Beri Aku Anak Suamiku.

Beri Aku Anak Suamiku.
Episode 60: Aku tidak ingin berpisah.


__ADS_3

...🍬 Soundtrack this part #Kembalikan lagi senyumku -Melly Goeslaw🍬...


...💌 Berhentilah memberikan harapan yang sudah mustahil untuk nyata bagiku, karena berharap tak selamanya bisa membuatku bertahan💌...


       Yara benar-benar kesulitan menahan air matanya karena sejak tadi ia sudah tidak sanggup untuk mengatakan akan mengakhiri hubungan mereka yang bahkan tidak bisa disebut sebagai hubungan karena sejak awal hubungan itu hanya lah sebuah kepalsuan yang mereka ciptakan.


Dengan berat hati ia sudah mengatakan semuanya dan bahkan merelakan semua mimpi dan harapan nya dan kini Lanang membuat ia kebingungan dengan mengatakan tidak ingin berpisah dan tidak ingin mengakhiri semuanya.


Air mata Yara mengalir pelan dan dengan cepat ia mengusapnya dengan kasar, ia berbalik kearah Lanang dan melepaskan tangannya dari genggaman laki-laki yang usianya jauh lebih muda darinya itu.


"Berhentilah membuat ku berharap lebih, kamu tahu seberapa berat bagiku untuk mengatakan perpisahan ini? Aku merasa sangat malu karena merasa begitu berat untuk mengakhiri hubungan yang sejak awal memang tidak ada."


Air mata Yara kini mengalir sangat deras, hatinya terasa sakit bukan main. Terasa sesak sekali di dadanya.


"Kamu selalu saja bersikap baik padaku, bersikap lembut dan juga seolah menyukai ku. Kamu tidak pernah memikirkan bagaimana rasanya saat aku semakin berharap lebih sedang kamu menganggap ku hanya atasanmu saja,"ucap Yara semakin meluapkan rasa sakitnya.


Lanang diam saja menunggu gadis itu mengeluarkan semua unek-unek nya agar ia semakin merasa lebih baik dan disitulah lanang akan mengatakan semuanya.


"Aku tahu kamu pasti tertawa saat aku dengan tidak tahu dirinya mengajakmu untuk membuat anak, aku terlihat sangat hina bukan? Aku terlihat sangat murahan bukan? Aku sangat malu sampai aku ingin mati saja rasanya."


"Semua semakin terasa memalukan saat aku tidak bisa berbuat apapun, siapa yang ingin memiliki umur setua ini dan sampai kini bahkan belum juga memiliki anak? Apa semua ini salahku? Apa aku yang harus disalahkan karena semua ini?" Teriak Yara dengan air mata yang semakin mengalir deras.


"Berhenti mengatakan hal-hal yang membuat ku semakin susah untuk melepaskan mu, aku sudah lelah dengan semua harapan ku! Aku akan menyerah dan kembali hidup dengan Yara yang dahulu."


"Aku tahu kamu pasti tidak akan pernah memikirkan bagaimana perasaan ku, aku tahu kalau aku tidak akan pernah menjadi gadis yang bisa kamu cintai. Karena aku memang tidak pantas untuk dicintai oleh siapapun,"ucap Yara dengan senyuman terpaksa.


Lanang yang melihat senyuman itu merasa sangat sakit karena air mata gadis itu terus saja mengalir namun bibirnya memaksa untuk tersenyum.


"Jadi, mari kita sudahi ini dan aku akan melupakan mu untuk bisa kembali melanjutkan hidup ku seperti dahulu," ucap Yara hendak berbalik kembali namun tiba-tiba saja Lanang menarik nya ke dalam pelukannya.


Greb,

__ADS_1


"Aku tidak pernah menganggap kamu menyedihkan! Aku tidak pernah sekalipun menganggap kamu murahan. Aku benar-benar mengerti bagaimana posisi dan keadaan mu yang sebenarnya,"ucap la


Yara memberontak dalam pelukan Lanang namun tenaga laki-laki itu bukanlah tandingannya. Lanang malah semakin mengeratkan pelukannya ditubuh rapuh gadis itu.


"Aku tidak pernah memberikan harapan palsu padamu, sejak awal aku sudah memiliki perasaan padamu. Aku sudah mengagumi mu namun aku tidak berani untuk menyukai mu lebih dalam lagi karena aku sadar posisi ku dimana dan sejak awal aku sudah tidak percaya diri karena keadaan ku."


Lanang berbicara sambil menenangkan Yara dalam pelukannya, ia usap rambut gadis itu dan menepuk pelan punggung nya. Yara semakin menangis dalam pelukan Lanang karena ia benar-benar tidak mengira akan mendengar itu dari Lanang.


"Aku menolak ajakan mu bukan karena aku tidak menginginkan mu aku hanya takut kalau semisal kita berpisah maka kamu akan menjadi janda dengan seorang anak, aku tidak ingin berpisah dengan mu tapi aku merasa tidak pantas untuk mu."


