Beri Aku Anak Suamiku.

Beri Aku Anak Suamiku.
Episode 50: Aku menemukan rencana.


__ADS_3

...🍬 Soundtrack this part #love back-why don't we🍬...


...💌Jika gagal sekali maka akan ada seribu cara lagi untuk mencoba karena jika menyerah sekarang menyesali nya nanti tidak akan berguna💌...


         Sejak tadi Yara kepikiran bagaimana lagi yah caranya ia agar bisa membujuk Lanang untuk mau melakukan itu dengan nya, sudah lama sekali waktu berlalu namun ia tak kunjung bisa menjinakkan Lanang yang bahkan umurnya jauh dibawahnya.


"Akhh sial, bagaimana lagi yah sekarang?"


Yara benar-benar memutar habis isi otaknya untuk menguak ide dan juga rencana namun tak kunjung ia temukan ide yang lebih brilian dan juga benar-benar berhasil.


Namun, seketika ia teringat dengan Lean yang bersikap begitu perhatian terhadap Hana. Ia yakin kalau Lean pasti memiliki perasaan terhadap Hana mengingat betapa penasarannya ia dengan keadaan Hana tadi.


"Baiklah aku akan mencoba rencana yang ini saja, untuk mendapatkan Lanang tentunya harus menyingkirkan gadis itu bukan?" Senyum smirk Yara karena baru saja menemukan rencana yang begitu hebat.


"Halo," Yara menelpon Lean saat itu juga karena hanya Lean lah kuncinya sekarang.


"Ada apa Yar? Maaf aku sedang sibuk saat ini,"ucap Lean tiba-tiba.


"Aku tidak mau tahu, aku ingin bertemu dengan mu sekarang juga! Temui aku ditempat biasa karena aku akan berangkat sekarang,"ucap Yara mematikan sambungan.


"Sok sibuk banget sih,"gerutu Yara bangkit menuju ruang ganti.


Lean sendiri langsung dipenuhi dengan keringat dingin karena Yara yang tiba-tiba meminta untuk bertemu apalagi saat ini ia sedang di depan rumah Hana, gadis itu sungguh tidak mau membukakan pintu untuk nya dan ia sangat khawatir bahwa keadaan gadis muda itu.


"Bagaimana ini? Apa Yara benar-benar sudah tau semuanya? Apa Hana memberitahu Yara?" Saat ini Lean sungguh dibuat frustasi karena kesalahan satu malam yang memang belum jelas kebenarannya.


Bagaimana bisa ia dan Hana sama sekali tidak ingat bagaimana kejadian yang sebenarnya? Mereka hanya mengingat sepenggal kenangan nya saja.


"Aku sungguh tidak siap untuk bertemu Yara saat ini, bagaimana aku menjelaskan itu kepada Yara? Akhh aku sungguh gila,"gerutu Lean berjalan lesu menuju mobilnya.


Biar bagaimanapun jua ia harus menemui Yara dan mengatakan yang sebenarnya karena ia benar-benar sangat butuh bantuan Yara untuk meluruskan semua ini.


"Loh, kenapa nyonya mengganti baju?" Bingung Lanang saat melihat Yara yang tadinya mengenakan piyama kini memakai dress dan terlihat sedang berdandan seolah ia ingin bertemu dengan seorang kekasih saja.


"Aku ingin keluar bertemu dengan Lean sebentar,"ucap Yara dengan ekspresi datar dan terus memperbaiki penampilannya.


Lanang mengeryit karena tidak biasanya Yara berpenampilan seperti itu walaupun hanya ingin bertemu Lean, dia terlihat sangat aneh malam itu.


"Baiklah nyonya, saya akan mengantarkan nyonya!"


"Tidak perlu! Aku bisa kesana sendirian,"tolak Yara dan itu semakin membuat Lanang curiga.


"Sudah malam nyonya, biar saya yang mengantarkan nyonya!"


