā Ā Bahkan sampai lift terbuka Yara masih harus sabar menghadapi dan mendengarkan banyak sekali argumen yang Lean keluarkan. Gadis itu sudah jengah mendengar nya namun Lean masih saja ingin berbicara.
"Lean pliss! Jangan sampai aku tidak selera makan gara-gara enek dengerin omongan kamu sejak tadi."
Lean langsung terdiam dan fokus menggandeng tangan Yara saat keluar dari kantor begitu juga dengan Lanang yang sejak tadi terdiam mengikuti keduanya.
"Nanti kamu makan apa hmm?"tanya Lean pelan dengan senyuman paling manis menurutnya sih.
"Makan jantung mu!" Ketus Yara pelan dan Lean langsung shock bukan main.
Lanang sendiri tersenyum pelan karena Yara memang sudah dari Sononya bersikap seperti itu, dan entah kenapa Lanang sudah terbiasa dengan sikap sarkastik gadis itu.
"Kalau dengan makan jantung Abang kamu bisa bahagia,Abang rela dek." Dengan nada lebay seolah sedang melakukan drama.
Yara sudah sangat tidak sanggup mendengarkan ocehan Lean, dikasarin gak mempan,di diemin makin menjadi-jadi apalagi dilembutin bisa-bisa Lean lupa daratan.
"Lean pliss!"
Yara berhenti dan melepaskan tangannya dari genggaman Lean,ia merasa kesabarannya sudah mencapai batas dan laki-laki aneh itu belum juga sadar.
"I,,iya iya aku diam aku diam. Yuk lanjut yuk." Lean langsung sadar Kate wajah Yara benar-benar tidak bersahabat lagi.
"Loh!"
"Hana!"
Seketika langkah mereka terhenti saat melihat Hana keluar dari studio dan berpapasan dengan Lanang begitu juga dengan Yara dan Lean.
"Mas ngapain disini? Bukannya mas sedang cuti?" Hana dengan wajah cerah.
Lean sendiri masih saja diam dan menggandeng tangan Yara yang bertumpu padanya. Ia kebingungan siapa gadis muda itu.
"Ahh mas sedang bekerja Han, kan mas sudah memberitahu mu kalau mas juga kerja sampingan jadi supir pribadi."
"Memang nya kalian memiliki hubungan apa sampai kamu harus menjelaskannya?" Batin Yara.
Hana langsung mengangguk faham,ia tersenyum kikuk karena sempat lupa bahwa Lanang sudah pernah memberitahu nya.
"Siang buk hehehe." Sapa Hana kearah Yara yang hanya terpaku diam saja dengan wajah datar tanpa membalas.
"Bak buk bak buk, ngeselin ah lama-lama. Aku gak setua itu untuk dipanggil ibu." Kesal Yara lagi dan lagi.
"Aku benar-benar tidak suka melihat gadis ini apalagi saat dia tersenyum seperti itu, benar-benar imut dan itu mengganggu ku." Batin Yara.
__ADS_1
"Si ganteng ini tidak disapa hmm?" Lean yang merasa terabaikan langsung buka suara hingga Hana merasa tidak enak.
"Eh,, halo pak . " Sapanya dengan kikuk lalu disapa balik oleh Lean dengan ramah.
Maklum buaya kelas kakapā¢ĢĀ āæ ,ā¢Ģ.
"Baiklah karena sudah bertemu secara tidak sengaja seperti ini bukankah lebih baik kita makan siang bersama?."Lean dengan wajah ramahnya ia mengajak Hana ikut bergabung dengan mereka.
"Ti,,, tidak usah pak hehehe,saya merasa tidak enak ikut bergabung."
"Yasudah syukur deh kalau tidak mau ikut, Kenapa masih berdiri disana?" BatinĀ Yara kesal.
"Loh! Nanti bakal enak kok kalau udah makan hahaha."
Lean tertawa pelan seolah itu lucu, sedangkan yang lain hanya diam saja tak merasa lucu sama sekali dengan lelucon yang sedang Lean lontarkan.
"Hahahah." Hana langsung tertawa pelan meskipun terlambat dan Lean ikut tertawa lagi .
"Mau sampai kapan tertawa prik seperti itu? Tidak jadi makan siang?" Kesal Yara dan Lean langsung terdiam.
"Sabar dong cantik, yaudah hayukk dehh nanti kamu malah ngambek."
Lean langsung menggandeng Yara menuju cafe dan Hana juga mau tak mau harus ikut bergabung karena Lanang juga mengajak nya untuk bergabung. Bagaimana bisa ia menolak permintaan Lanang?.
Hari tidak terlalu terik, Lanang tak hentinya menatap kearah depan sedangkan Hana selalu tersenyum kearah Lanang karena merasa senang bisa makan siang dengan Lanang hari ini. Ia sempat galau tadi karena tidak melihat Lanang sejak pagi .
Suasana sangat canggung kini, Lean sedang melakukan pemesanan dan tersisa Yara, Hana dan Lanang kini. Tak ada satupun yang mencoba untuk memulai pembicaraan, Yara yang terlalu bodoamat, Hana yang merasa merepotkan karena bergabung dan Lanang yang tidak tahu harus mulai dengan topik apa.