Yara menangis semakin keras dalam pelukan Lanang. Ia benar-benar merasa apa yang ia dengar saat ini adalah mimpi karena ia sama sekali tidak menyangka nya.


"Aku memang tidak pantas untuk mu tapi aku akan mencoba untuk lebih pantas, aku tidak ingin kehilanganmu. Aku tidak ingin melepaskan mu,"ucap Lanang pelan.


Ia melepaskan pelukannya dan melihat kearah Yara yang masih menangis itu, mata mereka bertemu dengan air mata Yara yang semakin deras mengalir meluncur bebas dari pelupuk matanya.


Perlahan Lanang mendekat dan mengusap air mata Yara hingga gadis itu semakin menangis karena sikap Lanang. Ia benar-benar menanti kan momen seperti ini dengan Lanang.


Lanang lebih dari pantas dan malah Yara yang merasa tidak pantas, Walaupun Lanang adalah laki-laki yang tidak berpendidikan tinggi dan juga merupakan laki-laki yang berasal dari kampung dengan keadaan keluarga yang kurang mampu bagi Yara Lanang adalah laki-laki hebat yang membuat ia merasa tidak pantas untuk bersama nya.


"Aku mencintaimu, gadis hebat yang saat ini berdiri di hadapan ku. Walaupun terkesan tidak tahu malu aku benar-benar sangat ingin hidup bersama dengan mu selamanya."


Yara benar-benar semakin menangis hebat saat mendengar itu, kini ia bahkan mendapatkan pengakuan cinta dan juga Lanang menyebutkan dirinya adalah gadis hebat padahal ia sendiri sangat insecure dengan dirinya sendiri.


"Berhentilah menangis, aku semakin merasa sakit saat melihat bulir-bulir ini berjatuhan,"ucap Lanang menatap Yara dengan sendu .


Ia sungguh tidak sampai hati melihat Yara menangis sejak tadi, hatinya ikut sakit saat melihat wajah hancur dan terpuruk Yara. Ia semakin merasa bersalah.


"Aku sangat tidak suka saat kamu merasa rendah diri dan juga insecure pada banyak hal, kamu lebih dari kata hebat. Aku mengagumi mu dan berhentilah memasang wajah seperti ini karena itu menutupi betapa cantiknya wajahmu. Istriku!"


"Hiks,,," tangisan Yara malah semakin hebat karena baru kali ini ia mendengar Lanang memanggil nya dengan sebutan itu tanpa harus bersandiwara dan itu adalah ketulusan yang sebenarnya.

__ADS_1


"Hiks,,"


Lanang mengusap lagi air mata Yara "Maafkan aku sungguh!"


Yara menggeleng dengan cepat karena ia sungguh tidak merasa bahwa Lanang salah, ia yang salah karena tidak bisa menahan air matanya. Ia memang tipe gadis yang sangat sulit untuk menangis namun sekalinya menangis sangat susah untuk ia kontrol.


"Aku ingin menjadi seorang suami yang baik untuk mu, aku ingin menjadi suami yang membuat mu bangga memiliki ku. Aku memang dari keluarga yang tidak mampu dan juga pendidikan ku sangat berbeda jauh dari laki-laki di sekeliling mu, tapi tetap saja aku ingin menjadi suami yang membuat mu sangat bangga memiliki ku."


Lanang tau ia sangat tidak tahu diri karena mengatakan hal seperti itu di depan Yara yang derajatnya sangat jauh darinya.


"Aku ingin menjadi ayah dari anak-anak kita dan anak-anak kita akan lahir dari rahim seorang ibu yang hebat seperti mu,"ucap Lanang lagi.


"Hiks,," Yara dengan cepat mengangguk dan tersenyum dengan air mata yang mengalir deras.


"Aku mau membuat anak dengan mu! Mari kita hadirkan cucu yang sangat lucu untuk papah," ucap Lanang lagi.


Deg,


Jantung Yara sungguh tidak berada di tempatnya lagi. Gadis itu sungguh tidak menyangka akan mendengar itu dari Lanang.


Lanang mendekat kearah Yara yang masih menangis itu dan ia mengusap pipi gadis itu dengan sangat pelan. Dan i pun mulai mendekatkan bibirnya kearah bibir Yara dan kini bibir mereka menyatu dengan sempurna.


Mata mereka terpejam meresapi pertemuan bibir itu. Begitu damai dan juga berlangsung sangat lama saling mendiamkan dan saling menutup mata.


...🍄 Bersambung🍄...


Aaaaa akhirnya kapalku berlayar jugaaaa, aku terharu banget sama pengakuan Lanang. Benar-benar laki-laki sejati!.


Jangan lupa yah like komen dan votenya wan kawan.


See you guys 🧀

__ADS_1


__ADS_2