
...🍬 Soundtrack this part #Luka yang kurindu-mahen🍬...
...💌Dewasa adalah rasa kecewa dalam keadaan dan bentuk yang berbeda. Dewasa seolah membuat ku semakin tidak mengenali diriku sendiri💌...
Hana benar-benar kaget sedemikian rupa Kate hal itu, ia sama sekali tidak menyangka akan mendapatkan fakta yang bahkan lebih kejam dari kebenaran bahwa Lanang sama sekali tidak pernah menganggap nya sebagai seorang gadis dan hanya sebagai adik saja.
Kini ia bahkan harus mengetahui fakta bahwa Lanang dan Yara yang ia tahu hanya sebatas bos bagi laki-laki itu adalah sepasang suami istri. Mereka benar-benar sangat ahli dalam menyembunyikan itu semua dari Hana.
Hana kecewa, sakit hati,terluka dan juga seolah sedang dipermainkan oleh mereka. Bagaimana bisa mereka diam saja melihat Hana seperti seorang gila mengharapkan Lanang dan bahkan menaruh seluruh perhatiannya seolah ia akan mendapatkan secercah cahaya bahwa Lanang akan melihat dan menganggap nya.
Hana memilih untuk menjauh dan pergi dari tempat itu. Apalagi melihat tangan Lanang dan Yara yang tergenggam sangat erat membuat hati Hana semakin remuk saja.
Ia ingin marah dan juga kesal namun tidak ada yang berhak untuk disalahkan kecuali dirinya sendiri.
Jelas Lanang tidak akan salah, laki-laki itu tidak pernah sekalipun memberikan sebuah harapan kepada Hana. Hatinya baik dan juga perduli terhadap semua orang dan Hana termasuk ke dalam orang-orang yang mendapatkan kepedulian Lanang namun ia malah salah dalam mengartikan nya.
Ia yang sudah bodoh karena menyalahartikan itu semua, sejak awal Lanang terlihat sudah membentengi mereka dengan tegas. Hana yang bersikap bodo amat dan terus berharap bahwa suatu saat Lanang akan melihat kearahnya.
"Hiks,,"
Hana berlari keluar dari studio dan Lanang hendak berlari mengejar nya namun ditahan oleh Yara. Gadis itu menahan Lanang bukan karena cemburu namun ia faham betul bagaimana perasaan Hana saat ini karena ia juga hampir merasakan hal yang sama.
"Kalau mas mengejar nya maka ia akan merasa mas memberikan harapan kepada nya, aku tidak cemburu mas aku hanya tidak ingin permasalahan ini akan semakin panjang."
Lanang langsung berhenti dan mengerti maksud Yara. Ia benar-benar tidak berpikir sampai kesitu karena ia khawatir dengan Hana. Gadis itu masih sangat muda dan juga labil.
"Saat ini ia sedang terpukul, ia sangat kecewa dan ia butuh waktu untuk sendiri."
"Aku sama sekali tidak mengerti dengan nya, kenapa dia bisa memikirkan hal lain tentang semua perhatian ku? Aku hanya bersikap baik padanya karena kami sama-sama berasal dari kampung. Kalau bukan aku yang memperhatikan nya aku khawatir ia akan salah dalam bergaul dan akan melarat disini,"jelas Lanang terlihat frustasi.
Yara tahu dan bisa melihat bahwa selama ini Lanang selalu saja memberikan batasan kepada Hana. Dan Yara juga tidak bisa menyalahkan Hana sepenuhnya, mereka sama-sama perempuan dan Yara faham betul bagaimana perasaan Hana saat ini.
"Kita tidak bisa mengontrol pendapatan orang lain mas, oleh karena itu hal seperti ini bisa terjadi dan itu bukanlah kesalahan mas dan bukan juga kesalahan Hana."
Yara mencoba untuk membersihkan beberapa pecahan beling itu karena takut akan ada yang terluka nantinya.
__ADS_1
"Biar mas saja sayang," ucap Lanang kemudian mencoba untuk membantu Yara yang sudah menolak untuk dibantu.
Hana sendiri masih saja menangis karena hal itu, ia terus saja berlari sekencang yang ia bisa untuk menghindari Lanang yang bahkan tidak mengejar nya.
"Aaaaa," teriak Hana kaget saat melihat kini sebuah mobil hampir saja menabrak nya.
Hana terduduk dan benar-benar kaget dengan tangisan yang sangat kencang. Ia benar-benar sudah menahan tangisannya sejak tadi dan kini ia meluapkan nya seolah ia hanya boleh menangis saat itu.
Seseorang turun dari mobil dengan wajah khawatir. Ia benar-benar kaget melihat Hana kini menangis dengan sangat serius.
"Ha,,Hana?"
Ternyata itu adalah Lean yang hendak ke studio untuk menemui Hana. Namun, kini ia malah bertemu dengan Hana ditengah jalan dengan keadaan gadis itu menangis sambil duduk.
Hana melihat kearah Lean dan ia semakin menangis saja, kini semua masalah benar-benar berputar-putar diotaknya.
