Beri Aku Anak Suamiku.

Beri Aku Anak Suamiku.
Episode 77: Mandi sumur


__ADS_3

...๐Ÿ’ŒCinta ku benar-benar setulus itu, aku memang tidak akan mengatakan nya Secara terang-terangan. Karena hal seperti itu akan berkurang maknanya jika diungkapkan begitu saja๐Ÿ’Œ...


Yara berjalan pelan mengikuti Bila yang tersenyum canggung kearahnya,gadis kecil manis itu benar-benar terlihat sangat senang melihat kedatangan Lanang ditambah membawa seorang Kakak cantik untuk nya.


"Hehehe maaf yah kak kalau rumah kita seperti ini,"ucap Bila sedikit sendu karena merasa Yara begitu memukau untuk masuk ke dalam rumah mereka.


Yara menggeleng dengan cepat karena ia sama sekali tidak memikirkan hal-hal seperti itu, bertemu dengan ibu dan Bila saja ia sudah sangat senang dan ditambah mereka menerima Yara dengan hangat membuat gadis itu semakin bersyukur.


"Mbak benar-benar sangat bersyukur bisa masuk ke dalam rumah yang begitu hangat ini sayang, mbak senang bisa memasuki istana mas Lanang yang melihat seluruh pertumbuhan nya."


Bila tersenyum mendengar itu dari Yara, jujur saja ia memang masih terlalu muda untuk faham namun ia benar-benar bisa melihat kalau seorang Yara adalah gadis yang begitu tulus mencintai masnya. Gadis itu bisa melihat Yara benar-benar secinta itu kepada Lanang.


"Mas Lanang begitu beruntung yah mbak, aku benar-benar sangat bersyukur dan senang dengan kebahagiaan mas Lanang. Mbak benar-benar anugerah untuk mas Lanang."


"Mbak yang lebih beruntung sayang,mas Lanang adalah anugerah paling besar dalam hidup mbak."


Mereka tersenyum sembari berbincang-bincang hendak masuk ke dalam kamar, Bila hendak membersihkan kamar yang akan ditempati oleh Yara juga Lanang nanti.


Memang kurang prefer karena Lanang dan Yara datang secara tiba-tiba tanpa sepengetahuan ibu dan Bila.


Lanang yang sedang membantu ibu menyiapkan makanan di dapur tersenyum saat melihat Bila dan Yara yang langsung akrab. Mereka terlihat sangat asyik mengobrol dan tertawa sembari membersihkan kamar.


"Biar aku saja mbak, mbak istirahat saja pasti kelelahan saat perjalanan menuju kesini,"ucap Bila dengan lembut.


Jelas seorang Yara akan menolak hal itu, ia sudah sangat lama memimpin berinteraksi dengan keluarga Lanang termasuk Bila.


"Mbak sangat ingin berinteraksi dengan siapapun yang mas Lanang sayangi termasuk Bila, mbak akan lebih senang jika Bila tidak keberatan dibantu oleh mbak. Apalagi ini kan kamar yang akan mbak tempati dengan mas Lanang. Mbak akan sangat merasa tidak enak jika Bila yang mengerjakan seorang diri."


Akhirnya Bila dengan senang hati mengizinkan untuk Yara ikut membantu nya karena ia juga sebenarnya sangat ingin berinteraksi dengan Yara.


Ibu dan Lanang tersenyum, karena jarak kamar dengan dapur tidak begitu jauh dan memang rumah Lanang termasuk dalam kategori kecil maka baik itu kamar ataupun dapur jaraknya tergolong sempit dan tidak terlalu jauh. Hingga apapun yang sedang diperbincangkan oleh Yara dan Bila bisa di dengar oleh ibu dan Lanang meskipun tidak terlalu jelas.


"Istrimu selain cantik dan anggun, ia juga sangat ramah yah!"


Lanang melihat kearah ibu yang tersenyum sangat senang dengan keadaan putranya yang sangat jauh dari perkiraan nya. Dalam bayangannya ia sama sekali tidak mengira putranya akan mendapatkan seorang gadis yang begitu sempurna seperti sosok Yara.


Bukan karena apa, ia sebagai seorang ibu saja sadar bahwa kehidupan keluarga mereka benar-benar tidak pantas mendapatkan seorang gadis yang begitu sempurna seperti Yara. Gadis itu bagaikan Dewi karena dengan melihat nya saja siapapun akan tahu posisi gadis itu berada di atas sana.


