
Keesokan harinya Zayn kerumah Pak Kiai untuk meminta izin pulang membicarakan tentang pernikahannya pada Keluarganya. Namun sebelum pulang, Zayn meminta izin untuk berbicara dengan Ning Faza.
Pak Kiai pun mengizinkannya namun seperti biasa harus ada orang ketiga diantara mereka. Dan siapa lagi yang di jadikan obat nyamuk kalau bukan Mbak Anna. Aah tapi itu tidak masalah untuk Zayn, Baik ada Mbak Anna atau tidak tak akan membuat Zayn ciut untuk merayu calon istrinya.
"Akhirnya setelah sekian lama, Cinta kita seperti iqlab ditandai dengan dua hati yang menyatu."
Tidak seperti biasanya yang hanya tersipu malu-malu kini Faza membalas gombalan tajwid Zayn.
"Semoga dalam hubungan kita seperti idgham bilagunnah, Cuma berdua, Lam dan Ro, Zayn dan Faza."
"Ohh..." Zayn menggigit bibir bawahnya sambil mengusap wajahnya dengan senyum bahagia yang tidak bisa ia ungkapkan, Bagaimana tidak, Ini pertama kalinya Zayn mendapat gombalan tajwid dari wanita yang begitu ia kagumi.
"Ning Faza..." Zayn mendekati Faza dan mengangkat kedua tangan seolah ingin memegang kedua sisi wajah Faza, Namun ia menahan diri dan mengepalkan kedua tangannya dengan gemas.
"Sama halnya dengan Mad 'aridh dimana tiap mad bertemu lin sukun aridh akan berhenti, Seperti itulah pandangan ku ketika melihatmu,
Ning Faza Aku tidak tahan lagi ingin memeluk mu."
"Tapi kamu harus menahannya atau Pak Kiai akan kembali mengirim mu ke plosok yang lebih jauh lagi," ucap Mbak Anna yang kemudian diiringi senyum malu-malu Ning Faza.
__ADS_1
Zayn terdiam menatap Faza yang tersenyum dengan begitu manisnya.
•••
Untuk mengisi kekosongannya Adnan melakukan aktivitas dengan mendatangi perusahaan Ayahnya yang suatu saat nanti ia harus kelola.
Dengan mengendarai mobil yang memiliki desain yang elegan, Mewah, dengan grill bagian depan yang besar dan berwarna krom tidak akan ada menyangka jika Dia adalah seorang Ustadz. Bahkan kedatangannya di perusahaan untuk pertama kalinya begitu menarik perhatian seluruh staff dan karyawan yang begitu terpesona akan ketampanan dan karismanya.
"Jadi itu putra Pak Rudi?" bisik salah satu karyawan pada karyawan lainnya.
"Ya. Akhirnya setelah bekerja bertahun-tahun Aku bisa melihatnya secara langsung, Selama ini Aku hanya melihatnya di foto ruangan Pak Rudi."
"Duh beruntung banget yang akan jadi istrinya kelak, Selain kaya dia juga tampan," ucap yang lainnya.
Mereka terus menerus membicarakan Adnan, Sedangkan Adnan sendiri hanya berdiri membiarkan Ayahnya mengenalkannya pada seluruh staff dan karyawannya.
Hanya acara perkenalan, Adnan meminta izin untuk kembali pulang karena merasa tidak nyaman berada di perusahaan.
"Baiklah, Untuk hari ini Ayah izinkan, Tapi untuk besok kamu harus menambah jam kunjungan mu," ucap Rudi.
__ADS_1
"Baiklah Ayah."
Adnan mengendari mobilnya dan melesat dengan cepat.
Masih tidak jauh dari perusahaan, Adnan di kejutkan oleh sebuah motor gede yang melesat cepat mendahuluinya.
Sssrrrrrtttttt...!!! Adnan menghentikan mobilnya secara mendadak menghindari motor itu yang hampir bersenggolan dengan mobilnya.
Adnan membuka kaca mobilnya dan mengeluarkan separuh badannya untuk melihatnya.
Pengguna Motor tersebut juga berhenti dan menoleh ke arah Adnan. Kemudian ia membuka helmnya hingga rambut panjangnya terurai dengan indah.
Adnan terperangah melihat pengendara motor itu yang ternyata seorang perempuan yang berpenampilan layaknya geng motor lengkap dengan jaket kulit serta celana jeans sobek di beberapa bagian kaki jenjangnya.
"Tidak papa kan?" tanya gadis itu melihat bemper depan mobil Adnan.
Adnan hanya menggeleng pelan dan kembali ke tempat duduknya.
Gadis itu memandang Adnan yang siap menjalankan mobilnya.
__ADS_1
Dengan sedikit mengamati wajahnya, Gadis itu mencebikan bibirnya saat Adnan pergi begitu saja tanpa mengatakan sepatah kata pun.
Bersambung...