Beri Aku Anak Suamiku.

Beri Aku Anak Suamiku.
Episode 74: Aku tahu isi hatimu.


__ADS_3

...🍬 Soundtrack this part #Bahagia bersama mu -Haico🍬...


...💌Sekuat apapun kamu menyimpan semuanya aku akan tahu itu. Karena aku tahu segala sesuatu tentang mu💌...


      Yara masih sibuk dengan pekerjaan nya padahal ia sudah sangat merindukan Lanang dan ingin cepat menemuinya.


"Huh, kenapa banyak sekali sih?" Rutuk Yara masih sibuk dengan pekerjaan nya.


Ia bisa saja pulang dan meninggalkan nya namun Yara tetap lah Yara yang sangat menyukai pekerjaan nya. Ia tidak akan bisa semudah itu untuk melalaikan nya.


"Bagaimana kalau mas Lanang sudah menunggu disana sejak tadi?"


Yara benar-benar sangat enggan untuk mengerjakan nya namun ia masih harus mengerjakan nya.


"Ahh iya aku sampai lupa kalau mas Lanang kan janji akan datang jika aku tidak datang, apa dia juga masih memiliki banyak pekerjaan yah?"


Yara benar-benar tidak fokus dengan pekerjaan nya. Karena pikirannya terus saja berpusat kepada Lanang.


"Sayang?"


Suara itu terdengar sang familiar ditelinga Yara. Ia dengan cepat bangkit dari kursinya dan berlari menuju pintu yang disana sudah ada Lanang yang hendak berjalan kearah nya.


"Aaa kenapa mas lama banget datang nya?" Tanya Yara dengan nada sedikit merengut.


Lanang kebingungan dan melihat kearah Yara. Apa gadis itu sedang menunggu nya sejak tadi?.


"Kenapa hmm? Kamu nungguin mas yah dari tadi?" Tanya Lanang dengan pelan.


Yara mengangguk dengan cepat dan cemberut "Kangennnn."


Lanang tertawa pelan saat mendengar itu dari istrinya. Ia juga sebenarnya sudah merindukan gadis itu.


"Mas juga kangen sayang, naga dengan pekerjaan mu? Apa masih belum selesai?" Tanya Lanang dengan penuh perhatian.


Yara mengangguk cemberut kearah Lanang. Ia benar-benar bosan dan kini rasa bosannya hilang seketika hanya karena melihat wajah Lanang.


"Kalau begitu mas nemenin kamu yah ngerjain nya?" Ucap Lanang dan Yara dengan semangat mengangguk.


"Tadi aku gak mood ngerjain gara-gara mas tuh menuhin pikiran aku tauuu."


Lanang tertawa saat mendengar itu dari Yara. Gadis itu sungguh benar-benar berbeda dengan Yara yang ia kenal.


"Mas bantuin apa? Kalau ada yang mas bisa bantu mas bakal bantuin kamu sayang."

__ADS_1


"Ngeliat wajah mas aja udah bantu banget hmmm, mas gapapa kan nungguin aku bentar?" Tanya Yara pelan.


"Iya sayang gapapa."


Yara pun mulai mengerjakan pekerjaannya sedang Lanang kini berkeliling diruangan gadis itu sembari sesekali melihat kearah Yara yang terlihat sangat fokus mengerjakan nya.


"Saat sedang serius saja dia benar-benar terlihat sangat cantik,"ucap Lanang melihat Yara dari samping.


Ia tersenyum pelan dan merogoh sakunya untuk mengambil ponsel dan mengarahkan kamera kearah Yara. Ia mengambil beberapa gambar gadis itu tanpa sepengetahuan Yara.


"Aku sangat mencintai gadis ini,"gumam Lanang pelan.


"Oh iya mas, aku mau minta sesuatu boleh?" Tanya Yara tiba-tiba hingga Lanang yang hendak mengambil beberapa gambar lagi seketika Berhenti.


"Ada apa sayang? Mas pasti akan turutin kamu apapun itu semampu mas,"ucap Lanang.


"Hmmm mas deket dulu sini!"


Lanang tersenyum kearah Yara seolah tahu apa yang akan diminta oleh gadis itu "Kamu mau apa hmmm?" Tanya Lanang tersenyum nakal.


"Ihh mas jangan mikir aneh deh, Deket sini makanya."


"Mau minta apa hmm?"


Lanang tersenyum dengan sangat senang. Ia terharu dan sangat tidak menyangka ternyata Yara bahkan memikirkan keluarga nya di kampung.