"Ini Hana pak, dia merupakan teman saya yang datang dari kampung untuk mencari pekerjaan di sini. Dan kebetulan kami sama-sama bekerja di studio itu." Tunjuk Lanang kearah studi yang berhadapan dengan cafe tempat mereka nongkrong saat ini.
"Ooh begitu yah, kamu terlihat masih sangat muda ." Lean.
"Hahaha i iya pak . Apa bapak juga bekerja disana?" Tanya Hana pelan menunjuk pusat perbelanjaan milik Yara.
Lean tersenyum karena ia menyadari bahwa Hana memiliki sedikit kemiripan dengan nya, gadis itu terlihat sangat ingin bersosialisasi berbeda dengan Lanang dan Yara yang hanya berbicara seadanya saja.
"Bisa dibilang seperti itu, perusahaan kami bekerja sama jadi saya harus sering datang kesini ."
Hana mengangguk mengerti lalu tersenyum pelan karena Lean benar-benar menghargai siapapun dan memperlakukan mereka dengan ramah.
Makanan sudah sampai sesuai dengan pesanan mereka masing-masing. Yara terlihat sangat ogah-ogahan memakan makanan nya. Entah kenapa ia benar-benar kehilangan nafsu makan nya.
" Kenapa hanya dianggurin sih? Kamu makan dong ." Lean dengan lembut membujuk Yara untuk memakan makanannya.
"Aku tidak nafsu Lean, berhenti memaksaku."
Lanang sendiri sejak tadi tidak hentinya menatap Yara yang benar-benar tidak menyentuh makanan nya sama sekali. Ia khawatir Yara jatuh sakit sejak tadi ia tidak berselera makan .
__ADS_1
Lanang dengan pelan mengambil semua wortel dari piring Yara hingga mereka yang ada disana kebingungan termasuk Yara sendiri.
"Nyonya kan tidak menyukai wortel hehehe. Silahkan dimakan nyonya."
"Wahh kamu melakukan pekerjaan mu dengan benar yah, bahkan makanan yang tidak ia sukai saja kamu sudah tahu ." Lean terlihat sangat salut dengan Lanang.
"Sudah menjadi tugas saya untuk memastikan keadaan nyonya baik-baik saja pak ."
"Mas juga makanĀ yang banyak, baru setengah hari tidak melihat mas aku merasa mas sudah mulai kurusan."
Hana meletakkan lauk diatas nasi Lanang hingga Lanang melihat kearah nya dengan pelan. Begitu juga dengan Yara yang tersenyum smirk merasa lucu dengan apa yang saat ini dihadapannya.
"Tidak usah pedulikan mas, perduli kan saja kondisimu Han. Jangan sampai sakit karena kita hanya punya diri kita sendiri dirantau orang." Ucap Lanang dengan wajah datar sambil menceramahi Hana.
Hana tersenyum senang karena Lanang memberikan beberapa lauknya keatas piring Hana, ia sangat senang diperhatikan kembali oleh Lanang.
"Wahh ada apa ini? Kalian terlihat seperti pasangan saja. Apa kalian berpacaran?" Tanya Lean dengan wajah menyelidiki.
"Uhuk!" Hana Yang sedang minum langsung tersedak karena pertanyaan Lean yang begitu tiba-tiba.
"Wahhh sepertinya benar yah?" Senyum Lean.
"Bukan begitu pak,"elak Lanang dengan cepat karena takut Yara akan salah faham.
"Loh? Kenapa? Padahal kalian sangat cocok loh ." Goda Lean yang seketika berperan sebagai mak comblang.
"Kami hanya rekan yang sama-sama berjuang disini pak, jadi harus saling menjaga satu sama lain." Jelas Lanang dan Hana hanya mengangguk saja walaupun ia berharap lebih dari itu.
Yara langsung saja menarik piring nya kemudian makan makanan nya dengan lahap seolah ia benar-benar sedang kelaparan.
"Loh? Bukannya kamu gak mau makan yah?" Tanya Lean dengan pelan.
Yara tidak menjawab dan lanjut makan , ia benar-benar merasa moodnya sangat tidak jelas hari ini. Banyak hal yang membuat dia mudah jengkel bahkan melihat wajah Hana yang jelas tidak bersalah membuat ia semakin kesal dan sangat kesal.
" Makanannya pelan-pelan nyonya, " pesan Lanang khawatir Yara akan tersedak.
"Uhuk,,uhuk,,." Dan benar saja Yara langsung tersedak karena makan terburu-buru.
"Pelan-pelan Yar. Kamu kenapa sih?" Lean memberikan minuman kearah Yara dan langsung diminum oleh Yara.
Kini mereka terlihat seperti sebuah balok yang memiliki empat sisi,. Sisi dimana mereka berhadapan namun tidak mengetahui perasaan satu sama lain, menyimpan perasaan untuk disimpan sendirian.
Menyedihkan bukan?(āĀ“ā`ā)
...š Bersambungš...
Wahhh kapal mana nih yang bakal berlabuh? Kalian dukung kapal yang mana nih gaess?.
__ADS_1
Jangan lupa yah like, komen dan votenya wan kawan.
See you guys š§