Beri Aku Anak Suamiku.

Beri Aku Anak Suamiku.
Episode 73: Hanya aku yang tidak tahu?


__ADS_3

...🍬 Soundtrack this part #Bertaut-Nadin amizah🍬...


...💌Kukira kita sedekat itu untuk aku tahu segalanya tentang mu, namun ternyata aku hanya tahu hal-hal umum tentang mu yang orang lain juga tahu itu💌...


       Yara benar-benar dalam suasana mood yang bagus hari ini. Banyak hal yang sangat ia senangi secara tiba-tiba dan jujur saja saat mendapatkan perhatian dari mamah hatinya tiba-tiba terharu walaupun ada rasa bersalah di dalam hatinya.


Membuka hati untuk kehadiran mamah tirinya bukan berarti ia akan melupakan mamahnya. Ia hanya ingin memperbaiki hubungan nya dengan anggota keluarga tanpa harus ada selisih faham lagi.


Seolah semua perdebatan dan pertikaian yang terjadi antara Yara dan mamah dahulu hilang seketika tanpa tersisa. Yara Benar-benar lega dan serasa terlahir kembali setelah semua masalah hidupnya selesai satu persatu.


"Kenapa kamu terus tersenyum seperti itu sayang?" Tanya Lanang pelan sembari menatap heran kearah Yara.


Yara menggeleng dan masih saja tersenyum kearah Lanang.


"Aku hanya tiba-tiba merasa moodku sangat baik hari ini mas,"ucapnya pelan.


Lanang ikut tersenyum dan ia sebenarnya tahu apa penyebabnya. Yara benar-benar telah banyak berubah.


"Jadi hari ini mood kamu lagi bagus yas sayang? Apa kamu merasa bahagia?" Tanya Lanang pelan sembari terus menyetir.


Yara mengangguk tersenyum karena ia benar-benar bahagia hari ini. Ada Lanang disamping nya dan ia juga sudah menyelesaikan kesalahpahaman didalam rumah.


"Sangat bahagia mas hehehe," ucap Yara dengan semangat.


"Nah, kalau begitu cium mas dong kalau kamu benar-benar bahagia," ucap Lanang.


Yara benar-benar malu karena mendengar itu dari Lanang. Bagaimana bisa ia mengatakan itu dengan sangat mudah.


"Ihh mesum banget sih mas, lagi nyetir juga!"


Tiba-tiba saja Lanang menepikan mobil hingga Yara kaget bukan main.


"Sekarang mas lagi gak nyetir sayang,"ucap Lanang menggoda Yara yang memerah pipinya.


"Ihh apaan sih mas? Jangan gitu dong!"


"Ayo dong cium mas katanya lagi bahagia tuh masa gak mau bagi-bagi sih? Mas ngambek nih."


Yara malu-malu mendekat kearah Lanang dan mencium pipi laki-laki itu. Lanang tersenyum dengan senang lalu mencium pipi Yara sebagai balasan nya.


"Makasih sayang hehehe," ucap Lanang kemudian kembali mengambil alih kemudi.

__ADS_1


Mereka berpisah satu sama lain Yara masuk ke dalam kantor dan Lanang masuk ke dalam studio.


"Pagi mas," sapa Hana dengan senyuman kearah Lanang.


Lanang kaget karena tiba-tiba saja Hana sudah ada disana dengan senyuman yang sangat ramah . Ia jelas mengingat gadis itu sangat kecewa tadi malam.


"Loh Hana, kenapa kamu cepat sekali datang nya?" Tanya Lanang heran.


"Aku masih ada beberapa pekerjaan mas, kalau begitu aku pergi dulu yah mas masih banyak kerjaan yang numpuk hehehe."


Lanang mengangguk dan merasa lega hingga kini ia merasa tidak ada lagi hal yang harus ia khawatirkan karena semuanya sudah membaik.


"Ada apa dengan ku yang khawatir semalam? Ia bahkan terlihat lebih baik saat ini."


Lanang tersenyum karena merasa lucu dengan nya yang terlalu geer padahal Hana Sam sekali tidak memikirkan nya.


Sedangkan Hana saat ini memegangi hatinya yang benar-benar sedikit pilu dengan sandiwara nya seolah ia baik-baik saja padahal ia benar-benar tidak sanggup untuk menghadapi Lanang. Hatinya memang sudah ia tata agar tidak lagi memikirkan nya namun biar bagaimanapun Lanang tetaplah laki-laki hebat dimatanya.


