
"Faza! Apa yang kamu katakan? Kamu mau mempermainkan Abi? Mempermalukan Abi di depan keluarga Pak Faraz? Bukankah kamu sendiri yang ngotot mau menikah dengan Zayn, Kenapa tiba-tiba berubah fikiran?"
"Maafin Faza Abi, Tapi Faza tidak bisa menikah dengannya." dengan tangisnya Faza berlari ke dalam.
Zayn beranjak dari duduknya seolah ingin mengejarnya. Namun Faraz memegangi tangannya dan memberinya isyarat agar meminta izin kepada Pak Kiai.
Zayn menganggukkan kepalanya dan mendekati Pak Kiai.
"Pak Kiai, Izinkan Aku bicara berdua dengan Ning Faza, Aku ingin menanyakan kenapa tiba-tiba ia merubah keputusannya,"
Pak Kiai masih diam berfikir.
"Pak Kiai Aku mohon, Sekali ini saja Aku hanya ingin tau alasannya."
"Ummi bawa Faza keluar, Biar mereka bicara."
Ummi mengangguk dan membujuk Faza keluar dari kamarnya. Karena tidak mau membantah Umminya, Faza terpaksa keluar dan pergi ke teras rumahnya. Zayn segera menyusulnya keluar. Kemudian ia memperlambat langkahnya mendekati Faza yang terlihat membelakanginya.
"Ning, Apa kamu marah karena Aku datang setelah satu minggu? Bukan tiga hari seperti izin ku?"
Faza masih diam tak menjawab pertanyaan Zayn.
"Ning Aku minta maaf, Aku tidak tau jika orang tua ku begitu sibuk setelah pernikahan Adikku, Jadi Aku menunda kedatangan ku dan tidak..."
"Itu tidak ada hubungannya!" dengan tetap membelakanginya Faza memotong ucapan Zayn.
"Jika tidak lalu kenapa kamu menolak lamaran ku, Bukankah Ning Faza juga ingin menikah dengan ku?"
"Itu sebelum Aku mengetahui ini!" Faza melemparkan foto-foto panas saat bersama Carissa di berbagai tempat.
Zayn mengambil salah satu foto tersebut dan terperangah melihatnya.
__ADS_1
"Bukan itu saja, Bahkan ini, Ini, Ini dan ini!" Faza terus melempar lembaran foto Zayn bersama mantan-mantannya yang pernah Ia kencani.
"Berapa banyak wanita yang sudah kamu kencani Zayn! Pasti lebih banyak dari itu kan!" pekik Faza hingga kedua keluarga yang sedang duduk bersama di ruang tamu mendengar dengan jelas pertengkaran mereka.
"Ning itu hanya masa lalu kelam ku dan Aku menyesalinya." Zayn tidak bisa menyangkal karena memang itulah kenyataannya.
Faza mulai meneteskan air matanya, Ia tau jika Zayn dulunya Bad Boy tapi ia tidak pernah menyangka jika masa lalunya lebih menjijikkan dari yang ia bayangkan.
"Sejak bertemu dengan mu, Aku tidak lagi mengenal wanita lain, Hanya dirimu Ning, Carissa dan wanita-wanita yang ada di foto itu semua adalah masa lalu yang seumur hidupku akan Aku sesali."
"Baiklah, Katakan jika mereka adalah masa lalu, Tapi bagaimana masa depan yang ada di perut Carissa?"
Deg!
Tidak hanya Zayn yang shock dengan pertanyaan Faza, Tapi Faraz dan semua keluarga yang mendengar ikut merasa shock mendengar hal itu.
"Apa maksud mu?"
"Itu bohong! Itu tidak benar Ning, Wallahi."
"Jangan menyebut Nama Allah untuk menutupi kebohongan mu Zayn! Bahkan saat kamu di pelosok desa dia menyusulmu kesana, Apa kalian melakukan hal menjijikkan itu disana?"
Zayn semakin tercengang mendengarnya, Bagaimana mungkin itu terjadi ia sendiri tidak pernah merasa bertemu Carissa di sana.
"Hegh! Pantas saja kamu begitu betah disana meskipun semua serba sulit tapi ada wanita yang menyenangkan mu, Iya kan?" Faza kembali melempar lembaran foto Carissa yang memperlihatkan saat ia ada di pelosok desa dimana Zayn menjalani hukumannya. Bahkan ada foto yang memperlihatkan Carissa dengan seorang laki-laki yang tak nampak wajahnya karena tertutup wajah Carissa yang tengah mencum'bunya yang Faza yakini adalah Zayn.
"Sekarang kamu tidak bisa menyangkal lagi Zayn, Kamu..."
"Faza cukup!" pekik Abi yang keluar dari dalam karena tidak tahan lagi mendengar pertengkaran mereka.
Tak terkecuali dengan Faraz dan keluarganya yang ikut keluar melihat ketegangan keduanya.
__ADS_1
"Faza Agama Islam sangat melarang umatnya memfitnah orang lain, sehingga hukumnya adalah haram. Dalam hukum Islam, fitnah juga sering disebut dengan Al-Qadzaf dan dikategorikan sebagai kejahatan yang sangat besar. Allah menjanjikan neraka jahanam bagi para penyebar fitnah. Mereka akan disiksa sebanyak 80 kali dan kelak tak akan masuk surga.
Seperti Firman Allah dalam Al-Qur'an yang artinya: “ Hai orang-orang yang beriman, jika datang orang fasik membawa berita maka periksa berita tersebut dengan teliti agar tidak menyebabkan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang nantinya akan menyebabkan kamu menyesal atas perbuatan tersebut.” (QS. Al-Hujurat Ayat 6)
Dari ayat tersebut, Kita diajarkan bahwa ketika telah mendengar sebuah kabar maka jangan mudah untuk mempercayainya, Apalagi langsung menyebarkannya tanpa mengecek faktanya. Sebab jika ternyata kabar itu bohong, Artinya timbullah dosa fitnah seperti yang telah tercantum pada hadist tentang fitnah dan lagi pula kenapa masalah sebesar ini kamu tidak menceritakan pada Abi?"
"Faza malu pada Abi, Faza malu karena sudah membuat Abi membatalkan pernikahan Faza dengan Ustadz Adnan dan lebih memilih Zayn, Tapi ternyata Zayn..." Faza menangis dan langsung berlari masuk.
"Pak Faraz..."
"Pak Kiai..."
Ucap mereka bebarengan.
"Silahkan Pak Faraz."
"Saya belum tau permasalahan apa yang sebenarnya tengah Anak-anak kitahadapi, Tapi perlu Pak Kiai tau, Jika Carissa adalah putri dari orang yang pernah saya penjarakan karena kejahatannya dan setelah Zayn masuk pesantren saya baru mengetahui jika dia memasukan Carissa kesini juga untuk membalaskan dendamnya, Mohon Pak Kiai jangan mengambil keputusan untuk Anak saya di saat seperti ini, Izinkan saya menyelidiki masalah yang sebenarnya dan mencari bukti jika Zayn tidak melakukan kesalahan."
"Jika itu permasalahannya ada kemungkinan jika ini hanya fitnah, Baiklah Pak Faraz, Jika begitu buktikan putramu tidak bersalah, Setelah itu baru putuskan masa depan Anak-anak kita."
"Terimakasih pengertiannya Pak Kiai."
Pak Kiai menganggukkan kepalanya dan kembali masuk kedalam.
Faraz menatap Zayn dengan berbagai macam pertanyaan di benaknya.
"Ikut dengan Papa!" tegas Faraz.
Zayn mengangguk dan mengikuti Papanya.
Bersambung...
__ADS_1