
...🍬 Soundtrack #Insomnia -Craig david 🍬...
...💌Kita adalah kemungkinan-kemungkinan yang tidak mungkin menjadi mungkin💌...
Pagi hari telah tiba dan Yara terbangun saat mendengar suara gemercik air dari dalam kamar mandi, sudah jelas Lanang pasti sedang mandi di dalam sana.
Ingatan memalukan semalam masih jelas terngiang dalam pikiran Yara, ia benar-benar gadis gila dan bertingkah sejauh itu hanya karena sebuah warisan? Benar-benar gadis gila. Namun, kalau ia ingat kembali bukan karena harta ia bertindak sejauh ini, kalau bukan karena mengingat sang ibu yang kian terlupakan semangatnya kian menggebu-gebu untuk tetap melanjutkan rencananya itu.
"Gadis rubah itu tak akan pernah bisa merebut apa yang seharusnya menjadi milikku!" Kecam Yara dengan tekad yang semakin ia bulatkan.
Tapi tetap saja ia sangat malu apalagi laki-laki muda itu sama sekali tidak tergoda dengan tubuhnya, apakah ia akan berhasil membuat Lanang menyentuh nya? .
"Apa lagi yah yang harus aku lakukan untuk menggoda nya? Dia benar-benar susah untuk diprediksi." Yara sedang memikirkan bagaimana pun ia harus menyusun siasat sebelum papah nya semakin curiga .
Pintu kamar mandi terbuka memperlihatkan Lanang yang keluar dengan pakaian lengkap ditubuhnya, dan mata mereka bertemu dan berpapasan membuat Lanang teringat kembali apa yang ia lihat tadi malam dan hampir saja membuat ia lepas kendali. Begitu juga dengan Yara yang langsung diliputi rasa malu saat melihat kearah Lanang yang juga melihat kearahnya.
"Lihat apa kamu?" Ketus Yara dan Lanang langsung mengalihkan pandangannya kearah lain.
Yara sendiri karena sedikit tidak nyaman langsung bangkit hendak mandi namun ia tiba-tiba terjatuh karena kakinya terasa sangat sakit saat ia mencoba untuk berdiri.
Lanang langsung berlari menghampiri Yara yang kini sudah dibalut piyamanya berbeda dengan kondisinya semalam.
"Apakah kaki nyonya terasa sakit?" Tanya Lanang dengan pelan namun Yara yang merasa tidak nyaman itu langsung menepis tangan Lanang.
"Aku hanya menginjak selimut ku tadi,"ucap Yara beralasan dan mencoba untuk bangkit namun ia kembali terjatuh.
Lanang menggeleng dengan kelakuan gadis itu, selalu saja berlagak seolah ia mampu untuk melakukan semua hal dan enggan untuk dibantu padahal ia sangat butuh bantuan.
Grab,
Lanang langsung menggendong Yara ala bridal style hingga gadis itu kaget dengan mata membelalak karena tingkah Lanang yang selalu saja berada diluar prediksi nya.
"Nyonya ingin ke kamar mandi bukan?"tanya Lanang hendak membawa gadis itu kedalam kamar mandi.
"Berhenti! "Lanang langsung berhenti karena Yara sedikit menyalak.
"A,,ada apa nyonya?"Lanang menatap kearah Yara hingga gadis itu yang awalnya ingin marah-marah langsung sedikit gelagapan karena wajah mereka sangat dekat.
"Turunkan aku di ruang ganti saja, aku ingin mengambil pakaian ku."
Lanang langsung menurut dan mengantarkan Yara kedalam ruangan ganti kemudian ia keluar untuk menjaga privasi Yara.
"Sial, kenapa dengan ku? Kenapa aku tiba-tiba tidak bisa berkata-kata hanya karena melihat wajahnya?" Yara merasa sedikit kepanasan tanpa sebab.
__ADS_1
"Semakin hari dia semakin lancang saja, kenapa bocah itu sangat ahli membuat ku merasakan Dejavu?"
Yara sudah rapi dengan pakaian nya dan hendak berangkat ke kantor pagi ini,ia memang gadis yang bisa dibilang gila kerja padahal ia bisa saja bersantai namun,ia tidak akan puas jika tidak turun langsung melihat bagaimana para karyawannya dalam bekerja.
"Maaf nyonya, apakah seharusnya kita periksakan kaki nyonya ke dokter?"Lanang.
Yara memicing dengan pelan, kakinya memang sakit dan untuk berdiri saja ia sedikit kesulitan namun untuk memeriksa ke dokter ia rasa terlalu lebay.
"Sudahlah tidak apa,aku baik-baik saja."Yara hendak berjalan namun sangat susah hingga ia hampir saja terjatuh kalau bukan karena ditahan oleh Lanang maka ia akan benar-benar terjatuh.
Lanang mendudukkan Yara diatas sofa lalu berjongkok di depan Yara sembari memegang pergelangan kaki gadis itu, sedikit membiru dan terlihat bengkak.
"Akhh,,,kamu sengaja yah?"kesal Yara kearah Lanang yang menekan pelan pergelangan kakinya.
"Bukankah nyonya mengatakan kalau kaki nyonya baik-baik saja? Apakah ini sakit?"
