Beri Aku Anak Suamiku.

Beri Aku Anak Suamiku.
Episode 45: Dua hal yang tidak biasa.


__ADS_3

...🍬 Soundtrack this part #You broke me first-Tate mcrae🍬...


...💌Aku tahu kamu adalah orang yang sangat perhatian, dan aku diam-diam memperhatikan mu💌...


       Pagi hari tiba dengan bersautan suara kokokan ayam yang seolah memberitahukan bahwa matahari mulai menampakkan sinar hangat nya. Dengan penuh semangat pagi-pagi menyeruak memaksa untuk masuk kedalam kamar melalui celah-celah tirai berwarna abu itu.


"Eugh,," suara pelan terdengar saat Lanang yang mulai terkena biasan cahaya itu pun terbangun.


Ia bergerak pelan diatas tempat tidur dan kemudian melirik kearah samping. Jantung nya berdetak sangat kencang saat melihat apa yang sedang ia lihat saat ini, ia hampir tidak percaya dan mengira itu mimpi karena ini sungguh hal yang sangat tidak biasa dan baru kali ini terjadi.


Lanang tidak berkedip sedikit pun dan terus saja melihat kearah samping tepat dimana Yara yang tertidur didekat ranjang sembari memegangi baskom dipangkuannya. Gadis itu tertidur dalam keadaan duduk sembari memegangi baskom itu.


Lanang memegang dahinya yang disana ada sebuah handuk kecil yang sudah mulai mengering itu.


"Apa dia merawatku semalaman?" Gumam Lanang melirik kearah Yara yang masih terlihat tenang itu.


Wajah gadis itu terlihat sangat damai dan ini pertama kalinya Lanang benar-benar melihat sisi Yara yang sangat hangat itu. Gadis itu sungguh sangat perhatian dan juga berhati lembut walaupun ia membalut semua sikap terpuji itu dengan nada bicaranya yang sangat congkak itu.


"Ia akan merasa lela jika terus tidur seperti ini,"gumam Lanang bangkit dengan perlahan dan mendekat kearah Yara yang masih terlelap itu.


Dengan pelan dan juga susah payah Lanang akhirnya berhasil membaringkan Yara dan mengambil baskom itu serta handuk kecil untuk ia bereskan.


"Loh? Apa demam mu sudah turun menantu?" Tanya papah yang baru saja datang dari luar lengkap dengan style olahraga nya.


Lanang mengangguk dengan cepat lalu tersenyum kikuk ia bingung kenapa papah sampai tahu itu?.


"Syukurlah menantu, istri mu terlihat sangat khawatir tadi malam."


Lanang langsung teringat dengan Yara yang benar-benar merawatnya dilihat dari keadaan nya tadi pagi.


"Maafkan aku pah, selalu saja membuat papah khawatir dan aku juga menyusahkan istri ku!"


Papah tersenyum mendengar itu "Untuk apa minta maaf menantu? Sakit bukanlah keinginan siapapun bukan? Papah hanya ingin mengatakan kapan kalian akan memberikan papah cucu?"

__ADS_1


Lanang langsung kaget saat ditanyai hal seperti itu oleh papah, ia benar-benar tidak menyangka papah akan terus saja membahas itu .


"Kenapa kamu terlihat sangat kaget? Sudah lama sekali papah menunggu namun belum juga ada kabar?"


"Mungkin belum rezeki pah, kami mohon maaf karena mengecewakan papah!"


"Masalah belum rezeki itu sungguh diluar kemampuan kita, papah hanya takut kalian sungguh tidak sungguh-sungguh itu saja,"ucap papah dengan pelan.


"Baiklah papah ke kamar dulu yah menantu, papah tunggu kabar baiknya secepat mungkin!"


Lanang mengangguk kikuk dan membereskan baskom itu dengan hati yang dilanda gundah gulana itu.


Ia dengan pelan menaiki tangga dan berjalan menuju kamar untuk mandi dan membangunkan Yara apakah gadis itu akan ke kantor atau tidak.


"Huh, aku sungguh bingung harus bagaimana dengan papah," gumam Lanang memasuki kamar dan melihat Yara masih saja terlelap diatas tempat tidur.


