Beri Aku Anak Suamiku.

Beri Aku Anak Suamiku.
Episode 76: Maafkan aku ibu.


__ADS_3

...🍬 Soundtrack this part #Daydream-lee hi feat b.i (Kim hanbin)🍬...


...💌 Ketahuilah aku selalu saja menyebutkan namamu dalam setiap doaku agar aku selalu bisa bersama mu bagaimana pun itu💌...


Karena perjalanan mereka sangat lah jauh menuju kampung halaman Lanang mustahil sekali Yara tidak ngantuk dan ketiduran. Lanang tersenyum saat mengingat Yara yang begitu bersemangat sembari berkata bahwa ia tidak akan ngantuk namun nyatanya ia kini sudah terlelap tidur di alam mimpi nya.


Lanang dengan pelan menyentuh bahu gadis itu "Sayang kita sudah sampai,"ucap Lanang pelan.


Ia melirik kearah rumahnya,rumah yang sudah sangat lama ia rindukan itu. Benar-benar terkesan masih sama dan Lanang semakin merindukan orang-orang di dalamnya.


"Sepertinya ibu dan bila sedang tidak ada dirumah,"gumam Lanang melihat pintu terkunci dari luar.


"Sayang bangun, kita sudah sampai di depan rumah."


Yara menggeliat pelan lalu mengucek matanya dengan gemasnya. Lanang tersenyum lalu mengikat rambut gadis itu dengan ikat rambut yang sudah ia siapkan.


"Kita sudah sampai mas? Ahh sudah siang?" Kaget Yara saat melihat hari sudah mulai terik.


"Iya sayang sudah siang. Kamu pasti kelelahan yah karena perjalanan kita sangat jauh?" Tanya Lanang khawatir.


Yara menggeleng karena ia yakin bahwa saat ini Lanang yang lebih lelah karena semalaman harus menyetir dan ia bahkan ketiduran tanpa menemani Lanang.


"Maaf yah mas aku gak maksud ketiduran, oh iya ibu mana mas?" Tanya Yara pelan.


"Kita turun saja yah sayang, sepertinya ibu dan bila sedang tidak ada dirumah saat ini."


Yara seketika menghentikan Lanang "Mas kenapa tiba-tiba aku jadi nervous gini? Aku takut ibu tidak akan menerima ku mas!"


Wajah Yara memang terlihat sangat khawatir sejak tadi, namun Lanang mengira ia hanya salah menilai nya.


"Ibu pasti akan senang memiliki menantu secantik dan sebaik kamu sayang, mas yakin 100%."


Yara menggeleng lagi karena biar bagaimanapun juga yang membuat Lanang tiba-tiba menikah dengan nya bahkan tanpa memberitahu ibu serta bila adalah dia. Bagaimana mungkin ia akan dengan pedenya bertemu dengan ibu .


"Gak mas aku benar-benar takut, mas tidak lupa kan kita menikah tanpa mengundang ibu dan semua itu terjadi karena sikap bodoh ku mas,"ucap Yara dengan penuh penyesalan.


"Kamu yakin kan sama mas?" Tanya Lanang memegang yang Yara.


Yara dengan pelan mengangguk "Kalau begitu ikuti saja mas yah, semua akan baik-baik saja dan ibu akan menyukai gadis yang sangat disukai oleh putranya."


Yara hampir saja mleyot hanya Karena kata-kata manis Lanang. Ia sungguh khawatir namun disatu sisi ia seolah ingin menghadapi semuanya.

__ADS_1


Lanang menuntun Yara turun dari mobil dan Yara dengan pernafasan yang sangat berat benar-benar sudah berada dihalaman rumah Lanang.


"Ini rumah kita sayang,"ucap Lanang dengan bangga.


Tidak mewah, tidak cantik dan juga jelas jauh 180° berbeda dengan rumah Yara yang sangat besar,indah dan juga mewah itu.


"Maafkan mas karena rumah ini tidak akan senyaman rumah kita disana,"ucap Lanang dengan pelan.


Yara memegang tangan Lanang dan menggeleng "Aku senang bisa kesini mas, aku benar-benar tidak sabar untuk masuk hehehe."


Lanang mengelus pelan kepala Yara karena benar-benar bangga dengan sikap Yara yang sungguh sangat keren itu.


"Siapa?"


Tanya seseorang dari belakang saat melihat Lanang dan Yara berdiri melihat kearah rumah itu dan membelakangi nya.


Lanang jelas sangat mengenali suara itu dan dengan senyuman hangat ia berbalik sembari memegang tangan Yara membawa gadis itu untuk mendekat.


"Ibu,"ucap Lanang dengan sangat lantang dan juga terkesan sangat bahagia.


Yara hanya bisa mengikuti Lanang yang kian mendekat kearah ibu. Hatinya benar-benar sangat gugup dan tidak tahu harus bagaimana.


Reaksi ibu sangat kaget melihat putranya kini sudah ada dihadapannya, bagaimana bisa ia tidak kaget karena Lanang datang tanpa aba-aba sama sekali.


Sejak tadi ia hanya bisa menarik nafas dalam-dalam karena tidak tahu harus bagaimana. Ia benar-benar takut tidak akan diterima oleh ibunya Lanang.


