
...🍬 Soundtrack #she used to be mine- chloe adams🍬...
...💌Fase yang kita alami berbeda jauh, seringnya menjadi patokan untuk jadi sama dengan berusaha menyamakan 💌...
Sejak tadi Yara merasa tidak nyaman dengan perasaan nya sendiri, moodnya benar-benar tidak bisa ditebak. Tanpa alasan ia sangat kesal dan kembali normal lalu kembali kesal lagi bahkan hanya karena hal-hal yang kecil saja.
"Kamu bisa tidak fokus saat berjalan?" Kesalnya kearah Lanang yang kebingungan Karena tiba-tiba Yara menegurnya yang melihat sebentar kearah luar.
"Baik nyonya."
"Jangan baik baik saja tapi tidak di indahkan!"
Lanang membantu Yara duduk ke kursi kekuasaan nya . Lagi-lagi sudah banyak sekali berkas menumpuk disana.
"Kenapa banyak sekali hal yang harus ku urus hari ini? Ahhh aku kelelahan tanpa sebab."
Lanang jelas mendengar itu " Apa ada yang bisa saya bantu nyonya?"
Yara melirik kesal kearah Lanang hingga laki-laki itu menciut , bahkan hanya menawarkan bantuan saja Yara sudah kesal kepadanya.
"Tidak usah basa-basi, aku bisa mengerjakannya sendiri."
"Atau apakah nyonya ingin istirahat hari ini? Bagaimana kalau nyonya pulang saja. Kondisi nyonya sedang tidak baik-baik saja."
"Kamu menyuruhku bolos kerja? Wahh ada wewenang apa kamu menyuruhku bolos?"
"Yatuhann salah lagi, Kenapa dengannya?" Batin Lanang memilih untuk diam karena apapun yang akan ia katakan Yara pasti menyalak.
Lanang sejak tadi sudah merasa bahwa ada sesuatu yang aneh dengan Yara, wajahnya terlihat sedikit pucat dan ia juga terlihat menahan sakit sejak tadi diarea perutnya.
"Siall, Kenapa rasanya sangat nyeri? Akhh kenapa harus sekarang disaat aku sedang memiliki banyak pekerjaan." Batin Yara menahan sakit diarea perutnya.
"Apakah nyonya baik-baik saja?" Lanang lagi-lagi berusaha bertanya.
Yara melirik dengan kesal lagi kearah Lanang dan ia menangkap wajah khawatir diwajah laki-laki itu.
"Aku baik-baik saja berhenti bertanya, mengganggu."
"Ssst,,," ia mendesis menahan rasa nyeri yang semakin terasa itu.
Lanang mendekat Yara sedang tidak baik-baik saja, bibirnya kian pucat dan ia terlihat tidak konsentrasi.
"Nyonya sedang tidak baik-baik saja, kita pulang saja nyonya."
"Aku tidak mau!"
"Wajah nyonya sudah pucat begitu, apakah perut nyonya sedang bermasalah? Kita periksakan ke dokter saja ."
"Dokter,,,dokter lagi. Akhh aku semakin benci mendengar kata itu. Aku baik-baik saja tidak usah lebay begitu."
"Nyonya sedang tidak baik-baik saja, ya Tuhan keras kepala sekali."
"Apa kamu bilang?" Kesal Yara dengan wajah tidak bersahabat.
"Nyonya sangat keras kepala! Padahal sedang tidak baik-baik saja malah mengaku baik-baik saja. Apa itu bukanlah bentuk dari keras kepala?"
"Wahhh kamu bosan hidup yah?"
"Baiklah nyonya anggap saja begitu, tapi saat ini kita pulang saja nyonya sedang tidak baik-baik saja."
__ADS_1
"Aku hanya sedang mengalami nyeri datang bulan. Jangan terlalu serius begitu!" Putus Yara dengan sedikit malu mengakuinya.
Greb,
Lanang menggendong tubuh Yara dengan pelan hingga gadis itu kaget apalagi saat ini Lanang menggendong nya ala bridal style.
"Sedang apa kamu?"
"Turunkan aku!"
"Sial, kamu dengar tidak? "
"Turunkan aku! "
Lanang diam saja sejak tadi, ia mengabaikan setiap ucapan Yara dan membawa gadis itu menuju mobil walaupun banyak sekali pasang mata yang kebingungan ada apa pemandangan yang tidak biasa itu?.
"Sialan! Mau Taru dimana wajahku setelah ini?" Yara benar-benar kesal setengah mati kepada Lanang.
Sampai di depan rumah Lanang langsung membuka pintu mobil, Yara dengan penuh kekesalan sejak tadi tidak hentinya marah-marah,mengatai Lanang namun Lanang hanya tersenyum saja menanggapinya maklum cewek datang bulan tuh melebihi binatang buas jadi mending didiamkan dari pada dilawan nyawa bisa melayang〜(꒪꒳꒪)〜.
"Kita sudah sampai nyonya, mari saya gendong."
"Berani menyentuhku lagi kamu...akhh."
"Yahh bagaimana dong sudah terlanjur nih nyonya heheheh." Lanang mengedipkan matanya sebelah seolah menggoda Yara yang sedang kalang kabut itu.
"Sial, kamu menggodaku?"
"Kalau Nyonya tergoda maka itu lebih baik heheh ."
"Mulutmu kenapa lemas sekali sih? Kamu kayak banci!"
