Beri Aku Anak Suamiku.

Beri Aku Anak Suamiku.
Episode 12: Mari mencoba.


__ADS_3

...🍬 Soundtrack #Scream-do kyungsoo🍬...


...💌 Sulit, bukan berarti tidak mungkin bukan?💌...


        Hana turun dari mobil dengan penuh hati-hati dan tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada Yara yang hanya mengangguk tanpa melihat wajah gadis muda itu, ia menoleh sekilas saat Hana melambaikan tangan dengan semangat kearah Lanang yang tersenyum mengangguk sembari membalas.


"Selamat jalan mas heheh ."


"Jangan lupa mengunci pintu dan hati-hati!"Lanang berpesan dengan wajah hangatnya.


Yara hanya diam saja menonton aksi dua anak muda dihadapannya itu, seolah ia tak terlihat saat ini. Gadis muda itu sungguh sangat licik dimata Yara,ia seolah menahan kepergian Lanang dengan berbagai macam pertanyaan.


"Bagaimana? Apakah kami sudah boleh kembali?"tanya Yara dengan wajah datarnya.


Hana langsung diam saat ia ingin menanyakan banyak hal lagi namun melihat wajah tidak bersahabat dari Yara ia langsung mengurungkan niatnya.


"Maaf nyonya apakah sebaiknya saya yang menyetir?"tanya Lanang pelan hendak bangkit untuk tukar posisi.


"Diam ditempat! Saya lelah dan ingin secepatnya sampai dirumah."


Yara langsung menghidupkan mobil dan melaju dengan kencang hingga Lanang kebingungan kenapa Yara terlihat sangat tidak bersahabat saat ini.


Sesampainya di rumah Yara langsung membuka pintu mobil dan hendak berlalu namun tiba-tiba Lanang memanggilnya.


"Nyonya! Apakah Tote bag ini milik nyonya?" Lanang hampir saja melihat kedalam Tote bag tersebut namun dengan cepat Yara yang menyadari itu langsung berteriak melarang Lanang untuk membukanya.


"Diam! Jangan coba-coba untuk membukanya, atau kamu akan saya lempar ketengah jalan."teriakan Yara tergolong sangat keras karena ia benar-benar sangat khawatir Lanang akan tahu apa di dalam Tote bag itu.


"Ba,,baik nyonya."


Lanang yang kaget saat mendengar teriakan Yara langsung diam tidak berani bahkan untuk sekedar melirik isi dalam Tote tersebut.


Dengan cepat Yara menarik Tote bag itu dari tangan Lanang dan langsung berjalan dengan cepat seolah ia sedang menyembunyikan sesuatu dari Lanang.


"Ada apa? Apa ada sesuatu disana?"Lanang ikut masuk dan menyusul Yara .

__ADS_1


21.40pm


Lanang sudah mulai sibuk dengan beberapa proyek yang sedang ia kerjakan hari ini. Belum lagi beberapa proyek lainnya sudah mulai deadline hingga ia harus disibukkan dengan pekerjaan itu.


Terlihat Lanang sedang fokus mengetik sesuatu di laptop nya , ia duduk diatas sofa tempat dimana ia tidur selama ini. Laki-laki berusia belia itu sungguh seorang pekerja keras bahkan saat seperti ini ia masih harus mengerjakan semuanya setelah semua kesibukannya tadi.


Wajah tampan itu terlihat semakin tampan saja dengan ekspresi yang sangat fokus melihat layar laptopnya miliknya. Bagi Lanang sebuah pekerjaan harus diselesaikan saat itu juga, menumpuk pekerjaan bukanlah sifat yang harus ia kembangkan. Dan itulah salah satu hal yang membuat pemilik studio begitu menyukai Lanang.


Sedangkan Yara tengah berdiri di depan pantulan cermin di dalam kamar mandi. Dengan lingerie tipis da juga sangat transparan ia mencoba untuk tetap tenang namun ia benar-benar tidak bisa menerima keadaannya saat ini.


"Apa-apaan ini? Kenapa aku terlihat sangat menjijikkan saat mengenakan pakaian ini?" Yara sungguh tidak bisa mentolerir nya.


Bayangkan saja lingerie berwarna hitam pekat itu sungguh sangat pas ditubuhnya yang ramping,putih dan juga tergolong padat dan sintal. Mungkin siapapun yang melihat itu akan langsung lepas kendali karena lingerie itu hampir memperlihatkan seluruh bagian dalam tubuhnya karena jaring-jaring yang tipis dan lembut itu membuat seluruh tubuh Yara terlihat samar. Untung saat ini Yara mengenakan dalaman hingga seluruh aset berharga ditubuhnya tertutupi.


