Beri Aku Anak Suamiku.

Beri Aku Anak Suamiku.
Episode 52: Nyonya sudah tidak waras?


__ADS_3

...🍬 Soundtrack this part #Dimana hatimu-papinka🍬...


...💌Kamu terlalu mudah bertindak sendiri tanpa tahu apa akibat dari sikap tidak sabaran mu itu💌...


        Yara kaget bukan main saat melihat orang yang memukul kepala laki-laki itu adalah Lanang. Ia benar-benar tidak menyangka kalau saat ini Lanang benar-benar dihadapannya menyelamatkan nya dari Roy yang hampir saja memperkosa nya.


"La,,Lanang?" Kaget Yara mematung karena kaget.


Lanang melirik kearah Roy dan laki-laki hendak bangkit dengan cepat ia menarik tangan Yara dan membawanya lari dari tempat itu.


"Ke,, kenapa kamu ada disini?" Tanya Yara masih heran.


Lanang melihat kearah Yara dan menggenggam erat tangan gadis itu. Ia benar-benar tidak bisa menjelaskan itu sekarang karena situasi mereka masih sangat genting.


"Sebaiknya kita berlari lebih kencang lagi nyonya!"


Lanang semakin mengencangkan kecepatan larinya begitu juga dengan Yara yang tiba-tiba tersenyum saat melihat tangan Lanang yang memegang erat tangan nya seolah tidak mau lepas.


Jantung nya berdetak sangat kencang melihat Lanang yang berlari disampingnya dan jujur saja Yara benar-benar terpikat dengan Lanang.


"Kenapa jantungku berdebar sangat kencang?" Tanya Yara pelan.


Lanang yang kebingungan haru bersembunyi dimana langsung merasa lega saat melihat sebuah lemari bekas berada diujung gang. Dengan cepat ia membawa Yara kesana .


Greb,


Jantung Yara benar-benar hampir melompat dari tempatnya karena tiba-tiba saja Lanang memeluknya sangat erat dan itu membuat ia tidak bisa mengendalikan dirinya.


"Ka,,kamu? Kenapa kamu me,,"


"Sstt,, maaf kalau saya lancang nyonya, sebentar saja."


Lanang semakin mengeratkan pelukannya dan merapatkan diri agar mereka tidak terlihat oleh pria yang mengejar mereka.


Yara memandang wajah lanang dari dekat dan ia benar-benar jatuh kedalam pesona seorang Lanang. Selama ini ia masih sangat sering mencoba untuk mengusir rasa kagum terhadap sosok Lanang namun kali ini ia sungguh tidak bisa lagi berdalih bahwa ia tidak menyukai Lanang. Jantung nya berdetak sangat kencang seolah sedang marathon saja , ia sangat takut Lanang akan menyadari detakan itu karena tubuh mereka sangat rapat saat ini.


"Bagaimana ini? Bagaimana kalau sampai ia tahu dan mendengar detakan jantung ku?" Yara benar-benar tidak ingin Lanang sampai tahu itu.


Kini bukan hanya Yara yang memandang Lanang namun mereka berdua saling menatap satu sama lain. Jantung Yara semakin tidak aman karena melihat Lanang yang juga menatap kearah nya.

__ADS_1


"Ya tuhan! Bisa mendadak serangan jantung aku kalau begini,"ucap Yara membatin.


"Dimana mereka? Kenapa cepat sekali menghilang?"


Seketika suasana canggung dan hening itu buyar karena suara laki-laki yang mengejar mereka berdua. Lanang semakin menarik Yara agar semakin dekat dan ia peluk dengan erat karena takut akan dilihat oleh mereka.


Yara benar-benar memaku karena perlakuan Lanang. Bagaimana bisa Lanang bersikap biasa saja dalam situasi seperti ini? Tubuh mereka sangat rapat dan begitu dekat.


"Sudahlah lepaskan saja mereka, kamu tidak usah memperpanjang masalah ini karena yang rugi itu adalah gadis itu sudah mengeluarkan uang untuk menyewamu. Lebih baik kita kembali saja dan bertemu dengan gadis yang lainnya,"ucap seseorang lagi menimpali.


Seketika Yara merasakan kalau Lanang memandang kebingungan kearahnya setelah mendengar ucapan para lelaki itu. Yara tahu apa yang ada dalam pikiran Lanang saat ini dan ia sudah tertangkap basah karena melakukan hal gila seperti itu.


Yara mencoba menjauhkan pandangan nya dan menunduk karena sangat malu .


"Khem, mereka sudah pergi nyonya!" Lanang melepaskan pelukannya dan memberikan ruang kepada Yara yang masih diam mematung itu.


Saat Yara hendak bangkit ia tak sengaja menabrak kayu yang ada disampingnya hingga ia pun oleng dan jatuh menimpa Lanang yang juga hendak bangkit itu.


Cup,


Kedua netra itu saling melotot dan mengunci pandangan karena Yara yang tiba-tiba jatuh diatas tubuh Lanang hingga bibir mereka saling merapat dan bertubrukan satu sama lain. Kedua mata itu saling menatap tidak percaya dengan apa yang sedang terjadi saat ini.


