Beri Aku Anak Suamiku.

Beri Aku Anak Suamiku.
Episode 21: Hidup dan kehidupan.


__ADS_3

...🍬 Soundtrack this part #Shouldn't be-luke chiang🍬...


💌Aku tidak butuh garis yang bahkan tak bisa selamanya lurus,aku hanya butuh sebuah titik. Meskipun kecil namun sanggup mengakhiri💌


         Pagi-pagi sekali Yara sudah berada di dapur untuk mengambil sarapan dan itu memicu rasa heran dan penasaran bagi orang-orang dirumah termasuk Atun dan Sinen begitu juga dengan buk Tati yang mematung keheranan.


"Ke,, kenapa tiba-tiba nona Yara turun kebawah bahkan menyiapkan makanan? Apakah kepalanya terluka?" Bisik Atun kearah Sinen yang langsung memasang wajah khawatir.


"Hah? Bagaimana kalau kita sarankan untuk diperiksa ke dokter saja? Aku khawatir sekali."


Sinen dan Atun melihat kearah buk Tati dan meminta penjelasan dari sikap Yara namun naas karena buk Tati bahkan lebih shock hingga sempat lupa bagaimana cara bernafas.


"Buk , ada apa dengan nona Yara?" Tanya mereka berdua dan dibalas dengan gelengan.


"Ibu juga tidak tahu kenapa dan apa yang terjadi dengan nona Yara."


"Kenapa kalian berdiri dan bergosip disana? " Tanya Yara heran dan mereka langsung bubar kemudian berpura-pura bekerja.


"Apa kalian mau mencoba masakan ku?" Tanya Yara tiba-tiba hingga mereka semakin kaget saja.


"Non, apa non sakit? Atau kepala non terbentur?"tanya Atun pelan dengan wajah khawatirnya.


"Aku baik-baik saja Atun, kamu menyumpahi ku?"


Buru-buru Atun menggeleng karena Yara orangnya seriusan gak bisa diajak bercanda.


"Ti,, tidak nona, mana berani saya."


"Kalau begitu cobalah masakanku,"ucap Yara menyodorkan sup buatannya sendiri.


Atun Sangat antusias begitu juga dengan buk Tati dan Sinen yang langsung mendekat karena semenjak mereka saling mengenal satu sama lain baru kali ini Yara memasak sebuah makanan. Bukankah sangat bersejarah jika mereka ikut mencicipi hasil masakan Yara.


"Wahh keliatannya sangat enak nona, begitu menggoda selera." Atun sudah bersiap-siap menyendok sup tersebut.


"Wahh aku juga ingin mencobanya, nona tidak hanya cantik, pekerja keras kini bahkan sangat pandai memasak. Bagaimana bisa ada manusia sesempurna nona,"ucap Sinen yang sudah tidak sabar ingin mencoba masakan Yara.


Mendengar itu Yara sangat senang, siapa yang tidak suka mendengar pujian? Semua orang pasti menyukainya bukan? Ia melihat kearah Atun yang kini sudah menyendok satu sendok sup tersebut kedalam mulutnya.


Atun terkesima dan langsung mematung saat ia merasakan sup buatan Yara, semua orang sudah menunggu reaksinya namun ia hanya mematung saja.


"Bagaimana tun? Kenapa kamu diam saja?"Sinen yang sudah tidak sabaran.


Atun masih saja diam "Akhh kelamaan kamu, aku coba saja." Sinen langsung menyendok sup itu dan ia juga terdiam seperti yang dilakukan oleh Atun dan itu membuat buk Tati yang kini diliputi rasa penasaran setengah mati.


"Kenapa kalian berdua diam saja? Coba spill rasanya bagaimana?" Buk Tati sudah terlanjur kepo padahal sejak tadi ia sudah berpura-pura tidak ikut campur.

__ADS_1


"Kenapa kalian berdua terdiam? Bagaimana rasanya?" Yara dan buk Tati sudah menunggu Jawaban mereka.


"Akhh biar ibu saja yang mencobanya, kalian berdua ada-ada saja."


Buk Tati mencoba sup itu dan langsung dikagetkan dengan rasa yang tidak pernah ia rasakan sebelumnya seumur hidupnya.


"Bagaimana bisa?,,"


Yara sudah menunggu penilaian buk Tati dengan wajah yang sangat berbinar. Baru kali ini buk Tati melihat ekspresi seperti ini dari Yara sejak beberapa tahun telah ia lalui dengan gadis itu.


"Bagaimana buk? Bagaimana rasanya? Apakah tidak enak?"


"Wahhh bagaimana bisa sup seenak ini?" Buk Tati tersenyum dengan sedikit paksaan.


Yara yang mendengar itu langsung kegirangan dan baru kali ini mereka melihat gadis itu tersenyum selebar itu.


"Wahh benarkah? Aku tidak menyangka dalam sekali coba aku sudah membuat sup yang enak,"girang Yara dan langsung menyiapkan nya untuk ia bawa ke kamar dan memberikan nya kepada Lanang.


"Apa nona akan memberikan itu kepada den Lanang?" Tanya buk Tati dan langsung dibalas anggukan oleh Yara.


