
...🍬 Soundtrack this part #Someday or one day-shi shi🍬...
...💌Aku selalu saja mencoba untuk berusaha agar terlihat sangat istimewa bagimu. Padahal kamu selalu saja berusaha untuk membahagiakan ku💌...
Yara dengan sangat senang membereskan beberapa barang ke dalam koper. Sejak pagi tadi ia sangat semangat hingga bangun pagi sangat cepat dan mulai packing beberapa barang bawaan.
"Sayang kamu sedang apa?" Tanya Lanang saat terbangun karena mendengar beberapa suara saat Yara sedang sibuk packing.
Yara menoleh kearah Lanang yang terlihat sangat tampan meskipun baru saja bangun dan matanya masih setengah terpejam kemudian ia kucek dengan pelan.
"Aku sedang menyiapkan beberapa baju dan juga perlengkapan yang akan kita bawa nanti mas hehehe," ucap Yara dengan sangat ceria.
Lanang mengeryit pelan kemudian melirik kearah jam dinding. Jam sedang menunjukkan pukul 07.24Am. lanang benar-benar dibuat bingung dengan Yara yang sedang packing sepagi ini.
"Kenapa kamu packing nya cepat banget sayang? Kita kan berangkat nya malam!"
Yara tersenyum dan masih sibuk dengan beberapa barang yang sedang ia siapkan itu.
"Aku tidak sabar mas, aku takut lupa membawa beberapa barang yang diperlukan karena terlalu semangat,"ucap nya dengan pelan.
Lanang menggeleng kemudian tersenyum dan turun dari ranjang kemudian mendekat kearah Yara yang sibuk menutup koper.
"Kenapa tidak membangunkan mas kalau begitu? Mas pengen bantuin kamu packing juga."
Lanang duduk disamping Yara yang kemudian meraih sebuah koper lagi untuk ia masukkan barang-barang lainnya.
"Biar aku saja mas, aku yang lebih tahu apa yang harus di packing."
Lanang mengangguk dan juga setuju dengan ucapan Yara, kalau pun ia disuruh packing pasti hanya akan menyiapkan baju saja tidak lebih dari itu.
"Loh! Kenapa kamu tidak memasukkan ini sayang?" Tanya Lanang pelan.
Ia heran kenapa Yara tidak memasukkan kemeja yang sering ia kenakan itu ke dalam koper.
"Aku sudah mempersiapkan beberapa baju di dalam mas, mas tidak usah heran deh pokoknya semua pakaian sudah lengkap di dalam hehe," ucap Yara dengan senang.
Lanang mengelus pelan rambut Yara dan menarik tengkuk gadis itu kemudian ia kecup dua kali bibir nya.
__ADS_1
"Morning kiss sayang,"ucapnya pelan sedangkan Yara masih kaget karena perlakuan tiba-tiba itu.
"Ihh mas gak bilang-bilang kalau mau nyium, kaget tau!"
Lanang tertawa dan merasa reaksi Yara selalu saja berhasil membuat ia tertawa. Padahal bukan pertama kalinya Lanang mencium nya tetap saja reaksinya benar-benar kaget.
"Yaudah mas mau cium nih, boleh gak?" Tanya Lanang dengan pelan.
Yara malah tersenyum malu kemudian memalingkan wajah seolah tidak mendengar nya.
"Gimana hmm? Katanya harus dibilangin,eh minta izin malah pura-pura gak denger ."
"Ihh mas Ken,,mphh."
Lanang menarik tubuh Yara kini berada di pangkuan nya kemudian mencium bibir gadis itu sedikit dalam hingga Yara benar-benar kaget kemudian membalas ciuman Lanang.
"Mandi bareng yuk?" Ajak Lanang dengan smirk.
Yara mengangguk dengan malu dan seketika Lanang mengangkat tubuhnya ala bridal style menuju kamar mandi dan Menutup pintu kamar mandi dengan perlahan. Yara sejak tadi menatap kearah Lanang dengan tatapan yang sangat dalam begitu juga dengan Lanang yang menatap nya dengan sangat dalam juga.
Mereka mandi bersama dan tentu ada sesuatu hal yang mereka lakukan lebih dari sekedar mandi disana.
Yara dan Lanang sudah selesai memasukkan semua barang-barang yang akan mereka bawa ke kampung halaman Lanang.
