Beri Aku Anak Suamiku.

Beri Aku Anak Suamiku.
Episode 35: Aku tidak akan tinggal diam.


__ADS_3

...🍬 Soundtrack this part #because it's you-kim woo jin🍬...


...💌 Walaupun terasa sangat mustahil,aku akan mencoba agar aku tidak menyesal karena telah berusaha semampu ku💌...


        Yara tersenyum dengan bangga setelah mendapatkan obat yang ia beli di apotik. Awalnya ia benar-benar ragu dan malu untuk membeli itu sendiri namun ia akan lebih malu lagi jika orang lain yang akan membelikan itu untuk nya, dan untuk menjaga keamanan dan kenyamanan ia menggunakan masker saat membelinya.


"Terima kasih mbak,"ucapnya dengan pelan lalu meninggalkan apotek dan menaiki taksi menuju rumah nya.


Ia sengaja pulang lebih awal tanpa menunggu Lanang untuk pulang bersamanya ah bisa dibilang ia sengaja meninggalkan Lanang agar ia bisa meluncurkan aksinya.


"Aku yakin kali ini akan berhasil, di internet mereka mengatakan kalau ini akan berhasil 100%,"ucap Yara dengan senang.


Walaupun sebenarnya ia sangat ragu apakah ini akan benar-benar berhasil sepenuhnya, banyak hal yang membuat khawatir tanpa sebab.


"Bagaimana jika gagal lagi? Akhh aku akan menanggung lebih banyak rasa malu lagi."


Sejak tadi Yara berbicara sendiri hingga membuat supir taksi yang ada didepan sedikit kebingungan.


"Apa ada masalah nona?" Tanya supir itu namun buru-buru Yara menggeleng dan menjauhkan pandangan karena malu.


Sampai di depan rumah Yara langsung membayar taksi tanpa menerima kembalian nya dan berlari dengan semangat menuju kamar nya.


Hari sudah mulai malam dan ia takut Lanang akan segera kembali sedang ia masih belum bersiap-siap.


"Aku pakai yang mana yah? Akhh Kenapa aku jadi seperti ini?" Bingung Yara saat melihat kotak tempat ia menyimpan dalaman.


Ia benar-benar gila, untuk memakai dalaman saja ia harus berpikir setengah mati.


"Apa warna merah saja? Atau hitam? Di internet mereka mengatakan dan merekomendasikan untuk aku memakai warna merah cerah."


"Akhh Yasudah aku pakai in saja, tak apa Yara hanya satu malam saja," ucapnya mengambil setelan dalaman berwarna merah cerah dan juga dress terusan berwarna merah pula.


Ia buru-buru mandi dan membersihkan dirinya, ia sungguh mempersiapkan semuanya tanpa kurang sedikit pun.


Sebelum masuk kedalam kamar tadi ia memberitahu buk Tati untuk mengantarkan jus ke kamarnya.


Saat Yara sudah siap-siap membersihkan diri dan sudah lengkap dengan dress-nya pintu kamar terdengar sedang diketuk dari luar.


"Nona! Jus pesanan nona sudah saya siapkan," ucap buk Tati dengan pelan.


"Terima kasih buk,"ucap Yara tersenyum saat meraih itu dari buk Tati.


Buk Tati mengeryit bingung saat melihat Yara terlihat sangat senang dan baru kali ini ia melihat sisi seperti ini dari Yara, gadis itu terlihat sangat cantik dan juga memukau dengan dress itu.

__ADS_1


"Wahh nona cantik sekali,"puji buk Tati hingga Yara seolah sedang di awang-awang saja mendengarkan nya.


"Benarkah buk? Akhh ibu bisa saja."


"Saya berkata jujur nona, den Lanang pasti akan senang saat ia datang dan langsung melihat kecantikan nona," ucap buk Tati.


"Ahh ibu bisa saja, kalau begitu terima kasih atas jus nya dan juga pujian nya yah buk."


Yara menutup pintu dengan senyuman yang sejak tadi tidak pernah luntur dari bibirnya.


Ia meletakkan jus itu diatas nakas dan langsung mengambil obat itu dari tasnya kemudian memasukkan nya kedalam jus itu.


"Aahh kenapa aku tiba-tiba gugup tanpa alasan? Akhh jantung ku benar-benar tidak karuan,"ucap Yara merasa gugup.


Dia melihat pantulan dirinya di kaca yang berdiri dengan kokoh itu, ia melihat dengan lekat sembari berpikir apakah benar Lanang akan merasa senang melihat ia dengan keadaan seperti itu.


