
Setelah berbincang-bincang cukup lama dengan Opa dan Oma,
Zayn dan Faza beristirahat di kamar. Faza yang masih belum lega karena belum mendapat penjelasan dari Zayn kembali membahas apa yang membuatnya cemburu sebelum mereka masuk rumah.
Zayn pun sambil mengusap lembut kepala istrinya dan mulai menjelaskan bahwa tidak ada hubungan apapun antara dirinya dan Devita.
"Ya memang dulu dia begitu mencintai ku, Dan selalu melakukan apapun untuk dekat dengan ku, Bahkan dia juga yang menyelamatkan ku saat Carissa ingin menjebak ku, Tapi sedikitpun Aku tidak pernah memiliki perasaan dengan nya, Jika sekarang Aku memandang nya dengan iba, Itu karena kondisinya, Aku tidak tau apa yang terjadi dengan nya sehingga ia kembali ke rumah Nenek nya dengan keadaan yang menyedihkan seperti itu."
Mendengar penjelasan itu membuat Faza tenang sekaligus merasa kasihan dengan apa yang terjadi dengan Devita meskipun ia belum melihat seperti apa wajahnya.
"Sudahlah, Kamu tidak perlu merasa cemburu atau mengkhawatirkan apapun, Karena sejak Aku mengenal mu, Aku tidak menginginkan yang lainnya lagi, Cukup hanya kamu dan Anak-anak kita kelak, Jadi hentikan pembahasan ini dan mulai proses agar anak kita segera hadir dalam rumah tangga kita."
Dengan malu-malu Faza mencubit perut Zayn hingga membuatnya meringis sekaligus tertawa lebar.
Kemudian Zayn menyisipkan kedua tangannya di punggung molek Faza dan merengkuhnya dengan lembut.
"Buka kemeja ku" bisik Zayn di telinga Faza hingga membuat Faza meremang.
Faza hanya menuruti apa yang Zayn perintahkan. Sementara Zayn juga melakukan hal yang sama ya ni membuka pakaian Faza dan menggantinya dengan selimut untuk menutupi tubuhnya agar tidak polos sepenuhnya. Kemudian Zayn langsung merapatkan tubuhnya hingga tidak ada lagi jarak di antara mereka. Begitu dekat hingga Zayn dapat merasakan degup jantung Faza yang terasa begitu kencang.
__ADS_1
"Masss..." lirih Faza yang terdengar nyaris seperti desah'an.
Zayn mendekatkan bibirnya lalu diciumnya bibir Faza penuh kasih. Faza memejamkan mata merasakan setiap sentuhan tangan Zayn yang mulai bergeliaran menjelajahi area-area sensitifnya.
"I Love you" bisik Zayn sambil menciumi leher Faza.
Faza yang menggeliat geli mencoba keluar dari rengkuhan dan cumbuan Zayn namun baru saja bergerak sedikit Zayn langsung menarik dan mempererat pelukannya hingga membuat wajah Faza terbenam di dada lagi-lagi Faza tersentak ketika tubuhnya tiba-tiba terangkat. Matanya kembali terbuka dan melihat Zayn yang membuatnya duduk di pangkuannya. Wajah tampannya yang menggoda berhasil membuat Faza menurut pasrah dengan apa yang suaminya inginkan.
"Balas ciumanku Sayang." Zayn mencium bibir Faza dan menuntut Faza untuk membalasnya karena sejak permainan Faza begitu amatir membalas ciumannya.
Dengan sangat kesulitan Faza mengimbangi ciuman Zayn yang begitu ganas dan mendominasi. Zayn yang mengetahui hal itu melepas ciumannya dan bersiap melakukan penyatuannya.
Dan benar saja, lagi-lagi Faza menjerit hingga membuat Zayn buru-buru mencium nya kembali.
Setelah melihat Faza mulai rileks, Zayn kembali melanjutkan aksi nya hingga keduanya mulai saling menikmati, Entah sudah berapa kali Zayn mencium nya bahkan melum'at bibirnya. Keduanya sudah di selimuti oleh kabut gair'ah hingga desah'an demi desah'an saling bersautan mengiri setiap irama yang Zayn berikan.
Setelah itu Zayn memeluk tubuh Faza yang lemas setelah pelepasannya. Permainan Zayn yang begitu lincah dalam mengatur tempo permainannya membuat Faza kewalahan dan tidak bisa berlama-lama untuk mencapai puncaknya.
Setelah selesai memberikan nafkah batinnya tidak lupa Zayn membaca Do'a setelah bersenggama kemudian turun dari ranjang dan membopong tubuh Faza ke kamar mandi.
__ADS_1
"Mas, Mau Ngapain?" tanya Faza yang merasa gugup karena tidak pernah berada dalam situasi seperti ini.
Zayn tersenyum dan mengatur suhu air kemudian menurunkan Faza di dalam bathtub yang sudah terisi penuh.
"Aku ingin memandikan mu," ucap Zayn mengulas senyum nakal sambil mulai menggosok tubuh sang istri.
"Ti-tidak! Aku bisa mandi sendiri." Faza langsung menyilangkan kedua tangannya di dada untuk menutupi bagian dadanya.
Zayn tersenyum menggelengkan kepalanya. "Apa yang coba kamu tutupi? Aku sudah melihat semuanya, Lagipula kita sudah halal, Dan mandi bersama juga dicontohkan langsung oleh Rasulullah." goda Zayn.
Faza jadi merah padam, Ia tau betul tidak akan bisa menolak apa yang suaminya inginkan.
Bersambung..
📌 Catatan :
Sebagaimana diriwayatkan Hadist Riwayat. Bukhari no. 316, Muslim no. 321. ‘Aisyah berkata,
“Aku dan Rasûlullâh ﷺ mandi bersama dalam suatu wadah yang sama sedangkan kami berdua dalam keadaan junub.”
__ADS_1
Mandi bersama bisa menimbulkan rasa kasih sayang dan bermain-main bersama istri, Saling siram-siraman atau saling berebut gayung dan selebihnya anda yang tahu. Sebagaimana hadits Nabi ﷺ dan ‘Aisyah saling berebut air ketika mandi bersama. (HR. Muslim I/257 no 321)