
...🍬 Soundtrack this part # new normal- Khalid🍬...
...💌Malam ini indah bertabur bintang juga sang rembulan, namun mengapa hati ini terasa begitu kelam? Bagai hitam pekat sang malam💌...
Yara yang sempat kesal dan badmood karena Hana langsung kembali menormalkan moodnya karena mengingat ia yang berhasil memasak makanan tadi pagi juga ia bahkan mendapatkan respon yang sangat luar biasa dari orang-orang dirumahnya tadi.
"Yar, kamu kenapa begitu ketus kepada Hana? Dia sampai takut begitu hmm."
Yara melirik dengan kesal kearah Lean, seperti biasa laki-laki itu tidak akan tenang jika tidak ikut dan masuk kedalam urusan orang lain.
"Apa urusannya dengan mu? Aku tidak pernah menakut-nakuti dia . Dia saja yang lebay begitu,"bela Yara membuka pintu ruangan nya dan diikuti oleh Lean.
"Kamu terlalu dingin sampai dia takut begitu."
"Kenapa kamu sangat suka mengurusi urusan orang lain? Apa aku harus bersikap ramah dengan orang yang aku sendiri tidak terlalu mengenal nya. Lagian kenapa kamu datang kesini pagi-pagi begini? Tidak ada urusan di kantor mu lah?" Yara duduk di sofa dan diikuti oleh Lean yang juga ikut duduk.
"Yahh kamu emang gak kangen apa kalau sehari aja aku gak datang, pasti kangen kan."
"Dihh, aku malah tenang dan bahagia kalau kamu gak usah datang kesini."
"Jahat banget sih, awas nanti kamu kangen berat kalau sehari aja gak liat si ganteng ini,"ucap Lean dan seperti biasa dengan embel-embel si gantengnya.
Yara menggeleng dengan cepat karena ia benar-benar tidak bisa berkata-kata lagi dengan kepedean Lean yang sudah sampai pada tingkat tidak tertolong itu.
"Aku mau kerja dan kalau kamu sudah tidak ada urusan lagi mohon keluar!"
"Aku kesini hanya ingin mendiskusikan bagaimana kelanjutan dari pemeriksaan bahan untuk produk baru yang akan kalian rencanakan?"
Yara yang hendak bangkit menuju mejanya kembali duduk didepan Lean "Loh? Bukankah sudah ada utusan dari pihak kami untuk memeriksa nya kesana?"
Lean tersenyum cepat dan sedikit tertawa "ooh sudah yah? Yasudah kalau begitu."
"Lean, kamu jangan bercanda yah. Aku pikir belum beres karena kamu membahas nya sekarang,"ucap Yara sedikit kesal .
Bagaimana mungkin ia tidak kesal , Lean bertanya tentang proyek yang sudah berlangsung dua Minggu yang lalu. Yara mengira hal itu belum juga dilaksanakan.
"Yasudah selamat bekerja yah cantik, nanti siang jangan makan dulu tunggu si ganteng ini dulu yah."
"Terserah mu saja, oh iya kamu belum pernah memakan masakan ku bukan? bagaimana kalau kita makan siang dirumah saja aku akan masakan makanan untuk mu," ucap Yara yang ketagihan ingin memasak itu.
Lean yang mendengar kata akan dimasakkan itu langsung berbinar matanya. Kapan lagi coba ditawarin dan dimasakin oleh seorang Yara gadis yang diam-diam ia sukai itu.
"Oke, tungguin abang ganteng datang yah. See you," ucap Lean menutup pintu dan meninggalkan Yara yang tersenyum karena tak sabar.
"Nanti masak apa yah?"
Lanang sendiri sudah menyelesaikan tugasnya bahkan sebelum siang datang, seperti biasa ia begitu cekatan dan juga telaten dalam mengerjakan nya.
"Mas, permisi!"
Hana datang dengan teh manis menuju meja Lanang yang kini sudah merapikannya tanda ia sudah selesai.
__ADS_1
"Loh, mas sudah selesai?" Tanya Hana heran dan langsung dibalas anggukan oleh Lanang.
"Wahhh mas memang sangat hebat, kemarin saat mas libur pak Danu sangat kewalahan mengerjakannya."
"Hahaha kamu sudah menyelesaikan tugas mu?" Tanya Lanang kembali.
Hana dengan cepat mengangguk , memang ia hanya memiliki tugas sedikit apalagi saat ini sudah mendekati waktu jam makan siang maka semua tugas sudah selesai ia kerjakan.
"Baguslah, kamu sangat rajin."Lanang mengelus pelan rambut Hana merasa bangga karena bia seolah melihat adiknya yang sudah menyelesaikan tugasnya.
"Ma,, makasih mas heheh ."
Hana sudah tidak kuasa menahan detakan jantung nya yang seolah sedang maraton karena sikap Lanang yang begitu manis itu.
"Ya tuhannn,, bagaimana ini? Aku sangat susah untuk bernafas karena mas Lanang." Batin Hana tersenyum sambil tersipu malu.
"Silahkan tehnya diminum mas heheh, saya permisi mas."
"Ooh terima kasih Hana, untuk kedepannya tidak usah repot-repot melakukan ini. Saya bisa sendiri kok membuat teh ,"ucap Lanang dengan sopan dan Hana mengangguk kemudian berlalu.