Yara yang baru saja keluar dari lift seketika kaget karena melihat sosok Lean yang sudah berdiri disana menunggu nya.


"Le,,Lean?" Bingung Yara keluar dari lift dan mendekat kearah Lean.


Tatapan laki-laki itu seolah sedang mengintimidasi nya dan juga menatap nya seolah Yara sedang melakukan kesalahan.


"Ikut aku!"


Lean menarik tangan Yara menuju ruangan Yara seolah yang memiliki ruangan itu adalah dia. Yara kaget karena Lean benar-benar aneh pagi ini.


"Apa dia marah yah karena tidak jadi bertemu tadi malam? Padahal kan dia yang lebih dahulu membatalkan nya."batin Yara kebingungan.


"Ihh kenapa sih? Jangan bikin panik deh?"Yara benar-benar dibuat kebingungan.


Lean masih saja menatap kearah Yara dengan tatapan sendu dan juga ada siratan kecewa disana. Bagaimana bisa hanya ia yang tidak tahu mengenai pernikahan Yara dengan Lanang. Dan yang lebih parah nya lagi pernikahan mereka sudah sangat lama .


Harga diri dan hati Lean terluka bukan karena ia pernah mencintai gadis itu hanya saja ia merasa mereka sangat dekat namun ternyata hanya dia yang menganggap mereka dekat . Buktinya Yara bahkan tidak pernah memiliki niat untuk memberitahu nya perihal pernikahan itu.


"Kenapa sih ah? Jangan bikin greget deh,"ucap Yara memukul pelan bahu Lean yang masih saja diam itu.


"Apa kita tidak sedekat itu?"tanya Lean dengan nada bicara yang sangat kecewa.


"Ha? Kenapa sih? Jangan bikin bingung deh."

__ADS_1


"Aku nanya kamu anggap aku apa?" Tanya Lean dengan wajah sendu.


"Ihh kenapa sih? Yahh kamu itu sahabat yang udah kayak saudara buat aku. Aneh banget tiba-tiba nanya gitu," ucap Yara dengan keheranan.


"Saudara yah? Jadi kamu tidak merasa ada hal yang harus kamu sampaikan kepada ku?"


"Ha?"Yara tiba-tiba blank karena pertanyaan Lean yang begitu tiba-tiba itu.


"Kamu benar-benar tidak ingin menjelaskan kepada ku perihal pernikahan mu dengan Lanang?" Tanya Lean dengan nada kecewa.


Yara kaget karena tiba-tiba saja Lean tahu mengenai pernikahan nya. Bagaimana bisa dia tahu tentang itu?.


"Ke,, kenapa kamu bisa tahu?" Tanya Yara pelan.


Mendengar itu Lean semakin kecewa. Ternyata benar saja hanya dia yang tidak tahu tentang pernikahan mereka.


"Wahhh ternyata yang menganggap kita dekat hanya aku yah?"


"Bukan gitu Lean, aku Sudah lama ingin memberitahumu tentang pernikahan kami, tapi aku belum siap untuk memberitahu mu karena banyak alasan."


"Aku benar-benar kecewa dengan mu!" Ucap Lean dengan wajah yang penuh kekecewaan.


Yara pun dengan cepat menjelaskan semuanya sejak awal pertemuan nya dengan Lanang dan kenapa ia harus menikah dengan Lanang bahkan sampai kini hubungan mereka sudah membaik.


"Jangan marah yah hmmm," bujuk Yara kearah Lean dengan wajah cemberut dan mencoba untuk membujuk nya.


Lean melihat kearah Yara dan memang ia faham betul bagaimana keadaan Yara kenapa sampai ia harus merahasiakan itu selama ini.


"Jangan marah hmm, aku kan kepaksa ngerahasia in itu dari kamu."


"Lain kali kalau ada apa-apa jangan lupain aku yah, kalau ada masalah kamu harus ngasih tau aku. Setiap kali aku terkena masalah aku tidak pernah sekalipun melewatkan untuk memberitahu mu," ucap Lean dengan pelan.


"Iya Lean iya! Maaf yah lain kali gak deh!"


Yara merasa lega karena kini Lean sudah tidak marah lagi kepada nya.


...🍄 Bersambung🍄...


Leann tuh sebenernya cuma mau dianggap aja. Rasa cintanya benar-benar sudah hilang untuk Yara karena ia sudah mulai mencintai Hana.


Jangan lupa yah like komen dan votenya wan kawan.

__ADS_1


See you guys 🧀


__ADS_2