Beri Aku Anak Suamiku.

Beri Aku Anak Suamiku.
Episode 19: Kamu tidak bisa melakukan segala hal sendirian.


__ADS_3

...🍬 Soundtrack this part #Attentions-justin bieber🍬...


...💌Tidak sedikit manusia yang bersembunyi dibalik sebuah senyuman.kenapa? Karena tidak semua bisa memahami💌...


        Seperginya Lanang Azri langsung menyiapkan teh dengan hati-hati. Setelah teh itu sudah selesai ia siapkan Azri berjalan pelan menaiki tangga menuju kamar Yara yang tertutup itu.


Tarikan nafas yang dalam terdengar sangat jelas sekali karena Azri benar-benar tidak memiliki keberanian untuk masuk ke kamar Yara. Ia was-was dan sudah menduga bagaimana reaksi Yara saat melihat nya datang.


"Bagaimana ini? Apa aku tidak usah masuk saja?" Batin Azri kebingungan.


Sudah beberapa menit berlalu, Lanang belum juga kembali dan Azri khawatir teh nya keburu dingin.


Dengan pelan ia mengetuk pintu namun tidak ada sahutan dan sedikit pelan ia membuka pintu kamar Yara dan berjalan masuk sangat pelan.


"Wahh berani sekali kamu masuk kedalam kamar ku?"


Azri yang baru saja meletakkan teh tersebut langsung tersentak kaget dan mematung di tempat. Ia merasa keringat nya kian bercucuran dan matanya tak berani melihat kearah Yara.


"Aku bertanya kepada kamu sangat lancang masuk kesini?"


"A,,aku hanya ingin mengantar teh ini untuk mbak, siapa tahu bisa membantu mengurangi rasa nyeri yang mbak alami." Azri dengan suara yang pelan.


"Aku tidak butuh, kedepannya jangan berani lagi masuk kesini!" Ketus Yara dengan pelan juga karena sejak tadi ia menahan rasa nyeri yang tak kunjung hilang


"Ba,,baik mbak, Azri permisi." Dengan cepat Azri berlalu keluar dan tak sengaja menabrak Lanang yang baru saja datang.


"Loh! Kenapa dengan mu?"tanya lanang pelan dan Azri buru-buru menggeleng.


"Tidak apa mas, Azri permisi mas!"


"Baiklah, Terima kasih banyak yah."


Lanang membuka pintu kamar dan melihat Yara yang masih saja terbaring tanpa menyentuh teh yang dibawakan oleh Azri untuk nya tadi.


"Nyonya jangan terlalu dingin kepada Azri, dia sangat ingin dekat dengan nyonya."


"Masalahnya aku tidak ingin,"jawab Yara dengan ketus.


Lanang menggeleng dengan pelan lalu mendekat kearah Yara dan meletakkan pesanan gadis itu diatas balas .


"Saya tidak tahu apa dan kenapa sampai nyonya begitu membenci anak baik itu, tapi cobalah nyonya berusaha untuk lebih ramah padanya."


"Kamu menceramahi ku?" Kesal Yara berbalik dan melihat kearah Lanang.


"Bukan sedang menceramahi nyonya hanya saja saya,,,"

__ADS_1


"Akhh,, sudahlah aku sedang tidak mood sekarang. Jangan buat aku semakin kesal saja,"ucap Yara lagi-lagi menahan sakit yang tiada Tara diarea bawah perutnya.


Memang setiap kali datang bulan Yara mengalami nyeri datang bulan. Namun, kali ini sungguh tidak seperti biasanya karena rasanya begitu menyakitkan dari sebelum-sebelumnya.


Lanang faham betul melihat kondisi Yara saat ini,dan ia bukan pertama kalinya melihat hal-hal seperti ini ia banyak belajar tentang berbagai hal termasuk bagaimana cara menyikapi saat seorang perempuan mengalami nyeri saat haid.


Lanang mendekat kearah Yara yang masih menahan rasa nyeri itu, dengan perlahan ia menyingkap baju kemeja Yara walaupun mendapatkan perlawanan akhirnya Lanang berhasil menyingkap nya sedikit keatas.


"Kau? Kenapa lancang sekali?" Nyalak Yara namun Lanang diam saja kemudian perlahan ia mengusap perut Yara.


"Akhh,,,sakit..." Yara bahkan tidak sempat untuk protes lagi karena rasa nyeri diperutnya itu.


Lanang membantu Yara untuk duduk sedikit dan memberikan teh hangat yang Azri buatkan tadi, walaupun awalnya Yara menolak namun akhirnya diminum juga.


Setelah meminum teh itu Yara masih saja merasa nyeri dan lagi-lagi Lanang menyingkap baju Yara keatas kemudian meletakkan penghangat untuk mengurangi rasa nyeri saat datang bulan diatas perut Yara yang ia beli saat keluar tadi .


"Sebentar lagi nyerinya akan segera menghilang nyonya."


Yara hanya diam saja tak bergeming karena rasa nyeri itu bukanlah main-main saat ini, berbeda dengan hal yang biasa ia alami.


"Saya permisi kebawah sebentar nyonya,"ucap Lanang dengan pelan lalu. Meninggalkan Yara yang masih terdiam memperhatikan kepergian Lanang.


