Beri Aku Anak Suamiku.

Beri Aku Anak Suamiku.
Episode 64: Lelah


__ADS_3

...🍬 Soundtrack this part #you are my everything-gummy🍬...


...💌 Bukankah aku sudah menekankan bahwa kamu hanya milikku seorang, jadi tidak ada yang lebih berhak dibandingkan diriku💌...


... ...


     Lanang turun ke bawah dengan menaiki tangga dan tidak lupa dengan senyuman yang sangat cerah. Ia benar-benar sangat bahagia hari ini dan kalian sangat jelas mengetahui itu bukan?.


"Wahh ada apa nih menantu? Kenapa tiba-tiba jam segini kamu sudah ada dirumah? Tidak seperti biasanya." Tanya papah yang memang libur kerja pada hari ini.


Lanang tersenyum dan mendekat kearah papah "Kami bolos kerja pah hehehe,"ucapnya dengan girang.


Bukankah seharusnya seorang menantu akan malu jika ketahuan bolos kerja oleh papah mertuanya. Namun Lanang sungguh berbeda apa karena ia terlalu bahagia hingga menyampaikan hal seperti itu saja ia bahagia.


Papah tersenyum karena merasa ada yang berbeda dengan Lanang, wajahnya cerah dan juga cara ia menatap sesuatu kini benar-benar berbeda lebih tegas dan juga terkesan percaya diri.


"Wahh ada apa nih kenapa kalian memilih bolos? Apa Yara juga setuju?" Tanya papah tersenyum penasaran.


Lanang dengan cepat mengangguk dan tersenyum kearah papah.


"Papah tenang saja secepatnya cucu lucu yang papah inginkan akan segera hadir dirumah ini,"ucap Lanang tiba-tiba hingga papah sadar kemana arah pembicaraan itu.


"Pantas saja sejak tadi papah sangat penasaran dari mana asal memar memar merah disekujur leher mu itu. Sudah terjawab sekarang, semangat menantu papah tunggu hasil cetakan nya yah!"


Papah berlalu kemudian tersenyum dan menepuk pelan bahu Lanang yang seketika melihat dengan tatapan malu. Ia benar-benar lupa menutup nya dan malah memakai kaos oblong saja.


"Loh, ada yang bisa saya bantu den?" Tanya Atun yang baru saja datang dari belakang.


Lanang dengan cepat memperbaiki posisi pakaiannya saat melihat mata liar Atun yang langsung faham itu.


"Tolong buatkan bubur untuk istriku yah, Jangan lupa dengan teh dan juga beberapa buah yah."


"Apa nona sedang sakit den?" Tanya Atun pelan sedikit menyelidiki.


"Ahh tidak, dia hanya sedang malas saja turun kebawah. Tolong siapkan dengan cepat yah!"


"Baik den,"ucap Atun tersenyum pelan lalu bersiap untuk menyiapkan nya.


Lanang sendiri berjalan kearah kulkas untuk mengambil air putih namun tiba-tiba saja ia mendengar suaranya teriakan Yara dari dalam kamar.


Ia segera menutup kulkas dan tidak jadi minum karena berlari dengan cepat menuju kamar hingga Atun kaget bukan main.


"Wahh dia berlari sangat cepat? Apa akan ada orang yang berlari seperti itu untuk ku saat aku berteriak?" Gumam Atun pelan.


"Kenapa? Kamu terlihat sangat kaget?" Sinen yang baru saja datang.

__ADS_1


Dan kembali lagi kisah lama yang terulang kembali, Atun dan Sinen akan bergosip ria perihal Yara dan Lanang.


Pintu kamar terbuka memperlihatkan Lanang yang sangat khawatir itu, ia berjalan menuju Yara yang sedang terduduk dilantai tepat di tepi ranjang.


"Ada apa sayang?"


Yara kaget karena tiba-tiba saja Lanang sudah ada disana dengan raut wajah yang sangat khawatir dan membantu nya untuk berdiri kembali dengan pelan ia mendudukkan Yara di tepi ranjang.


"Kenapa hmmm?"


"Kenapa mas tiba-tiba sudah disini? Sudah jadi minum nya?" Tanya Yara pelan.


"Mas mendengar kamu berteriak mas sangat khawatir dan berlari kesini."


Yara tertawa pelan dan melihat kearah Lanang yang menurut nya itu sangat lucu. Padahal ia hanya berteriak karena terjatuh saja Lanang sudah khawatir seolah ia kenapa-napa saja.