"Loh? Kenapa dengan mbak Yara mas? Apa mbak Yara sakit?" Tanya Azri yang sedang main game di sofa langsung berdiri dan. Khawatir melihat Yara yang digendong Lanang saat ini.
" Nambah lagi barisan Manusia menyebalkan, tidak usah perdulikan aku!" Ketua Yara menbuang muka .
"Maklum yah Azri kalau cewek datang bulan pasti mulutnya pedes, mas keatas dulu yah nganter mbak mu."
Azri langsung mengangguk pelan , ia memang sudah terbiasa disemprot oleh Yara yang sejak dulu memperlihatkan ketidaksukaan nya pada Azri.
Bahkan pernah saat ia kecil Yara membiarkan ia jatuh ke kolam tanpa berniat membantunya, untung saja saat itu ada Bu Tati yang langsung menolongnya kalau tidak sudah tiada tuh si Azri.
Namun, tetap saja Azri sangat ingin dekat dengan Yara. Ingin dianggap adik dan disayangi oleh Yara, seperti setiap kali gadis itu berulangtahun Azri tidak pernah absen memberikan kado walaupun sama sekali tak pernah dipakai oleh Yara. Dengan diterima saja ia sudah sangat bahagia dan merasa Yara sangat menghargai pemberian nya .
Yara dibaringkan oleh Lanang diatas tempat tidur, dan Lanang langsung menaiki tempat tidur hingga Yara kebingungan dengan ulah laki-laki itu.
"Nga,,, ngapain kamu naik?"
"Ssstt,,, nyonya diam saja. Sebentar lagi rasa nyerinya akan berkurang."
Lanang dengan pelan menyingkap baju kemeja Yara keatas hingga mata Yara terbelalak karena sikap lancang Lanang.
Plak,
Yara menampar tangan Lanang hingga laki-laki itu kaget, " berani sekali kamu menyentuhku!"
"Saya hanya ingin mencoba mengobati rasa nyeri nyonya. Bukan berniat lain."
"Alasan! Kamu pikir aku tidak tahu apa yang kalian kaum laki-laki pikirkan, jangan mengira aku ini gadis yang bisa kamu sentuh semaumu."
__ADS_1
"Memangnya apa yang kami kaum laki-laki pikirkan nyonya? Penasaran jadinya..."
Lanang mengembalikan kata-kata yang Yara tudingkang padanya hingga gadis itu sedikit gelagapan.
Bukan pertama kalinya Lanang membuat Yara seperti orang bodoh, dihadapan Lanang semua prestasi dan kepintaran Yara seolah perlahan hilang hingga ia tidak bisa berbuat apapun kecuali mempermalukan diri sendiri.
"Ya,,yahh pokoknya aku tahu. Kalau kamu tidak tahu yahh cari tahu ."
"Turun dari ranjang ku sekarang juga, aku mau tidur!"
"Kalau dibiarkan begitu saja nyonya akan kesakitan."
"Biarkan saja, aku sudah terbiasa seperti ini dan itu akan segera membaik."
Lanang hendak protes lagi namun Yara menunjukkan wajah kalau ia benar-benar tidak ingin dibantu .
"Baiklah kalau nyonya enggan dibantu,," Lanang bangkit namun ia mendengar Yara sedikit berbicara pelan dan terdengar samar.
"Baiklah kalau kamu memaksa ingin membantu. Bisa tidak kamu belikan aku pembalut?" Suara Yara perlahan hilang di Kalimat terakhir hingga Lanang kebingungan.
"Ha? Belikan apa nyonya?" Lanang mendekat dan Yara semakin ciut.
"Pembalut," ucapnya cepat dan pelan.
Lanang masih bingung karena suara Yara yang biasanya keras tiba-tiba seolah sedang berbisik saja.
"Pem,,, Tolong nyonya keras kan sedikit heheh. Saya tidak bisa mendengar nyonya,"ucap Lanang dengan sopan.
"Tolong belikan pembalut untuk ku, aku lupa membelinya." Yara dengan cepat dan jelas dan setelah itu ia langsung menutup wajahnya dengan selimut.
Senyum lebar terukir dipipi Lanang karena merasa lucu dengan tingkah Yara. Kenapa harus malu coba?.
"Ooh pembalut toh, siap laksanakan nyonya!" Lanang keluar dengan senyuman karena masih mengingat wajah Yara yang sangat malu tadi.
"Dia memiliki sisi pemalu rupanya?"
"Azri ,,mas bisa minta tolong tidak?" Lanang mendekat kearah Azri yang masih duduk di atas sofa.
"Bisa mas,"
"Tolong buatkan teh hangat untuk mbak mu dan antarkan ke kamarnya yah. Mas mau menjemput sesuai keluar sebentar."
Azri terlihat ragu dan wajahnya benar-benar takut.
"Bukannya Azri tidak mau mas, mbak Yara akan marah dan semakin membenciku nantinya."
Lanang tersenyum dan menepuk pelan bahu Azri " Mas percaya padamu yah. Mas permisi!"
"Ta,,tapi mas."
Lanang langsung pergi mengabaikan Azri yang semakin kebingungan itu . Ia benar-benar tidak tahu harus bagaimana.
...🍄 Bersambung🍄...
Wahhh nyai lagi datang bulan tuh, awass pada kena semprot hahaha.
Jangan lupa yah like komen dan votenya wan kawan.
See you guys 🧀
__ADS_1