Beri Aku Anak Suamiku.

Beri Aku Anak Suamiku.
Episode 71: Apa mas juga tahu itu?


__ADS_3

...🍬 Soundtrack this part #Trouble is a friend-lenka🍬...


...💌Kamu hanya ingin memiliki semuanya yang sudah kamu janjikan. Tanpa sadar bahwa aku terluka disini💌...


Lean dan Hana masih sama-sama duduk di dalam mobil sambil membicarakan hal yang begitu serius dan itu sudah berlangsung sedikit lama sekali.


"Mas harap kamu benar-benar bisa memberikan mas kesempatan,"ucap Lean dengan pelan dan penuh harap terhadap Hana.


Hana melihat kearah Lean dan mencari ketulusan di mata laki-laki itu,apa karena ia terlalu kalut hingga tidak bisa melihat apapun. Ia hanya bisa melihat raut wajah Lean yang begitu penuh harap.


"Kalau mas mengatakan mencintai ku hanya karena kesalahan itu maaf mas aku sungguh tidak bisa karena aku juga tidak memiliki perasaan apapun terhadap mas," ucap Hana dengan mata memerah berair.


Ia sungguh tidak ingin lagi membuka hati saat hatinya benar-benar sedang patah saat ini. Lanang telah mematahkan sekeping hati yang sudah rapuh sejak awal itu.


Lean melihat kearah Hana dan menggeleng saat mendengar itu dari Hana.


"Aku benar-benar mencintai mu sedari awal Hana, memang terkesan samar dan kini aku benar-benar menyadari itu. Aku tidak memaksamu untuk mencintai ku kembali untuk saat ini, kita hanya perlu berusaha untuk saling memiliki satu sama lain. Aku akan berusaha untuk membuat mu bahagia," ucap Lean dengan pelan.


Hana Benar-benar bimbang karena ia tidak hanya ragu karena perasaan nya namun ia juga bahkan tidak berani untuk memulai lagi saat melihat status sosial Lean yang sangat jauh diatasnya. Bagaimana ia bisa berharap lebih lagi jika ia sendiri sadar dengan keadaan dan posisi nya sendiri.


Banyak sekali perbedaan diantara mereka berdua, ia takut dan juga bimbang bagaimana ia akan diterima dalam keluarga itu jika berasal dari keluarga yang sangat sederhana.


"Maaf mas, aku sungguh sadar diri siapa diriku dan aku juga sadar bahwa aku tidak pantas dengan mu mas,"ucap Sera dengan pelan.


Lean menggeleng dan memegang tangan Hana. Awalnya gadis itu menolak namun melihat tatapan Lean yang sangat sendu itu ia pun akhirnya diam saja.


"Tidak sama sekali, kamu bahkan lebih dari kata pantas Hana. Aku benar-benar sangat mencintai mu, jadi kumohon berikan aku kesempatan!"


Mereka berbincang-bincang satu sama lain dan Lean berusaha untuk meyakinkan Hana.


"Apa mas juga tahu tentang pernikahan mas Lanang dan buk Yara?" Tanya Hana dengan pelan.


Lean melihat kearah Hana dengan raut kebingungan "Ha? Pernikahan? Pernikahan apa hmm?" Bingung Lean.


Hana langsung merasa sedikit lega karena bukan hanya dia yang belum tahu tentang itu. Walaupun ia sedikit kaget kini ia hanya perlu untuk terbiasa dengan kabar itu. Biar bagaimanapun ia memang sadar diri kalau Lanang sedari awal memang tidak pernah menunjukkan tanda-tanda memiliki perasaan kepada nya.

__ADS_1


"Kalau begitu mas saja yang berbicara langsung dengan buk Yara, aku tidak ingin ikut campur lebih jauh lagi."


Lean Benar-benar tidak percaya dengan apa yang Hana katakan itu, bagaimana bisa tiba-tiba ia mendengar kabar bahwa Yara dan Lanang sudah menikah?.


"Baiklah kalau begitu kamu istirahat saja yah, " ucap Lean dengan pelan.


Hana mengangguk dan mencoba untuk turun tapi ia sempat dikagetkan saat Lean lebih dulu turun dan membukakan pintu untuk nya.


"Terima kasih mas, permisi mas."


"Hana,"panggil Lean dengan pelan dan gadis itu seketika berbalik melihat kearahnya.