Dress berwarna merah terang dengan panjang sampai lututnya benar-benar sangat matching ditubuh molek nya.


"Jangan gugup, semua akan berjalan lancar dan rencana mu akan segera berhasil."


"Papah, aku akan segera memberikan cucu untuk mu,"ucap Yara tersenyum pelan.


Tiba-tiba pintu diketuk dari luar dan Yara tahu itu adalah Lanang. Buru-buru ia duduk diatas kasur sembari membaca majalah .


"Saya menunggu nyonya sejak tadi disana, saya pikir nyonya kenapa-napa dan untung saja ada yang memberi tahu saya kalau nyonya sudah kembali lebih dulu,"ucapnya dengan pelan dan berjalan menuju sofa.


"Ahh tadi aku sedang ada urusan di dekat sini jadi sekalian saja aku pulang lebih dulu,"ucap Yara pelan.


"Syukurlah kalau nyonya baik-baik saja, setidaknya nyonya mengabari saya."


"Hmm baiklah lain kali aku akan mengajarimu ,"ucap Yara terkesan cuek.


Lanang lagi-lagi overthingking karena sejak pagi tadi Yara benar-benar bersikap cuek padanya dan bahkan berbicara tak melihat kearahnya sama sekali.


"Apa nyonya sudah makan malam?" Tanya Lanang pelan.


Ah, ia sampai lupa untuk makan hanya karena memikirkan semua rencananya itu.


"Sudah, ah tadi buk Tati memberikan ini untuk mu tapi kamu belum pulang jadi ia menitipkan nya disini,"ucap Yara menyodorkan jus itu kearah Lanang.


Lanang yang sedang duduk di sofa itu langsung mendekat kearah Yara dan dengan ragu menerima nya.


"Apa tidak apa untuk saya nyonya? Nyonya tidak mau?" Tanya Lanang pelan.

__ADS_1


"Sudah tadi, buk Tati membuatkan dua gelas dan sudah aku habiskan. Sekarang giliran mu habiskan lah karena buk Tati sudah repot membuatkan nya untuk kita,"ucap Yara sedikit merasa geli dengan kebohongan nya itu.


Lanang pun dengan polosnya mengangguk dan meminumnya tanpa rasa curiga sedikitpun.


"Bagaimana? Apakah enak?" Tanya Yara pelan dan ia sungguh sangat gugup setengah mati.


"Enak nyonya, buk Tati membuatnya dengan sangat baik."


"Baguslah kalau begitu,"ucap Yara pelan.


"Kalau begitu saya mandi dahulu nyonya."


Lanang meletakkan gelas itu diatas meja untuk ia kembalikan nanti dan saat ini ia ingin mandi dan membersihkan dirinya karena sudah sangat gerah sejak tadi ia bekerja di studio.


Yara melihat kearah Lanang yang berjalan membawa baju dan handuk kedalam kamar mandi, ia melihat dengan seksama sampai pintu tertutup begitu rapat.


"Apa obatnya tidak berfungsi yah? Kenapa ia sam sekali tidak menunjukkan tanda-tanda terangsang?" Bingung Yara.


Buru-buru ia mengambil ponselnya dan mencarinya di internet. Mencari seberapa lama obat itu akan bereaksi.


"Obat yang sudah dikonsumsi akan bereaksi selama 15 menit dan bisa lebih dari itu," ucap Yara sambil membaca artikel mengenai obat yang sudah ia masukkan didalam minuman Lanang.


"Akhh pantas saja, masih belum sampai 15 menit setelah ia meminumnya. "


Yara buru-buru memasang stop watch di ponselnya untuk menghitung waktu seberapa lama Lanang telah meminum nya.


"Apakah ini akan benar-benar berhasil? Akhh aku sungguh gugup sekali," ucap Yara melihat layar ponselnya yang kini menunjukkan waktu 7 menit telah berlalu.


Sembari menunggu ia menjelajahi dunia internet dan bertanya banyak hal mengenai rencananya itu.


"Wahh banyak sekali clue disini, kenapa tidak sejak kemarin saja aku melihat dan belajar dari internet?"


Yara benar-benar semangat dalam membacanya satu persatu, ia benar-benar terpukau karena begitu banyak informasi tentang hal itu disana.


"Wahh banyak sekali informasi," ucapnya pelan sembari melihat kearah pintu kamar mandi sesekali.


...🍄 Bersambung🍄...


Yara nih sebenarnya polos banget, cuma ambisius dan juga sangat keras kepala.


Jangan lupa yah like komen dan votenya wan kawan.


See you guys 🧀

__ADS_1


__ADS_2