Beri Aku Anak Suamiku.

Beri Aku Anak Suamiku.
Episode 59: Aku Sudah memutuskan.


__ADS_3

...🍬 Soundtrack this part #Me after you-paul kim feat Taeyon🍬...


...💌Aku sudah memikirkan banyak hal termasuk bagaimana aku harus bersikap saat perpisahan itu akan tiba💌...


      Yara mencoba untuk tersenyum didepan kaca, matanya masih membengkak karena bekas air mata yang sejak tadi mengalir begitu deras. Ia benar-benar meluapkan semua rasa sakitnya tadi dan kembali mencoba untuk tersenyum dan menjadi kuat lagi setelah itu.


"Aku pasti bisa, kamu sudah memutuskan dan kamu harus kuat Yara!"


Ia menarik nafas begitu dalam lalu menghembuskan nya dengan sangat kuat seolah nafasnya benar-benar terasa sangat berat.


Ia pun memilih untuk kembali memasang wajah datar seolah tidak ada yang terjadi. Seolah yang menangis tadi bukanlah dia.


Pintu kamar mandi terbuka hingga membuyarkan lamunan Lanang yang langsung bangkit dan melihat khawatir kearah Yara.


Satu hal yang bisa ia tangkap adalah mata gadis itu benar-benar bengkak dan juga sedikit sembab jelas-jelas dia terlihat baru saja menangis.


Walaupun Yara sekuat tenaga untuk mencoba menutupi fakta itu dengan memasang wajah datar seolah tidak ada yang terjadi Lanang sungguh bisa dengan jelas mengetahui itu semua.


"Apa nyonya i,,"


"Kamu mandilah! Setelah itu kamu datang kesini karena aku ingin membahas sesuatu hal sangat penting dengan mu,"ucap Yara dengan pelan dan suaranya benar-benar terdengar seperti orang yang baru saja menangis.


Lanang menatap kearah Yara seolah bertanya-tanya karena tiba-tiba saja gadis itu kembali ingin membahas sesuatu dan itu berhasil membuat Lanang kepikiran bukan main.


Gadis itu saat ini sedang tidak baik-baik saja, bagaimana kalau ia meminta sesuatu yang sama sekali tidak bisa Lanang bayangkan? Seperti meminta berpisah dan sebagainya.


"Kenapa? Apa kamu tidak ingin mandi?" Tanya Yara lagi lagi memastikan.


Lanang menggeleng"Sa,,saya akan mandi sekarang nyonya!"


Lanang memasuki kamar mandi setelah mengambil handuk dan juga pakaian ganti untuk nya.


Yara sendiri menatap nanar pintu kamar mandi dengan pelan, ia kembali menghembuskan nafas dengan berat karena beban pikiran yang tak kunjung berkurang.


"Apa keputusan ku ini sudah benar?" Gumam Yara kembali menetralkan pernafasan nya.

__ADS_1


Sejak tadi ia benar-benar memikirkan hal itu Dan ia akan menyampaikan nya dengan jelas kepada Lanang. Karena menurutnya hanya itu jalan terbaik untuk Kenyamanan mereka masing-masing.


"Aku,,aku takut akan terluka lebih banyak lagi jika terus begini. Aku akan kembali menjadi Yara yang dulu setelah ini, lupakan soal warisan dan aku akan mencoba untuk kembali ke diriku yang dulu."


Yara tersenyum dengan paksa lalu menyemangati dirinya sendiri seolah ia benar-benar tidak yakin dengan keputusan yang sudah ia siapkan itu.


"Ta,,tapi kenapa hatiku berkata tidak? Aku sungguh dilema!"


Yara benar-benar beradu argumen dengan dirinya sendiri. Otaknya serta hatinya benar-benar tidak sinkron satu sama lain dan seolah saling berselisih paham.


Setelah menunggu beberapa saat barulah pintu kamar mandi terbuka memperlihatkan Lanang yang keluar dengan kikuk dan melihat kearah Yara dengan ragu.


Rambut basahnya membuat ia terlihat semakin tampan dan Yara tidak bisa memungkiri itu semua namun biar bagaimanapun ia harus mengabaikan hal itu.


"Kamu kemarilah!" Yara memanggil Lanang yang dengan ragu mendekat kearah Yara.


Yara benar-benar ciut saat berhadapan dengan Lanang, semua kata-kata yang sudah ia siapkan sejak tadi seketika menghilang tanpa tersisa. Semua isi otaknya langsung blank dan ia tidak tahu harus berkata apa lagi.


"Ada apa nyonya? Apa ada sesuatu hal yang ingin nyonya sampaikan? Atau apakah saya melakukan kesalahan?" Tanya Lanang setelah duduk ditepi ranjang tepat dihadapan Yara.


Yara menunduk pelan lalu mencoba untuk terlihat lebih tenang lagi, ia menarik nafas secara perlahan mencoba untuk lebih relaks agar ia bisa menyampaikan apa yang ingin sampaikan dengan jelas dan tanpa keraguan.