"Coba pikirkan kembali apa yang telah mas sampaikan yah? Mas tunggu jawaban mu dan berharap harapan kita sama."


Pandangan Lean benar-benar dalam dan kini tiba-tiba saja Hana bisa melihat ketulusan Dimata laki-laki itu.


Hana mengangguk kemudian berlalu meninggalkan Lean yang tersenyum sambil melambaikan tangan itu.


"Apa sebaiknya mas hubungi saja ke nomor nya? Bagaimana kalau ia sampai kenapa-napa karena ini sudah malam sekali." Ucap Lanang saat mereka sudah kembali ke rumah.


Yara tahu Lanang khawatir bukan karena hal lain namun ia hanya merasa bertanggungjawab terhadap keadaan Hana dikota ini.


Lanang duduk di tepi ranjang begitu juga dengan Yara dan kini mereka mencoba untuk menekan nomor ponsel Hana.


"Halo mas,"ucap Hana dengan pelan dan terdengar seperti nada suaranya biasanya.


"Halo Han, dimana kamu sekarang? Mas minta ma,,,"


"Aku sedang di kontrakan ku mas, maaf karena pulang lebih awal tanpa pamit tadi. Oh iya mas aku sedang memiliki banyak sekali kesibukan saat ini, aku tutup yah mas dan satu lagi salam untuk mbak Yara dan selamat atas pernikahan kalian. Maaf baru mengatakan nya sekarang."


Lanang dan Yara saling memandang satu sama lain karena mereka jelas melihat raut kecewa Dimata Hana tadi. Namun mendengar nada bicara dan pesannya gadis itu terdengar seolah baik-baik saja.


"Baiklah Hana terima kasih banyak, lanjutkan saja kesibukan mu."


Lanang mematikan sambungan setelah pamit dengan Hana. Ia melihat kearah Yara sambil tersenyum lega.

__ADS_1


"Sepertinya aku yang terlalu kegeeran sayang, Hana pasti hanya kaget saja hingga pergi tadi hahaha," ucap Lanang dengan sangat senang.


Yara ikut tersenyum kalau memeluk Lanang dengan cepat, sebenarnya ia tahu kalau Hana memang memiliki perasaan cinta terhadap Lanang dan ia benar-benar respect dengan keteguhan hati Hana yang langsung ikhlas saat itu juga.


"Wahh kenapa sikap para bocah ini benar-benar sangat dewasa?" Batin Yara masih memeluk Lanang.


Bagaimana ia tidak pangling, Lanang juga ternyata sang dewasa sikapnya bahkan melebihi sikap dewasa Yara. Dan Hana juga sangat dewas dalam menenangkan hatinya sungguh berbeda dengan Yara yang begitu labil ditengah umurnya yang sudah tidak muda lagi.


"Aku mandi dulu yah mas, udah lengket nih badan aku."


Yara mencoba untuk melepaskan pelukannya namun ditahan oleh Lanang. Laki-laki itu menyeruakkan kepalanya dileher Yara yang jenjang dan putih itu.


"Aaa masih mau peluk ah," ucap Lanang.


"Mas emang gak mau mandi apa? Aku mandi duluan yah!"


"Bagaimana kalau kita mandi bareng sayang?" Bisik Lanang di telinga Yara hingga gadis itu sedikit merinding.


"Gak ah, aku ragu ujungnya mandi apa bukan."


Yara Benar-benar harus antisipasi karena Lanang benar-benar bisa berbuat sesuatu yang diluar dugaannya.


"Yahh kan mandi plus plus sayang, mas pengen coba sensasi baru hmmm."


"Ihhh mesum banget sih mas. Aku mau mandi sendiri aja," ucap Yara dengan cepat bangkit dan membawa handuk kearah kamar mandi.


Lanang sebenarnya hanya bercanda saja dan melihat reaksi Yara ia sungguh tertawa dan juga terhibur dengan itu.


"Ya tuhan kenapa istri ku sangat ku lucu?"


Lanang tertawa pelan dan melihat kearah pintu kamar mandi. Yara Benar-benar bersikap sangat terbalik dengan Yara yang sejak awal ia kenal.


...🍄 Bersambung🍄...


Hanaaa aku salut banget sama kamu tuh, terima Lean aja udahhh.

__ADS_1


Jangan lupa yah like komen dan votenya wan kawan.


See you guys 🧀


__ADS_2