Beri Aku Anak Suamiku.

Beri Aku Anak Suamiku.
Episode 57: Aku suaminya.


__ADS_3

...🍬 Soundtrack this part #Photograph- ed sheraan🍬...


...💌 Hal yang selama ini sangat ingin ku dengar dari seorang laki-laki, dan aku mendengar nya kali ini💌...


     Yara benar-benar berusaha semaksimal mungkin untuk terlihat baik-baik saja saat mereka semua dengan jelas menyudutkan nya, ia tersenyum saat dilihat oleh mereka seolah Yara adalah sebuah lelucon sehingga mereka sedikit tersenyum mengejek dan Yara bisa menangkap senyuman itu. Namun, ia tidak ingin meninggalkan kesan buruk dan berusaha untuk membalasnya dengan senyuman paling manis yang ia punya.


"Wahh kali ini kamu datang sendirian lagi yah?" Tanya seorang gadis dari ujung meja makan tempat mereka berkumpul.


"Iya nih, bagaimana kabarmu dan keluarga mu?" Tanya Yara tersenyum menanggapi sindiran halus dari temannya itu.


"Seperti yang kamu lihat saat ini kami baik-baik saja dan anakku tumbuh dengan sangat sehat,"ucapnya menekankan kata anak seolah mengejek Yara yang sampai kini masih sendiri itu.


"Syukurlah, di usia seperti itu anak-anak sangat membutuhkan banyak gizi. Maka kamu harus lebih memperhatikan makanan nya."senyum Yara tidak mau kalah.


Lanang yang mendengar itu tersenyum karena ia benar-benar menyukai sikap Yara yang terlihat tenang itu walaupun ia sedikit khawatir saat melihat tangan gadis itu sedikit gemetar.


"Setiap kali acara reunian kamu selalu saja datang sendirian? Apa tidak bosan sendiri?" Tanya seorang laki-laki dari ujung sana.


Yara tersenyum menanggapi itu walaupun sebenarnya ia benar-benar tersinggung.


"Bukankah lebih baik jika aku datang sendirian? Maka orang yang akan menghabiskan makanan dimeja ini akan berkurang,"ucap Yara tertawa pelan mencoba untuk membalut nya dengan sebuah lelucon.


"Jika terlalu lama sendiri kamu benar-benar akan menjadi seorang perawan tua yang tidak akan menikah,"ucap seseorang membuat suasana semakin canggung saja.


Yara benar-benar tidak bisa lagi membantah hal itu, kakinya ikut gemetar dengan tangan yang semakin melemah saja.


Lanang benar-benar tidak habis pikir mereka akan mengatakan hal itu kepada Yara, bahu gadis itu semakin menunduk saja padahal ia sudah berusaha semaksimal mungkin untuk terlihat kuat.


"Kamu sih terlalu pemilih jadi perempuan, kalau saja saat itu kamu mau dengan ku maka kamu tidak akan menjadi perawan tua seperti itu,"ucap nya lagi seolah sengaja menyudutkan Yara.

__ADS_1


"Usia kita sudah memasuki kepala tiga bukan?" Tanya yang lain dan diiyakan oleh mereka semua.


"Bukankah akan susah untuk memiliki anak jika di usia ini kamu belum juga menikah? Ahh atau kamu memang berniat untuk tidak memiliki anak,"timpal nya lagi.


Yara melirik kearah mereka satu persatu dan ia benar-benar tahu apa posisinya disana, melihat dari tatapan mereka Yara sungguh akan menjadi bahan olok-olok an mereka seolah Yara adalah seorang pendosa karena sampai kini belum juga memperkenalkan seorang suami dan juga memiliki anak.


Yara semakin merasa tersudut kan karena mereka benar-benar sengaja mengasingkan Yara.


"Maaf sayang, aku tidak bisa lagi merahasiakan ini!"


Semua yang ada disana seketika terkejut karena Lanang datang dengan tubuh tegapnya, wajah muda dan tampan namun terlihat sangat dewasa.


Ia meraih tangan Yara dan membantu gadis itu untuk berdiri, Yara kaget karena Lanang tiba-tiba datang kesana sembari memanggilnya dengan sebutan sayang. Ia benar-benar malu tidak tertahankan karena sejak tadi Lanang pasti memperhatikan ia saat disudutkan dan diasingkan.