"Ya tuhan kenapa aku sangat gugup begini?" Batin Yara.


"Putraku sudah datang hiks,, kamj benar-benar terlihat sangat tampan nak. Bagaimana bisa kamu berubah menjadi sehebat ini? Seluruh rasa khawatir ibu kini sirna saat melihat kamu datang dengan penampilan seperti ini. Ibu bahagia nak,"ucap ibu dengan sangat bangga lalu kembali memeluk Lanang.


Yara tersenyum saat mendengar itu, sepertinya hampir seluruh ibu di dunia begitu tulus sampai setiap kata yang mereka ucapkan membuat hati seseorang yang mendengar nya bergetar.


"Maafkan aku buk karena baru kembali sekarang, maafkan mas yah bila."


Yara melirik kearah ibu dan ternyata sejak tadi ada bila disana sambil menangis pelan. Ia benar-benar kaget saat melihat mas nya sudah ada didepan matanya.


"Hisk,,aku merindukan mas sangat sangat merindukan mas hiks,"ucap bila memeluk Lanang karena rasa rindu yang kian memuncak itu.


Lanang kemudian mundur dan menarik tangan Yara dengan pelan kemudian menautkan jari-jari mereka. Jantung Yara seolah sudah tidak ada di tempat nya lagi.


"Siapa gadis cantik nak?" Tanya ibu pelan melihat kearah Yara sembari tersenyum ramah.

__ADS_1


Yara tersenyum dengan jantung yang masih saja tidak tenang, ia benar-benar gugup dan takut dengan reaksi ibu saat tahu kalau ia adalah istri Lanang dan mereka menikah tanpa memberitahu ibu.


"Ini Yara dan dia adalah istri ku Bu dia adalah menantu ibu,"ucap Lanang dengan bangga.


Seketika Yara bersujud di depan ibu sembari meminta maaf karena biar bagaimanapun itu yang salah adalah dia. Dia yang meminta Lanang untuk tidak usah mengundang siapapun karena awalnya pernikahan mereka hanya pernikahan kontrak saja.


Ibu, bila dan Lanang kaget saat Yara melakukan itu tiba-tiba. Ibu langsung berjongkok dan memegang bahu Yara agar tidak melakukan hal itu.


"Kenapa dengan mu nak? Kenapa kamu melakukan hal seperti ini?" Tanya ibu dengan khawatir.


"Maafkan aku bu, Maafkan aku karena sudah menjadi istri putramu. Aku benar-benar sangat mencintai nya, aku mohon buk restui kami berdua. Maafkan kami karena sudah menikah tanpa memberitahu ibu dan itu semua adalah salahku buk. Maafkan aku buk,"ucap Yara penuh ketulusan.


Ibu dengan pelan membantu gadis itu bangkit dan berdiri. Yara Benar-benar tidak berani untuk melihat kearah ibu karena ia sangat takut dan juga merasa bersalah secara bersamaan.


Hatinya sungguh tidak tenang namun tiba-tiba saja sebuah pelukan diberikan oleh ibu dan itu membuat ia seketika merasa sangat kaget dan tenang.


"Tidak usah meminta maaf nak, ibu sangat bahagia dengan kedatangan kalian berdua. Dan rasa bahagia ibu semakin bertambah saat tahu bahwa sekarang ibu Sud memiliki menantu yang cantik seperti mu nak, tidak usah merasa bersalah hanya karena kalian menikah tanpa ibu. Ibu tahu ada alasan dibalik itu dan apapun itu yang terpenting bagi ibu adalah kebahagiaan kalian,"ucap ibu dengan sangat tulus mengelus punggung Yara yang bergetar itu.


Yara menangis hebat dalam pelukan ibu, ia benar-benar sangat kagum dan juga tidak menyangka akan dipertemukan dengan ibunya Lanang. Ia bahkan disambut dengan sangat ramah.


Lanang tersenyum melihat itu, Yara benar-benar diluar dugaannya. Ia tak sedikitpun mengira Yara akan melakukan hal seperti tadi.


Yang ada di dalam pikiran Yara adalah ia yang salah dan ia yang harus menyelesaikan semua masalah yang sudah ia buat.


Ia sungguh sangat bahagia karena kini ia bahkan memiliki ibu lagi, seorang adik perempuan dan ia diterima dengan sangat baik dalam keluarga Lanang.


"Kalau begitu kita masuk menantu,"ucap mamah memegang tangan Yara hingga gadis itu benar-benar sangat bahagia.


"Bila ayok pintunya dibuka sayang,"ucap Lanang dan bila langsung menurut.


Yara terus saja melihat kearah tangannya serta tangan ibu dan ia benar-benar sangat bahagia. Lanang bisa melihat itu semua.


"Kenapa dia sangat mudah tersentuh oleh sesuatu? Dan ia benar-benar sangat menggemaskan saat terlihat seperti itu."


Kini mereka semua masuk ke dalam rumah. Rumah yang sangat dirindukan oleh Lanang dan sangat ingin dikunjungi oleh Yara.


...🍄 Bersambung🍄...


Aaaa gak anak gak ibu kenapa keren banget sih? Mau dong ahh jadi bini Lanang.


Jangan lupa yah like komen dan votenya wan kawan.

__ADS_1


See you guys 🧀


__ADS_2