"Akhh,,hah!" Yara melihat penuh keheranan saat Lanang seolah sedang meledeknya.
"Kaki nyonya sudah bengkak begitu bagaimana mungkin baik-baik saja, kalau nyonya menolak untuk diperiksakan kalau begitu biar saya coba berikan pertolongan pertama sebelum kaki nyonya semakin parah. " Lanang langsung mengambil p3k dan mengeluarkan beberapa obat oles dan perban .
"Jangan berikan perban! Aku tidak ingin menarik perhatian dengan perban di kaki ku." Yara memang sangat perduli dengan citranya bagaimana jika ia akan dianggap lemah gara-gara sebuah perban di kakinya.
Lanang menggeleng tersenyum kearah Yara yang langsung bingung kenapa laki-laki muda itu tiba-tiba tersenyum kearahnya. Apakah ia benar-benar sedang meledak Yara?.
" Nyonya akan tetap terlihat cantik walaupun kaki nyonya diperban, dengan perban ini rasa sakitnya akan sedikit berkurang nyonya. "
"Yahh sudah terlanjur nyonya, tanggung kalau tidak dilanjutkan hehehe."
Lanang benar-benar licik, ia sungguh memiliki cara unik untuk membantah kerasnya sikap Yara dan gadis itu hanya bisa menganga kebingungan apakah ia benar-benar telah diledek oleh Lanang.
"Kamu tidak mau mendengarkan saya yah?" Kesal Yara.
"Perban berukuran kecil itu tidak akan merusak penampilan nyonya, bahkan ia bisa membuat nyonya lebih nyaman saat berjalan nantinya. "
Yara hanya bisa menggeleng tidak percaya bahwa laki-laki itu selalu saja memiliki kata-kata untuk menjawab semua perkataan Yara.
"Akhh sudahlah, mari berangkat sudah telat nih. Kamu tidak ke studio rupanya?"
" Jelas ke studio lah nyonya, hanya saja tidak apa jika sedikit terlambat heheh."
"Bukan bos tapi gayanya seolah bis saja, untungnya kamu bukan karyawan ku."cibir Yara dalam gandengan Lanang.
Lanang tersenyum mendapatkan cibiran itu,ia benar-benar merasa nyaman dengan kata-kata yang Yara lontarkan Walaupun terkadang terkesan sarkastik.
__ADS_1
"Kaki kamu kenapa sayang?"papah yang kebetulan lewat melihat Yara sedang digandeng oleh Lanang saat menuruni tangga.
"Ahhh ada kesalahan kecil pah jadi kaki aku keseleo dikit,"ucap Yara pelan dan lagi-lagi dengan akting sok kuatnya.
"Apakah sudah diperiksakan ke dokter?"tanya papah dengan penuh khawatir.
"Sudah p,,"
"Belum pah, istri ku ini sangat susah dibujuk untuk diperiksakan ke dokter. Apakah papah bisa membantu ku untuk membujuknya agar mau diperiksakan ke dokter?" Lanang langsung memotong ucapan Yara hingga gadis itu melotot kesal kearah Lanang yang sedang mengadu itu.
"Akhh,," Lanang memekik pelan saat Yara mencubit pinggang nya.
"Kenapa kamu menolak diperiksa sayang?"
"Eum hanya keseleo biasa pah, tidak separah itu sampai harus ke dokter."
"Tetap saja harus diperiksa sayang, bagaimana jika semakin bengkak dan kamu akan kesulitan untuk berjalan." Lanang lagi-lagi mencoba untuk memprovokasi papah agar mendukungnya.
"Sialan, ingin ku gunting saja bibir bocah ini!" Batin Yara kesal.
"Kamu harus menuruti apa yang dikatakan suamimu nak, bagaimana kalau kakimu semakin bengkak nantinya?"
Yara mencoba untuk rileks dan tersenyum kearah papah namun sedikit kesal kearah Lanang.
"Oke oke pah, aku ke dokter sekarang juga!"
"Seharusnya kamu menurut sejak tadi sayang, Kenapa kamu keras kepala sekali hmmm?" Lanang dengan lancangnya mencubit pipi Yara hingga gadis itu benar-benar dibuat kesal olehnya.
Papah hanya tersenyum melihat tingkah dua sejoli itu, mereka benar-benar terlihat seperti suami istri sungguhan Dimata papah dan memang niat Lanang bersikap seperti itu adalah untuk memperkuat kepercayaan papah.
"Sialan, habis kamu setelah ini." Kesal Yara karena Lanang sungguh bertingkah saat ini.
"Kalau begitu kami berangkat pah, " Yara langsung dibantu oleh Lanang berjalan menuju pintu.
Dengan wajah kesal Yara menurut dan ia benar-benar tidak sabar ingin menyemprotkan laki-laki itu dengan kata-kata mematikan yang sudah ia siapkan sejak tadi.
"Benar-benar menjengkelkan!" Batin Yara kesal setengah mati.
Sedangkan Lanang sendiri kembali diam dengan wajah polosnya padahal tadi ia terlihat sangat nakal saat dihadapan papah.
...🍄 Bersambung🍄...
Wahhh Lanang nih jago juga aktingnya wkwk.
__ADS_1
Jangan lupa yah like,komen dan votenya wan kawan.
See you guys🧀