"Sayang? Rahasia?" Bingung mereka.


"Kenapa kamu datang?" Bisik Yara dengan wajah kesal dan ia benar-benar tidak ingin melihat Lanang kini.


Bukankah mereka sudah merencanakan nya sedari awal bahwa Yara tidak ingin kalau Lanang ikut dan diperkenalkan sebagai seorang suaminya karena itu akan merugikan Lanang nantinya setelah mereka berpisah.


"Kita pulang saja sayang, mereka benar-benar tidak tahu bagaimana caranya bersosialisasi dengan sesama manusia."


Lanang menarik pinggang Yara dan hendak menuntunnya menuju pintu hingga mereka yang ada disana langsung saling memandang dan merasa tidak enak hati.


Yara menolak dan berjalan kembali kearah mereka, mereka semakin kebingungan dengan situasi yang ada dihadapan mereka saat ini.


"Bukan pertama kalinya kalian memperlakukan ku seolah aku adalah perempuan yang sangat hina karena belum juga menikah, menikah atau tidak Bukankah itu adalah urusan pribadi ku? Kenapa kalian sangat terobsesi dengan kehidupan percintaan ku?" Yara benar-benar ingin meluapkan semua yang ada di dalam benaknya.


Lanang tersenyum karena ia memang sangat ingin Yara mengeluarkan semua unek-unek nya dihadapan mereka semua.

__ADS_1


Mereka saling memandang dan merasa sangat tidak enak dan beberapa dari mereka berbicara seolah itu bukanlah kenyataan.


Yara tersenyum smirk lalu melihat kearah laki-laki yang seolah sedang menyudutkan nya tadi.


"Dan kamu! Kenapa kamu sangat perduli jika aku akan menjadi seorang perawan tua? Kenapa kamu sangat perduli jika aku belum juga punya anak? Apa itu akan berpengaruh dalam kehidupan mu?" Tanya Yara dengan wajah yang ia coba untuk terlihat tetap tenang.


Laki-laki itu menunduk merasa malu karena Yara benar-benar menunjuknya dan memang ialah yang paling semangat dalam menyudutkan Yara tadi.


"Kenapa kamu membawa-bawa masalalu ? Kenapa kamu menyangkut pautkan hidup ku yang sekarang dengan masalalu hanya karena aku pernah menolak mu dulu? Apa kamu tidak takut kalau istri mu tersinggung karena sampai kini kamu masih juga mengingatnya? Aku aja sudah lupa,"ucap Yara dengan senyuman sinis.


"Dan satu lagi, kamu mengatakan bahwa aku terlalu pemilih jadi perempuan. Kamu salah, bukan aku yang terlalu pemilih namun kamu yang tidak pantas untuk dipilih," kecam Yara .


Mereka semua benar-benar terdiam dan tak ada satupun yang berbicara karena mendengar semua unek-unek Yara. Gadis itu sudah memendamnya bertahun-tahun karena setiap kali mereka mengadakan acara reunian maka Yara akan menjadi target untuk mereka sudutkan.


"Terima kasih atas undangannya, aku akan pulang lebih awal karena aku hanya akan membuat kalian merasa tidak nyaman!"


Yara berlalu dengan cepat dan di ikuti oleh Lanang yang langsung berjalan di belakang Yara.


Yara benar-benar terlihat keren saat ia menyampaikan semua yang mengganjal di hatinya namun kini Lanang bisa melihat bahwa saat Yara meninggalkan meja itu gadis itu benar-benar lesu dan bahunya seolah tidak memiliki tulang karena terlalu rapuh. Ia benar-benar berbeda dengan Yara yang tadi.


Lanang bisa merasakan bagaimana perasaan Yara saat ini. Gadis itu benar-benar terpuruk.


...🍄 Bersambung🍄...


Pada jahat banget sih sama Yara, untung aja Yara benar-benar cerdas mengahadapi nya.


Jangan lupa yah like komen dan votenya wan kawan.


See you guys 🧀

__ADS_1


__ADS_2