Beri Aku Anak Suamiku.

Beri Aku Anak Suamiku.
Episode 63:Aku yang salah dulu.


__ADS_3

...🍬 Soundtrack this part #dumb dumb -somi (ex ioi)🍬...


...💌Aku yang tidak sadar akan keegoisan ku, dan kini aku benar-benar merasa bersalah atas kejadian di masa lalu. Terima kasih karena masih bertahan di tempat yang sama untuk ku💌...


      Yara menggeliat pelan dan meraih kemeja Lanang yang berada dekat dengan nya. Ia memakainya dengan cepat sebelum Lanang terbangun dan melakukan lebih lagi.


Yara hendak turun dari ranjang namun ditahan oleh Lanang yang melirik pelan masih dengan mata sedikit terpejam.


"Mau kemana hmm?" Tanya Lanang pelan.


Sejak pergulatan pagi itu mereka kembali tertidur dan Yara terbangun lebih dahulu kemudian melihat kearah jam dinding yang sudah menunjukkan pukul 10.50.


"A,,aku mau mandi mas, kita sudah sangat terlambat ke kantor." Yara benar-benar merutuki kebodohan nya karena tidak bisa menyebutkan alasan lain selain kata kantor.


Lanang terduduk dan meraih Yara ke dalam pelukannya. Ia sudah mengenakan celana boxer saat ini namun Yara masih saja sama kagetnya karena tiba-tiba didekap oleh Lanang.


"Kita tidak bisa yah libur hari ini saja? Aku sudah meminta izin dengan mengirim pesan tadi kepada bos ku. Maka kamu yang merupakan seorang bos pasti bisa meliburkan diri bukan?" Tanya Lanang tersenyum.


Yara benar-benar membantu dan tidak tahu harus berbuat apa lagi, di depan Lanang ia benar-benar kehilangan semua isi otaknya. Laki-laki yang kini dengan tampilan beda itu benar-benar membuat Yara tidak bisa berkutik lagi.


"A,,aku masih memiliki banyak sekali urusan mas, aku tidak bisa begitu saja meliburkan diri hanya karena aku seorang bos."


Yara benar-benar payah dalam memberikan alasan, jelas alasan itu tidak akan berhasil untuk Lanang.


Lanang melepaskan senyuman itu dan menatap wajah Yara dengan pelan.


"Baiklah, apa kamu tidak mau meliburkan diri untuk ku? Aku masih sangat merindukan mu hmmm."


Lanang tersenyum manja kearah Yara hingga gadis itu benar-benar tidak bisa berkata-kata lagi dan hanya bisa terdiam dengan jantung yang semakin berdetak kencang.


"Akhh, kenapa sih dengan mas? Aku benar-benar tidak bisa berbuat apapun!"


Yara menutupi wajahnya yang memerah karena tidak tahan dengan sikap Lanang.


"Bagaimana hmm? Kita libur yah sayang. Aku masih kangen sama kamu,"ucap Lanang kembali dengan nada merengek.


"Kangen apaan sih? Ihh gak jelas banget!"

__ADS_1


Yara benar-benar memerah pipinya karena sikap Lanang. Ia benar-benar sudah berubah 180° dan ini bukanlah Lanang yang biasa Yara lihat.


"Ahh aku gak mau tahu pokoknya kamu harus libur hari ini juga, ini kan hari pertama kita masa kamu udah mau kerja aja,"cemberut Lanang dengan bibir mengerucut.


Cup,


Yara benar-benar tidak tahu dengan sikap Lanang dan tanpa sadar mengecup pelan bibir Lanang yang mengerucut itu.


Setelah itu Yara menutup dirinya dengan selimut karena menahan malu. Ia benar-benar seperti bocah saat dihadapan Lanang padahal sudah jelas sekali dari segi umur Yara lah yang lebih dewasa.


Lanang tertawa dengan tertahan karena melihat sikap Yara yang begitu menggemaskan itu. Ia dengan pelan membuka selimut yang menutupi wajah gadis itu dan Yara benar-benar sudah memerah mukanya.


"Kenapa ditutup hmm? Mas kan mau tambah ciuman nya."


"Apaan sih?"


