
...🍬 Soundtrack this part #first love -sondia 🍬...
...💌 Terlalu gegabah dan bertindak sendiri benar-benar merugikan karena kita hanya bisa melihat sesuatu dari satu sisi saja💌...
Lean benar-benar kalut dan juga kepalang dengan situasi saat ini, bagaimana lagi ia akan bersikap kedepannya? Sungguh tidak bisa ia bayangkan dalam satu malam ia sudah harus bertanggungjawab terhadap Hana yang ia sendiri tidak tahu apakah mereka benar-benar melakukan itu atau bukan?.
"Bagaimana kalau kami periksakan saja apakah Hana masih segel atau bukan?" Tanya Lean dengan cepat.
Plak,
Yara memukul keras bahu Lean karena idenya sungguh gila. Bagaimana jika hasilnya Hana masih perawan dan semua rencana Yara benar-benar akan hancur.
"Kamu sudah gila?" Yara dengan emosi melihat kesal kearah Lean yang kebingungan.
"Ke,,kenapa kamu memukul ku? Aku hanya ingin memastikan saja apakah kami benar-benar melakukan itu atau bukan?" Cemberut Lean karena ia sungguh benar-benar merasa buntu dalam berpikir.
"Wahh aku tidak menyangka kamu begitu pengecut yah Lean, aku awalnya bisa memaklumi mu dan tidak merasa kecewa namun kali ini aku sungguh benar-benar kecewa padamu!"
Lean semakin panik karena mendengar itu langsung dari yara, ia sudah mulai merasa sedikit lega karena Yara masih mau berbicara dengan nya.
"Ke,,kenapa? Apakah aku salah karena ingin memastikan itu?"
"Jelas saja salah! Kamu ingin menyakiti hati Hana lebih banyak lagi? Dengan kamu ingin memastikan nya itu jelas akan menunjukkan bahwa kamu ingin melepaskan tanggung jawab mu kepadanya, bayangkan bagaimana perasaan saat tau itu? Ia akan semakin depresi dan bahkan bisa bunuh diri kamu benar-benar tidak masalah dengan itu?"
Yara benar-benar ahli dalam membolak-balik fakta, apalagi saat ini pikiran Lean sedang kalut dan tidak bisa berpikir jernih maka apapun yang Yara sebutkan semua bagai solusi dalam otak Lean.
"Benarkah? Apa aku sudah keterlaluan?"
"Jelas keterlaluan, untung saja saat ini Hana tidak disini."
"Aku sungguh sangat frustasi, aku hilang akal dan juga sangat pusing."
"Sudahlah Lean, semua sudah terlanjur dan aku tahu kamu adalah laki-laki hebat dan kamu akan bertanggungjawab bukan?" Tanya Yara dengan mata penuh harap.
Lean dengan cepat mengangguk karena biar bagaimanapun juga ia sudah menodai Hana. Walaupun belum pasti namun mengingat saat terbangun mereka tanpa busana sama sekali itu sudah menjelaskan semuanya.
"Bagus sekali, aku bangga dengan mu!" Tepuk Yara dengan bangga di bahu Lean.
Lean hanya bisa mendengus pasrah dalam hati ia benar-benar kalut dan tidak tahu apakah ini adalah keputusan yang sangat tepat untuk nya dan juga Hana? Bagaimana dengan perasaannya dengan Yara? Apakah ia harus merelakan itu?.
Ia melirik kearah Yara yang dihadapannya saat ini. Bertahun-tahun ia memendam rasa dan ia sendiri yang menghancurkan cinta dalam diamnya itu.
"Apa aku dan kamu benar-benar tidak ditakdirkan untuk bersama?" Gumam Lean pelan.
"Ha? Apa?" Yara mendengar itu secara samar-samar.
"Ah tidak lupakan saja," ucap Lean tersenyum pelik dengan hati yang sedikit mendelik.
__ADS_1
Yara sendiri benar-benar senang karena rencananya berjalan dengan lancar kali ini. Ia harap ini adalah awal yang bagus untuk nya bisa memiliki anak dengan Lanang.
Yara memasuki mobil setelah berpamitan dengan Lean. Dan sampai dalam mobil Yara benar-benar senang karena ini adalah awal yang sangat bagus untuk rencana nya.
"Baiklah sekarang kita lanjut ke planning kedua, aku harus memastikan apakah aku bisa melakukan itu saat ada kesempatan lainnya nanti."
Yara menjalankan mobilnya dengan semangat sambil memutar musik dan mengikuti irama sambil menyetir.
Mobil Yara bergerak bukan menuju rumah namun menuju sebuah club karena ia memiliki rencana lain untuk memastikan apakah ia benar-benar akan sanggup untuk melakukan itu dengan Lanang nanti.
Ia sengaja berdandan malam ini karena ingin bertemu dengan laki-laki yang sudah ia sewa di club. Bukan untuk menghabiskan malam berdua namun untuk melatih kedekatan nya dengan lawan jenis.
Karena kali terakhir ia hampir melakukan itu dengan Lanang tubuhnya sungguh gemetar dan takut, Bagaimana ia bisa memiliki anak saat ia mendapatkan kesempatan ia malah menghancurkan nya sendiri karena takut.
