Beri Aku Anak Suamiku.

Beri Aku Anak Suamiku.
Episode 40: Aku tidak butuh syal ini.


__ADS_3

...🍬 Soundtrack this part #Dreamin-seo Eun kwang🍬...


...💌 Bisakah sekali saja kamu melihat kearah ku? Lehermu akan terasa pegal jika terus melihat kearah lain💌...


      Lanang sejak tadi tidak hentinya batuk-batuk dan juga bersin-bersin karena merasa tidak enak badan juga. Mungkin karena ia mengguyur tubuhnya lama di dalam kamar mandi tadi malam.


Memang ia sudah sering mandi malam karena terlambat pulang kerja, namun untuk tadi malam sungguh pengecualian karena sudah mulai larut dan ia bahkan menghabiskan banyak sekali waktu disana untuk menghilangkan pengaruh obat pemberian Yara itu.


Lagi-lagi ingatan tadi malam masih berputar diotak Lanang, biar bagaimanapun ia tetaplah laki-laki normal dan ia sama sekali tidak mudah melupakan semuanya. Semua yang sudah mereka lakukan dan kegilaan nya yang hampir saja lepas kendali itu masih utuh dalam ingatan nya.


"Akhh kenapa sih dengan ku? Kenapa aku malah mengingat itu? Jangan seperti ini Lanang. Hampir melecehkan nyonya Yara bukanlah hal sepele jadi tolong lupakan saja itu,"gumam Lanang mencoba untuk melupakan nya.


Kepala nya kian berdenyut merasa semakin pusing, sejak tadi ia juga bahkan merasa kedinginan .


Suara pintu diketuk dari luar dan Lanang langsung mencoba untuk terlihat baik-baik saja .


"Silahkan masuk,"ucap Lanang dengan pelan.


Pintu terbuka dan memperlihatkan Hana yang tersenyum kearah Lanang "Pagi mas heheh,"ucap Hana mendekat kearah Lanang dengan membawa nampan berisi teh hangat.


Lanang sudah berkali-kali memperingati Hana untuk tidak usah melakukan hal-hal seperti itu untuknya, karena ia bukanlah seorang pelayan disana namun bagian dari pegawai studio. Lanang merasa tidak enak jika membiarkan Hana melakukan hal-hal seperti itu namun karena sudah berkali-kali ia peringati tapi Hana tetap melakukan nya Lanang hanya bisa pasrah dan membiarkan nya saja.


"Iya Han,"ucap Lanang pelan dan kembali fokus untuk mengerjakan proyek nya.


"Ini teh untuk mas , diminum yah mas."


Lanang dengan cepat mengangguk dan tersenyum "Terima kasih Hana, seharusnya kamu tidak usah repot memberikan ku teh."


Hana melihat kearah Lanang dan menyadari kalau wajah laki-laki itu sangat pucat dan juga terlihat sangat tidak baik-baik saja.


Perlahan Hana mendekat dan menyentuh dahi Lanang hingga laki-laki itu kaget dan sedikit menjauh.


"Hana apa yang kamu lakukan?" Lanang dengan tegas menjauh karena Hana sungguh tanpa aba-aba menyentuh dahinya.


Hana menarik Lanang dan memegang dahinya lagi dan lagi hingga Lanang kebingungan karena baru kali ini ia melihat Sisil Hana yang sedikit lancang itu.


"Mas jangan bergerak dulu, mas sangat panas dan sepertinya mas sedang demam,"ucap Hana masih menyentuh dahi Lanang.


Lanang mencoba untuk menjauhkan Hana dari dekatnya namun gadis itu sungguh keras kepala dan tidak menurut sama sekali.

__ADS_1


"Mas jangan bandel , mas gak sadar kalau mas sedang sakit? Kenapa mas masih masuk kerja hari ini?" Tanya Hana dengan cepat dan khawatir.


Lanang mendengus pelan karena Hana sungguh keras kepala dan itu mengingat kan ia pada Yara yang selalu saja tidak mau menurut dengan ucapannya.


"Mas baik-baik saja hanya pusing sedikit kamu tidak perlu melebih-lebihkan Hana! Dan tolong jangan terlalu dekat dengan saya, karena flu bisa saja menyebar kepada mu."


Hana menggeleng dengan cepat dan masih diposisi yang sama .


"Mas tidak usah bekerja hari ini , Bagaimana kalau kita kerumah sakit saja mas? Bagaimana kalau nanti demam mas semakin parah?"


Lanang melihat kearah Hana dengan pelan dan mencoba untuk membuat gadis itu menurut padanya.