Lanang sendiri hanya diam saja menunggu respon Yara, gadis itu terlihat sangat berat dalam menyampaikan nya. Wajahnya masih terlihat sangat sendu dan matanya masih terlihat sangat bengkak bekas tangisannya tadi di dalam kamar mandi.


Hati Lanang terenyuh melihat kondisi Yara, saat  ia bertemu dulu dengan gadis itu Yara benar-benar sangat bersinar dan juga percaya diri. Sangat berbeda dengan Yara yang saat ini, penuh dengan senyuman palsu dan juga terlihat sangat insecure.


"Kenapa dia terlihat begitu rapuh saat ini?" Batin Lanang.


Yara menguatkan dirinya dan melihat kearah Lanang hingga kini mereka benar-benar berhadapan satu sama lain.


"Mari kita sudahi semua hubungan ini, ahh walaupun sebenarnya kita tidak memiliki hubungan apapun mari kita sudahi saja. Terima kasih atas kerjasamanya sejak dahulu,"ucap Yara tersenyum pelan.


Lanang yang mendengar itu seketika kaget karena tiba-tiba saja Yara meminta untuk mereka menyudahi hubungan mereka disaat Lanang sudah membuka hati untuk nya. Ahh walaupun sebenarnya sejak dahulu benih cinta sudah tumbuh di hati Lanang namun ia tidak berani untuk mencintai Yara lebih dalam lagi karena ia sadar akan posisinya.


"Ke,, kenapa tiba-tiba sekali nyonya?" Tanya Lanang masih tidak percaya.

__ADS_1


Yara tersenyum pelan melihat reaksi Lanang yang seolah kaget dan tidak menyangka itu. Ia tahu Lanang pasti senang dengan kabar itu karena ia akan bebas dari perangkap Yara dan bisa bersama dengan gadis lain tanpa harus menjaga perasaan Yara dan juga keluarga Yara.


"Kenapa kamu kaget seolah kamu tidak ingin perpisahan ini terjadi saja, aku tahu ini adalah saat-saat yang kamu tunggu bukan? Maafkan aku karena sudah menyusahkan mu selama ini. Mulai sekarang temui lah gadis yang membuat mu nyaman dan juga bahagia, anggap saja semua kebersamaan kita adalah pengalaman hidup untuk memahami pasangan mu nanti."


"Kamu tidak perlu lagi mengasihaniku, aku tahu selama ini kamu bersikap baik padaku karena merasa kasihan bukan? Aku akan kembali ketempat ku semula dan kembali menjadi Yara yang dulu maka kamu juga kembali lah menjadi Lanang yang memiliki kebebasan tanpa harus dikekang oleh ku. Maaf karena sudah melakukan banyak hal tidak wajar untuk mu,"ucap Yara pelan dengan senyuman paksa.


Gadis itu sejak tadi tersenyum paksa seolah itu adalah keputusan yang sangat mudah untuk ia ambil. Hatinya benar-benar menangis mengatakan perpisahan pada hubungan yang tidak pernah nyata itu.


"Ta,,tapi nyonya sa,,"


"Sejak awal memang hubungan ini tidak nyata, aku yang terlalu berlebihan mengharapkan sesuatu yang sejak awal tidak pantas untuk ku harapkan. Terima kasih karena sudah mengerti dengan posisi ku dan maaf karena sudah meminta hal-hal tidak masuk akal padamu, maaf karena pernah melakukan hal memalukan kepada mu dan maaf untuk semuanya."


Sejak tadi Lanang hendak bicara Yara tidak memberikan kesempatan untuk nya berbicara. Ia takut Lanang akan mengatakan yang sebenarnya bahwa ia sangat menginginkan perpisahan itu dan Yara takut akan sakit hati karena itu.


Ia benar-benar merasa sangat berat hati untuk mengatakan perpisahan tiba-tiba itu, tapi mau bagaimana pun ia sudah tidak bisa lagi memaksakan Lanang untuk tetap bersama dengan nya, ia tidak ingin egois menahan Lanang dengan nya padahal hati laki-laki itu sama sekali tidak untuk nya.


"Nyonya dengarkan saya dulu,sa,,"


"Sudah sangat malam, aku lelah dan ingin istirahat besok aku akan menyelesaikan semua surat-surat resmi perjanjian kita dan kamu sudah boleh memilih kemana kamu akan melangkah tanpa harus dikekang oleh ku lagi,"ucap Yara tersenyum sambil bangkit berbalik.


Air matanya sudah ia tahan sejak tadi. Ia sangat merasa kesulitan dalam menahan air mata sambil memaksakan tersenyum dihadapan Lanang yang membuat ia merasa sangat sakit hati untuk melepaskan nya.


Lanang menghentikan langkah Yara saat tangan nya menahan tangan gadis itu.


"Saya tidak ingin berpisah dengan nyonya! Saya tidak ingin mengakhiri hubungan ini,"ucap Lanang tiba-tiba.


Deg,


...🍄 Bersambung🍄...


Aaaaa gak kebayang jadi Yara, pasti berat banget buat lepasin Lanang.


Jangan lupa yah like komen dan votenya wan kawan.


See you guys 🧀

__ADS_1


__ADS_2