
Rudi dan Nisa yang melihat Pak Kiai dan Bu Nyai keluar langsung beranjak dari duduknya dan mengulurkan tangan untuk bersalaman.
"Bagaimana kabarnya Pak Kiai?" tanya Rudi.
"Alhamdulillah baik-baik, Silahkan duduk."
Rudi mengangguk dan kembali duduk di ikuti oleh Nisa dan Adnan.
"Maaf ya lama, Tadi lagi makan."
"Oh maaf Pak Kiai, Jadi ganggu,"
"Nggak papa santai saja."
Tidak lama kemudian Faza keluar dengan membawa teh untuk Mereka.
"Silahkan di minum," ucap Ning Faza dengan senyum termanisnya yang membuat Adnan tidak kuat untuk meliriknya.
"Ning Faza duduklah," ucap Nisa yang melihat Faza akan kembali masuk.
"Oh, Nggih." Faza duduk di sebelah Ummi nya dan berhadapan langsung dengan Ustadz Adnan.
Nisa sengaja melakukan ini untuk mendekatkan putranya agar memantapkan hati untuk segera melamar Faza.
"Ning Faza sebentar lagi lulus kuliah ya?"
"Insyaallah Bu Nisa, Mohon Do'a nya biar di lancarkan."
"Pasti, Semoga di mudahkan biar cepet tamat."
"Aamiin."
"Terus kalau sudah wisuda, Ning Faza mau langsung nikah atau..?"
Rudi menyenggol Nisa yang seakan terus memancing Faza untuk segera meikah.
"Manut Abi saja," ucap Faza terseyum.
Adnan hanya diam menatap Faza.
Sedangkan pak Kiai tertawa dan merangkul putrinya.
"Kalau sudah waktunya nanti pasti di segerakan." saut Pak Kiai menanggapi pertanyaan Nisa.
Setelah berbincang-bincang cukup lama, Rudi dan Nisa berpamitan dan meninggalkan rumah Pak Kiai.
Adnan mengantar kedua orang tuanya sampai ke mobil.
"Sampai jumpa Ayah Ibu,"
__ADS_1
"Sampai jumpa Nak, Semoga saat Ibu kesini lagi buat bawa lamaran untuk Ning Faza ya."
"Insyaallah Ibu."
Rudi hanya tersenyum dan masuk ke mobilnya. Di susul oleh Nisa.
Rudi dan Nisa melambaikan tangannya dan meninggalkan Pesantren.
•••
Sore ini Zayn di suruh ke kebun samping pesantren untuk membantu teman-teman yang tengah bercocok tanam berbagai macam jenis sayuran.
Zayn yang tidak pernah ke kebun tercengang melihat santri lain menginjak tanah basah penuh lumpur tanpa alas kaki.
"Zayn, Kenapa berdiri saja?" tanya Ustadz Azmi sambil menepuk pundaknya.
"Itu tanah kotor sekali Tadz, Bagaimana kalau ada binatang menjijikkan di dalamnya."
"Tidak ada, Paling hanya cacing tanah dan lintah."
"Apa!"
Ustadz Azmi mengangguk-anggukkan kepala sembari menahan senyumnya.
"Itu binatang paling menjijikkan."
"Jangan kebanyakan gaya, Disini tidak ada yang peduli kamu mau ganteng maupun model," ucap Bimo sambil memberikan satu ember berisi pupuk.
"Kotoran sapi."
"Apa!" Zayn langsung melempar ember tersebut dan bergidik jijik.
Ustadz Azmi dan Bimo menertawakan Zayn.
"Assalamualaikum..."
"Wa'alaikumsalam.."
Zayn menoleh ke arah suara dan begitu terperangah melihat Faza ada di depannya.
"Ning Faza." Zayn langsung mengambil ember yang tadi ia buang dan memasukan kembali pupuk dengan tangan kosong.
Ustadz Azmi dan Bimo sampai terperangah melihat Zayn yang tanpa jijik memasukan pupuk tersebut.
"Permisi Ning Faza." Zayn menganggukan kepala sambil tersenyum dan mempberi pupuk pada kebun sayurnya.