Ia seolah dipaksa untuk bisa menangani semuanya baik perasaan nya yang tak terbalas, laki-laki yang ia cintai bahkan sudah beristri dan kini ia kembali di ingatkan dengan sebuah kesalahan yang membuat ia benar-benar harus jauh dari Lanang.
"Hiks,," Hana hanya menangis .
"Hiks,,bawa aku pergi dari sini mas." Baru kali ini Hana benar-benar mau pergi bersama dengan Lean. Baginya ia hanya ingin pergi dari tempat ini sepenuhnya.
Lean pun menuntun Hana untuk bangkit dan membawanya ke dalam mobil. Mereka pun kemudian melaju meninggalkan area dekat kantor Yara serta studio tempat Hana dan Lanang bekerja.
Sepanjang perjalanan Hana hanya menangis dan Lean memberikan waktu untuk Hana agar merasa lebih baik lagi.
Walaupun sesekali ia melirik dengan khawatir kepada Hana karena gadis itu benar-benar sedang tidak baik-baik saja.
Lean pun mengetik sesuatu di ponselnya. Ia mengirim pesan kepada Yara bahwa ia tidak bisa untuk bertemu malam ini.
Yara langsung menyetujui itu karena ia merasa tidak enak kalau keluar saat melihat lanang masih terlihat merasa bersalah seperti itu. Ia juga sempat memikirkan alasan untuk membatalkan pertemuan mereka dan ia sangat bersyukur saat Lean memberitahu kabar bahwa ia tidak bisa bertemu sekarang.
"Han," panggil Lean saat mereka berhenti didepan kontrakan Hana.
Hana hanya diam saja walaupun tangisannya sudah reda ia masih sedikit sesegukan. Ia merutuki kebodohan nya karena meminta untuk Lean membawa nya pergi tadi. Bukankah ia sedang mengindari Lean namun kenapa ia malah ikut dengan nya?.
__ADS_1
"Apa kamu tidak akan pernah memberikan ku kesempatan untuk bertanggungjawab?" Tanya Lean dengan pelan.
Hana hanya diam saja karena semua terlalu tiba-tiba baginya. Walaupun masalah itu sudah berlalu cukup lama ia masih sangat bingung harus menempuh jalan mana.
Namun, mengingat Lanang yang tidak akan pernah menganggap ia membuat semakin bingung. Apakah ia harus mencoba untuk menerima Lean dan memulai mencintai laki-laki itu? Karena cinta bisa tumbuh dengan sendirinya bukan?.
"Hana, ku mohon dengan sangat dengarkan aku!" Lean memutar bahu gadis itu hingga kini mereka saling berhadapan.
Lean melihat wajah Hana Yori masih memerah karena baru saja menangis itu, matanya sembab dan ia tidak sanggup untuk melihat itu.
Ia usap perlahan air mata gadis itu dengan jari tangan nya. Hana sendiri hanya diam saja.
"Aku akan bertanggungjawab dengan semuanya, akan ku pastikan kamu bahagia dan tidak akan menderita, aku tidak memaksa mu untuk mencintai ku karena biarlah aku yang mencintaimu saat ini hingga nanti walaupun akhirnya aku berharap kita memiliki rasa yang sama."
Hana melihat kearah Lean ,ia kaget saat laki-laki itu berkata bahwa ia mencintai nya. Ia benar-benar tidak pernah membayangkan itu.
"Sejak awal sebelum kejadian itu terjadi, aku memang sudah diam-diam memperhatikan mu dan bahkan sudah mulai mencintai mu Hana. Namun, bukan berarti aku memiliki niat lain untuk melakukan hal itu, kamu tahu pasti bahwa itu adalah sebuah kecelakaan yang sama-sama bukan hal yang kita inginkan bukan?. Aku benar-benar sangat ingin hidup bersama dengan mu," ucap Lean dengan penuh ketulusan.
Hana hanya diam saja melihat kearah Lean, semua kata-kata yang keluar dari mulut Lean benar-benar sebuah kejutan bagi Hana.
Ia benar-benar merasa tidak pantas untuk siapapun kini, Lanang saja ia tidak bisa apalagi dengan seorang Lean yang bahkan jauh diatas Lanang status sosialnya yang hampir saja setara dengan Yara. Hana benar-benar merasa itu akan sangat mustahil bukan?.
"Aku mohon , izinkan aku untuk menemui orang tua mu di kampung dan aku akan segera menikahimu. Aku berjanji akan selalu berusaha memberikan kebahagiaan untuk mu Hana,"ucap Lean dengan tulus.
Hana langsung menangis tanpa sebab, ia benar-benar tidak akan menyangka akan mendengar itu dari Lean. Ia merasa pikiran nya benar-benar runyam baik itu cemas, ragu,sakit,sedih,terharu dan bahkan ia benar-benar merasa blank saat ini.
Lean pun masih terus berusaha untuk meyakinkan Hana bahwa akan tetap bertanggungjawab apapun yang terjadi.
...🍄 Bersambung🍄...
Wahhh Lean dah mulai lupa nih sama Yara, kalau gitu Terima aja Napa Han. Kalau gak mau yah sama author lah Lean hehehe.
Jangan lupa yah like komen dan votenya wan kawan.
See you guys 🧀
__ADS_1