Bagasi mobil sudah sangat penuh hingga kursi penumpang dibelakang juga dipenuhi dengan beberapa barang bawaan Yara. Lanang sudah mengatakan untuk tidak usah membawa banyak barang kesana namun Yara yah tetap Yara tidak bisa diganggu gugat.
"Sayang seperti nya ini terlalu banyak, kenapa kamu membawa banyak sekali macam-macam makanan?" Bingung Lanang.
Sejak siang tadi mereka tidak hentinya mengelilingi swalayan dan juga beberapa pusat perbelanjaan padahal Yara memiliki pusat perbelanjaan sendiri.
"Hmm mas diam saja, aku lebih tahu tentang ini heheh."
"Kita hanya berkunjung sayang bukan untuk menetap, karena aku sadar bahwa banyak sekali urusan yang harus kamu urus disini. Aku tidak akan mengganggu pekerjaan mu sayang. Memiliki kesempatan untuk bertemu dengan ibu serta bila saja aku sudah sangat bersyukur,"ucap Lanang dengan pelan.
Yara menggeleng dan tersenyum kearah Lanang "Mas tidak usah khawatir, aku sudah mengatur semuanya dalam otakku. Sekarang kita berangkat yah aku sudah tidak sabar untuk bertemu dengan ibu dan juga bila,"gumam Yara.
Lanang mengangguk dan mereka pun pamit kepada papah,mamah serta Azri yang bahkan sempat meminta ikut namun dilarang oleh Yara takut Azri akan nakal dan ia tidak ingin anak itu libur sekolah.
__ADS_1
"Mbak aku sungguh sangat ingin ikut,"ucap Azri sedikit merengek.
"Kamu sedang sekolah Azri! Kalau sudah libur mbak janji akan membawamu kesana yah,"ucap Yara dengan pelan mencoba untuk bersabar.
"Janji yah mbak, awas aja kalau gak mau nepatin."
"Hmmm."
"Kalau begitu kalian berangkat lah nak, salam dari papah,mamah khususnya keluarga yang ada disini. Dan papah minta maaf karena tidak bisa menyertai kalian karena ada beberapa urusan disini,semoga secepatnya kita akan segera berkumpul."
Lanang tersenyum mengangguk kemudian menyalam papah serta mamah begitu juga dengan Yara.
"Wahh aku sungguh tidak sabar mas." Ucap Yara dengan girang.
Mereka sudah berada di tengah perjalanan dan Yara sejak tadi sangat senang dan juga berkata bahwa ia tidak sabar ingin bertemu dengan ibu serta adiknya Lanang.
"Kamu tidak ngantuk sayang?" Tanya Lanang dengan pelan.
"Tidak mas, aku sangat semangat hingga tidak mengantuk sama sekali."
"Biar begitu kamu harus istirahat sayang, perjalanan kita masih sangat jauh. Kamu tidur saja."
"Gak mau ah, aku gak bisa biarin mas nyetir sendiri gak ada yang nemenin. Aku nemenin aja yah mas."
Lanang seketika tersenyum karena mendengar itu dari Yara. Seolah gadis sedang menggombal nya saja. Senyumnya seketika merekah hanya karena mendengar itu dari nya.
"Baiklah Sayang, kalau kamu tiba-tiba mengantuk kamu tidur saja yah jangan ditahan."
Yara dengan cepat mengangguk "iya mas iya,"ucapnya dengan pelan.
Lanang sendiri sejak tadi hanya diam saja karena fokus menyetir dengan hati yang tak karuan. Jujur saja dari lubuk hatinya yang paling dalam rasa rindu itu sungguh sangat ada disana. Karena ia seorang laki-laki maka rasa rindunya sungguh terlihat sangat samar bahkan seolah tidak terlihat saja.
"Aku juga sebenarnya sangat tidak sabar, semoga semuanya benar-benar lancar. Aku sungguh ingin memperkenalkan istri ku kepada mamah dan bila walaupun sudah terlambat." Gumam Lanang dengan pelan.
...🍄 Bersambung🍄...
Aaa cieee Yara yang bakal jumpa mertua.
__ADS_1
Jangan lupa yah like komen dan votenya wan kawan.
See you guys 🧀