Memang ia belum pernah sedekat dan seintim itu dengan lawan jenisnya. Oleh karena itu ia akan berusaha untuk melatih mentalnya saat berdekatan dengan lawan jenisnya.
"Aku harus lebih maksimal dalam rencana kali ini, karena kalau aku sampai gagal lagi aku sungguh tidak tahu lagi harus bagaimana."
Yara memarkirkan mobilnya di tempat parkir khusus club itu, dengan senyuman ia turun dari mobil sembari membuka jaketnya dan kini ia benar-benar memakai dres dengan tali yang sangat tipis dan panjangnya juga diatas lutut.
"Mari berlatih dan buktikan bahwa kamu bisa Yara,"ucap Yara tersenyum pelan.
Ia memasuki club dan sangat kaget karena suasana disana sangat lah ramai belum lagi telinganya hampir saja pecah karena suara bising dari DJ yang ada disana.
Ini pertama kalinya ia memasuki sebuah club karena selama ini ia sangat disibukkan oleh pekerjaan dan juga bisnis lainnya.
Yara dengan cepat mengangguk karena ia memang sengaja menggunakan nama samaran agar identitas nya tidak diketahui oleh orang disana. Bahaya kalau sampai ia dipergoki sedang di club sambil berdua dengan laki-laki sewaannya.
"Mari ikut saya Nona!"
Yara dengan pelan berjalan mengikuti petugas itu, saat sedang berjalan ia melihat sekeliling dan ia melihat banyak sekali pemandangan yang tidak enak untuk dipandang.
"Kenapa mereka melakukan itu disini?" Yara bergidik ngeri.
Bagaimana tidak? Disekeliling nya banyak sekali pasangan bercumbu bahkan sampai remas sana sini tanpa tahu rasa malu.
"Ada apa Nona?" Tanya petugas itu saat melihat Yara merasa tidak nyaman.
"Tidak apa, "
"Silahkan masuk Nona, Roy sudah menunggu di dalam dan selamat bersenang-senang Nona."
Yara mengangguk dan masuk kedalam ruangan itu, saat masuk ia melihat seorang pemuda bertubuh gagah dan memakai kemeja tersenyum nakal kearahnya.
"Roy,"ucap pemuda itu mengulurkan tangan.
"A,,aleta!" Yara membalas dengan ragu kemudian duduk disofa.
__ADS_1
"Silahkan minum,"ucap Roy pelan dan Yara yang sempat gugup itu langsung meminum minuman dihadapan nya .
"Uhuk!" Ia sedikit tersedak karena tidak menyukai rasa dari minuman itu. Memang ia sangat tidak suka dengan alkohol.
Laki-laki itu bangkit dan berpindah tempat duduk kini disamping Yara.
"Kamu suka gaya apa?"
"Ha?"
Yara benar-benar tidak mengerti maksud dari laki-laki itu, dia bertanya gaya diawal pertemuan mereka? Gaya selfie atau gaya berenang?.
"Kamu suka gaya apa? Aku sangat ahli dalam semua gaya dan aku menjamin kamu akan menikmati nya."
Ucap Roy dengan tatapan yang sangat nakal dan barulah Yara sadar dan faham kemana arah bicara laki-laki dihadapan nya itu.
"Hahaha ooh itu, sepertinya kamu salah faham dengan maksud saya menyewa mu. Aku kesini menemui mu bukan untuk melakukan itu,"ucap Yara dengan pelan dan mencoba untuk tenang.
Roy kebingungan saat mendengar itu dari Yara "Ha? Kamu pasti sedang bercanda kan?"
Roy semakin mendekat kearah Yara dan kini tangan nya dengan lancang mengelus paha mulus Yara hingga Yara dengan cepat mendorong laki-laki itu.
"Jaga sikapmu! Jangan berani menyentuh saya,"ucap Yara dengan kesal.
Roy tertawa dan hampir saja terbahak saat melihat reaksi Yara "Wahh, kenapa kamu sangat munafik? Kamu yang datang sendiri kesini namun sikap mu seolah aku yang menjebak mu saja."
"Jujur saja, kamu datang kesini pasti ingin bercinta bukan? Kenapa bertingkah sok suci begitu?" Roy semakin mendekat kearah nya.
Yara benar-benar tidak berniat untuk melakukan hal sejauh itu dengan laki-laki sembarangan. Ia hanya ingin melatih mentalnya saja namun apa yang ia dapatkan saat ini? Ia hampir diperkosa oleh laki-laki sewaannya sendiri.
"Jangan mendekat! Jangan macam-macam dengan saya."
"Sudahlah akhir saja sandiwara mu dan mari kita nikmati malam panjang berdua,"ucap laki-laki itu hampir saja menindih tubuh Yara .
Bugh,
Seseorang datang dari belakang memukul kepala laki-laki itu hingga jatuh terpental diatas sofa.
"Nyonya baik-baik saja?"
"La,,Lanang?"
...🍄 Bersambung🍄...
Yara tuh udah gilaa kayaknya. Kenapa sih kalau urusan bisnis dan kantor sangat pintar namun urusan laki-laki sangat bodoh.
Jangan lupa yah like komen dan votenya wan kawan.
__ADS_1
See you guys 🧀