Beri Aku Anak Suamiku.

Beri Aku Anak Suamiku.
Episode 62: Dia benar-benar berbeda.


__ADS_3

...🍬 Soundtrack this part #ping pong- Hyuna feat dawn🍬...


...💌 Sejak pertama kalinya aku melihat mu hingga sekarang baru kali ini aku melihat sisi lain dari dirimu💌...


       Terlihat Lanang dan Yara masih terbaring diatas ranjang dengan selimut menutupi tubuh polos mereka berdua, Yara masih sangat nyaman dengan mimpinya hingga tidak terganggu sama sekali saat biasan cahaya mengenai wajahnya dari sisi gorden kamarnya.


Lanang merasa terganggu saat matanya terkena biasan cahaya itu hingga perlahan ia membuka mata dan mengucek nya, ia melirik sekilas kearah samping dan seketika senyuman sumringah langsung terukir dari sudut bibirnya karena mengingat kejadian tadi malam.


Ia mendekat kearah yara dan menutupi wajah gadis itu agar tidak terkena biasan cahaya tersebut. Ia bahkan tak rela jika cahaya mengenai wajah mulus istrinya.


"Kenapa dia begitu cantik?" Gumam Lanang memandangi wajah Yara dari dekat sembari menutupi wajah Yara dengan kedua tangan nya agar tidak terkena cahaya.


"Kenapa ada manusia secantik dan sesempurna dia? Ahh aku bisa gila!"


Karena mendengar suara Lanang Yara akhirnya perlahan terbangun dan kaget saat terbangun hal yang pertama kali ia lihat adalah wajah Lanang yang begitu dekat dengan wajahnya dan laki-laki itu menyambut paginya dengan senyuman lebar.


"Selamat pagi sayang!"


Pipi Yara langsung bersemu malu karena disambut dengan ceria oleh Lanang belum lagi laki-laki itu begitu dekat dengannya.


"Apa sih?" Malu Yara menutup wajahnya dengan tangan nya.


Lanang tersenyum nakal kearah Yara dan menarik pelan tangan gadis itu dari wajahnya dan seketika ia merapatkan bibir mereka.


Cup,


Lanang menyambut pagi Yara tidak hanya dengan senyuman namun bahkan dengan ciuman selamat pagi. Yara benar-benar tidak bisa membayangkan semua ini akan terjadi dengan nya.


Lanang benar-benar berubah total sejak semalam dan ia seperti orang yang berbeda saja. Auranya bahkan berubah dari pemalu kini ia benar-benar sangat dewasa dan juga berkarisma.


Bibir Lanang terus saja bermain di bibir Yara hingga gadis itu sungguh kewalahan meladeni nya. Ia sungguh tidak menyangka Lanang akan seganas ini padahal dulu ia benar-benar bisa menahan dirinya.


"Eumbh,," Yara memukul dada Lanang karena merasa sedikit sesak karena berciuman terlalu lama.


Lanang melepaskan ciumannya sambil tersenyum dan mengusap bibir Yara yang terkena bekas liurnya.


"Ihhh kamu apaan sih? Masih pagi juga! Mana belum gosok gigi,"ucap Yara malu menutup wajahnya dengan tangan nya.


Lanang tertawa dan bahkan hampir terbahak karena reaksi Yara "Karena masih pagi si dede langsung turn on sayang!" Bisik Lanang membuat Yara benar-benar bergidik ngeri.


Wahh, jadi selama ini Lanang menahan nya dengan cara apa? Kenapa dia begitu mesum saat ini? Yara benar-benar gila dibuatnya.


"Ihh ngomong apa sih masih pagi juga, aku malu ih dengernya!"


Lanang mendekat kearah Yara yang sedikit was-was dan wanti-wanti karena tatapan Lanang sungguh nakal.

__ADS_1


"Mau apa kamu ?" Yara.


Lanang tersenyum lebih lebar lagi dan menarik pinggang Yara yang dibalut selimut itu, kini tubuh polos mereka saling bersentuhan satu sama lain hingga Yara merasa kurang nyaman.


"Aku mau lagi sayang, mau yah!"


Yara semakin bersemu malu karena Lanang meminta hal itu dengan nada yang manja, kalau mau kan tinggal lakuin kenapa harus minta izin? Yara semakin malu saja.


"Ihh kenapa sih? Aku malu tau!" Yara benar-benar malu.


"Katanya pengen cepet dapat dede, jadi kita harus lebih sering berusaha membuat nya biar cepet jadi." Bisik Lanang ditelinga Yara.


Yara tidak sanggup lagi dan dengan cepat ia membenamkan wajahnya di dada bidang Lanang.


"Dan satu lagi, mulai sekarang kamu harus manggil aku dengan sebutan mas dimanapun itu."


