
...🍬 Soundtrack this part #i'm a mess-Bebe rexha🍬...
...💌 Banyak hal yang kutakutkan dan ku hindari, salah satunya saat aku disudutkan aku tidak ingin kamu ada disitu💌...
Yara menarik nafas dalam-dalam dan mencoba untuk tersenyum di depan kaca, ia mencoba untuk melatih ekspresi mana yang akan ia lemparkan saat di depan teman kuliahnya nanti. Hatinya benar-benar berat untuk menghadiri acara reuni itu.
"Bagaimana nyonya? Apakah sudah selesai?" Tanya Lanang pelan.
Yara memperbaiki posisi pakaiannya dan menarik nafas lebih dalam lagi kemudian ia berbalik melihat kearah Lanang.
"Kenapa kamu memakai itu?" Tanya Yara pelan.
"Ha? Memang nya ada yang salah dengan pakaian saya nyonya?" Tanya Lanang pelan.
Yara mendengus pelan lalu berjalan meraih totebag dan mengeluarkan jas serta dasi dari dalamnya.
Ia melepaskan jaket Lanang dan mengganti nya dengan jas namun sebelum itu ia mengikatkan dasi dikerah kemeja Lanang.
Posisi mereka sangat dekat dan Lanang benar-benar tidak bisa mengalihkan pandangannya dari Yara yang begitu terlihat serius saat mengikatkan dasinya.
"Khem,"dehem Lanang karena merasa tidak nyaman dan ia pun langsung mengalihkan pandangannya.
"Kamu pikir aku membeli ini untuk siapa?"
Lanang tersenyum kikuk karena ia tidak mungkin lancang memakai setelan itu saat Yara tidak memberitahunya.
"Yasudah! Kita berangkat sekarang,"ucap Yara pelan.
Lanang mengangguk dan mengikuti Yara yang berjalan keluar dari kamar dan menuruni tangga menuju mobil.
"Wahh lihatlah Nona Yara dan tuan Lanang begitu serasi,"ucap Sinen heboh saat melihat Yara dan Lanang yang sedang berjalan keluar.
Atun pun mendekat dan melihat "Wahh mereka benar-benar sangat serasi yah, baru kali ini ku lihat mereka begitu serasi dalam berpakaian. Apa ada acara penting yah?" Atun.
__ADS_1
Mereka kembali bergosip tentang Yara dan Lanang dan pembicaraan itu bisa saja berlangsung sampai malam.
"Kalian selalu saja lupa waktu saat sedang membicarakan Nona Yara, cepat selesaikan tugas kalian dahulu!"
Atun dan Sinen nyegir lalu bubar untuk melaksanakan tugasnya masing-masing.
Mereka saling diam di dalam mobil karena Yara masih terus saja kepikiran dengan acara reunian yang ia tidak tahu akan seperti apa lagi kali ini.
"Apa nyonya baik-baik saja?" Tanya Lanang pelan.
Ia benar-benar merasakan kalau sejak tadi Yara benar-benar tidak tenang dan ia terlihat sangat was-was.
Yara melihat kearah Yara dan ia sedikit mendengus pelan" Bisakah kamu mengatakan bahwa semuanya akan baik-baik saja?" Ucap Yara pelan.
Lanang kebingungan karena tiba-tiba saja Yara berkata seperti itu, padahal hanya ingin menghadiri reunian saja seolah Yara sedang berhadapan dengan calon mertua saja. Ia terlihat sangat kaku dan juga enggan untuk ikut menghadiri nya.
"Nyonya tidak perlu khawatir, semua akan baik-baik saja. Kalau pun terjadi sesuatu maka itu bukanlah salah nyonya,"ucap Lanang tersenyum pelan .
Yara menghembuskan nafas begitu kasar, ia merasa sedikit lega mendengar itu dari Lanang walaupun sebenarnya ia benar-benar sangat tidak ingin ikut.
Yara menggeleng pelan"Aku baik-baik saja, cepatlah karena waktu nya sudah mulai."
Yara lagi dan lagi menghembuskan nafas kasar saat turun dari mobil, melihat tempat reunian saja ia sudah merasa sangat khawatir.
Lanang memegang tangan Yara pelan dan tersenyum mengangguk "Semua akan baik-baik saja,"ucap Lanang seolah menenangkan Yara.