"Kenapa kamu tertawa? Kamu baik-baik saja kan?"


"Aku hanya ingin meraih ponselku mas namun saat aku hendak berjalan terasa sangat sakit."


Lanang langsung faham apa yang Yara bicarakan itu, karena saat mereka mandi saja tadi Lanang yang menggendong nya ke kamar mandi.


"Sakit sekali yah sayang? Memang saat pertama kali itu sangat menyakitkan. Maafkan mas yah!"


Yara semakin tertawa karena Lanang seketika malah terlihat polos dimatanya.


"Apa kita perlu ke rumah sakit? Mas takut kamu kenapa-napa sayang."


Yara benar-benar gemas dengan Lanang, bagaimana mungkin hanya karena itu ia harus kerumah sakit.


"Tidak sesakit itu sampai harus kerumah sakit mas, hanya sedikit pelik saja saat aku hendak melangkah. "


"Ya sudah kalau ada apa-apa kamu minta mas ambilkan saja, jangan bergerak agar tidak terasa sakit hmmm."


Yara tersenyum mengangguk dan pasrah saja saat Lanang memperbaiki posisi duduknya diatas ranjang kini ia bersandar disana.


"Apa masih sakit? Begini juga sakit?" Tanya Lanang pelan.


Yara menggigit bibir nya pelan karena tiba-tiba saja Lanang mengusapnya dibalik dalaman Yara. Karena gadis itu hanya mengenakan piyama tidur terusan dan dalaman saja.


"Bagaimana sayang? Apa begini bisa mengurangi rasa sakitnya?"


Lanang dengan pelan memasukkan tangannya kedalam selimut dan mengusap area bawah Yara dengan lembut hingga gadis itu bergerak gusar dengan bibir yang ia gigit.


"Akhh,, mas jangan ahh geli." Yara dengan wajah sedikit memerah.

__ADS_1


Lanang tersenyum karena sadar bahwa Yara kini sudah mulai terangsang karena usapannya itu.


"Kenapa hmm? Tidak suka yah kalau mas elus?"


"Hmm geli mas akhhh,"ucap Yara menutup mata saat Lanang kembali melakukan nya.


"Hahahah benarkah? Apa mau mas lakukan hal yang lebih?" Goda Lanang.


"Akhh,, aku masih lelah mas." Ucap Yara dengan tatapan sendu kearah Lanang.


Lanang tersenyum dan memeluk istrinya karena ia tahu betul bahwa sat ini Yara pasti sangat kelelahan karena meladeni nya sejak semalaman bahkan pagi tadi.


"Yasudah sayang, maafkan mas yah yang kurang perhatian dengan mu."


Yara menggeleng dan mencium bibir Lanang dengan sedikit gerakan lembut disana begitu juga dengan Lanang yang membalasnya lebih dalam lagi.


"Ciuman aja yah mas," ucap Yara dengan lembut.


Lanang tersenyum dan mengangguk kemudian menautkan bibirnya dengan bibir Yara yang sudah sedikit bengkak itu karena sejak semalam mereka tak hentinya berciuman.


Sedikit dikit Lanang akan menyambar bibir Yara seolah itu adalah candu untuk nya.


Tiba-tiba saja pintu kamar diketuk dari luar "Makanan sudah siap den,"ucap Atun dari luar.


Lanang bangkit pelan dan menutupi tubuh Yara yang sedikit terbuka karena ulahnya tadi.


"Mas kesana sebentar yah sayang,"ucap Lanang dan dibalas anggukan oleh Yara.


Lanang membuka pintu dan meraih nampan itu dari Atun yang sangat kepo sedikit melirik ke dalam kamar.


"Terima kasih banyak yah!" Ucap Lanang dengan cepat menutup pandangan Atun.


"I,,iya den hehehe."


Lanang berjalan pelan menuju ranjang disana Yara sudah menunggu nya untuk makan bersama.


"Sekarang kita makan dulu yah sayang,"ucap Lanang dan Yara tersenyum mengangguk.


Mereka pun makan berdua disana sambil sesekali menggoda satu sama lain. Dan sudah pasti Lanang akan mencari kesempatan untuk menautkan kedua bibir itu.


...🍄 Bersambung🍄...


Wahhh gak habis habis kemesuman si Lanang ini, mana tengil banget lagi.


Jangan lupa yah like komen dan votenya wan kawan.

__ADS_1


See you guys 🧀


__ADS_2