
...🍬 Soundtrack this part #Friend to you-meghan Trainor🍬...
...💌Aku tidak pernah merasakan ini sebelumnya, aku hanya merasa bahwa perasaan ini tidak benar💌...
Sudah beberapa saat mereka di depan rumah Hana namun tidak ada sahutan dari dalam walaupun sudah beberapa kali mereka mengetuk pintu dan juga memanggil nomor Hana gadis itu sungguh tidak mengangkat panggilan Lanang.
"Mungkin dia sedang tidak dirumah,"ucap Yara mulai bosan disana.
Lanang melihat kearah Yara dengan pelan terkesan ada raut khawatir disana dan itu membuat Yara semakin merasa jengkel saja.
"Tidak nyonya, saya sangat yakin kalau dia sedang di dalam. Pasti ada sesuatu yang terjadi dengan nya."
"Bagaimana kau tahu itu? Memang nya kamu peramal?" Kesal Yara dengan ketus.
"Sendalnya ada disini dan kalau pun ada urusan dia tidak akan pernah melewatkan untuk memberitahu saya nyonya."
"Ahh Terserah kamu sajalah, tapi lihatlah dia sama sekali tidak membukakan pintu kalau saja dia ada di dalam sana,"ucap Yara.
"Hana, kamu di dalam kan? Apa terjadi sesuatu? Tolong buka pintunya!"
Lanang berusaha untuk membujuk Hana membukakan pintu karena ia tahu gadis itu benar-benar ada di dalam sana.
Yara mendengus pelan karena mendengar suara lembut Lanang saat memanggil Hana. Ia merasa kalau Lanang terlalu perhatian untuk sekedar teman satu kampung.
"Apa mereka benar-benar memiliki hubungan? Akhh Kenapa aku tiba-tiba kepo begini?" Kesal Yara.
Lanang masih berusaha untuk membujuk Hana untuk membuka pintu dan membiarkan Lanang untuk mengetahui keadaannya.
"Sudahlah dia pasti tidak ada di dalam, kamu terlalu lelah untuk membujuk seseorang yang tidak ada disana."
Lanang pun akhirnya menurut untuk ikut Yara kembali ke area kantor karena sejak tadi Hana tidak membukakan pintu untuk mereka. Namun saat beberapa langkah tiba-tiba saja pintu terbuka dan memperlihatkan sosok Hana yang matanya sudah sangat sembab itu.
"Mas lanang hiks,"ucap Hana dengan tangisan.
Lanang yang melihat itu langsung khawatir dan mendekat kearah Hana untuk memeriksa keadaan gadis muda itu, dia benar-benar terlihat sangat kacau dengan wajah memerah karena terlalu lama menangis.
Yara sendiri langsung memasang wajah semakin tidak suka karena Hana Yori benar-benar menyebalkan menurut nya.
"Kenapa tidak dari tadi saja dibuka? Benar-benar gadis aneh,"gumam Yara mendekat kearah Lanang dan Hana.
__ADS_1
Grab,
"Hiks,,aku harus bagaimana mas?"
Lanang terlonjak saat Hana memeluk nya dengan erat belum lagi ia juga menangis sangat keras hingga Lanang semakin khawatir.
"Hana lepaskan mas, kamu kenapa?" Ucap Lanang mencoba untuk melepaskan pelukan Hana.
Yara sudah semakin merasa panas diulu hatinya karena melihat Hana dengan sang lancang memeluk lanang .
"Berani sekali dia memeluk suami orang? Lanang juga kenapa sih? Akhh benar-benar menyebalkan sekali."
Lanang masih berusaha untuk melepaskan pelukan Hana namun gadis itu malah semakin menangis keras seolah ia benar-benar sedang merasakan sakit. Dan itu membuat Lanang merasa tidak enak hati untuk melepaskan pelukannya.
"Kenapa hmmm?" Tanya Lanang dengan lembut menepuk punggung Hana mencoba untuk menenangkan nya.
Yara semakin dibuat kesal dan kali ini ia sudah tidak tahan lagi, ia benar-benar tidak tahu kenapa ia sangat membenci Hana yang selalu saja bersikap kegatelan terhadap Lanang.
"Dia pasti sedang ber-akting! Ahh kenapa sih tuh cewek kegatelan banget sama Lanang?" Kesal Yara.
"Khem, sepertinya kalian terlalu lama berpelukan seperti itu! Apa tidak pegal?" Yara sungguh ingin mereka segera melepaskan pelukan itu.
Ia mendudukkan Hana di kursi dan memberikan air putih untuk Hana agar gadis muda itu sedikit lebih tenang.
Hana meremas bajunya dengan kuat karena tidak sanggup untuk mengatakan itu kepada Lanang, bagaimana jika ia akan dijauhi oleh Lanang dan ia bahkan tidak bisa dekat dengan Lanang lagi?.