"Hmm masa gak tau sih, kenapa nyium nya singkat banget tadi? Cuma nempel doang ahh gak asik."


"Siapa juga yang nyium mas? Gak ada tuh?" Yara memasang wajah tembok seolah bukan dia yang mencium Lanang tadi.


Yara sedikit bergidik dan mundur hingga ia hampir saja terjatuh dari atas ranjang. Untung saja ditahan oleh Lanang.


"Hati-hati sayang, bagaimana kalau sampai kamu terjatuh?" Lanang sangat khawatir dan menarik pelan tubuh Yara untuk berada di posisi yang aman.


Yara tersenyum melihat wajah Lanang yang penuh dengan ke khawatiran itu. Ia benar-benar khawatir dengan keadaan Yara dan jujur saja jantung Yara lebih berdebar karena perhatian itu.


"Kamu kaget banget yah sayang? Aduhh maafin mas yah gara-gara mas kamu hampir aja jatuh."


Lanang menepuk pelan bahu Yara yang masih melihat kearah Lanang dengan tatapan yang sangat lekat.


"Kenapa diam hmm? Kamu marah sama mas?" Tanya Lanang pelan.


Yara benar-benar bersyukur karena memiliki kesempatan untuk dicintai oleh Lanang. Ia benar-benar tidak menyangka akan mengalami hal seperti ini dalam hidupnya.


Selama ini ia mengira bisa hidup sendirian tanpa harus menikah karena dengan kesuksesan saja ia merasa sudah cukup, namun di dalam lubuk hatinya paling dalam ia benar-benar merindukan sebuah perhatian.


Rasa ego yang tinggi dan juga merasa bisa bertahan sendirian kini sudah ia buang jauh-jauh karena sejatinya ia adalah seorang gadis yang sangat rapuh dan membutuhkan Lanang untuk menguatkan nya.

__ADS_1


Lanang masih memasang wajah khawatir karena Yara hanya diam saja sejak tadi. Laki-laki itu takut Yara kaget karena ulahnya gadis itu hampir saja terjatuh dari tempat tidur.


"Sayang, maafin mas yah!"


Tiba-tiba saja Yara tersenyum dan bergerak mendekat kearah Lanang dan menaiki pangkuan suaminya itu.


Lanang hendak berbicara namun kini bibirnya sudah dibungkam habis oleh Yara dengan ciuman yang sangat dalam.


Lanang memperbaiki posisi mereka dan mendekap erat pinggang gadis itu sembari membalas ciuman nya lebih dalam lagi.


Mereka saling bercumbu satu sama lain dengan bibir yang terus saja bergerak saling berlomba.


Yara melepaskan ciumannya dan menatap lekat wajah Lanang yang begitu dekat dengan wajahnya itu.


Lanang juga menatap wajah istrinya dengan lekat pula. Mereka saling menatap dalam-dalam satu sama lain.


"Apa kita bolos kerja saja hari ini?" Tanya Yara dengan pelan dan Lanang pun tersenyum dengan sumringah.


Laki-laki itu mengangguk dan langsung menarik tubuh Yara kedalam selimut.


Mereka kembali bergulat di dalam selimut itu hingga kini kemeja yang sempat Yara kenakan tadi sudah terbang entah kemana.


"Akhh,,"


Suara Yara menggema dalam ruangan dengan sedikit desisan Lanang karena pagi ini mereka kembali menyatukan diri karena Lanang sungguh tidak bisa menahan dirinya saat hanya melihat wajah Yara saja.


Yara benar-benar dibuat gila karena sikap Lanang yang sungguh sangat berubah drastis dan ia benar-benar ahli dalam hal ini.


wajah polosnya dahulu benar-benar telah menipu Yara ternyata dibalik wajah itu lananh benar-benar laki-laki tangguh dan juga sangat ahli dalam membuat Yara tak terkendali dan mengerang sepanjang hari karena ulahnya.


...🍄 Bersambung🍄...


wahhh gak abis pikir sih sama nih dua orang, sama-sama mesum gak sih?.


jangan lupa yah like komen dan votenya wan kawan.


see you guys 🧀

__ADS_1


__ADS_2