Ia ingat betul semua usaha dan juga sikap Yara yang sangat aneh karena tiba-tiba meminta untuk mereka membuat anak, belum lagi gadis itu bahkan sempat memberikan ia obat aneh tentunya untuk menjebak Lanang agar bisa memberikan ia anak . Ternyata itu semua dilakukan oleh Yara karena tekanan papah yang meminta cucu terus menerus.


Lanang mendekat kearah Yara yang masih memejamkan mata itu dan gadis itu terlihat sangat lelah.


Yara jelas bukanlah gadis sembarangan dan ia bukanlah gadis yang gampangan namun mungkin karena tidak sanggup dengan tekanan papah yang selalu saja mendesaknya untuk memberikan ia cucu maka itulah penyebab Yara bersikap seperti itu, mencoba segala cara untuk memberikan papah cucu.


"Dia pasti tertekan,"ucap Lanang masih memandangi Yara yang terlelap itu.


Pagi hari dirumah Yara terlihat sangat tenang hari ini, sangat berbeda dengan pagi hari dirumah Lean karena dimulai dengan sebuah teriakan keras Hana.


"Akhhhh,"teriak Hana dengan sangat lantang hingga Lean yang masih terlelap itu langsung bangkit dengan ogah-ogahan.


"Akhhh,"teriakan lebih menggelegar lagi dan kali ini bukanlah Hana melainkan itu adalah teriakan Lean.


Mereka sama-sama berteriak lantang saat bangun pagi itu, bagaimana tidak? Mereka terbangun diatas ranjang yang sama dan dengan keadaan pakaian yang berserakan dimana-mana dan kini mereka tanpa sehelai busana.


"Ke,, kenapa? A,,apa yang sudah terjadi?" Hana melihat kearah Lean dengan nada bergetar dan juga berusaha menutupi tubuhnya dengan selimut.

__ADS_1


Begitu juga dengan Lean yang menutupi tubuhnya dengan selimut itu, ia juga tidak tahu apa sebenarnya yang terjadi dengan mereka berdua hingga kini mereka bisa tanpa pakaian sedikit pun.


"Ke,, Kenapa kita diatas ranjang yang sama mas? Kenapa,, kenapa kita tidak memakai pakaian? Dan kenapa ?"


Hana semakin panik karena ia sungguh tidak ingat apapun,ia hanya ingat kalau ia datang kerumah Lean untuk menunggu kabar dari Lanang dan saat terbangun ia malah dikagetkan dengan keadaan yang sangat tidak biasa ini.


Lean menggeleng dengan pelan dan berusaha untuk mengingat namun ia juga tidak ingat apapun, ia hanya ingat sampai disaat Hana menghabiskan dua kaleng minuman beralkohol tinggi itu. Dan ia tidak ingat apapun lagi setelah itu, yang ia ingat hanya itu dan kini ia terbangun sudah satu ranjang dengan Hana dan tanpa busana sama sekali.


"A,,aku tidak tahu Han! Aku tidak ingat apapun," ucap Lean dengan panik.


Hana melirik kesal kearah Lean karena mendengar bahwa laki-laki itu sama sekali tidak ingat.


"Apa mas bilang? Tidak ingat? Kenapa tidak ingat? "


"Bagaimana dengan mu? Apa kamu mengingat sesuatu?"


Hana langsung menggeleng dengan cemberut karena ia juga tidak ingat apapun, ia hanya mengingat bahwa ia meminum minuman Lean dan ia tidak ingat apapun lagi


"Aku juga tidak ingat apapun, aku juga tidak tahu kenapa ini bisa terjadi."


Hana melirik kearah Lean dan mencoba untuk tenang "I,,ini. Ja,,jadi bagaimana sekarang? Mas aku tidak mengerti," ucap Hana dengan pelan dan juga cemberut.


Lean menggeleng karena ia juga tidak tahu harus bagaimana sekarang. Ia sungguh tidak tahu situasi apal yang saat ini mereka hadapi dan ia diliputi rasa kebingungan.


Hana menunggu respon dari Lean dengan jantung yang berdebar karena ia sungguh tidak mengerti harus bagaimana setelah ini.


"Akhh kenapa sih? Kenapa aku tidak ingat apapun?"


...🍄 Bersambung🍄...


Wahh Kenapa nih? Kenapa dengan Lean dan Hana?.


Jangan lupa yah like komen dan votenya wan kawan.

__ADS_1


See you guys 🧀.


__ADS_2