Beri Aku Anak Suamiku.

Beri Aku Anak Suamiku.
Episode 55: Turuti saja aku.


__ADS_3

...🍬 Soundtrack this part #Sleeples night- rothy🍬...


...💌Hal paling ku takutkan adalah saat aku diperlakukan tidak layak dan kamu menyaksikan itu💌...


        Yara mendengus pelan saat melihat sebuah pesan di ponselnya, dimana ia diundang untuk hadir dalam acara reuni teman kuliahnya. Memang setiap tahun mereka akan mengadakan acara reunian dan sampai saat ini acara itu adalah acara yang paling tidak disukai oleh Yara.


Bisa saja ia menolak untuk ikut namun ia akan menjadi bahan pembicaraan sejak awal sampai akhir. Mau tidak mau Yara pun akhirnya selalu saja ikut reunian walaupun dalam keadaan terpaksa sekali pun.


"Huh, sudah tiba lagi waktu reuni,"dengus Yara sangat kesal dan menghembuskan nafas sangat kasar.


Ia benar-benar tidak mood hari ini dan pertemuan reuni mereka diadakan hari ini juga.


"Halo,"


"Iya nyonya! Apa ada yang nyonya butuhkan?" Tanya Lanang dengan pelan.


"Secepatnya siapkan mobil aku akan turun ke bawah ada sesuatu yang harus aku lakukan sekarang,"ucap Yara dengan pelan lalu mematikan sambungan.


Lanang yang baru saja menyelesaikan tugasnya kebingungan kenapa tiba-tiba Yara menyuruhnya menyiapkan mobil sekarang? Bahkan hari belum juga siang .


"Apa nyonya Yara ingin pulang ke rumah yah?"


Lanang pun merapikan semua peralatan di ruangannya. Sistem bekerja di studio itu memang sangat bebas kalau kalian sudah menyelesaikan tugas kalian maka tidak apa pulang lebih dulu.


Lanang melirik tempat Hana biasanya duduk disana, gadis itu memang sudah mengabari Lanang juga pak Danu kalau hari ini ia akan mengerjakan tugasnya dirumah saja. Sampai kini Lanang masih belum mengerti kenapa Hana tiba-tiba berubah menjadi sangat pendiam dan lebih sering bekerja di rumah daripada di studio.


"Saya pulang lebih awal yah pak,"pamit Lanang kepada pak Danu yang sedang minum kopi sambil mengerjakan proyek nya.


"Iya silahkan!"


Lanang pun berjalan menuju parkiran dan menyalakan mesin mobil dan ia melihat Yara yang keluar dari kantor nya dengan wajah lesu dan juga seolah sangat tidak bersemangat.


Dengan cepat ia membukakan pintu untuk Yara dan Yara langsung masuk ke dalam mobil tanpa membalas senyuman dari Lanang.


"Apa terjadi sesuatu hal yang buruk?" Batin Lanang masuk ke dalam mobil.


"Kemana kita akan pergi nyonya?" Tanya Lanang pelan.


"Aku sudah mengatur GPS nya jadi kamu hanya perlu mengikuti nya,"ucap Yara pelan dan Lanang langsung mengangguk.


"Apa ada sesuatu hal yang terjadi nyonya?" Tanya Lanang pelan mencoba untuk memecah keheningan.


Yara menggeleng dengan cepat "Nanti akan aku beritahu, kamu cepatlah kemudikan mobilnya."


Lanang mengangguk dan memilih untuk diam dan fokus menyetir karena melihat keadaan Yara yang sedang tidak bersahabat itu.


Yara sendiri masih saja kepikiran bagaimana ia akan datang ke acara reunian nanti? Ia sungguh enggan datang namun ia juga tidak ingin membuat mereka lebih gencar membicarakan karena sengaja tidak hadir.

__ADS_1


"Pusat perbelanjaan?" Bingung Lanang.


"Iya, temani aku untuk memilih baju untuk acara reunian nanti malam."


"Ha?"


Lanang semakin dibuat bingung oleh sikap Yara yang sungguh diluar dugaan nya, bagaimana ia tidak bingung coba. Yara membawanya menuju sebuah pusat perbelanjaan untuk memilih pakaian saat gadis itu sendiri memiliki pusat perbelanjaan pribadi.


"Kenapa kamu terlihat kaget begitu?" Bingung Yara melihat kearah Lanang yang kebingungan itu.


"Apa nyonya salah memasukkan alamat di GPS? Apa nyonya meminta saya mengantarkan menuju pusat perbelanjaan cabang milik nyonya?"


Lanang mengira itu adalah kesalahan karena tidak mungkin sekali Yara berbelanja di sebuah perusahaan saingannya sendiri. Padahal kan Yara memang sangat hobby berbelanja di pusat perbelanjaan lain karena menurutnya lebih nyaman memakai nya dari pada rancangan sendiri.


"Cepatlah ikut aku, tujuan kita memang kesini!"


"Kenapa nyonya? Bukankah nyonya memiliki pusat perbelanjaan sendiri?" Tanya Lanang berjalan kearah Yara.


