
...🍬 Soundtrack this part #hati-hati dijalan-tulus🍬...
...💌Aku tahu kebersamaan kita tak akan terjadi. Namun, aku benar-benar sangat berharap bahwa kita akan bisa bersatu walaupun itu samar💌...
Pagi itu terlihat Lanang dan Yara sudah selesai dengan persiapan untuk berangkat bersama ke kantor. Lanang duduk ditepi ranjang menunggu Yara selesai dengan persiapan nya.
"Tunggu yah mas hehehe,"ucap Yara cengengesan karena sejak tadi Lanang sudah selesai dengan persiapan nya.
Lanang mengangguk tersenyum kearah Yara "Santai saja sayang, mas sanggup kok nunggu kamu selama apapun itu."
"Aa bisa aja ihh,"ucap Yara besemu malu sembari melanjutkan memakai riasan nya.
"Bagaimana mas? Apakah aku terlihat cantik hari ini?" Tanya Yara berdiri dihadapan lanang setelah selesai.
Lanang masih saja pangling bahkan saat melihat Yara berdandan untuk kesekian kalinya. Rasa kagum dan juga cintanya semakin besar saja.
"Hmmm gimana yah, kayaknya masih ada yang kurang deh?" Lanang bangkit dari ranjang dan mendekat kearah Yara.
Yara kelihatan bingung dan mencoba untuk melihat lagi penampilan nya apakah masih ada yang kurang hingga Lanang berkata demikian.
"Kurang apa mas?"
Lanang tersenyum dan menarik pinggang gadis itu hingga kini mereka sangat dekat. Jujur saja jantung Yara sungguh berdetak sangat kencang karena sikap Lanang yang tiba-tiba itu.
"Ma,,mas?"
"Masih ada yang kurang sayang,"bisik Lanang hingga Yara bergidik ngeri.
"Ihh mas kenapa sih? Kurang apa coba?" Yara merasa malu dan bergerak gusar dalam dekapan Lanang.
Cup,
Lanang mengecup pelan bibir Yara dan mel*matnya sedikit dalam. Awalnya Yara kaget dan hendak berontak namun ia langsung membalas nya sembari mengalungkan tangannya dileher Lanang. Seperti biasa pagi mereka akan memulai nya dengan bercumbu satu sama lain.
Lanang semakin menarik Yara untuk semakin mendekat kearahnya dan mengelus pelan punggung gadis itu.
"Eumbb,," Yara benar-benar menikmati nya hingga tidak sadar mengeluarkan suara itu dari bibirnya.
Lanang tersenyum dan melanjutkan aksinya hingga Yara menepuk pelan bahunya karena merasa pernafasan nya sedikit menipis karena ciuman Lanang sungguh sangat liar pagi itu.
__ADS_1
"Wahh seketika kecantikan istri ku semakin bertambah,"ucap Lanang tersenyum menggoda Yara.
Yara dengan cepat memukul dada Lanang karena malu "Ihh apaan sih mas, mesum banget!"
Lanang tersenyum dan menautkan tangan nya dengan erat dijari Yara.
"Kita berangkat sekarang hmm?" Tanya Lanang dan Yara mengangguk tersenyum.
"Nanti pulang bareng yah?" Ucap Yara dengan manja dan langsung diiyakan oleh Lanang.
"Nanti mas tunggu dimana sayang?" Tanya Lanang.
"Mas datang keruangan ku saja nanti, atau aku jemput mas saja ke studio?" Tanya Yara dengan pelan.
"Mas saja yang datang sayang,kamu tunggu di ruangan saja yah."
Mereka saling berbincang di perjalanan dan Yara benar-benar sangat bersyukur dengan apa yang sedang ia jalani saat ini. Ia dan Lanang benar-benar bersatu dan saling menyayangi.
Lanang tersenyum sambil melambaikan tangan kearah Yara dan begitu juga dengan Yara. Mereka berpisah dan masuk kedalam tempat kerja mereka masing-masing.
"Ahh kenapa dia menggemaskan sekali?" Gumam Lanang masuk ke dalam studio.
Tiba-tiba saja ia kaget saat Hana sudah ada didepan nya menunggu nya.
Lanang yang awalnya tersenyum langsung menormalkan ekspresi nya dan melihat kearah Hana. Wajah gadis itu terlihat sangat muram dan memang akhir-akhir ini ia benar-benar terlihat sangat berbeda dan tidak bersemangat sama sekali.