Sudah sangat lama ia ingin mengatakan itu kepada Yara, ia ingin pulang dan bertemu dengan ibu serta adiknya. Ingin memperkenalkan Yara kepada keluarganya dan ingin meminta maaf karena tidak memberitahu ibuya saat melakukan pernikahan nya.


Namun, ia takut gadis itu akan menolak dan juga ia merasa tidak enak hati jika memaksakan kehendak nya kepada Yara.


"Bagaimana hmm? Mas mau tidak?" Tanya Yara dengan pelan.


Lanang menarik gadis itu lebih dekat kearah nya. Memeluk gadis itu dengan erat karena merasa sangat terharu.


"Mas mau banget sayang, mas benar-benar sangat ingin membawa mu bertemu dengan ibu dan bila."


Yara tersenyum sembari memeluk erat Lanang dan merasa sangat senang karena Lanang bersedia dengan permintaan nya itu.


"Makasih mas aaa aku gak sabar banget,"ucap Yara dengan senang.


"Mas yang seharusnya mengucapkan terima kasih sayang, mas sangat senang dan terharu karena kamu yang meminta sendiri untuk bertemu dengan ibu serta bila."


"Sudah sangat lama aku ingin mengatakan bahwa aku sangat ingin membawa mu ke kampung dan memperkenalkan mu kepada keluarga ku, namun aku sangat ragu karena kehidupan keluarga kita sangat jauh berbeda. Bukan karena aku malu hanya saja aku takut itu akan membebanimu sayang."

__ADS_1


Yara melepaskan pelukannya dan menggeleng kearah Lanang karena ia sam sekali tidak pernah merasa terbebani dengan hal itu.


"Aku sama sekali gak akan pernah merasa terbebani mas. Aku malah gak sabar pengen ketemu ibu, aku mau ketemu sama wanita hebat yang sudah melahirkan laki-laki hebat seperti mu mas. Aku sangat salut dan bangga dengan ibu serta mas, jadi mas jangan pernah bandingin keadaan keluarga aku serta mas karena kita sudah menjadi sebuah keluarga mas."


Lanang mengangguk tersenyum karena ucapan Yara sungguh sangat mengharukan. Gadis itu tidak hanya cantik dan juga jenius namun ia juga sangat baik hati.


"Kenapa aku sangat beruntung bisa bertemu dengan gadis seperti mu sayang? Aku sungguh tidak bisa mengungkapkan rasa syukur ini."


Lanang terlihat sangat terharu dengan mata memerah karena rasa haru yang sangat dalam.


"Aku yang bersyukur bertemu dengan mu mas, kamu menerima semuanya tentang ku. Mengubah hidup ku dan juga mengubah semua sifat buruk dalam hidup ku. Dengan itu kita sama-sama melengkapi satu sama lain mas,"ucap Yara dengan sangat tulus.


Lanang mengangguk dan memeluk Yara lagi dan lagi karena sekali pelukan saja tak akan cukup untuk membuktikan rasa kagumnya terhadap gadis itu.


"Aku sangat mencintaimu sayang,"ucap Lanang lagi


Yara tersenyum dan mengangguk "Aku tahu dan aku bahkan lebih mencintai mu mas."


"Mas lebih mencintai mu sayang."


"Tidak mas, aku yang lebih,lebih dan lebih mencintai mu mas."


Mereka kemudian tertawa karena merasa lucu seolah sedang berlomba mengukur cinta siapa yang paling besar.


Cup,


Lanang membungkam bibir Yara yang hendak mengatakan kalau ia yang lebih mencintai Lanang dibandingkan Lanang yang mencintai nya.


Yara kaget dan pipinya bersemu malu karena perlakuan Lanang yang tiba-tiba itu.


"Iya sayang iya, cinta mas lebih besar dari cintamu dan cintamu tidak diragukan lagi besarnya melebihi cinta mas."


Yara memukul pelan dada Lanang karena malu dengan ucapan manis Lanang.


"Aaa mas jangan gombal ah."


Mereka saling menggoda satu sama lain, Lanang Benar-benar bersyukur bisa memiliki Yara begitu juga dengan Yara yang bersyukur karena memiliki Lanang.


...🍄 Bersambung🍄...


Wahhhh Yara tuhh keren banget kan? Udah cantik,kaya,pintar,baik hati jugaaa. Aaa pengen jadi yaraa.


Jangan lupa yah like komen dan votenya wan kawan.

__ADS_1


See you guys 🧀


__ADS_2