
Tiga Bus besar untuk mengantar para santri Ziarah wali songo sudah terparkir di halaman pesantren.
Para santri pun mulai berkumpul di pelataran menunggu semua datang.
Zayn yang tadinya mulai bosan langsung bersemangat kembali melihat Ning Faza yang datang bersama Abi dan Ummi nya
Zayn berdiri melihat mereka yang semakin dekat dan sengaja mendekati Pak Kiai untuk bersalaman.
"Assalamualaikum Pak Kiai." Zayn mencium tangan Pak Kiai sambil melirik Ning Faza.
Seperti biasa Ning Faza langsung menundukkan kepala untuk menjaga pandangannya.
"Bu Nyai." Zayn mengangguk ramah untuk menyapa Bu Nyai dan di tanggapi dengan ramah juga.
"Ning Faza." sapanya lembut.
Mendengar nama di sebut oleh Zayn membuat Faza semakin gugup dan beringsut mundur di belakang Abinya.
"Baiklah Zayn kami masuk dulu." ucap Pak Kiai.
"Nggih, Monggo Pak Kiai." Zayn memejamkan mata saat gamis lebar Ning Faza menyapu lengannya tanpa di sengaja. Kemudian Zayn menoleh ke belakang melihat punggung Ning Faza dan saat bersamaan Ning Faza juga menoleh ke arahnya. Hal itu membuat Ning Faza salah tingkah. Namun berbeda dengan yang tersenyum lebar dan semakin penuh percaya diri.
"Lihat saja Ning, Setelah pulang Ziarah pasti kamu menyerah dengan perasaan mu." Zayn terseyum penuh keyakinan. Kemudian berjalan menaiki Bus yang di khususkan untuk santri putra. Namun karena Zayn datang paling akhir, Membuat dirinya tidak mendapat tempat duduk.
"Udah gak muat!" pekik salah satu santri.
Tidak peduli hal itu, Zayn duduk di tengah-tengah Bimo dan santri lainya dengan paksa.
"Zayn perjalanan kita jauh, Ogah ah duduk begini yang ada badan ku pegel semua," ucap Bimo sambil mendorong Zayn dari kursinya.
__ADS_1
"Lalu aku harus dimana, Masa di bawah?"
"Jadi supirnya aja!" pekik yang lain lalu di iringi tawa Santri satu Bus.
"Salah sendiri dari tebar pesona mulu." saut yang lainnya.
"Ada apa nih ribut-ribut?" tanya Ustadz Azmi yang baru naik.
"Zayn nih Tadz, Gak dapet tempat duduk." saut Bimo.
"Lah ini kosong?" Ustadz Azmi menunjuk kursi paling depan.
"Katanya khusus buat Ustadz."
"Oh ya sebentar Saya lihat Bus rombongan Pak Kiai."
Mendengar hal itu membuat Zayn tertawa lebar dan berharap bisa satu Bus dengan Ning Faza.
Dengan senang hati Zayn pindah Bus dimana pujaan hatinya berada di sana.
Deg!
Ning Faza yang duduk paling depan bersama Umminya seketika berdebar melihat Zayn berdiri di pintu Bus.
Dengan senyum khas dan sedikit kedipan mata membuat Faza semakin salah tingkah mengalihkan pandangannya kesana kemari.
Ustadz Andan yang duduk di sebelah Pak Kiai juga merasa terusik melihat Zayn masuk satu Bus dengan nya, Seketika rasa manusiawinya muncul mengingat calon istrinya yang begitu berbeda sikap jika ada kehadiran Zayn di dekatnya.
"Assalamualaikum Pak Kiai, Ustadz Adnan." sapaan Zayn membuat Ustadz Adnan tersentak.
__ADS_1
"Wa'alaikumsalam."
"Duduklah Zayn, Itu masih kosong." Pak Kiai menunjuk kursi tepat di belakang Ning Faza. Melihat kursi itu membuat hatinya berbunga, Ingin rasanya melompat kegirangan saat itu juga. Namun Zayn berusaha bersikap biasa-biasa saja agar tidak menimbulkan kecurigaan Pak Kiai.
"Baik Pak Kiai, Terimakasih."
Pak Kiai terseyum menganggukan kepalanya. Namun tidak dengan Ustadz Adnan yang nenjadi gusar melihat Zayn duduk di belakang calon istrinya.
"Bagaimana kalau Zayn cari-cari kesempatan?" batinnya sebagai manusia biasa yang memiliki perasaan cinta dan cemburu membuat Ustadz Adnan berfikir macam-macam. Seperti sekarang, Belum apa-apa saja Zayn sudah tersenyum menatap kaca di samping Ning Faza yang memantulkan wajah cantiknya.
Ustadz Andan tidak dapat duduk dengan tenang, Ia terus menoleh ke arah Zayn yang terlihat begitu bahagia hingga senyumnya tidak berhenti terukir.
"Sudah Semua Pak Kiai?"
Pertama Pak supir mengagetkan Ustadz Adnan.
"Sudah kayaknya." Pak Kiai berdiri melihat isi Bus yang sudah terisi penuh.
"Kalau begitu kita berangkat sekarang,"
Pak Kiai kembali duduk dan membaca Do'a naik kendaraan.
سُبْحٰنَ الَّذِيْ سَخَّرَ لَنَا هٰذَا وَمَا كُنَّا لَهٗ مُقْرِنِيْنَۙ
وَاِنَّآ اِلٰى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُوْنَ
[ Subhaanal ladzii sakhhoro lanaa haadzaa wa maa kunnaa lahuu muqriniina wa innaa ilaa robbinaa lamungqolibuuna ]
Artinya: Maha Suci Dia yang telah menundukkan semua ini bagi kami padahal sebelumnya kami tidak mampu menguasainya. Dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Rabb kami." (QS. Surat Az Zukhruf: 13-14)
__ADS_1
Bus pun meninggalkan Pesantren dan langsung menuju Kota Semarang untuk berziarah ke Sunan Kali Jaga Demak. Karena lokasi yang berlawanan dengan kota Kebumen pihak Pesantren memutuskan untuk tidak mengunjungi Sunan Gunung Jati yang berada di Kota Cirebon.
Bersambung...