"Aku lebih nyaman memakai rancangan orang lain daripada rancangan ku sendiri,"ucap Yara pelan.


Lanang masih tidak faham dengan pemikiran Yara karena gadis itu sungguh diluar dugaannya. Bagaimana bisa dia menghabiskan uang kepada perusahaan saingannya sendiri. Sungguh aneh bukan?.


"Nyonya yakin? Bukankah sebaiknya kita kembali ke pusat perbelanjaan nyonya saja? "


"Diamlah dan ikut aku,"ucap Yara menarik tangan Lanang hingga laki-laki itu kaget.


"Selamat datang Nona, silahkan ikut saya." Ucap seorang pelayan kepada Yara karena ia sudah menjadi langganan di sana.


Yara mengikuti pelayan itu begitu juga dengan Lanang yang hanya pasrah ditarik oleh gadis itu.


"Kamu duduklah disini dan nilai baju mana yang paling bagus,"ucap Yara pelan.


"Sa,,saya nyonya? Bagaimana mungkin? Sa,,saya tidak ahli dalam menilai nya."


"Kamu bisa, kamu harus memilih salah satu daerah apa yang akan aku pakai nanti."


"Ta,,tapi nyo,,"


"Tolong keluarkan dress yang sudah saya sebutkan dalam pesan tadi,"ucap Yara memotong pembicaraan Lanang.


Laki-laki itu semakin frustasi karena disuruh untuk menilai pakaian yang akan Yara pakai untuk acara reunian nanti malam.


"Bagaimana ini? Aku sangat tidak ahli dalam hal itu."


Yara membawa semua pakaian yang diberikan oleh pelayan itu kedalam changing room untuk ia pakai, sedang kan Lanang sudah keringat dingin karena ia takut malah salah dalam memilih.


Pintu ruang ganti terbuka dan memperlihatkan Yara yang keluar dengan balutan dress berwarna cream yang panjang nya sampai lutut dan lengannya tidak terlalu panjang dan tidak terlalu pendek juga. Tubuh ramping Yara begitu sempurna dengan balutan dress itu.

__ADS_1


Lanang hampir saja lupa bagaimana caranya berkedip saat melihat Yara begitu mempesona dengan dress itu, siapapun yang melihat itu pasti akan terpukau karena Yara benar-benar bersinar dengan dress itu.


"Hei! Kenapa kamu diam saja? Bagaimana?" Tanya Yara membuyarkan lamunan Lanang yang benar-benar terhipnotis dengan penampilan Yara.


"Sa,, Sangat cantik nyonya,"ucap Lanang terbata.


Pelayan itu tersenyum pelan karena ia tahu saat ini Lanang sedang terpukau karena kecantikan Yara.


"Kamu fokuslah dan katakan dengan jelas, jangan membuat ku bingung!"


"Sa,, sangat cocok nyonya," ucap Lanang dengan cepat dan jelas.


"CK, kamu sepertinya tidak sungguh-sungguh kan? Tunggu biar ku coba dress yang lain." Yara berjalan masuk kedalam ruangan ganti.


"Padahal aku jujur, nyonya Yara benar-benar sangat cantik dengan gaun itu."


Sudah kesekian kalinya Yara mencoba beberapa dress dan reaksi Lanang sama saja, semua ia katakan cantik dan juga bagus hingga Yara sangat kesal karena ia merasa Lanang tidak sungguh-sungguh dalam memilih.


"Kamu bisa serius gak sih?" Kesal Yara karena Lanang benar-benar membuat nya jengkel.


"Maaf nyonya, saya mengatakan yang sesungguhnya."


"Kamu pasti sedang bercanda kan? Bagaimana bisa setiap Apa yang aku pakai kamu menyuruhku untuk memilih nya, membuat bingung saja."


"Saya tidak bisa memilih nyonya, semuanya sangat cocok untuk nyonya dan apapun yang nyonya pakai semua terlihat sangat sempurna dan cantik untuk nyonya,"ucap Lanang dengan sejujurnya.


Yara yang mendengar itu berdebar kencang jantungnya. Walaupun sekuat apa ia mencoba untuk tidak tersipu tetap saja Lanang selalu berhasil membuat ia berdebar.


"Kenapa dia mengatakannya dengan wajah datar itu? Aku yang mendengar seperti akan mati saja." Batin Yara pelan.


"Kalau begitu cepat pilih saja baju yang mana? Aku tidak tahu harus memilih yang mana."


Lanang malah mengeryit pelan, bagaimana mungkin ia lebih tahu ketimbang Yara?.


"Sa,,saya tidak mengerti dan tidak tahu harus memilih yang mana nyonya!"


Setelah berdebat cukup panjang barulah mereka menentukan baju mana yang akan dipilih oleh Yara untuk acara reunian nanti sore.


Sebelum pulang mereka juga membeli beberapa setelan untuk Lanang kenakan juga ke acara reunian itu.


...🍄 Bersambung🍄...


       Hmmm keliatannya Lanang udah mulai fall in love nih,yuk lah ahh secepatnya kasih Dede buat kami.


Jangan lupa yah like komen dan votenya wan kawan.


See you guys 🧀

__ADS_1


__ADS_2