"Iya buk, aku benar-benar sangat beruntung mendapatkan gadis sehebat Yara. Dia benar-benar sempurna,"ucap Lanang dengan bangga.


"Namun, putra ibu juga adalah putra yang paling sempurna menurut ibu."


Mendengar itu Lanang tersipu dan tersenyum karena jujur saja ia merasa lebih baik saat mendengar nya. Meskipun ia sudah seutuhnya memiliki Yara dan gadis itu juga menunjukkan kalau ia sangat menginginkan Lanang tetap saja perasaan insecure juga merasa rendah seringkali muncul dalam benak Lanang.


"Apa dia kan menyukai ini? Ibu takut istri mu tidak akan menyukai masakan ibu. Bagaimana kalau kamu pesan saja makanan yang di inginkan oleh istri ke pasar?" Tawar ibu mencoba untuk membuat Yara senyaman mungkin.


Lanang faham dengan posisi ibunya, mungkin karena Yara adalah seorang putri dari keluarga mapan ibu takut gadis itu tidak akan selera dengan masakan sederhana seperti masakan ibunya.


Lanang dengan cepat menggeleng karena jelas Yara bukanlah tipikal gadis yang seperti itu, dia adalah gadis hebat yang sangat bisa memposisikan dirinya dimana pun ia berada.

__ADS_1


"Ibu bersikap santai saja yah, Yara bukanlah gadis yang pemilih tentang hal apapun, ia memang tidak asal asalan namun ia sangat pandai dalam memposisikan diri. Lagi pula dia jauh-jauh kesini tentu saja masakan ibu adalah hal yang paling berharga untuk disuguhkan."


Lanang tersenyum mengelus pelan bahu ibunya mencoba untuk meyakinkan bahwa Yara benar-benar tidak akan membuat keributan dengan merepotkan dan menunjukkan sikap tidak nyaman.


"Istri ku benar-benar gadis yang sangat baik buk,"ucap Lanang dengan lembut.


Deg


Yara yang baru saja selesai menyelesaikan membersihkan kamar dan hendak berjalan kearah dapur namun ia tidak sengaja mendengar ucapan Lanang saat memuji juga membanggakan nya. Tentu saja senyuman manis dan juga salah tingkah tidak bisa ia tampik lagi.


Siapapun akan sangat senang jika suaminya membanggakan dirinya didepan mertua, dan Lanang memang laki-laki yang sangat hebat.


Bila yang juga mendengar itu ikut tersenyum karena Yara benar-benar sangat menggemaskan saat sedang salah tingkah.


"Kenapa dia begitu memujiku di depan ibu?"senyum Yara tidak hentinya ia tahan namun tetap saja ia tidak bisa menahan diri untuk tidak tersenyum.


"Aku sependapat dengan mas Lanang mbak hehehe."


Bila tersenyum sembari berlalu setelah mengatakan hal itu, bukankah Yara akan semakin gila karena kedua bersaudara itu?.


"Aaa bagaimana kalau kami tinggal selamanya disini saja, aku benar-benar sangat menyukai suasana hangat rumah ini."


"Loh, kenapa hanya berdiri disana sayang?" Tanya Lanang saat keluar dari dapur dan mendapati istrinya berdiri disana.


Yara yang awalnya salah tingkah langsung mencoba untuk bersikap biasa saja. Ia tidak ingin Lanang tahu kalau ia benar-benar tidak bisa menyembunyikan kebahagiaan saat ini.


"Hemm tidak ada mas, apa ada yang bisa aku bantu disana?" Tanya Yara pelan.


"Tidak sayang, pesan ibu kamu istirahat dulu karena sudah menempuh perjalanan jauh kesini."


Yara dengan cepat menggeleng karena ia sama sekali tidak mengingat rasa lelah karena terlalu menyukai rumah ini. Ia benar-benar sangat senang hingga tak merasakan kelelahan.


"Aku tidak merasa lelah sedikitpun mas, jadi aku akan kesana membantu ibu."


Lanang tidak akan bisa menahan hasrat istri nya itu, karena itu adalah kemauan Yara maka ia akan terkesan jahat jika melarang nya.