Faza terseyum dan meletakan nampan berisi es teh dan makanan ringan untuk Mereka.
"Terimakasih Ning Faza, Sudah mau repot-repot nganter sendiri."
__ADS_1
"Terus Aku nggak di anggap?" tanya Mbak Anna memasang wajah cemberut.
"Kalau kamu mah sudah biasa dan memang pekerjaan mu, Sedangkan Ning Faza kan jarang-jarang, Putri Pak Kiai lagi." saut Ustadz Azmi.
dari kejauhan Zayn terus menatap Faza yang tersenyum manis mendengar ucapan Ustadz Azmi dan Mbak Anna.
"Sudah, Jangan saling meledek." ucap Faza penuh kelembutan.
"Ya udah, Yuk pergi dari sini," Mbak Anna langsung menarik tangan Faza untuk meninggalkan kebun. Hal ini membuat Zayn panik dan langsung berlari mengejarnya.
"Ning Fazaaa..." teriaknya.
Faza dan Mbak Anna menoleh ke belakang dan melihat Zayn sudah berdiri di depannya.
Dengan segera Ning Faza menundukkan pandangannya.
Para santri yang sedang bercocok tanam juga menghentikan aktivitasnya dan melihat keberanian Zayn yang menghentikan putri Pak Kiai karena sebelumnya tidak pernah di lakukan oleh santri manapun.
"Apa yang akan di lakukan Model tersesat itu." bisik Bimo pada Ustadz Azmi.
"Ntah lah." saut Ustadz Azmi yang seakan tak sabar melihat ulah apa lagi yang akan Zayn lakukan.
"Pak Kiai akan mengg'orok lehernya kalau Model tersesat ini berrrani macam-macam pada putrinya," ucap Bimo lagi.
Namun Ustadz Azmi sudah tidak menanggapinya karena melihat Zayn sudah mulai bicara.
"Kenapa Ning Faza selalu menundukkan pandangan?" tanya Zayn yang melihat Faza terus menundukkan pandangan hingga bulu mata lentik alaminya semakin terlihat jelas dan begitu menarik hati Zayn.
"Sebagaimana firman Allah Ta'ala dalam surat an-Nur ayat 31. Katakanlah kepada wanita yang beriman, Hendaklah mereka menahan pandangan mereka, dan memelihara kema'luan mereka, dan janganlah mereka menampakkan perhiasan mereka kecuali yang (biasa) nampak dari mereka. (An-Nur : 31) ucap Faza sambil terus menunduk.
"Bukankah Allah menciptakan mata untuk melihat, Memandang keindahan yang Allah ciptakan?" ucap Zayn yang semakin lekat menatap wajah Faza yang selalu menggetarkan hatinya.
"Allah menciptakan mata untuk melihat dunia dan seisinya tapi tidak memperbolehkan melihat sesuatu yang haram."
Zayn terdiam, Sebenarnya Dia tidak peduli dengan jawaban Faza. Namun melihat Faza mau berbicara dengannya membuat dirinya benar-benar bahagia.
"Pernah mendengar pepatah yang mengatakan bahwa mata adalah jendela hati?" tanya Faza mengagetkan lamunan Zayn.
"Ya, Aku sering mendengar nya."
"Karena itu, Barang siapa menjaga pandangannya, Maka akan bagus hatinya. Sebab pandangan akan melahirkan lintasan dalam benak, Kemudian lintasan itu akan melahirkan pikiran. Pikiran inilah yang melahirkan syahwat, dan dari syahwat itu timbullah keinginan yang pada akhirnya mewujud pada tindakan nyata."
"Maka dari itu, Izinkan Aku menjadikanmu halal untuk ku."
Faza yang tercengang mendengar ucapan Zayn langsung mengangkat kepalanya dan menatap Zayn.
Mbak Anna pun membulatkan kedua mata dan menutup mulutnya yang terbuka lebar karena kaget. Tak terkecuali dengan para santri, Ustadz Azmi dan Bimo yang sejak tadi melihat apa yang Zayn lakukan.
Bersambung...
__ADS_1
📌 MOHON SUPORT TERUS NOVEL INI BIAR AUTHOR MAKIN SEMANGAT UP NYA ☺️♥️