
...🍬 Soundtrack this part #dangerously-charlie puth🍬...
...💌 Tidak ada yang bisa menebak apa yang akan terjadi dalam beberapa menit kedepan, tapi bersikap waspada tentu bisa dilakukan oleh siapapun💌...
Yara memasuki kamar mandi dengan pelan dan sedikit ogah karena ia sungguh tiba-tiba merasa sangat lelah malam ini. Ia sungguh tidak tahu kenapa tiba-tiba ia begitu lelah dan tidak mood untuk melakukan apapun setelah pulang dari rumah sakit.
Ia dengan cepat menggeleng saat ingatan mengenai pembicaraan dihadapan nya dirumah sakit tadi. Ia sungguh tidak ingin memikirkan itu karena itu akan membuat ia semakin khawatir saja.
"Akhh kenapa sih dengan ku? Kenapa mudah sekali terguncang hanya karena hal-hal seperti itu,"ucapnya dengan kesal lalu memilih untuk mencuci wajahnya dengan cepat.
"Akhh lupakan saja, kamu tidak akan mengalami itu!"
Yara pun mencoba untuk tetap optimis dan tidak ingin memikirkan hal itu lagi, ia sudah pusing dengan banyak hal jadi ia sungguh tidak ingin menambah beban pikiran lagi.
"Huh! Dia sudah tidur?"
Yara keluar dari kamar mandi dan melihat ke ranjang disana terlihat Lanang sudah tertidur pulas . Yara mendekat untuk melihat keadaan Lanang dan laki-laki itu dipenuhi dengan banyak sekali keringat.
"Kenapa dia berkeringat banyak sekali?" Yara mendekat dan memegangi dahi Lanang.
"Hah? Kenapa dia panas sekali?" Panik Yara langsung memperbaiki posisi selimut Lanang dan bergegas turun kebawah untuk mengambil baskom dan mengisinya dengan air dingin serta membawa dua handuk kecil.
"Sedang apa kamu disini?"
"Astagah! Papah membuat ku jantungan saja,"ucap Yara kaget saat mengisi baskom itu dengan air.
Papah sedikit tersenyum dan melihat kebingungan, sedang apa putrinya dengan baskom itu ditengah malam begini?.
"Apa ada yang sakit?"
"Hmm mas Lanang demam pah,"ucap Yara dengan pelan.
"Kenapa dia bisa sakit? Kamu cobalah lebih perhatian dengan suamimu . Kenapa dia sangat sering jatuh sakit?" Khawatir papah.
"Bagaimana keadaan nya sekarang? "
"Sedang tidur pah, kalau begitu aku naik untuk mengompres nya dulu pah."
Papah mengangguk dan melihat Yara yang juga terlihat lelah itu, ia tidak tahu kenapa akhir-akhir ini ia jarang sekali melihat putrinya itu.
Yara duduk di tepi ranjang dan mulai memasukkan handuk kecil kedalam baskom lalu membilas nya dan meletakkan nya di dahi Lanang yang masih terasa panas itu.
"Hmmm benar sekali ucapan papah kalau kamu terlalu sering sakit, dan akulah penyebab semua rasa sakit mu!"
Yara terlihat semakin lesu karena mengingat sudah sering kali ia membuat Lanang sakit, mulai dari keracunan karena harus menjaga perasaan nya dan sekarang laki-laki itu demam tinggi jelas karena semalaman diguyur air dingin karena harus menghilangkan obat yang Yara berikan.
"Bagaimana kalau kamu mampir kerumah ku? Sambil menunggu mereka bisa dihubungi,"ucap Lean masih mencoba untuk menghubungi nomor Yara.
Hana dengan cepat langsung mengangguk karena ia sangat mengkhawatirkan Lanang dan kalau disuruh pulang pun ia sangat tidak ingin.
__ADS_1
Lean dengan pelan berjalan menuju apartemen nya diikuti oleh Hana yang berjalan dengan pelan . Dan ini bukan pertama kalinya ia datang kerumah Lean ini sudah kedua kalinya dan ia sudah terbiasa dan tidak canggung sama sekali.
"Kamu duduk saja disini, aku mandi dulu !"
"Baik pak," ucap Hana dengan cepat.
Lean yang hendak memasuki kamar langsung berbalik dan melihat kearah Hana hingga gadis itu kebingungan karena ditatap oleh Lean.
"Ada apa pak?"
"CK, bukankah kamu sudah sepakat untuk tidak memanggil ku dengan sebutan bapak lagi?" Cemberut Lean.
"Eh,,iya mas maaf saya memang suka lupa heheh,"ucap Hana dengan tawa hambar.
"Jangan lupa lagi yah,"ucap Lean tersenyum dan Hana langsung mengangguk.
"Kamu kalau haus ambil saja minuman di kulkas ,anggap saja rumah sendiri!"
Hana dengan cepat mengangguk dan Lean langsung berlalu menuju kamar.