Mereka bertiga saling menatap dengan wajah sangat tidak rela, namun entah bagaimana cara menghentikan Yara untuk tidak membawanya ke atas.


"Ba,, bagaimana kalau nona membawa nasi dan omelette ini saja? "


"Makan sup dipagi hari sepertinya tidak terlalu baik nona,"ucap Sinen dengan cepat dan dianggukan oleh Atun juga buk Tati.


Yara menyipitkan matanya heran "Loh, sejak kapan makan sup dipagi hari tidak baik? Sudahlah aku keatas dulu."


"Ta,, tapi nona .."


Yara sudah tidak perduli karena ia sangat bangga dengan hasil masakannya yang mendapatkan respon positif dari mereka bertiga.


"Bagaimana ini? Kenapa rasa masakan bisa setidak enak itu?" Atun langsung buru-buru minum air putih sebanyak-banyaknya begitu juga dengan Sinen dan buk Tati yang menahan nya sejak tadi.


"Wahh parah sekali, baru kali ini aku memakan makanan yang rasanya seperti itu. Dibayar juga aku tidak sanggup untuk memakan itu,"Sinen menambahi.


"Bagaimana yah reaksi den Lanang saat memakan makanan itu? Aaa sangat memalukan jika yang menjadi nona Yara adalah aku." Atun khawatir dengan reaksi yang akan Yara terima dari Lanang.


"Sudah,sudah. Kalian Jangan bercerita dan bergosip seperti itu! Cepat selesaikan pekerjaan kalian."


Lanang yang sudah selesai dengan pakaian lengkapnya sejak tadi bingung kemana perginya Yara pagi-pagi buta begini.


Pintu kamar terbuka dan memperlihatkan Yara yang datang dengan kaki masih terseok-seok dan sebuah nampan ditangannya.


"Saya pikir nyonya kemana pagi pagi begini,"ucap Lanang menyiapkan tasnya.

__ADS_1


Yara mendekat kearah Lanang dan menyodorkan nampan berisi makanan itu hingga Lanang kaget kenapa tiba-tiba Yara memberikan ia makanan.


"Untuk saya nyonya?"


"Hmm, entah kenapa aku ingin memasak pagi ini. Sudah lama aku tidak mengasah skill memasak ku , bersyukur lah kamu bisa merasakan masakanku yang mahal ini ." Yara dengan wajah sombongnya itu.


Lanang tersenyum mendengar itu, baru kali ini ia melihat sisi ini dalam diri Yara. Dan memang Yara juga sudah mencoba untuk bersikap baik kepada Lanang dengan sedikit demi sedikit menjalankan tugasnya sebagai seorang istri. Ia akan mencoba bersabar dan tentunya mencoba menarik perhatian laki-laki muda itu.


"Cepatlah makan, keburu dingin."


"Wahh seharusnya nyonya tidak usah repot-repot begini heheh, terima kasih banyak nyonya."


Lanang pun mencoba sesuap sup itu dan langsung saja ia hampir muntah namun ia tahan dengan cepat, katanya melotot karena merasakan pahit juga asin secara bersamaan. Ia sangat kaget merasakan hasil masakan Yara yang sungguh diluar dugaannya itu.


Masakan itu terlihat sangat enak dan juga menggugah selera siapa yang melihat itu, namun ternyata tampang indah tak selamanya baik dan juga enak contohnya adalah masakan Yara yang terlihat enak dari modelnya ternyata sangat tidak enak.


"Bagaimana?"


Lanang melihat kearah wajah Yara yang berbinar itu tidak sampai hati untuk mengatakan yang sesungguhnya.


"E,,enak sekali nyonya. Wahh bagaimana bisa  nyonya memasak seenak ini?"


"Apakah begitu? Biarkan aku mencobanya!"


Lanang buru-buru menghindar dan memakannya dengan cepat hingga Yara tersenyum begitu lebar " Hey, aku tidak akan menghabiskan nya. Hanya mencoba nya sedikit saja ."


Dengan cepat Lanang menggeleng menolak nya, gadis itu ternyata tidak mencoba bagaimana rasa masakannya sejak tadi. Dan Lanang tidak ingin gadis itu sakit hati karena mengetahui fakta yang sebenarnya.


"Tidak nyonya, mohon maaf saya tidak bisa berbagi dengan nyonya kali ini."


Yara jadi tersenyum malu-malu "Apakah seenak itu sampai kamu bahkan tidak mau membaginya dengan ku? Hmm yasudah lah kamu makan saja sendiri aku tidak akan memintanya lagi."


Lanang hampir saja muntah karena terlalu banyak memakannya namun ia tahan karena ia takut Yara akan tersinggung.


"Ya tuhan semoga perutku tidak kenapa-napa setelah ini." Lanang berdoa demi keselamatan perutnya.


Yara sendiri sudah merasa bangga dan bahagia karena tidak menyangka ia rupanya memiliki keahlian memasak dan menyesal karena tidak pernah mencobanya.


...🍄 Bersambung🍄...


Waduhhh, panjang cerita nih kasusnya. Yara udah kepedean tuh kasiannn.


Jangan lupa yah like komen dan votenya wan kawan.


See you guys 🧀

__ADS_1


__ADS_2