Karena merasa tidak nyaman Lanang mencoba untuk menggeser tubuh Yara dan Yara langsung bangkit dan menjauh dari Lanang sembari memegangi dadanya yang masih berdetak kencang itu.


Lanang sendiri memegangi bibirnya karena kaget dan ini memang bukan pertama kalinya mereka berciuman namun sensasinya sungguh sangat berbeda.


"Apa nyonya sudah tidak waras?" Suara Lanang sedikit meninggi dan ia terlihat sangat kesal .


Yara kaget karena tiba-tiba saja Lanang marah kepadanya? Ia benar-benar tidak sengaja mencium bibir Lanang. Baiklah kalau boleh jujur selama ini ia memang memiliki banyak sekali rencana dan juga niat kepada Lanang namun kali ini sungguh itu adalah sebuah kesalahan dan ketidaksengajaan.


"Ke,, kenapa kamu berlebihan begitu? A,,aaku tidak sengaja!"


Lanang benar-benar tidak habis pikir dengan apa yang sudah Yara lakukan itu. Apa yang ada dalam benaknya sampai berbuat sejauh itu? Bagaimana kalau sampai ia tidak datang?.


Sejak melihat Yara berdandan dengan penampilan yang tidak biasa apalagi malam malam berpakaian terbuka seperti itu membuat Lanang sedikit curiga bahwa gadis itu pasti memiliki niat lain selain bertemu dengan Lean.


Ia menimbang-nimbang apakah ia harus menyusul Yara atau tidak. Ia diburu rasa khawatir tanpa sebab dan akhirnya ia pun memutuskan untuk menyusul Yara .


Saat ia sampai disana ia melihat Yara pamit dengan Lean dan melajukan mobilnya menuju suatu tempat.

__ADS_1


Karena terlalu lama mencari taksi barulah Lanang sampai di club tempat mobil Yara terparkir. Ia sibuk mencari Yara dan tidak sengaja mendengar suara Yara dari dalam sebuah ruangan.


Dan ia begitu kaget saat melihat Yara hampir saja dilecehkan oleh seorang pria dan ternyata pria itu adalah pria yang disewa oleh Yara sendiri.


"Apa nyonya benar-benar sudah hilang akal? Kenapa melakukan hal gila seperti itu? Apa sebenarnya masalah nyonya sampai melakukan itu?" Lanang sungguh sangat khawatir.


Yara benar-benar tidak habis pikir kenapa Lanang begitu marah dan kesal hanya karena sebuah ciuman yang tidak sengaja. Padahal sebenarnya Lanang marah bukan karena hal itu.


"Kenapa kamu harus membentak ku? A,,aku kan sudah bilang kalau aku tidak sengaja," teriak Yara kesal karena sikap Lanang sudah keterlaluan.


"Tidak sengaja yah? Nyonya bahkan tidak mau mengakuinya sekarang? Jelas-jelas saya mendengar kalau nyonya yang menyewa pria tadi. Dan sekarang nyonya tidak mengakui itu?"


Yara langsung tanggap kemana arah pembicaraan Lanang, laki-laki itu ternyata tidak marah karena ciuman namun karena Yara yang nekad menyewa laki-laki tadi dan hampir saja diperkosa.


"Memangnya ke,, kenapa kalau aku menyewa nya? Apa urusannya dengan mu!"


Yara mencoba untuk bersikap lebih tidak tahu diri karena ia juga sudah terlanjur malu untuk apalagi ia bersikap sok keren.


"Memang nya kenapa nyonya bilang? Bagaimana kalau sampai nyonya terluka? Bagaimana kalau sampai nyonya dilecehkan? Dan bagaimana kalau saya terlambat?" Mata Lanang bahkan sampai memerah karena rasa khawatir.


Yara hendak menjawab dan mengelak namun melihat raut wajah khawatir Lanang ia langsung terdiam dan tak kuasa.


"Kenapa nyonya begitu nekat? Saya sungguh mengkhawatirkan nyonya tadi. Saya takut kalau saya tidak bisa bertemu dengan nyonya,"ucap Lanang frustasi.


"Ma,,maaf!"


Hanya kata singkat itu yang bisa Yara ucapkan karena baru kali ini ia benar-benar melihat sisi Lanang yang ini. Lanang memang perhatian dan peduli namun baru kali ini ia benar-benar merasa berharga di hadapan Lanang.


"Huh, maafkan saya nyonya karena sudah melewati batas dan membentak nyonya,"ucap Lanang setelah mencoba untuk menenangkan dirinya sendiri.


Ia membuka kemejanya dan menutupi tubuh Yara yang terbuka itu lalu menuntun gadis itu untuk kembali ke mobil karena melihat situasi di sana sudah aman.


Yara hanya diam saja mengikuti langkah Lanang. Ia benar-benar merasa gila karena sudah melakukan hal bodoh itu, bukannya mendapatkan apa yang ia inginkan malah ia menempatkan dirinya dalam bahaya.


...🍄 Bersambung🍄...


Wahhh mau satu dong yang kaya Lanang, belinya dimana yah? Di shopee ada gak yahh?.


Jangan lupa yah like komen dan votenya wan kawan.

__ADS_1


See you guys 🧀


__ADS_2