"Hana, kamu tidak perlu mengkhawatirkan saya! Saya baik-baik saja dan ini hanya rasa pusing biasa dan saya sudah merasa lebih baikan."


Hana menggeleng karena ia bisa melihat mata Lanang yang semakin sayu itu dan juga wajah Lanang tidak bisa berbohong karena ia terlihat sedang tidak baik-baik saja.


"Mas tidak bisa membohongi ku, aku bisa melihat bahwa mas tidak baik-baik saja dari wajah mas."


"Hana saya mohon jangan keras kepala begini!"


"Mas yang keras kepala saat ini, aku tidak ingin demam mas semakin parah nantinya,"ucap Hana pelan dan mencoba untuk membujuk Lanang.


"Sudahlah, kalau sudah selesai tolong keluar karena saya akan melanjutkan proyek ini," ucap Lanang dengan lembut.


Dengan cepat Hana mencoba untuk menarik Lanang dan berniat membawa laki-laki itu ke dokter dan Lanang yang kaget langsung menolak dan tidak sengaja menarik tangannya hingga Hana ikut tertarik hingga menimpa tubuhnya.


Kini posisi mereka terlihat sangat ambigu karena Hana berada diatas tubuh Lanang.


Tuk,


Yara yang baru saja tiba disana langsung menjatuhkan kantongan yang ia bawa karena kaget saat melihat apa yang saat ini dihadapannya.


Di depan matanya Lanang dan Hana seolah sedang bermesra ria dan ia benar-benar tidak sanggup melihat itu.


Mendengar ada sesuatu yang jatuh dari arah pintu Lanang dan Hana Langsung tersadar dan kembali pada posisi semula.


"Nyonya,"ucap Lanang dengan heran karena melihat kedatangan Yara disana berdiri mematung.


Hana masih merasakan degupan kencang di dadanya,ia tersenyum karena merasa malu dan melihat kearah Yara sembari menunduk memberikan hormat.

__ADS_1


Yara bisa melihat wajah berseri dari Hana, gadis itu sungguh terlihat sangat menikmati posisi tadi dan mengetahui itu hati Yara sungguh kesal dan juga tidak terima tanpa sebab.


"Kenapa nyonya ada disini?" Bingung Lanang bangkit dan mendekat kearah Yara yang masih mematung dengan tatapan kesal kearahnya.


"Apa ada sesuatu yang nyonya butuhkan?" Tanya Lanang dengan pelan.


Yara mengambil kantongan yang sempat terjatuh tadi dan memberikan nya dengan keras kearah dada Lanang hingga laki-laki itu kaget.


"Aku salah karena mengkhawatirkan mu, hahahha terasa lucu bukan?"


Setelah mengucapkan itu Yara berlalu meninggalkan Lanang yang dibuat bingung karena sikap Yara yang membingungkan itu.


"Nyonya!" Panggil Lanang namun Yara langsung mengabaikan itu dan berlari meninggalkan Lanang.


Yara berlari menuju taman dengan kesal itu melempar syal dilehernya ketanah.


"Sialan, laki-laki brengsekk! Pasti bukan pertama kalinya ia memberikan syal kepada perempuan," ucap Yara dengan penuh kekesalan.


"Aku tidak butuh syal murahan ini, aku membencinya."


"Kenapa dia begitu kepada ku? Kenapa ia seolah tidak pernah mau dekat dengan ku sedang dengan Hana ia sangat dekat? "


"Laki-laki jahat aku membencinya," ucap Yara dengan sedikit teriak.


Lagi-lagi ia mengingat apa yang ia lihat tadi, Hana dengan wajah senangnya karena kejadian tadi dan Lanang yang seolah baik-baik saja dengan itu.


"Jadi ini alasan dia menolak ajakan ku? Ia takut Hana tahu dan itu akan merusak hubungan mereka?"


Awalnya Yara mencoba untuk mengusir pikiran bahwa Hana dan Lanang memiliki hubungan khusus namun saat melihat hal tadi ia sungguh ragu dan bingung dengan keyakinan nya.


"Sepertinya mereka memang memiliki hubungan khusus,"gumam Yara pelan.


"Dan kenapa tiba-tiba aku tidak bisa menerima kenyataan itu? Kenapa aku benar-benar terpukul hanya karena itu? Aku tidak mengerti."


Yara mencoba untuk mengerti namun ia sungguh tidak bisa.


...🍄 Bersambung🍄...


Hana kok aku tiba-tiba kesel sih sama tuh anak. Caper apa perhatian sih?.

__ADS_1


Jangan lupa yah like komen dan votenya wan kawan.


See you guys 🧀


__ADS_2