Gadis itu juga sudah masuk ke dapur untuk bertemu dengan ibu, ia tersenyum saat masuk melihat ibu yang Sibu menyiapkan makanan untuk makan malam.


Waktu memang berlalu begitu cepat, mereka sampai siang tadi najun karena terlalu sibuk membereskan kamar dan rumah juga menyiapkan masakan malam Sudah mulai tiba.


"Apa yang bisa aku bantu buk hehehe, aku memang tidak terlalu pandai memasak namun aku bisa membantu ibu menyiapkan bahannya."


Ibu tersenyum kearah Yara "Putriku, bukankah ibu akan terlihat sangat jahat jika membiarkan menantu cantik ibu langsung bekerja saat sampai dirumah mertuanya? Apakah putriku tidak keberatan kalau kali ini biar ibu sendiri saja yang menyiapkan makan malam kita. Untuk besok baru ibu akan meminta bantuan dari mu hemm,"ucap ibu dengan sangat lembut hingga Yara langsung mengerti dan tersenyum mengangguk.


"Lanang,"panggil ibu dengan lembut.


"Iya buk!"


"Bukankah sudah Seharusnya kamu membawa istri mu mandi? Hari sudah mulai gelap dan hawa akan semakin dingin."

__ADS_1


Lanang sampai kelupaan karena terlalu sibuk mengurus rumah, ia tersenyum lalu menggenggam tangan istrinya dan menuntunnya menuju kamar.


"Ibu pamit duluan yah,"pamit Yara dengan sopan.


Ibu tersenyum karena ia benar-benar kagum dengan sosok Yara yang begitu sopan.


"Ambil baju ganti dulu yah sayang, kita mandi diluar."


"Diluar?" Tanya Yara kaget karena baru kali ini ia mendengar mandi diluar.


"Kenapa sayang? Apa kamu merasa tidak nyaman yah? Rumah kita tidak memiliki kamar mandi di dalam. Di samping rumah ada sumur dan kita akan mandi disana."


Yara dengan cepat menggeleng karena takut Lanang akan merasa sungkan dengan nya.


"Tidak apa mas, tapi kita mandi bareng yah heheh aku takut mandi sendirian,"ucap Yara dengan pelan.


"Yakinn?" Goda Lanang sembari tersenyum nakal.


Yara dengan cepat memukul suaminya karena ia tahu kemana arah jalan pikiran suaminya itu.


"Mas ihh mikir apa coba? Malu mas ada ibuu."


"Kan ibu lagi masak sayang, gak bakal ada yang tau kok hehehe."


"Ishh nyebelin, aku mandi sendiri aja dehh. Mas modus gak asyikk."


"Heheh mas cuma becanda sayang, yaudah yuk mandi keburu hari makin gelap dan dingin."


Yara tersenyum dan mengikuti suaminya yang menarik nya dengan lembut menuju sumur di dekat rumahnya.


Yara kaget karena tempat pemandian disana benar-benar bisa dibilang sedikit terbuka, bagaimana tidak? Sebuah sumur yang hanya di tutup dengan beberapa dinding buatan yang terbuat dari bambu.


"Mas kita aman kan mandi disini?"tanya Yara memastikan lagi.


Lanang tersenyum dan tahu ke khawatiran istrinya namun di kampung memang begini keadaan nya dan bisa ia jamin keamanannya.


"Aman sayang, lagian ada mas disini kok."


Yara tersenyum mengangguk dan memulai ritual mandinya dengan Lanang. Mereka benar-benar mandi bersama disana.


Ibu dan Bila juga sibuk menyiapkan makanan diatas tikar untuk makan malam. Mereka benar-benar berharap Yara akan menyukainya.


"Aku sangat ingin mas Lanang dan mbak Yara akan lama disini buk,"ucap Bila dan ibu tersenyum mengangguk karena ia juga jelas mengharapkan hal yang sama.


...๐Ÿ’Œ Bersambung ๐Ÿ’Œ...


Heheheh maaf yah guys maaf banget baru update ini cerita sekarang, mungkin beberapa dari kalian udh pada lupa dengan alurnya. Aku baru aja punya waktu dan kesempatan buat lanjutin ini.


Bagi yang masih setia dengan novel ini terima kasih yahh. Aku seneng banget kalau masih ada yang inget.

__ADS_1


Jangan lupa yah like komen dan votenya wan kawan.


See you guys ๐Ÿง€


__ADS_2