Sampai diluar ruangan Lanang Hana langsung melompat kegirangan dan mengelus rambutnya bekas elusan Lanang tadi .
"Baguslah, kamu sangat rajin." Ulang Hana dan mengelus rambutnya seperti yang Lanang lakukan padanya tadi.
"Aku bisa kena serangan jantung jika mas Lanang bersikap seperti itu secara tiba-tiba,"batin Hana kegirangan.
"Kenapa dengan mu? Apa ada masalah?" Tanya pak Danu yang baru saja datang dari luar.
"Yasudah, tolong sampaikan pada Lanang kalau banner diluar sudah seharusnya diganti. Banner yang baru sudah ada di ruang simpan yah,"ucap pak Danu dan Hana langsung mengiyakan.
Hana merapikan rambutnya dan kembali mengetuk pintu ruangan Lanang untuk menyampaikan pesan pak Danu.
Yara sendiri sudah menyelesaikan pekerjaannya dengan cepat karena tidak sabar untuk pulang dan memasakkan makanan untuk Lean yang merupakan juri kelima dalam merasakan masakannya.
Kenapa Yara sangat semangat? Karena Lean adalah sosok yang sangat pemilih dalam urusan makanan. Jika Lean berkata makanan itu enak pasti makanan itu benar-benar enak .
Yara keluar dari kantor nya dan menunggu Lean yang belum juga datang itu, ia berdiri pelan sambil memandangi sekeliling hingga matanya tidak sengaja menangkap sosok Lanang dan Hana yang baru saja keluar dari studio sembari membawa banner ditangan mereka.
Hana terlihat sangat senang dilihat dari senyumnya yang malu-malu kearah Lanang yang hanya diam saja membuka banner itu.
"Jadi gadis itu yang menyukai Lanang?" Senyum Yara karena berhasil memecahkan sebuah misteri dalam hidupnya.
Yara mengeryit saat melihat Hana bermain-main sembari melakukan hal-hal konyol untuk sekedar membuat Lanang tertawa, dan tentu saja Lanang tertawa karena wajah lucu Hana begitu menarik perhatian. Yara sendiri mengakui bahwa gadis itu sungguh ceria juga sangat menarik.
"Hmmm anak muda," ucap Yara pelan dan melihat kearah lain mencoba untuk tidak perduli.
"Ha!"
Yara kaget saat Lean mengagetkan nya dari belakang hingga ia sedikit berteriak karena ulah Lean dan itu membuat Lanang dan Hana langsung melihat kearah mereka.
"Kamu nungguin aku disini?"tanya Lean pelan.
__ADS_1
"Dihh, pede banget."
"Gimana jadi gak? Sebelum aku gak mood masak nih." Ancam Yara.
"Jadi dong jadi, aku sudah tidak sabar ingin mencoba nya."
"Yasudah kalau begitu kita berangkat sekarang."
"Loh? Bagaimana kalau kita ajak saja Hana dan Lanang? Mereka terlihat sudah selesai bekerja tuh ." Lean yang memang sangat suka keramaian.
Yara sih tidak masalah tapi melihat Hana ia takut badmood lagi tanpa sebab.
Belum juga selesai Yara berbicara Lean sudah menghampiri kedua manusia itu dan mengajak mereka. Awalnya mereka terlihat menolak namun Lean berhasil membujuk mereka berdua.
"Anak itu, selalu saja tidak bisa kalau tidak membiarkan orang lain tidak ikut," ucap Yara memasuki mobilnya.
"Loh? Kenapa kamu masuk ke mobilmu?" Tanya Lean yang baru saja datang dengan kedua anak muda itu.
"Aku bersama Lanang saja kamu dengan Hana, "
"Hmm baiklah, mari Hana." Senyum Lean dan Hana langsung mengikuti dari belakang walaupun ia sebenarnya berharap ia akan semobil dengan Lanang.
"Kita akan kemana nyonya?" Tanya Lanang pelan.
"Kerumah!"
"Ha?" Kaget Lanang hingga Yara yang disampingnya langsung ikut kaget.
"Kenapa kamu berteriak begitu? Mengagetkan saja."
"Kenapa kerumah dengan Hana juga pak Lean nyonya?"
"Aku ingin memasak makanan baru dan Lean akan mencicipi nya. Karena kalian berdua juga ikut maka akan lebih baik memakannya bersama."
Lanang langsung kaget bukan main karena ucapan Yara itu, apa dia ingin mempermalukan dirinya dihadapan Lean juga Hana? Belum lagi kenapa harus dirumah?.
" Kenapa harus dirumah nyonya? Bagaimana kalau mereka sampai tahu pernikahan kita?"
Yara langsung ikut kaget dengan ucapan Lanang, apa karena terlalu bahagia dan senang ia lupa dengan fakta itu.
Dan detik itu juga Yara menelpon Lean agar mereka tidak jadi kerumah.
Benar-benar kacau kalau sampai mereka datang kerumah dan mengetahui semuanya.
...🍄 Bersambung🍄...
Wahhh hampir aja ketahuan tuh pernikahan palsu. Baru kali ini Yara tidak konsentrasi dan melakukan kesalahan.
Jangan lupa yah like,komen dan votenya wan kawan.
See you guys 🧀
__ADS_1