"Tidak usah Lanang! Aku benar-benar ingin pergi sendirian,"ucap Yara meraih tas nya dan meninggalkan Lanang yang kebingungan.

__ADS_1


"Kenapa tingkah nyonya Yara begitu mencurigakan? Apa dia merencanakan sesuatu?" Bingung Lanang.


Yara sendiri langsung berangkat menuju cafe tempat ia dan Lean biasa bertemu saat sedang diluar kantor.


"Aku yakin 100% rencana ini akan berhasil, kalau aku berusaha menyatukan Lean dan Hana maka salah satu penghalang rencana ku benar-benar akan berkurang,"gumam Yara tersenyum pelan.


Ia memang memiliki rencana untuk menyatukan Hana dan Lean agar Hana bisa menjauh sepenuhnya dari Lanang. Melihat Lean yang sedikit perhatian terhadap Hana membuat Yara lebih yakin bahwa untuk menyatukan mereka bukanlah hal yang mustahil.


"Ahh atau aku jebak saja mereka? Jika terjadi sesuatu diantara mereka maka tidak alasan lagi untuk mereka menolak disatukan bukan?"


Yara tertawa pelan karena ia benar-benar tidak menyangka akan mendapatkan ide sebagus itu disaat ia membutuhkan nya.


Lean sejak tadi menunggu Yara dengan jantung yang sangat berdebar kencang karena gugup. Ia khawatir Yara akan kecewa padanya dan gadis itu akan menjauhi nya.


"Apa dia benar-benar sudah tahu? Akhh seperti nya sudah makanya dia meminta untuk bertemu secara tiba-tiba, bagaimana ini?"


Pintu terbuka dan Lean melihat Yara yang berjalan dengan wajah datar kearah Lean, gadis itu bahkan tidak membalas sapaan Lean hingga laki-laki itu semakin nervous saja.


"Bagaimana ini? Ia bahkan tidak membalas sapaan ku lagi!" Gemetar Lean bukan main.


"Aa,,,ada apa kamu mengajak ku untuk bertemu?" Tanya Lean mencoba untuk tenang.


"Aku harus terlihat lebih serius agar Lean mengaku kalau ia memiliki perasaan terhadap Hana,"batin Yara .


Yara memasang wajah menginterogasi dan juga tidak lupa gadis itu bersedekap dada lalu melihat kearah Lean yang semakin merasa terancam itu.


Jantung Lean seolah hampir melompat dari tempatnya karena pertanyaan Yara sungguh mengenai nya. Ia sungguh yakin kalau gadis itu pasti sudah tahu apa yang terjadi antara dia dan Hana.


"A,,aku tidak mengerti maksud kamu, Kenapa tiba-tiba kamu mengajak aku bertemu malam-malam begini?" Tanya balik Lean sedikit gelagapan.


"Lihatlah dia, Kenapa dia tiba-tiba gelagapan begitu? Pasti dia sudah terlanjur ketahuan menyembunyikan sesuatu dariku. Kamu pikir aku tidak mengenal mu Lean,"ucap Yara dalam hati sembari tersenyum smirk.


"Kamu tidak usah berpura-pura tidak tahu, cepatlah jujur saja sebelum aku benar-benar akan kecewa kepada mu!"


Deg,


"Bagaimana ini? "


"Kamu akan terus diam seperti ini? Wahhh aku merasa sangat tidak dihargai sampai kamu merahasiakan itu."


Lean semakin diburu rasa cemas karena Yara seolah tahu apa yang sedang ia sembunyikan itu. Padahal gadis itu hanya berlagak seolah tahu saja agar Lean masuk kedalam perangkap rencananya.


"A,,aku."


Yara menunggu kata yang akan diucapkan oleh Lean, ia berharap bahwa laki-laki itu juga mengatakan hal yang sangat ia harapkan itu.

__ADS_1


"Kamu?" Tanya Yara mencoba untuk kembali memancing Lean agar lebih jujur.