Yara dengan cepat mengangguk malu-malu, kini sikap mereka benar-benar seolah tertukar saja. Yara benar-benar ciut saat dihadapan Lanang apalagi saat ini keadaan mereka sama-sama polos.


"Kalau gitu coba panggil mas," ucap Lanang tersenyum seolah sedang ngetest Yara.


"Mas,"ucap Yara malu-malu.


"Iya sayang, mas disini," ucap Lanang mengecup bibir Yara sekilas.


Yara memukul pelan bahu Lanang dan ia benar-benar malu karena sikap Lanang yang sungguh seperti seorang buaya saja.


"Nakalin kamu gapapa kan? Lagian kamu gak suka yah kalau mas nakalin?" Tanya Lanang pelan.


Yara hanya diam saja dengan pipi yang memerah padam karena Lanang mengatakan hal itu dengan mengelus pelan pipinya.


"Gimana hmm? Kamu suka gak mas nakalin?" Tanya Lanang dengan senyuman smirk.


Yara dengan ragu mengangguk sambil menutupi wajahnya malu, Sejak tadi ia sungguh tidak tahu berapa kali Lanang membuat ia begitu malu.


Karena mendengar jawaban Yara Lanang langsung menindih tubuh Yara hingga sesuatu dibawah sana yang tidak dibungkus apapun saling bergesekan.


Yara menggigit bibirnya karena merasakan sebuah gesekan dibawah sana. Lanang jelas tahu dan ia juga merasakan hal yang sama.


"Jadi, kita lanjut ronde keempat sayang?" Tanya Lanang dengan pelan.


Gila! Semalaman mereka menghabiskan malam dengan tiga ronde padahal itu adalah malam pertama mereka berdua saling berhubungan. Dan lagi ini Lanang kembali meminta tambahan? Yara benar-benar kewalahan menghadapi Lanang.


Yara mengangguk malu dan Lanang langsung mencium bibir Yara dengan sangat buas hingga Yara terasa bibirnya sedikit membengkak karena ciuman Lanang yang sangat bringas itu.


Yara mengalungkan tangannya dileher Lanang kemudian membalas ciuman Lanang yang begitu ganas dengan kaku dan selalu saja ketinggalan irama.

__ADS_1


Lidah laki-laki itu menerobos masuk kedalam rongga mulut Yara kemudian mengh*sap lidah Yara hingga Yara sedikit kegelian karena itu.


Lanang turun dari bibir ke area dada Yara yang tidak dibalut apapun itu, karena semalaman mereka benar-benar kelelahan sampai tidak sempat untuk mengenakan pakaian dan ternyata itu ada untungnya juga bagi Lanang.


"Akhh,,"


Yara meremas rambut Lanang dengan keras saat laki-laki itu sibuk bermain diarea gundukan itu, mulai dari memelintir dan juga mengh*sap nya bergantian.


"Mashh,,akhh."


Yara sungguh dibuat gila oleh lanang karena laki-laki itu sungguh lincah dalam menggerayangi tubuhnya. Setelah itu Lanang turun dari dada menuju perut rata Yara.


Ia terus menciumi perut gadis itu hingga ia sampai pada sebuah lembah surgawi Yara hingga gadis itu langsung merapatkan pahanya karena malu Lanang kini sedang memandangi nya.


"Kenapa hmm?" Tanya Lanang menggoda nya.


"Aku malu mas," ucap Yara benar-benar malu.


Lanang tersenyum pelan.


" Mas sangat menyukai nya sayang, kenapa harus malu?"tanya Lanang pelan.


Yara hanya diam saja mencoba untuk menutupi nya dengan selimut karena Lanang benar-benar berada di hadapan kewanitaan nya.


Lanang menahan tangan Yara dan tersenyum "Baiklah mas akan membuat mu merasa tidak malu," ucap Lanang.


Yara memekik menahan sakit saat sesuatu mencoba menerobos sesuatu dibawah sana. Walaupun bukan pertama kalinya lagi Yara benar-benar merasakan sakit saat itu mencoba untuk masuk.


"Akhh,"


Setitik air mata masih saja berhasil lolos seperti saat malam itu, Yara benar-benar masih kesakitan walaupun itu sudah kesekian kalinya mereka melakukan nya.


Lanang mencium pelan bibir Yara mencoba untuk mengalihkan rasa sakit itu.


Dan pagi itu mereka menghabiskan waktu yang panjang lagi sambil melepaskan erangan erangan merdu satu sama lain.


Lanang benar-benar berubah pesat hingga Yara sampai tidak habis pikir.


...🍄 Bersambung🍄...


Wahhh sekalinya udah nyatu maunya lengket Mulu yah? Lanang kamu ternyata nakal banget yah. Jadi selama ini kamu kenapa begitu polos?.


Jangan lupa yah like komen dan votenya wan kawan.


See you guys 🧀

__ADS_1


__ADS_2