"Kenapa hmm? Coba ceritakan kepada mas mungkin mas bisa membantu mu,"bujuk Lanang dengan sangat lemah lembut karena ia tahu Hana masih sangat labil dan juga tidak bisa di desak.
Yara sejak tadi hanya diam saja memandang tidak suka kearah Hana yang menurut nya sedang berlagak susah untuk menarik perhatian Lanang.
"Dasar gadis licik,"gumam Yara kesal lalu memilih untuk berjalan lebih dulu ke mobil.
Ia kesal karena sejak tadi ia seolah tidak dianggap ada karena Lanang hanya mempedulikan Hana saja.
"Kenapa dia mengajak ku ikut tadi? Apa dia ingin memperlihatkan kalau ia dan Hana memiliki hubungan spesial? Apa dia mencoba memberitahu ku bahwa aku sudah tidak ada harapan untuk bersama nya? Sialan! Aku benar-benar jengkel tanpa sebab,"rutuk Yara setelah sampai di mobil.
Ia melirik kearah Hana dan Lanang yang duduk saling berhadapan itu, wajah Lanang begitu damai dan juga ia benar-benar terlihat sangat perhatian terhadap Hana. Hati Yara tiba-tiba serasa mencelos dan tidak terima dengan apa yang ia lihat itu.
"Kenapa aku membenci fakta bahwa mereka benar-benar terlihat sangat serasi? Sama-sama masih muda dan juga benar-benar cocok untuk bersama."
__ADS_1
"Aku tidak sedang cemburu kan? Aku tidak mungkin menyukai nya!"
Yara sadar bahwa rasa itu adalah sebuah kesalahan besar karena ia bukanlah gadis yang cocok untuk bersanding dengan Lanang. Laki-laki muda itu tidak mungkin lebih memilih Yara dibandingkan Hana karena walaupun Yara sudah memiliki semuanya termasuk finansial dan juga materi tetap saja Yara kala telak karena Lanang bukanlah laki-laki yang memandang wanita dari materi nya.
"Wahhh Kenapa juga aku tiba-tiba bersikap pesimis begini?" Yara mencoba untuk bodoamat dan memainkan ponselnya.
Walaupun ia masih saja teringat dengan ucapan seseorang dirumah sakit itu, ia benar-benar takut kalau ia akan kehilangan kesempatan untuk merasakan bahagia rasanya mengandung anak dan juga memiliki buah hati yang lahir dari rahimnya sendiri.
"Ayolah Yara, kenapa kamu semakin pengecut akhir-akhir ini dimana kepercayaan dirimu? Kamu tidak seburuk itu untuk merasa insecure." Berkali-kali ia mencoba untuk tetap terlihat kuat walaupun sebenarnya ia sangat rapuh di dalam sana.
Sedangkan Lanang kini masih menunggu Hana agar siap untuk menceritakan apa yang menjadi masalahnya hingga ia menangis begitu hebat tadi.
"Bagaimana? Apa sebenarnya yang membuat mu menangis begitu hebat tadi?" Tanya Lanang.
Hana menggeleng kemudian tersenyum kearah Lanang , ia benar-benar memaksakan senyuman itu karena tidak ingin Lanang semakin khawatir padanya.
"Aku,,aku baik-baik saja mas hanya sedang merindukan kampung saja."
Lanang mengeryit pelan karena ia benar-benar tidak bisa mempercayai alasan Hana itu, ia tahu gadis itu benar-benar menyembunyikan sesuatu darinya saat ini.
"Kamu benar-benar buruk dalam hal berbohong Hana, cerita saja sama mas."
Hana menggeleng dan tersenyum lagi "Aku tidak berbohong mas, aku benar-benar baik-baik saja dan aku menangis karena merindukan kampung saja mas."
Lanang pun mengangguk dengan cepat karena ia tahu gadis itu mungkin belum siap untuk bercerita karena sejak tadi saja ia bahkan hampir tidak membukakan pintu untuk Lanang.
"Baiklah mas mengerti dengan keadaan mu saat ini, mas tidak akan memaksamu untuk bercerita sekarang. Tapi ingatlah kalau mas akan selalu ada untuk mendengarkan masalah mu, jangan sungkan untuk menghubungi mas saat kamu sudah siap untuk bercerita."
Hana dengan cepat mengangguk dan ia semakin merasa bersalah dan juga merasa hina dihadapan Lanang. Laki-laki baik itu pasti tidak akan mau dengan Hana yang entah kenapa merasa sudah ternoda itu.
Lanang pun berpamitan dengan Hana setelah memberikan beberapa nasihat kepada nya.
...🍄 Bersambung🍄...
Yaraa pasti insecure banget yah sama Hana, padahal kan dia juga gak setua itu . Siapa tahu Lanang juga gak mandang umur .
Jangan lupa yah like komen dan votenya wan kawan.
See you guys 🧀
__ADS_1