"Aah mas kan masih harus menunggu nona Yara,"ucap Lanang dengan cepat.
"Aku ingin mengatakan sesuatu kepada mas," ucap Hana tiba-tiba.
Ia dengan cepat menarik tangan Lanang menuju ruangannya. Gadis itu terlihat sangat serius hingga Lanang yang hendak melepaskan tangannya langsung memilih diam saja dan menurut.
Hana benar-benar gugup dan juga sedikit takut untuk mengatakan nya. Lanang hanya diam saja menunggu apa yang akan dikatakan oleh Hana.
"Kenapa Han? Apa ada masalah?" Tanya Lanang dengan pelan.
Hana melihat kearah Lanang dengan sangat dalam. Hatinya benar-benar sakit dan juga dilanda kebingungan yang sangat mendalam.
Ia tidak tahu harus memulai dari mana lagi untuk berbicara, mengingat apa yang sudah ia alami dengan Lean ia sangat merasa hina untuk mengatakan itu kepada Lanang. Lean berkali-kali berkata akan menikahinya dan juga bertanggung jawab sedangkan hatinya masih saja bersama dengan Lanang.
__ADS_1
Namun, ia sudah tidak pantas untuk Lanang dan hari ini ia ingin memastikan perasaan Lanang agar ia tahu kemana ia akan melangkah. Ia mencoba untuk bersikap egois dan tetap menyatakan perasaan nya kepada Lanang.
"Kenapa Han?"
"Apa mas pernah menganggap ku seperti seorang gadis?" Tanya Hana dengan pelan.
Lanang kebingungan karena tiba-tiba saja Hana menanyakan itu kepada nya. Jelas ia tidak pernah sama sekali menganggap gadis itu selain dari menganggap seperti adik. Masih sayang dan juga perhatian nya benar-benar ia tunjukkan karena ia teringat dengan adiknya di kampung.
"Kamu jelas seorang gadis Hana, hanya saja cara mas memandangmu tidak pernah sedikitpun lebih dari seorang adik saja." Jelas Lanang dengan cepat.
Hana sebenarnya sudah tahu apa yang akan dijawab oleh laki-laki itu namun ia masih mencoba untuk tetap bertanya dan berharap.
"Kenapa tiba-tiba kamu bertanya seperti itu?" Tanya Lanang.
Hana melihat kearah Lanang dengan senyuman kecut,dan tersenyum dengan terpaksa.
"Hahaha mas tidak usah memikirkan nya, aku hanya bertanya secara acak saja. Kalau begitu selamat bekerja mas heheh,"ucap Hana jelas terlihat berpura-pura ceria.
Lanang mengangguk tersenyum dan duduk di kursinya. Hana berlalu meninggalkan Lanang dan keluar dari ruangan itu.
"Apa sudah saatnya aku berhenti berharap. Dan memilih untuk memulai nya dengan mas Lean?" Gumam Hana dengan mata memerah berair.
Jujur saja kalau ditanya ia sangat ingin menghilang saja saat ini, ia sama sekali tidak menginginkan kejadian itu terjadi padanya. Namun, mengingat semuanya ia sadar bahwa itu adalah murni kesalahannya dan Lean bukanlah oknum yang seharusnya ia salahkan.
"Aku bisa gila hiks,," ucap Hana menghapus air matanya dengan cepat.
Ia benar-benar rapuh hari ini, laki-laki yang ia sayangi sama sekali tidak pernah menganggap nya lebih dari seorang adik.
Dan saat ini ia malah harus menghadapi kenyataan bahwa ia telah melakukan kesalahan dan harus bersama dengan Lean yang jelas bukan laki-laki yang ia cintai.
"Aku harus bagaimana? Aku sungguh kebingungan," ucap Hana dengan pikiran kacau.
Ia benar-benar harus melepaskan rasa cinta sepihak nya dan mencoba untuk menerima apapun yang sudah ia perbuat dan juga kesalahan yang ia lakukan itu.
"Semoga aku benar-benar bisa menghadapi ini semua,"ucap Hana dengan penuh harap.
...🍄 Bersambung🍄...
Yara dan Lanang lagi bucin-bucinnya eh ada Hana dan Lean yang sedang memiliki kemelut asmara.
__ADS_1
Jangan lupa yah like komen dan votenya wan kawan.
See you guys 🧀