Hana masih mencoba untuk menghubungi Lanang namun masih belum ada jawaban hingga ia semakin khawatir saja.
"Huh, apa mas Lanang baik-baik saja? Dia kan sedang demam!"
Berkali-kali Hana mencoba untuk menghubungi namun ia sama sekali tidak mendapatkan Jawaban.
Awalnya ia memilih untuk menunggu Lean namun tenggorokan nya sudah mulai terasa sangat kering.
Ia mengambil sebuah kaleng berwarna biru dan mulai membuka minuman itu, ia teguk dengan satu tegukan dan ia langsung batuk.
"Ke,, kenapa rasanya sangat aneh? Apa mas Lean menyukai minuman dengan rasa aneh seperti ini? Ahh aku sangat bingung dengan selera makanan orang kaya."
Hana berjalan menuju sofa dengan kaleng ditangannya, awalnya memang terasa sangat aneh namun ia malah ingin meminumnya lagi dan lagi seolah minuman itu telah menghipnotis lidahnya untuk terus menginginkan nya.
"Habis? Apa aku boleh mengambil nya lagi ?" Bingung Hana melihat kearah kamar Lean.
Dengan ragu ia berjalan lagi kearah kulkas dan mengambil dua minuman sekaligus karena ia sungguh menyukainya.
Setelah menghabiskan dua kaleng ia sungguh merasa sedikit pusing dan pandangan nya sedikit berkunang-kunang tanpa sebab.
"Ke,,kenapa aku sedikit pusing?" Batin Hana.
Pintu kamar terbuka dan memperlihatkan Lean yang baru saja selesai mandi dengan rambut basah dan ia mengenakan kaos hitam polos dengan celana pendek.
"Maaf yah aku sedikit lama,"ucapnya mendekat kearah Hana.
"Kenapa dengan mu?" Tanya Lean kaget saat melihat Hana yang terlihat sangat aneh itu. Ia bergerak tak jelas dan juga seperti orang yang teler saja.
"Ha? Kamu meminum minuman ini?" Panik Lean karena yang Hana minum adalah minuman beralkohol tinggi.
__ADS_1
Hana tersenyum kearah Lean dan mengangguk sambil tersenyum "Minuman nya sangat enak hehehe, aku mau lagi."
Hana dengan susah payah meraih kaleng yang satu lagi dan hampir meminumnya namun langsung ditahan oleh Lean.
"Kamu sudah sangat mabuk, jangan meminum nya lagi."
Hana menggeleng dan hendak meminumnya lagi namun buru-buru diambil oleh lean lalu meminumnya habis agar tidak bisa diminum oleh Hana lagi.
"Sudah habis, aduhh gimana ini? Aku melakukan kesalahanan karena meninggalkan nya tanpa memberitahu untuk tidak meminumnya!"
"Mas Lanang?"
Hana tersenyum kearah Lean yang dalam pandangan nya itu adalah Lanang. Ia dengan cepat memeluk Lean hingga laki-laki itu kaget bukan main.
"Aku bukan Lanang! Aku Lean," ucap Lean dengan cepat dan mencoba untuk melepaskan pelukan Hana.
Gadis itu menolak untuk melepaskan pelukannya dan dengan satu kali coba Lean berhasil melepaskan dirinya dan mencoba untuk menyadarkan Hana.
"Hana! Kamu sadarlah, aku akan mengantarmu pulang."
"Mas mau mengusir ku? Tega sekali!" Cemberut Hana dan berakting menangis.
Lean dibuat pusing karena gadis kecil itu sungguh sangat banyak sekali tingkahnya saat sedang mabuk.
"Bukan begitu Hana, sudah tengah malam lebih baik kamu pulang yah!"
Dengan cepat Hana menaiki tubuh Lean dan duduk dipangkuan laki-laki itu, hingga Lean dibuat ketar-ketir tanpa sebab.
"Se,, sedang apa kamu? He jangan seperti ini!"
Hana mendekat dan lebih dekat kearah Lean.
Cup,
Mata Lean terbelalak karena ia sungguh tidak mengira kalau Hana akan berbuat sejauh itu, gadis itu terlihat sangat polos dan ia tidak menyangka Hana akan mencium bibirnya begitu tiba-tiba.
Gadis itu memejamkan mata dan mengeratkan pelukannya dileher Lean .
"Sial, Kenapa gadis kecil ini sungguh diluar dugaan?"
Lean sendiri sedikit pusing karena sempat meminum minuman tadi, bayangkan saat kalian meminum satu saja sudah membuat mu sedikit terganggu bagaimana kalau sampai dua kaleng seperti yang Hana lakukan. Maka kamu akan benar-benar kehilangan akal.
...🍄 Bersambung🍄...
Wahhh Hana! Kamu sudah melakukan kesalahanan besar, Lean pasti kaget banget. Mana jomblo lagi hahaha.
Jangan lupa yah like komen dan votenya wan kawan.
See you guys 🧀
__ADS_1