"A,,aku benar-benar tidak sengaja melakukan hal itu dengan Hana, kami sama-sama dipengaruhi oleh alkohol berkadar sangat tinggi dan saat kami terbangun kami sama-sama tidak mengenakan pakaian sama sekali."


Deg,


Jantung Yara seolah berhenti berdetak seketika saat mendengar itu dari Lean, ia sungguh tidak menyangka akan mendapatkan berita seperti ini secara tiba-tiba. Padahal ia hanya ingin menjebak Lean tapi apa yang ia dengarkan tadi?.


Ia melirik kearah Lean mencoba mencari tahu apakah laki-laki itu juga sedang bercanda karena Lean benar-benar laki-laki yang memiliki banyak cara dan juga akal. Tapi, Yara benar-benar tahu segala sesuatu tentang ekspresi Lean dan saat ini laki-laki itu sedang serius.


"Wahhh apa benar yang kudengar barusan? Lean dan Hana bahkan memiliki hubungan lebih dari yang ku bayangkan!"


Yara benar-benar merasa ini adalah berita yang sangat bagus untuk nya dan merupakan kesempatan emas untuk benar-benar menjauhkan Hana dari Lanang.


"Aku tidak perlu lagi menjebak mereka karena mereka bahkan sudah lebih dulu bertindak,"ucap Yara sangat senang kini.


Lean melihat kearah Yara yang hanya diam saja setelah ia menjelaskan itu. Gadis itu pasti masih kaget saat mendengar itu.


"Bagaimana ini? Dia pasti benar-benar kaget dan juga kecewa dengan ku,"ucap Lean dalam hati.


"Kamu yakin itu hanya sebuah kesalahan? Atau kamu sudah merencanakan itu lebih dahulu?" Tanya Yara pelan.


Lean dengan cepat menggeleng karena itu bukanlah kebenarannya "Kamu terlalu menyudutkan ku bukan? Aku tahu kamu pasti kaget tapi bukankah kamu seharusnya menenangkan ku? Aku benar-benar sangat kebingungan saat ini."


Yara mengeryit karena baru kali ini ia melihat sisi ini dari seorang Lean, ia tidak pernah melihat Lean merasa cemas dan juga khawatir karena selama ini laki-laki itu sungguh ceria dan juga sangat terbuka.


"Kenapa kamu harus bingung? Kamu harus bertanggungjawab terhadap Hana. Bagaimana jika kalian memang melakukan itu dan Hana hamil anakmu? Kamu ingin menghancurkan masa depan gadis muda itu?"


Yara sengaja memprovokasi Lean agar secepatnya mengambil Hana dan itu sudah jelas menjauhkan nya dari Lanang.


"Kenapa sangat mudah bagimu untuk mengatakan hal itu? Kamu tidak marah dan kecewa padaku?" Tanya Lean dengan pelan.


"A,,aku kaget dan juga tidak menyangka sih! Tapi mau bagaimana lagi Lean? Gadis itu saat ini sedang terpuruk dan kamu sudah seharusnya bertanggungjawab bukan? Karena kamu bukanlah Lean yang pengecut dan kamu adalah laki-laki tangguh!"


Lean semakin pusing saja karena ia benar-benar tidak menyangka hal seperti ini akan terjadi dalam hidupnya.


Yara sendiri saat ini merasa sangat senang karena selangkah rencananya sudah mulai terselesaikan. Ia tidak perlu bertindak terlalu jauh untuk membuat Hana pergi dari hidup Lanang karena kini gadis itu benar-benar sudah tidak bisa bersama dengan Lanang.


"Kalau Lanang tau kamu pasti akan sangat kaget bukan?" Senyum Yara smirk .


...🍄 Bersambung🍄...


   Kasiann Lean, padahal kan Yara gak tau gara-gara dia sendiri Yara jadi tahu.


Jangan lupa yah like komen dan votenya wan kawan.

__ADS_1


See you guys 🧀


__ADS_2