Ia merasa malu karena sejak tadi bersikap sok keren dan juga sombong seolah ia bisa menangani segala hal sendirian, padahal rasa nyeri saat datang bulan saja ia tak bisa menahannya sendirian dan harus merepotkan Lanang bahkan Azri juga.


"Cih,,,dasar gadis sok kuat!" Rutuk Yara pelan.


"Ahhh sial, aku malu."


Lanang menuruni anak tangga dengan pelan menuju kearah dapur dan berniat untuk mengambilkan makanan karena Yara pasti butuh asupan makanan setelah mengalami rasa nyeri tadi.


"Loh! Kenapa kamu disini?" Tanya Lanang pelan saat melihat Azri yang sedang sibuk menggoreng telur didapur.


"Eumbb,,, aku sedang memasak mata sapi untuk mbak Yara mas. Mbak Yara sangat menyukainya." Senyuman terukir jelas dibibir Azri saat membicarakan Yara.


Lanang ikut tersenyum karena ia benar-benar melihat ketulusan disana . Walaupun Yara menanggapi Azri dengan tidak bersahabat Lanang tahu kalau Yara sebenarnya juga menyayangi Azri.


"Wahhh Yara pasti beruntung memiliki adik yang begitu perhatian seperti kamu,"ucap Lanang dengan bangga.


Azri tersenyum getir dan kembali menggoreng telur itu "Hahah apa benar begitu mas?"


Lanang mengangguk pelan "Oh iya mbak Yara mengucapkan terimakasih atas tehnya. Berkat teh itu ia merasa lebih baik ."


Azri terlihat sangat senang hingga tidak sadar bahwa minyak itu kecipratan Untung saja tidak mengenai Azri.


"Benar mbak Yara mengatakan itu mas?"

__ADS_1


Lanang tersenyum dan mengangguk kearah Azri " Biar mas saja yang melanjutkannya, kamu istirahat lah terima kasih banyak yah."


Azri tersenyum karena mendapatkan pesan seperti itu dari Yara yang sudah bertahun-tahun ia coba dekati.


"Loh, kenapa tuan memasak? "Tanya buk Tati yang baru saja pulang dari pasar dengan beberapa bahan makanan ditangannya.


Lanang tersenyum pelan" Apa saya tidak boleh memasak disini buk?" Tanya Lanang dengan bibir dicemberutin.


"Bukan begitu tuan, dimana Atun dan Sinen ? Bisa-bisanya mereka membiarkan tuan memasak." Marah buk Tati lalu mencari Atun dan Sinen.


"Cepat minta maaf kepada tuan muda karena kelalaian kalian beliau harus memasak sendiri. Bagaimana jika tuan besar melihat ini? Kalian mau dipecat?"


Atun dan Sinen langsung gelagapan saat mendengar kata dipecat dari buk Tati, begitu juga dengan Lanang yang sempat khawatir karena nya posisi mereka akan terancam.


"Tidak apa buk, kenapa sampai dipecat hanya karena saya memasak? Maafkan saya yah karena sudah membuat kalian dalam masalah." Ucap Lanang merasa bersalah.


Buk tati dan kedua pelayan itu kaget karena Lanang bahkan meminta maaf kepada mereka.


"Kenapa kalian diam saja? Tuan muda bahkan meminta maaf apa kalian tidak malu?"


"Ma,, maafkan kami tuan! Kami lalai ,"ucap mereka berdua pelan dan penuh rasa bersalah.


" Tidak usah minta maaf, saya hanya ingin memasakkan makanan untuk istri saya. Mohon maaf buk Tati kalau sudah membuat kalian dalam masalah, kedepannya saya akan bertanya lebih dulu sebelum bertindak. "


Buk Tati kaget lagi, Kenapa pemuda itu sangat sopan ?.


"Bukan begitu tuan muda, saya juga minta maaf karena membuat tuan muda merasa tidak nyaman. Saya hanya ingin mengajari mereka agar tidak lalai."


" Saya minta maaf dan ini murni bukanlah kesalahan mereka buk, saya permisi yah buk , Atun juga Sinen. Istri saya sudah kelaparan di dalam kamar heheh." Lanang berlalu dengan nampan berisi makanan dan minuman yang sudah Lanang siapkan.


Atun dan Sinen terjatuh dan terduduk diatas lantai karena mleyot mendengar kata-kata Lanang yang memperlihatkan bahwa ia adalah laki-laki sejati.


"Wahhh kenapa tuan Lanang sangat menawan?" Atun yang merasa jantungnya berdetak 1000 kali lebih cepat.


"Ya Tuhan aku tidak ingin merebut suami majikan ku sendiri." Sinen dengan pelan.


Plak,


"Bisa-bisanya kalian berpikir yang tidak-tidak tentang tuan Lanang! Cepat kerajakan pekerjaan kalian sekarang juga." Buk Tati berlalu dan melaksanakan tugasnya juga.


...🍄 Bersambung🍄...


Wahhh aku mau daftar masih bisa gak mas Lanang?.


Jangan lupa yah like komen dan votenya wan kawan.

__ADS_1


See you guys 🧀


__ADS_2