Yara seketika tersenyum dan mengangguk karena ia akan berusaha untuk terlihat biasa saja dan tidak akan terintimidasi.
Lanang dan Yara memang tidak datang sebagai pasangan karena nyata sudah mulai melupakan niatnya untuk memiliki anak dengan Lanang dan sudah jelas mereka akan segera berpisah maka Yara memilih untuk tidak mempublikasikan pernikahan nya diantara teman kuliahnya.
Ia memilih datang sebagai seorang Yara yang masih lajang dan belum menikah, ia tidak ingin Lanang diseret kedalam masalahnya karena jika mereka sudah berpisah maka hubungan mereka benar-benar akan berakhir.
"Mari masuk nyonya,"ucap Lanang mempersilahkan Yara.
Yara berjalan dengan pelan mendahului Lanang karena Lanang akan datang diakhir dengan memilih meja yang lebih dekat dengan Yara.
__ADS_1
Saat memasuki cafe itu Yara benar-benar semakin nervous karena ia melihat teman-teman kuliahnya sudah datang dan berkumpul seolah sedang menunggu nya. Ia semakin was-was dan juga minder saat melihat mereka datang dengan pasangan mereka serta anak-anak mereka bahkan sudah ada yang memiliki anak berusia kira-kira 7 tahun lebih.
"Yara datang,"bisik mereka.
Yara tahu sejak tadi pasti ia sudah menjadi bahan olokan mereka, mereka pasti sibuk menebak apakah Yara datang pasangan atau malah datang sendiri seperti tahun-tahun yang lalu.
"Hai Yar,"sapa mereka dan Yara dengan terpaksa tersenyum lalu membalas sapaan mereka.
Mereka mempersilahkan Yara untuk duduk dan seketika suasana sangat sepi serta hening padahal tadi Yara dengan sangat jelas mendengar mereka begitu ribut.
Lanang terus saja melirik kearah mereka,ia melihat satu persatu diantara mereka tidak ada satupun yang sendiri dan semua datang dengan pasangan masing-masing serta anak-anak mereka.
Hanya Yara seorang yang datang sendiri, gadis itu terlihat sangat rapuh dengan bahu yang begitu merosot tangannya sedikit gemetar dan Lanang bisa melihat itu.
"Apa mereka membuat nya tidak nyaman?"
Lanang bisa melihat bahwa mereka benar-benar mengasingkan Yara, suasana seketika hening saat gadis itu datang. Yara mencoba untuk tersenyum sejak tadi gadis itu tidak hentinya tersenyum terpaksa dan Lanang bisa mengetahui itu.
"Bisa-bisa bibirnya akan kaku jika terus tersenyum seperti itu,"ucap Lanang khawatir karena ia benar-benar menyadari bahwa Yara sangat tidak nyaman berada disana.
Lanang seketika teringat dengan awal pertemuan mereka dahulu, Yara datang kepadanya saat ia sedang membutuhkan banyak uang. Gadis itu benar-benar tidak masuk akal meminta untuk mereka segera menikah padahal itu adalah pertemuan pertama mereka.
Tidak hanya sampai disitu, setelah menikah Yara benar-benar terlihat semakin tidak waras karena berbuat banyak hal gila menurut Lanang. Gadis itu melakukan banyak hal yang membuat Lanang sungguh merasa kalau Yara benar-benar tidak biasa.
Mulai dari memakai pakaian terbuka untuk menggoda nya, memberikan minuman perangsang hingga Lanang hampir saja lepas kendali dan bahkan berkali-kali mengajak Lanang untuk membuat anak. Dan lebih parahnya lagi dua bulan yang lalu Yara hampir saja diperkosa karena menyewa laki-laki sembarangan.
Sekarang Lanang benar-benar faham dan mengerti dengan semua sikap Yara , ia benar-benar tahu bagaimana putus adanya gadis itu hingga berbuat sejauh itu.
"Dia sudah banyak tertekan selama ini,"gumam Lanang menatap sendu kearah Yara yang tersenyum penuh kepalsuan itu.
...🍄 Bersambung🍄...
Aaaa kasian banget gak sih si Yara, kayak dia tuh sempurna loh kenapa malah merasa terintimidasi?.
Jangan lupa yah like komen dan votenya wan kawan.
__ADS_1
See you guys 🧀