"Apa aku harus berbuat sejauh ini?"Bingung Yara hendak membuka lingerie itu.


Karena kalau dipikir-pikir juga ia belum tau apakah Lanang akan benar-benar terangsang dengan penampilannya? Laki-laki itu sangat muda dan berbeda jauh dengan usia Yara belum lagi ia pun sedang dekat dengan gadis lain yang jelas umurnya lebih mud dibandingkan Yara.


"Aku tidak mau menanggung malu,"elak Yara langsung saja menutupi tubuhnya dengan sebuah Piyama tidur yang hanya diikat di bagian samping.


Laki-laki itu terlihat sangat serius hingga tak menggubris Yara yang lewat dihadapannya dan Yara sendiri karena sibuk melihat kearah Lanang ia tak menyadari bahwa ada sofa dihadapannya hingga ia terjatuh dan Piyama nya terbuka karena tersangkut pada hiasan sofa.


Lanang kaget dan melihat saat ini Yara sedang tidak baik-baik saja langsung bangkit dan mendekat kearah Yara. Matanya terbelalak kaget saat melihat keadaan Yara yang benar-benar tidak seperti biasanya. Gadis itu saat ini sedang dibalut lingerie hitam dan sebuah Piyama yang terbuka.


Dengan susah payah Lanang mencoba bersikap biasa saja, walau bagaimanapun ia tetaplah laki-laki normal yang langsung bereaksi saat melihat sesuatu yang bisa merangsang nya.


Yara sendiri benar-benar merasa sangat malu karena keadaannya saat ini sungguh sangat memalukan, ia ingin menutupi tubuhnya namun ia urungkan karena niat awalnya adalah untuk menggoda laki-laki itu.


"Khem,, nyonya baik-baik saja?" Lanang langsung membantu Yara bangkit sembari mencoba untuk menjauhkan pandangan nya dari tubuh Yara.


Bayangkan betapa tersiksanya seorang Lanang, saat ini Yara benar-benar hanya mengenakan lingerie dan dalaman serta piyama yang terbuka. Gadis itu terbaring pasrah dilantai,wahh benar-benar menyiksa Lanang.


Yara melihat kearah Lanang dan laki-laki muda itu terlihat sangat enggan untuk melihat tubuhnya. Matanya terus saja menghindar.


Dengan pelan Lanang mendudukkan Yara di tepi kasur, setelah itu ia memeriksa kaki gadis dihadapannya yang masih saja diam memperhatikan Lanang yang terus saja mencoba untuk menghindar melihat tubuhnya .

__ADS_1


"Hahahaha, Sejijik itukah dia melihat tubuhku? Sampai terus menerus menghindarinya."


Tak bisa dipungkiri Yara benar-benar tersinggung juga pesimis. Ia semakin sadar bahwa ia sudah tidak menarik dan bahkan sudah tidak terlihat oleh Lanang.


"Hahha pantas saja, bagaimana mungkin dia melirik seorang perawan tua seperti ku saat ada gadis gadis muda disekelilingnya. Ia tampan dan untuk mendapatkan gadis cantik juga muda bukanlah hal yang sulit untuk nya."gumam Yara merasa sedikit sakit diulu hatinya.


"Apa nyonya tidak kedinginan?"tanya Lanang khawatir gadis itu akan masuk angin.


"Maaf nyonya, saya tidak bermaksud lain saya hanya takut nyonya akan masuk angin."


Dengan perlahan Lanang menutupi tubuh Yara dengan jaket yang ia pakai. Benar-benar menguji kesabarannya saja jika terus-terusan melihat tubuh Yara yang hampir terekspos itu.


Cih,


Yara tersenyum smirk karena benar-benar kaget dengan semua perlakuan Lanang kali ini.


"Apa tuhuhku semenjijikan itu?"


Saat hendak mengobati kaki Yara gadis itu menolak dan langsung bergeser menuju tempat tidur dan menarik selimut.


"Sudahlah saya baik-baik saja,saya capek dan ingin istirahat saja."


"Ta,,tapi nyonya bagaimana dengan kaki nyonya?"


"Saya tidak apa, pergilah lanjutkan pekerjaan mu. Saya benar-benar ngantuk sekali."Yara menarik selimut hampir menutupi seluruh tubuhnya.


Gadis itu benar-benar merasa pesimis dalam hidupnya. Ia terlalu bodoamat dengan usianya selama ini. Baru kali ini i benar-benar merasa sangat overthingking dengan beberapa hal dalam pikirannya.


...🍄 Bersambung🍄...


Waduhh misi gagal dong wkwkw.


Jangan lupa yah like,komen dan votenya wan kawan.


See you guys 🧀

__ADS_1


__ADS_2